Showing posts with label Amerikaserikat. Show all posts

gal96876099.jpg (500×320)Para anggota parlemen Amerika Serikat naik pitam karena pengadilan militer gagal memproses kasus-kasus kejahatan seksual di lingkungan tentara, yang setiap tahunnya mencapai belasan ribu.
Wakil rakyat Amerika di Senat menggugat pernyataan pakar-pakar hukum militer yang mengatakan pada pertemuan hari Rabu (13/3/2013) bahwa para jenderal seharusnya memiliki kewenangan akhir untuk menentukan vonis yang ditetapkan juri di pengadilan militer, termasuk kewenangan untuk membatalkan vonis dan mengurangi hukuman, sebab hal itu akan menjaga ketertiban dan kedisiplinan dalam tubuh militer.
Setiap tahunnya tidak kurang dari 19.000 kasus kejahatan seksual terjadi di lingkungan militer Amerika Serikat. Namun jumlah kasus yang dibawa ke pengadilan hanya sekitar 240, itu pun masih mungkin dibatalkan keputusannya oleh para komandan tinggi.
“Saya tidak tahu bagaimana anda bisa bilang 19.000 kasus serangan seksual dan pemerkosaan setiap tahun merupakan disiplin dan ketertiban,” kata Kirsten Gilibrand, senator wanita yang memimpin pertemuan itu.
“Hal itu jelas-jelas bertentangan dengan disiplin dan ketertiban,” tegasnya, dikutip Aljazeera (14/3/2013).
Masalah kejahatan seksual di tubuh militer Amerika Serikat kembali mengemuka setelah mencuatnya kasus serangan seksual atas 59 taruna oleh para instruktur mereka di Pangkalan Udara Lackland di Texas. Selain itu ada pula kasus yang melibatkan Letkol James Wilkerson yang berdinas di Pangkalan Udara Avioano di Italia, yang terbukti melakukan serangan seksual tetapi vonisnya dibatalkan dan tidak jadi dipecat oleh komandannya.
Para korban mengatakan kepada senator wakil mereka di parlemen bahwa sistem peradilan militer Amerika Serikat cacat dan kerap membebaskan pelaku kejahatan seksual.
Korban pelapor dikucilkan
Anu Bhagwati mantan anggota korps marinir berpangkat kapten, pendiri Service Women's Action Network, mengatakan dihadapan Senat bahwa dirinya mengalami diskriminasi dan pelecehan seksual setiap hari saat masih berdinas.Puncaknya, dia justru dipecat dari dinas kemiliteran karena melaporkan komandan yang melakukan serangan seksual terhadapnya.
“Saya menyaksikan banyak laporan pemerkosaan, serangan seksual dan pelecehanseksual yang disembunyikan di bawah karpet oleh sejumlah komandan di lapangan,” kata Baghwati.
“Pelakunya justru dinaikkan pangkatnya atau dipindahkan ke kesatuan lain tanpa mendapatkan hukuman, sementara para korban dituduh berbohong atau melebih-lebihkan pengaduan mereka,” tegasnya.
Menurut catatan Baghwati, kejahatan seksual yang dialami baik oleh prajurit wanita maupun pria yang bertugas di kemiliteran maupun Pentagon mencapai 19.300 kasus pada tahun 2010 saja. Di mana jumlah korban wanita 8.600 orang dan pria 10.700 orang.
Senator Richard Blumenthal mendesak para pengacara Pentagon menanggapi serius masalah kejahatan seksual di militer AS ini, sama seriusnya dengan menanggapi kasus bom di Afghanistan dan Iraq.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Chuck Hagel sudah memerintahan anak buahnya untuk meninjau ulang proses hukum Wilkenson dan melihat kemungkinan amandemen undang-undang yang memberikan kewenangan kepada komandan untuk membatalkan vonis hukum prajuritnya.
[www.globalmuslim.web.id]


 Jakarta. Ironis, seorang gadis jadi korban penembakan Taliban mendapat apresiasi yang luar biasa dari media Barat, namun ratusan anak-anak dan wanita korban pembantaian Amerika didiamkan saja. Padahal korbannya sama-sama anak Muslim Pakistan.

Makanya, Farid Wadjdi pun berang ketika sebuah majalah kenamaan Amerika mengokohkan Malala Yousafzai sebagai tokoh dan pemikir global. “Itu tidak lebih dari propaganda Barat  untuk mengalihkan kekejaman Amerika di Pakistan dan Afghanistan,” tegasnya kepada mediaumat.com, Selasa (27/11).
Menurut pengamat hubungan internasional tersebut penembakan Malala jelas merupakan tindak keji, namun sikap Barat yang terus menerus membangun opini kepahlawan tentang gadis kecil ini tentu jauh lebih keji lagi.
Media Barat menjadikan kasus Malala sebagai dasar untuk mengopinikan kekejaman Taliban terhadap anak-anak yang  tidak berdaya. Tetapi anehnya media Barat diam terhadap tindakan yang jauh lebih keji dari sekedar penembakan Malala. “Amerika yang dengan pesawat drone-nya membunuh ratusan anak-anak yang  tidak bersalah di Waziristan. Kenapa banyak media Barat mendiamkan hal ini?” tanyanya.
Selain media Barat, kemunafikan ditunjukkan pula oleh pemerintah Pakistan yang banyak memberikan pujian terhadap Malala. “Namun kenapa diam saat ratusan anak-anak Pakistan lainnya dibantai oleh drone?” ungkapnya.
Dengan pujian yang berlebihan itu, tuding Farid, Pakistan pun berusaha menutupi pengkhianatan kejinya dengan memberikan jalan seluas-luasnya bagi Amerika untuk membunuh rakyatnya sendiri atas  nama perang melawan Taliban.
Malala sesungguhnya hanya ‘tumbal’  dari permainan politik keji  Amerika dan sekutu-sekutunya  sekaligus korban pengkhianatan penguasa Pakistan.  Melalui penembakan Malala Amerika dan Pakistan berupaya melegalkan pembantaian mereka terhadap umat Islam di Waziristan , yang akan menambah korban dari anak-anak dan wanita.  Dengan alasan bahwa Amerika menyerang  Taliban yang tidak berprikemanusian terhadap anak-anak seperti Malala !
Sementara pemerintah Pakistan juga berusaha menutupi pengkhianatan keji mereka yang telah memberikan jalan seluas-luasnya bagi Amerika untuk membunuh rakyatnya sendiri atas  nama perang melawan Taliban.
Tentu bukan suatu kebetulan kalau, pasca serangan terhadap Malala Yousafzai,  jumlah korban serangan drone meningkat menjadi 18 dan 27 pada hari sebelum dan sesudahnya. Setelah munculnya serangan terhadap Malala, hilangnya nyawa dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh AS terhadap rakyat yang tidak bersalah tidak lagi menarik perhatian . Teralihkan. Ini tentu bukan suatu kebetulan.
Kemarin, Foreign Policy (FP)  yang  didirikan Samuel Huntington mendaulat Malala Yousafzai sebagai salah satu tokoh dan pemikir global tahun ini. Keberanian gadis berusia 15 tahun ini telah membuat majalah politik yang didirikan oleh Samuel Huntington  mensejajarkan Malala dengan Aung San Suu Kyi dan Hillary Rodham Clinton. FP menyebut Malala sebagai musuh dan martir perlawanan terhadap totalitarianisme Taliban yang merayap ke kampung halamannya.[] Joko Prasetyo [www.globalmuslim.web.id]


Kelompok pro-Israel The Order of the Dragon akan menggelar aksi unjuk rasa anti-Islam di depan Balai Kota Dearborn, pada Sabtu (28/5). Ini adalah aksi unjuk rasa yang digelar untuk kesekiankalinya di kota itu, oleh kelompok-kelompok anti-Islam.

Sebelumnya, Pastor Terry Jones--pastor yang menggagas pembakaran Al-Quran--juga merencanakan aksi unjuk rasa menentang syariah Islam di kota itu, yang menuai protes dari koalisi pemuka agama di Dearborn.
Pemimpin kelompok The Order of the Dragon, Frank Fiorello mengatakan, aksi unjuk rasa yang akan dilakukan kelompoknya juga untuk menolak pemberlakuan syariah Islam atau hukum syariah di pengadilan-pengadilan AS. Ia mengajak warga Dearborn untuk mendukung aksi tersebut, yang akan dimulai pada pukul 15.00 waktu setempat.
"Banyak orang yang khawatir syariah Islam perlahan tapi pasti akan masuk ke dalam sistem peradilan keluarga. Sudah ada 23 kasus hukum dimana hukum syariah diterapkan dalam peradilan keluarga," klaim Fiorello.
Kelompok lainnya, yang juga menentang syariah dan hukum syariah Islam diberlakukan dalam sistem hukum AS, antara lain American Defense League, ACT! For America dan Freedom Centers Palestinian Wall of Lies-nya David Horowitz. Fiorello sendiri, adalah tokoh yang menggagas aksi protes di Dearborn dengan mendatangkan Terry Jones, pada 22 April lalu. Tapi ia membatalkan aksi tersebut setelah melakukan pertemuan dengan Walikota Dearborn John O'Reilly dan seorang anggota organisasi lintas agama.
Belakangan Fiorello mengaku tidak lagi bekerjasama dengan Terry Jones karena perbedaan pendapat tentang bagaimana aksi protes seharusnya dilakukan. Jones rencananya akan menggelar aksi protes dengan kelompoknya sendiri pada pelaksaan acara Arab American International Festival di Dearborn bulan depan. Aksi protes itu ia lakukan untuk menentang apa yang disebutnya "Islam radikal" di AS. (ln/DetNews)

Untuk pertama kalinya seorang mantan tawanan AS di kamp penjara Guantanamo mengajukan gugatan hukum terhadap pemerintahan Presiden Barack Obama atas penderitaan yang disebutnya sebagai "mimpi buruk Kafkaesque".
Dalam gugatan setebal 44 halaman, warga negara Suriah yang kini menetap di Eropa, Abdul Razak Al-Janko mengungkapkan pengalaman hidupnya yang pahit sebagai tawanan. Pemuda berusia 32 tahun itu pernah menjadi tawanan Taliban di Afghanistan dan selama menjadi tawanan ia mengalami penyiksaan karena dituduh menjadi mata-mata Amerika dan Israel. Lalu ia ditangkap militer AS dan menjadi tawanan di kamp penjara AS di Guantanamo.
Dalam gugatan hukumnya, Al-Janko juga menceritakan bagaimana tentara-tentara AS mengencinginya ketika ia baru saja tiba di kamp Guantanamo pada bulan Mei 2002. Selama di kamp tersebut, Al-Janko juga dijebloskan ke sel isolasi, dilarang tidur dan dipukuli oleh pasukan reaksi cepat militer AS. Penyiksaan-peryiksaan itu membuatnya pernah 17 kali melakukan upaya bunuh diri karena merasa putus asa.
Atas gugatan Al-Janko, pemerintahan Obama lewat juru bicara Departemen Kehakiman divisi keamanan nasional, Dean Boyd menyatakan bahwa pihaknya akan mengkaji gugatan tersebut dan akan memberikan respon di pengadilan.
Sebelumnya pengadilan federal AS menolak gugatan hukum terhadap George W. Bush (mantan presiden AS) yang diajukan empat mantan tawanan kamp Guantanamo yang dibebaskan atas kesepakatan diplomatik antara AS dan pemerintah Inggris. Dalam kasus yang disebut "Rasul versus Bush" itu keempat mantan tawanan kamp Guantanamo menuntut ganti rugi pada Bush yang telah menjebloskan mereka ke penjara Guantanamo-kamp penjara yang dibuat AS untuk menahan orang-orang yang dicurigai dan dituduh sebagai teroris.
Al-Janko dibebaskan oleh hakim Richard J, Leon setelah ia mengajukan petisi bahwa dirinya telah menjadi korban salah tangkap. Sesuai ketetapan Mahkamah Agung AS tahun 2008, para tawanan kamp Guantanamo yang merasa menjadi korban salah tangkap aparat AS, bisa mengajukan petisi.
Hakim Leon dalam putusannya pada bulan Juni 2009 menyatakan bahwa penahanan terhadap dirinya "bertentangan dengan akal sehat" karena Al-Janko justru pernah ditahan dan disiksa oleh Taliban atau Al-Qaida 18 bulan sebelum ia ditangkap oleh pasukan AS di Afghanistan. Empat bulan setelah putusan itu, Al-Janko pun bisa menghirup udara bebas.
Setelah dibebaskan, Al-Janko menyusun gugatan hukum untuk menuntut ganti rugi atas biaya yang telah dikeluarkannya untuk perawatan luka fisik maupun psikologis yang dialaminya selama berada dalam tawanan AS. "Bekas luka dan bukti adanya penyiksaan fisik serta perlakuan sewenang-wenang seperti tidak berfungsinya beberapa organ tubuh dan kesulitan tidur masih saya rasakan," tulis Al-Janko. (ln/MH)
eramuslim.com

Dubes AS untuk Indonesia, Scot Marciel Rabu (6/10), melakukan pertemuan dengan ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) terkait pelaksanaan otonomi khusus Papua. (republika,7/10)
KOMENTAR:
Ini bukti campur tangan asing (AS) dalam urusan dalam negeri Indonesia, khususnya di wilayah potensial dan strategis dimana AS punya kepentingan ekonomi, politik dan keamanan. Penjajahan AS atas Indonesia masih eksis! wajar kalau Syariat Islam ditakuti jika tegak di Indonesia karena akan mencabut imperialisme dari akar-akarnya.

Frustrasi dan marah—mungkin begitulah yang sedang dirasakan oleh Marinir AS yang tengah bertugas di Afghanistan. Bagaimana tidak, kali ini, Kanada sudah memutuskan bahwa pasukan militernya akan meninggalkan Kandahar mulai tahun depan yang hanya tinggal hitungan dua bulan lagi.
"Ini benar-benar akan merugikan kita," kata Kolonel Dave Bellon. "Ini adalah saat yang mengerikan kehilangan orang-orang yang selama ini kami andalkan. Tak ada lagi yang lebih buruk daripada ini."
"Dari sudut pandang militer ketat, Kanada merupakan pukulan yang berat buat kami," ujar Bellon. "Tentara mereka bertempur. Saya yakin rata-rata prajurit, apakah ketika bertugas atau tidak, selalu ingin menyelesaikan (peperangan) ini."
Jumlah pasukan tempur NATO di Kandahar telah mencapai tiga kali lipat dari tahun lalu yang hanya berjumlah sekitar 3.000.
Peran Kanada dalam perang Afghanistan saat ini sangat penting karena "tempat-tempat seperti Panjwaii adalah pintu kembali ke Kota Kandahar," ujar Bellon. "Ini selalu menjadi tempat yang sulit sehingga Anda harus memiliki kestabilan di sana."
Tapi ya begitulah, akhirnya Kanada, memilih untuk menyudahi perang dan kembali ke negaranya. (vancouversun)
eramuslim.com


Robert Gates, sekretaris pertahanan AS mengatakan bahwa ia ingin mundur setelah pasukan Amerika memulai penarikan mereka dari Afghanistan yang dijadwalkan Juli tahun depan.
Robert Gates, seorang Republikan yang bertugas di bawah kepresidenan George W Bush dan Barack Obama, mengumumkan pada hari Senin lalu bahwa dia ingin berhenti dari posisinya sebelum tahun 2012, tahun pemilu.
"Ini bukan jenis pekerjaan yang Anda inginkan untuk mengisi musim pemilihan presiden. Jadi saya pikir tahun 2011 kelihatannya baik (untuk mengundurkan diri—Red)."
Gates mengatakan bahwa ada wacana penarikan pasukan akan mulai menarik diri dari Afghanistan pada bulan Juli. Namun komentar ini bertentangan dengan pendapat komandan paling senior di Afghanistan, Jenderal David Petraeus. Petraeus mengatakan dia berhak untuk melakukan penundaan jika pertempuran tidak berjalan dengan baik.
Gates bertugas di departemen pertahanan sejak 2006.
Di sisi lain, penarikan pasukan asing dari Afghanistan meresahkan para pejabat Afghanistan yang dikenal sangat jauh dari rakyat. Registani Saleh, seorang anggota parlemen Afghanistan dari provinsi Panjshir, mengatakan penarikan pasukan asing sepenuhnya akan menjadi bencana. "Kalau mereka ditarik keluar pada pukul 11, Taliban akan berkuasa pukul 12 siang," katanya ketar-ketir. (sa/vVancouversun)

Rabu, 29 September 2010 - "Bahkan faktor-faktor lain, termasuk jenjang pendidikan, diperhitungkan, ateis, agnostik, Yahudi dan Mormon tetap unggul dalam survei kami."
0diggsdigg
Sebagian besar warga Amerika dikenal dengan semua tindakan yang bersifat sangat religius, tetapi mereka juga sangat ignorant tentang agama.
Para peneliti dari Forum Pew independen tentang Agama dan Kehidupan Publik menelepon lebih dari 3.400 orang Amerika dan mengajukan 32 pertanyaan tentang Alkitab, Kekristenan dan agama-agama dunia lainnya, tokoh agama terkenal dan prinsip-prinsip konstitusional yang mengatur agama dalam kehidupan publik.
Rata-rata, orang yang tersurvei menjawab pertanyaan dengan salah, dan banyak yang gagal bahkan dengan pertanyaan mengenai iman mereka sendiri.
Mereka yang mencetak angka tertinggi justru adalah ateis dan agnostik, serta dua minoritas agama: Yahudi dan Mormon. Hasilnya sama bahkan setelah para peneliti mengontrol faktor-faktor lainnya seperti perbedaan usia dan ras.
“Bahkan setelah semua faktor-faktor lain, termasuk jenjang pendidikan, diperhitungkan, ateis dan agnostik, Yahudi dan Mormon tetap mengungguli semua kelompok agama lain dalam survei kami,” kata Greg Smith, seorang peneliti senior di Pew.
Temuan itu mungkin mengejutkan, tapi tidak bagi Dave Silverman, presiden American Atheists, sebuah kelompok advokasi bagi nonbeliever yang didirikan oleh Madalyn Murray O’Hair.
“Saya telah mendengar berkali-kali bahwa ateis tahu lebih banyak tentang agama daripada orang-orang beragama,” kata Mr Silverman. “Ateisme adalah efek dari pengetahuan, bukan kurangnya pengetahuan. Saya memberikan Alkitab untuk anak saya. Itulah cara Anda membuat ateis.”
Hasil survei tentang pengetahuan dasar agama yang melibatkan 3.400 warga Amrika.
Di antara topik yang dibahas dalam survei ini adalah: Di mana Yesus lahir? Apa itu Ramadhan? Tulisan siapa menginspirasi Reformasi Protestan? Yang mana tokoh Bibel yang memimpin eksodus dari Mesir? Dalai Lama beragama apa ? Joseph Smith? Ibu Teresa? Dalam kebanyakan kasus, formatnya adalah pilihan ganda.
Para peneliti mengatakan bahwa kuesioner dirancang untuk mewakili luasnya pengetahuan tentang agama, tapi tidak dimaksudkan untuk dianggap sebagai daftar fakta-fakta yang paling penting tentang subjek ini. Sebagian besar merupakan pertanyaan yang mudah, tetapi beberapa di antaranya cukup sulit untuk membedakan mana responden yang berpengetahuan sangat luas.
Pada pertanyaan tentang Alkitab dan Kristen, kelompok yang menjawab paling benar adalah Mormon dan Protestan.
Pada pertanyaan tentang agama-agama dunia, seperti Islam, Buddha, Hindu dan Yahudi, kelompok yang mendapat nilai terbaik adalah ateis, agnostik dan Yahudi.
Salah satu temuan yang mungkin menarik perhatian bagi para pembuat kebijakan adalah bahwa kebanyakan orang Amerika salah paham bahwa apapun yang berkaitan dengan agama adalah dilarang di sekolah umum.
Yang luar biasa, 89 persen responden menjawab “tidak” saat ditanya apakah guru-guru sekolah umum diizinkan untuk memimpin kelas dalam doa.
Tetapi lebih sedikit dari satu per empat yang tahu bahwa seorang guru sekolah umum diijinkan “untuk membaca dari Alkitab sebagai contoh sastra”. Dan hanya sekitar sepertiga yang tahu bahwa seorang guru sekolah umum diizinkan untuk menawarkan kelas membandingkan agama-agama dunia.
Penulis survei menyimpulkan bahwa ada “kebingungan meluas” tentang “batas antara mengajar dan memberitakan.”
Mr Smith mengatakan survei ini tampil sebagai upaya komprehensif pertama pada penilaian pengetahuan agama dasar orang Amerika, sehingga mustahil untuk mengatakan apakah mereka lebih atau kurang informasi dibandingkan di masa lalu.
Wawancara telepon dilakukan dalam bahasa Inggris dan Spanyol pada bulan Mei dan Juni. Tidak ada cukup responden Muslim, Buddha atau Hindu untuk ditentukan peringkatnya.
Anggota Rohaniwan yang prihatin bahwa jemaat mereka tahu sedikit tentang esensi iman mereka sendiri tak diragukan lagi akan terkejut oleh beberapa temuan sebagai berikut:
  • Lima puluh tiga persen Protestan tidak bisa mengidentifikasi Martin Luther sebagai orang yang memulai Reformasi Protestan.
  • Empat puluh lima persen Katolik tidak tahu bahwa gereja mereka mengajarkan bahwa roti dan anggur dalam perjamuan kudus tidak hanya simbol, tapi benar-benar menjadi tubuh dan darah Kristus.
  • Empat puluh tiga persen orang Yahudi tidak tahu bahwa Maimonides, salah satu otoritas rabi terkemuka dan filsuf, adalah seorang Yahudi.
Pertanyaan tentang Maimonides adalah salah satu pertanyaan yang paling sedikit yang bisa dijawab dengan benar. Tapi 51 persen tahu bahwa Joseph Smith adalah seorang Mormon, dan 82 persen tahu bahwa Ibu Teresa adalah seorang Katolik Roma.
Sumber: nytimes.com

Dengan alasan menjaga rahasia dan keamanan negara, Departemen Pertahanan AS membeli ribuan salinan memoar seorang prajurit cadangan militer AS, kemudian menghancurkan semua salinan memoar itu.
Juru bicara Pentagon Letnan Kolonel April Cunningham mengungkapkan hal tersebut akhir pekan kemarin. Ia mengatakan, penghancuran salinan memoar sebanyak 9.500 lembar itu dilakukan pada 20 September, disaksikan oleh sejumlah pejabat Pentagon.
"Pentagon memutuskan untuk membeli cetakan pertama memoar berisi informasi yang bisa mengganggu keamanan nasional AS itu," kata Letkol Cunningham.
Memoar berjudul "Operation Dark Heart" itu ditulis oleh Letnan Kolonel Anthony Shaffer, seorang anggota pasukan cadangan militer AS. Shaffer mengakui baru mengetahui bahwa Pentagon membeli seluruh memoarnya dan melenyapkannya pada hari Jumat (23/9). Ia menilai tindakan Pentagon sebagai aksi pembalasan.
"Seluruh premis mereka bernada pembalasan. Di era digital, tindakan seseorang yang membeli sepulh ribu buku dengan tujuan menyembunyikan cerita di dalamnya, sungguh tindakan konyol," ujar Letkol Shaffer.
St. Press yang menerbitkan memoar Shaffer, setelah itu menerbitkan cetakan kedua buku Shaffer, tapi mengubah beberapa bagian dari buku itu atas permintaan pemerintah (AS) dan menghilangkan bagian-bagian yang oleh Shaffer dikatagorikan sebagai informasi yang penting diketahui publik.
CNN yang memberitakan kasus ini mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mendapatkan salinan memo Badan Intelijen Departemen Pertahanan AS tertanggal 6 Agustus. Dalam memo tersebut, terdapat nama Letnan Jenderal Ronald Burgess yang menulis bahwa Badan Intelijen Departemen Pertahanan sudah dua bulan ini berusaha mendapatkan salinan manuskrip yang oleh Pentagon dinilai berisi informasi rahasia yang sangat penting dan jika manuskrip itu bocor ke publik bisa menimbulkan gangguan yang serius, yang tidak diharapkan bagi keamanan nasional. Burgress mengatakan, manuskrip itu berisi kegiatan rahasia Komando Operasi Khusus AS, CIA dan agen-agen Lembaga Intelijen Nasional AS.
Menurut kuasa hukum Shaffer, Mark Zaid, memoar yang ditulis kliennya sudah terlebih dulu dikaji oleh para atasan Shaffer di kemiliteran sebelum dipublikasikan. "Komando pasukan cadangan sudah memberikan lampu hijau atas penerbitan memoar itu dalam bentuk buku," kata Zaid.
Tapi badan-badan intelihen AS keberatan ketika menerima buku yang sudah dicetak itu. Pentagon lalu mengontak St. Martin Press pada awal Agustus dan menyatakan keberatan jika buku tersebut disebarluaskan. Saat itu, menurut pihak St. Martin Press, buku Shaffer sudah siap dikapalkan dari gudang untuk dikirim ke toko-toko buku dan pihak penerbit maupun Shaffer sudah berusaha keras memastikan bahwa tak satu pun isi buku itu yang akan mengganggu keamanan nasional. Namun pihak Pentagon bersikeras bahwa Shaffer harus membuat klarifikasi yang lebih luas atas memoar yang ditulisnya.
"Jika Anda melihat apa yang mereka (Pentagon) hilangkan pada buku cetakan kedua, ini adalah sebuah kegilaan," tukas Shaffer. Beberapa kalimat dalam buku itu, misalnya, tulisan "Here I was in Afghanistan", "My job: to run the Defense Intelligence Agency's operations" dihapus oleh Pentagon.
Dalam memoarnya, Shaffer menuliskan pengalamannya saat bertugas di Afghanistan semasa pemerintahan Presiden George W. Bush. Penerima penghargaan Bintang Perunggu itu dalam bukunya mengungkapkan bahwa kesalahan paling besar pemerintahan Bush pada masa itu adalah ketidakpahamannya atas budaya setempat (Aghanistan).
Terkait kasus ini, seseorang yang mengaku memiliki cetakan pertama memoar Shaffer, menawarkan buku itu dengan harga sangat mahal di situs lelang EBay. Ia menjual buku itu dengan harga 2.000 dollar sementara harga eceran untuk buku kedua edisi cetak yang sudah "disunting" Pentagon, cuma 25, 99 dollar. (ln/cnn) http://www.eramuslim.com/

Quantcast

Memburuknya ekonomi Amerika Serikat mulai memunculkan kekhawatiran menyangkut implikasinya terhadap kelangsungan pemulihan ekonomi global.
Meski pemerintah menyatakan perekonomian terbesar dunia itu perlahan mulai pulih dari resesi, beberapa indikator, seperti indeks manufaktur, pasar properti perumahan, dan angka pengangguran, masih menunjukkan pemburukan. Konsensus sejumlah ekonom dan lembaga, perekonomian AS masih akan terus memburuk untuk beberapa waktu ke depan, bahkan ada kekhawatiran kembali terjerumus resesi (double-dip recession).
Beberapa ekonom terkemuka, seperti Stephen Roach atau Nouriel Roubini, yang sebelumnya jitu meramalkan krisis finansial global 2008, bahkan melontarkan peringatan, AS di ambang kolaps. Skenario paling optimistis, kalaupun tidak kembali resesi, perekonomian AS mengalami pemulihan yang sifatnya anemis.
Dari yang kita pantau dari berbagai laporan, otoritas fiskal dan moneter dihadapkan pada kesulitan besar. Stimulus fiskal senilai hampir 800 miliar dollar AS dan suntikan likuiditas triliunan dollar AS oleh Fed ke sistem finansial tampaknya belum cukup untuk menggerakkan perekonomian ber-PDB 15 triliun dollar AS itu.
Dibutuhkan stimulus lanjutan. Padahal, pemerintah sendiri dihadapkan pada problem defisit dan utang skala masif. Sementara ekspansi moneter dinilai juga tak akan banyak membantu, mengingat ekses likuiditas sektor finansial yang sudah mencapai 1 triliun dollar AS, suku bunga jangka panjang sudah sangat rendah, dan proses deleveraging skala masif yang masih berlangsung sekarang.
Kondisi ekonomi AS dan langkah-langkah yang akan ditempuh untuk mengatasinya—termasuk rencana menerbitkan obligasi skala besar untuk pembiayaan stimulus baru oleh pemerintah atau ekspansi moneter oleh Fed—bukan tak mungkin akan memunculkan guncangan, baik skala kecil maupun besar, pada stabilitas ekonomi global.
Mau tak mau, kita harus mengantisipasi kondisi ini. Apalagi bagi kita, AS adalah salah satu pasar ekspor penting. Paling tidak, dengan kondisi AS yang terus memburuk, sulit berharap ekonomi dunia pulih tajam dalam waktu cepat.
Presiden Bank Dunia Robert B Zoellick dalam artikel di Kompas (23/9) sudah mengingatkan dampak pemulihan global yang tak merata dan tak menentu ini pada upaya pengurangan kemiskinan dan kelaparan global.
Kekhawatiran lain, kalaupun menunjukkan tanda-tanda pemulihan, perekonomian AS masih menyimpan bom waktu yang bukan tak mungkin bisa mencetuskan krisis baru karena persoalan ekonomi yang dihadapi AS sekarang ini sifatnya struktural, bukan sekadar konjungtur ekonomi biasa. Kekhawatiran terhadap problem defisit dan utang, misalnya, bukan tak mungkin bisa memicu krisis kepercayaan, seperti krisis utang Eropa belum lama ini.


sumber




Pesawat Tanpa Awak AS telah Menewaskan Ribuan Warga Sipil Pakistan
 
Tiga serangan udara AS telah menewaskan sedikitnya sembilan orang dan beberapa orang lain luka-luka di daerah Waziristan Utara, Pakistan.
Serangan udara terjadi di daerah Datta Khel dari wilayah suku Waziristan Utara, dekat perbatasan dengan Afghanistan.

Laporan mengatakan Washington telah memerintahkan CIA untuk meningkatkan serangan udara di Pakistan. Serangan yang diprakarsai oleh mantan presiden AS George W. Bush dan diteruskan oleh Presiden Barack Obama, telah meningkat secara drastis dalam beberapa pekan terakhir di saat bencana banjir yang telah mempengaruhi negara Asia Selatan.

Militer AS mengklaim serangan mengenai militan, namun lebih banyak warga sipil telah tewas dalam serangan-serangan tersebut. Serangan udara AS telah menewaskan sedikitnya 100 orang di Pakistan pada bulan September ini, sebagaimana dilaporkan surat kabar di Pakistan.

Sejak Agustus 2008, setidaknya lebih dari 1.100 orang kehilangan nyawa mereka akibat dari 130 serangan udara di Pakistan. Pemerintah Islamabad telah sering menyalahkan serangan pesawat AS, dan mengatakan serangan melanggar kedaulatan Pakistan. (prtv/kh) mediaumat.com-

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Presiden Barack Obama mengatakan resesi masih sangat nyata bagi banyak orang. Resesi AS berlangsung selama 18 bulan dan yang terlama sejak Perang Dunia II.
Biro Penelitian Ekonomi Nasional (NBER) mengatakan pemulihan dimulai bulan Juni 2009 dengan resesi dimulai tahun 2007.
Sudut pandangnya membawa beban di AS, meskipun biasanya ada kelambatan sebelum mencapai sebuah posisi, ujar editor ekonomi BBC World Service, Andrew Walker.
Organisasi itu tidak hanya mengambil data dari GDP. Pendapatan, lapangan kerja, produksi industri, dan keseluruhan penjualan ritel juga menjadi bagian dari analisis.
Resesi terlama pasca perang di tahun 1973-75 dan 1981-82 berlangsung selama 16 bulan.
Sementara itu, Presiden Barack Obama, berbicara di Philadelphia pada Senin (20/9) malam waktu setempat, mengatakan bahwa akhir "Resesi Hebat" akan menjadi sedikit pelipur lara bagi jutaan orang yang masih menganggur.
"Meskipun ekonom mungkin mengatakan bahwa resesi secara resmi berakhir tahun lalu, jelas bagi jutaan orang yang masih belum mendapatkan pekerjaan, yang melihat nilai rumah mereka turun, yang berjuang untuk membayar tagihan dari hari ke hari, ini masih sangat nyata bagi mereka," ujar Obama.
Dalam laporannya, NBER mengatakan, "Komite tidak menyimpulkan bahwa kondisi ekonomi sejak bulan lalu menguntungkan atau bahwa ekonomi telah kembali beroperasi dalam kapasitas normal."
"Alih-alih, komite hanya yakin bahwa resesi berakhir dan pemulihan dimulai pada bulan itu."
Secara terpisah di hari yang sama, Organisasi untuk Pembangunan dan Kerjasama Ekonomi (OECD) juga memotong prediksi pertumbuhan AS-nya.
OECD memprediksi bahwa perekonomian AS akan tumbuh 2.6% tahun ini, setelah sebelumnya memprediksi ekspansi sebesar 3.2%.
Organisasi itu juga memperingatkan dalam survei ekonomi terbarunya bahwa resesi mungkin akan memicu kerusakan jangka panjang terhadap perekonomian, dengan tingginya angka pengangguran jangka panjang.
Sementara itu, Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis Inggris (CEBR) memprediksi bahwa perekonomian AS akan meningkat 2.2% tahun depan, setelah tumbuh 2.5% tahun ini.
Sebelumnya IMF telah memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi global  kemungkinan besar akan melambat menjelang akhir tahun 2010.
IMF menyalahkan lemahnya sektor finansial dan krisis kepercayaan di beberapa negara.
Organisasi itu menyerukan negara-negara paling maju untuk memotong defisit anggaran mereka untuk mengatasi persoalan itu.
IMF juga memaparkan beberapa faktor risiko potensial yang bisa membuat segalanya menjadi lebih buruk, seperti kemerosotan pasar properti AS.
Di sinilah krisis finansial global dimulai dan IMF memperingatkan bahwa suplai kredit mungkin akan mulai mengering jika jumlah penyitaan rumah di sana terus meningkat.
Itu juga menimbulkan kemungkinan lebih banyak masalah di dalam pasar hutang asing, serupa dengan krisis kepercayaan yang membuat Yunani memerlukan pinjaman sebesar 100 milyar euro tahun ini.
Di antara rekomendasi yang dibuat oleh IMF adalah seruan untuk pemerintah menyeimbangkan kembali perekonomian mereka, dengan pasar-pasar baru yang bermunculan, termasuk di Asia, mendorong untuk mengurangi fokus pada ekspor dan lebih merangsang permintaan internal.
IMF mengatakan bahwa negara-negara maju perlu meningkatkan penjualan ekspor sembari memotong defisit anggaran mereka. (rin/bbc) www.suaramedia.com

Entah apa yang mendorong para penguasa negeri Muslim di dunia hari ini masih juga percaya berkiblat pada AS. Baru-baru ini dilaporkan, para pekerja Muslim Amerika telah mangajukan sejumlah pengaduan diskriminasi atas Muslim. Menurut laporan yang dikeluarkan oleh Equal Employment Opportunity Commission (EEOC), pekerja Muslim di AS telah mengajukan lebih dari 800 pengadulan diskriminasi selama periode tersebut. Laporan ini menunjukkan kenaikan 20 persen dibandingkan perdiode yang sama pada tahun 2008. Sementara hanya dua persen dari penduduk AS adalah Muslim, satu perempat dari keluhan diskriminasi kerja dengan pemerintah datang dari Muslim.
Di satu kejadian, usaha penjual pakaian Abercrombie & Fitch menolak memperkerjakan karyawan Muslim wanita karena dia tidak mau melepas jilbabnya.

Dalam kejadian lain, sebuah hotel di phoenix, Arizona telah digugat memungkinkan seorang Muslim Irak dihina oleh pekerja lain karena agamanya.

"Maksudku, inilah Amerika di abad ke-21. Sangat disayangkan bahwa ketidaktahuan dan kurangnya belas kasih dan menghormati Muslim di Amerika telah menjamur pada tingkat yang melanggar ini," kata Direktur Eksekutif Hubungan Islam Amerka Nihad Awad pada hari Jumat.

"Kami memiliki orang-orang yang disebut 'Osama', 'teroris', 'al-Qaeda' di tempat kerja oleh rekan kerja mereka atau tidak dipekerjakan hanya karena jilbab mereka," tambah Awad.

Demikianlah, Amerika Serikat telah memperlihatkan sikap intoleransi dan tak hormat kepada para pekerja gara-gara Muslim.

Sebenarnya, kasus serupa, hilangnya rasa respek terhadap Muslim terjadi di negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini. Beberapa kasus, kaum Muslim diancam dipecat dari pekerjaan gara-gara berjilbab. Seorang Muslim diancam dikeluarkan dari sekolah gara-gara berjilbab.

Sungguh sangat menyedihkan. Sudah saatnya, kaum Muslim berpegang teguh pada iman dan islam mereka, serta bersegera bekerja mewujudkan Khilafah, institusi pemersatu umat. Di dalam sistem inilah, kaum Muslim akan hidup damai beserta umat-umat lainnya. Insya Allah, tidak akan lama lagi. [m/f/prstv/syabab.com]

Syabab.Com - Omong kosong bila AS menyebut dirinya sebagai negeri yang membela HAM dan menegakkan demokrasi. Lalu atas apa, AS terus menerus membunuhi kaum Muslim hampir tiap hari, baik di Pakistan maupun di Afghanistan? Kaum Muslim, tertipu lagi. Baru-baru ini dilaporkan, pesawat tak berawak milik teroris AS kembali menewaskan sedikitnya empat orang di tengah berkembangnya ketidakpuasan akibat meningkatnya warga sipil di negeri tersebut.
Serangan rudal menghantam desa Datta Khel dekat Miranshah di wilayah suku Waziristan Utara pada hari Sabtu, 25/09/2010. Serangan pesawat teroris AS telah menewaskan sedikitnya 100 orang di Pakistan pada bulan September ini.

Serangan yang diprakarsai oleh mantan Presiden AS George W. Bush, lalu diteruskan oleh Presiden Barack Obama, telah meningkat secara drastis dalam beberapa terakhir ini di tengah-tengah tragedi banjir yang melanda negeri Asia Selatan tersebut.

Washington mengklaim militan sebagai target serangan udara. Namun, menurut statistik, lebih dari 1.100 orang syahid di lebih dari 130 serangan pesawat di Pakistan sejak Agustus 2008.
Jumlah korban warga sipil yang meningkat memicu sentimen anti-Amerika di Pakistan. Sekalipun Islamabad tidak berbuat sesuatu apa pun untuk melindungi warganya. Justru, kehadiran pasukan asing di sana tidak terjadi, kecuali setelah jabat tangan penguasa setempat dengan negara sang penjajah AS. Atas nama kampanye busuk "global war on terorism", teroris AS melegalkan pembunuhannya atas kaum Muslim.
Sungguh sangat memalukan, bila negeri-negeri yang menolak penjajahan, tetapi malah berjabat tangan dengan sanga penjajah. Itu menunjukkan, kewibawaan negeri tersebut tidak ada. 

Kaum Muslim benar-benar hanya membutuhkan satu kesatuan politik di bawah naungan Khilafah sebagai perisai umat yang akan memberikan pelajaran bagi AS. Sudah saatnya, kaum Muslim bahu membahu untuk bersegera mewujudkannya. Insya Allah, tidak akan lama lagi.[m/f/prstv/syabab.com]

Karachi (Voa-Islam.com) - Perdana menteri Pakistan pada hari Jum'at (24/09) menyebut seorang ilmuwan wanita yang dihukum dengan tuduhan mencoba membunuh para penyidiknya di Afghanistan sebagai "putri bangsa" dan bersumpah untuk mengkampanyekan pembebasannya dari penjara Amerika.

komentar Yousuf Raza Gilani tampaknya sebagai upaya untuk meredam kemarahan publik atas hukuman 86 tahun dijatuhkan kepada Aafia Siddiqui. Penderitaan dari Aafia Siddiqui telah menyerang perasaan diantara kelompok-kelompok agama dan warga Pakistan biasa, yang banyak dari mereka yakin bahwa dia tidak bersalah.

Aafia Siddiqui dihukum Kamis (23/09) di sebuah pengadilan New York. Hukuman itu mendorong demonstrasi di setidaknya dua kota, dengan banyak kemarahan diarahkan pada pemerintah Pakistan yang sudah tidak populer karena gagal entah bagaimana campur tangan dalam kasusnya.

Pihak berwenang Pakistan Jumat (24/09) yang bersiap untuk protes lebih lanjut.

Gilani mengatakan ia baru-baru ini melobi pejabat AS untuk pembebasan Siddiqui demi "meningkatkan citra AS di Pakistan."
"Kita semua bersatu, dan kami ingin putri bangsa untuk kembali ke Pakistan," katanya kepada parlemen, yang secara bulat mengadopsi resolusi menuntut pemulangan kembali Aafia Siddiqui."
.Penderitaan dari seorang ibu warga Amerika yang melatih para ilmuwan Pakistan itu telah menyerang perasaan diantara kelompok agama dan warga Pakistan biasa, yang banyak dari mereka yakin bahwa dia tidak bersalah..
"Saya berjuang untuk dia, pengacara saya berjuang untuk dirinya dan sekarang aku akan mengambil hal ini pada tingkat politik,''katanya.

Aafia Siddiqui, 38, ditangkap di Afghanistan pada tahun 2008. Dia dinyatakan bersalah karena merebut senjata dari salah satu penculiknya dan mencoba untuk menembak pihak berwenang AS yang sedang menginterogasinya di sana.

Menteri Dalam Negeri Rehman Malik mengatakan, pemerintah Pakistan akan mengajukan permohonan kepada pemerintah AS untuk meninjau hukuman atas "dasar kemanusiaan" dan meminta Siddiqui diserahkan ke Pakistan dan ditangani di bawah hukum Pakistan.

Ditanya dalam keadaan apa Siddiqui bisa pulang, kementerian luar negeri mengatakan Obama dapat memaafkannya, atau perjanjian dapat dicapai baginya untuk menjalani setidaknya sebagian hukumannya di Pakistan.

Banyak warga Pakistan yang percaya klaim dari pendukungnya bahwa Amerika Serikat menculik Aafia Siddiqui jauh sebelum itu dan  menahannya di sebuah penjara rahasia selama bertahun-tahun karena dikejar dalam rangka memerangi terorisme global. Para pejabat Amerika menyangkal klaim tersebut, meskipun mereka telah memasukkan Siddiqui sebagai tersangka yang diburu karena dugaan keterlibatannya dengan Al-Qaeda sebelum penangkapannya. - (aa/AP)

Juru bicara militer AS, Jeffrey Buchanan menegaskan bahwa pasukan pendudukan di Irak masih melakukan operasi tempur, meskipun secara resmi mengumumkan bahwa tugasnya di Irak telah berakhir.
Buchanan berkata: “Pasukan AS terlibat dalam kontak senjata melawan kelompok yang disebut dengan “pasukan bunuh diri” di Baghdad, menjatuhkan bom atas kelompok milisi di Baquba, dan membantu tentara Irak dalam melancarkan serangan di Fallujah.” Hal itu berlangsung sejak Presiden Barack Obama menyatakan tentang berakhirnya operasi tempur di Irak.
Buchanan juga menegaskan akan terus melakukan operasi tempur yang sama. Ia mengatakan: “Irak dari waktu ke waktu masih menjadi tempat yang berbahaya. Oleh karena itu, ketika terjadi serangan militer, maka kami akan membalas serangan itu.”
Presiden Barack Obama mengumumkan pada bulan lalu tentang berakhirnya misi tempur tentara pendudukan AS di Irak. Obama menyatakan bahwa lebih dari 50 ribu pasukan akan tetap menduduki Irak dalam rangka “memberikan pelatihan kepada pasukan Irak”.
Obama mengatakan: “Setelah lebih dari tujuh tahun, Amerika Serikat mengakhiri misi tempurnya di Irak. Hal ini mencerminkan tahap penting dalam mengakhiri perang secara bertanggung jawab.” Dan itu dilakukan tiga hari sebelum batas waktu untuk mengakhiri misi tempur AS di Irak, yang diduduki pada bulan Maret 2003.
Perdana Menteri Irak yang kekuasaannya telah berakhir, Nuri al-Maliki mengatakan bahwa Irak mendapatkan kemerdekaannya dengan berakhinyar operasi tempur AS. Ia menegaskan bahwa pasukan keamanan Irak akan berhadapan sekarang dengan segala ancaman, baik internal maupun eksternal.
Namun di sisi lain, pemimpin “Partai Irak” dan mantan Perdana Menteri, Iyad Allawi menilai penarikan pasukan pendudukan dari pertempuran di Irak sebagai “formalitas” belaka.
Allawi mengatakan: “Proses penarikan tentara pendudukan dari pertempuran di Irak hanya formalitas saja, karena pasukan AS masih ada dengan jumlah besar di wilayah Irak,” demikian seperti yang dilaporkan oleh surat kabar Uni Emirat Arab “Dar al-Khalij”.
Pasukan pendudukan AS sebelumnya telah membantai delapan warga sipil, termasuk tiga anak dan seorang wanita, serta tujuh lainnya menderita luka-luka dalam serangan bersama dengan pasukan Irak di salah satu perkampungan di kota Fallujah. Insiden ini berlangsung setelah pendudukan AS di Irak mengumumkan penarikan pasukan tempurnya.
Bahkan beberapa sumber media melaporkan bahwa “Tentara AS membawa empat warga sipil yang meninggal serta dua korban yang menderita luka-luka ke tempat yang tidak diketahui. Sementara korban meninggal lainnya dibawa ke rumah sakit di Fallujah.” (mediaumat.com, 25/9/2010).

Syabab.Com - Hari ini kita menyaksikan, hati penguasa tak sejalan dengan keinginan rakyat. Para penguasa lebih memilih melayani negara penjajah, dibandingkan mengurusi kemuliaan rakyatnya. Ribuan orang turun ke jalan melakukan aksi anti-AS di berbagai daerah di Pakistan untuk memprotes pengadilan Amerika terhadap ilmuwan Pakistan, srikandi umat. Di kota-kota besar di seluruh Pakitan, Hizbut Tahrir setempat mengadakan aksi unjuk rasa mengutuk putusan Amerka memenjarakan Dr. Aafia Siddiqui atas tuduhan palsu.
Para pengunjuk rasa membawa spanduk dan poster-poster bertuliskan, "Wahai Penguasa Muslim, Dengar Teriakkan Aafia, Apakah Tidak ada Mu'tashim Diantara Kalian", dan "Wahai Tentara Pakistan, Bangunlah Selamatkan Aafia, Dirikan Khilafah Perisai Kaum Muslim".
Protes pada hari Jumat itu terjadi setelah pengadilan New York menjatuhkan hukuman sampai 86 tahun penjara bagi Aafia Siddiqui, seorang ilmuwan Muslimah berusia 38 tahun.
Ratusan petugas kepolisian dikerahkan di seluruh ibu kota Islamabad untuk menghentikan pengunjuk rasa yang marah tersebut berjalan ke kedutaan besar AS.

Di Kota Karachi, polisi menembakkan gas air mata untuk mencegah pengunjuk rasa bergerak menuju konsulat AS. Di Multan, puluhan aktivis termasuk para pengacara memblokir lalu lintas.

Siddiqui, dipaksa dinyatakan bersalah atas tuduhan yang dipaksakan, mencoba membunuh agen FBI dan anggota militer AS di Afghanistan. Kelompok Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa dia diculik dan ditahan di penjara-penjara rahasia AS di luar negeri.

Demikianlah, Amerika Serikat memperlihatkan ketidakadilan dan tidak manusiawinya "kebebasan dan demokrasi". Anehnya, para penguasa di negeri-negeri Muslim masih juga memilih berjabat tangan bersama Amerika dibandingkan melindungi rakyatnya.

Hal tersebut berbeda jika kaum Muslim memiliki perisai umat di bawah naungan Khilafah. Maka Khilafah akan memberikan pelajaran bagi AS yang telah bertindak sewenang-wenang. Insya Allah, tidak akan lama lagi! [m/f/prstv/syabab.com]

Penelitian menemukan jika 28 persen pria gay kulit hitam terinfeksi HIV, sedangkan pria Hispanik 18 persen dan pria kulit putih 16 persen
 
Hidayatullah.com--Hampir satu dari 5 pria gay dan biseksual di 21 kota besar di Amerika terinfeksi HIV, dan hampir setengah dari mereka tidak mengetahuinya, ujar petugas kesehatan Amerika menyataknnya pada hari Kamis.
 
Pria muda, khusunya pria muda dari golongan kulit hitam, sedikit yang menyadari jika mereka terinfeksi HIV, menurut penelitian dari the U.S. Centers for Disease Control and Prevention.
 
"Kita harus membangkitkan kembali respon kita mengenai pencegahan HIV di kalangan pria gay dan biseksual,” ujar Dr Jonathan Mermin, Direktur dari divisi pencegahan HIV/AIDS CDC, dalam wawancara melalui telepon.
 
"Kita tidak dapat membiarkan HIV melanjutkan penyebaran virusnya dengan efektif diantara pria gay dan biseksual, khusunya diantara pria kulit hitam.”
 
Komentar Mermin dalam menyuarakan kebijakan mengenai AIDS dibahas di Gedung Putih di bulan Juli yang meminta Negara bagian dan federal agar menemukan cara untuk memutus penyebaran HIV yang baru sekitar 25 persen.
 
Peneliti di CDC menemukan jika 8,153 pria di 21 kota di Amerika melakukan hubungan seksual dengan pria. Para pria yang mengambil bagian dalam National HIV Behavioral Surveillance System tahun 2008, terlihat terbiasa dan peduli akan human immunodeficiency virus atau HIV, yang menyebabkan AIDS.
 
Secara keseluruhan, mereka menemukan sekitar 19 persen pria gay terinfeksi HIV.
 
Penelitian menemukan jika 28 persen pria gay kulit hitam terinfeksi HIV, sedangkan pria Hispanik 18 persen dan pria kulit putih 16 persen.
 
Pria kulit hitam dalam penelitian ini juga kurang menyadari akan virus yang menginfeksi mereka sekitar 59 persen pria kulit hitam tidak menyadari adanya infeksi sedangkan dari golongan Hispanik sekitar 46 persen yang tidak menyadari adanya infeksi dan sekitar 26 persen pria kulit putih tidak menyadari adanya infeksi HIV.
 
Usia juga memegang peranan. Sekitar 63 persen pria berusia sekitar 18 hingga 29 tahun tidak mengetahui mereka terserang HIV, sedangkan pria berusia 30 tahun ke atas hanya sekitar 37 persen yang tidak menyadari adanya infeksi HIV, hal ini dilaporkan tim dalam laporan mingguan CDC mengenai kematian dan penyakit.
 
CDC merekomendasikan jika pria gay dan biseksual dari semua usia mendapat tes HIV setiap tahunnya, dan pria dengan resiko terinfeksi paling tinggi yang memiliki banyak partner seks atau menggunakan narkoba selama melakukan hubungan seksual, harus melakukan tes setiap tiga hingga enam bulan.
 
"Data baru yang mengejutkan ini membuktikan jika usaha pencegahan untuk pria gay tidak memadai yang menyebabkan pertumbuhan wabah penyakit ini yang skalanya terus meningkat,” ujar Carl Schmid dari Institut AIDS.
 
"Besarnya efek HIV di komunitas gay bukanlah hal baru. Yang terlupakan adalah respon yang sesuai dari pemerintah kita di tingkat federal, Negara bagian dan level lokal serta komunitas gay itu sendiri,” ujarnya.
 
Mermin mengatakan sejumlah penelitian menunjukkan jika kurangnya urgensi dan ketakutan terkait dengan infeksi HIV di masa lalu, yang menyebabkan keefektifan pengobatan AIDS.
 
Walaupun tidak menyembuhkan, penggunaan obat dapat menjaga pasien tetap sehat dan dapat mengurangi resiko mereka akan tertular dari orang lain. Perusahaan yang meracik obat HIV termasuk Gilead Sciences Inc, Bristol-Myers dan Abbott Labs. [reuters/cam/hidayatullah.com]

Though it certainly has spiritual elements, it would be a mistake to think of Shariah as a ‘religious’ code in the Western sense because it seeks to regulate all manner of behavior in the secular sphere — economic, social, military, legal, and political.” (The Washington Times 14/09/2010)Sebuah panel ahli keamanan nasional Amerika Serikat baru-baru ini mendesak pemerintah pemerintah Obama untuk meninggalkan sikapnya bahwa Islam tidak terkait dengan terorisme dan menyatakan bahwa muslim radikal menggunakan hukum Islam untuk menumbangkan Amerika Serikat. (The Washington Times ,14/09/2010)
Artikel yang berjudul Shariah a danger to U.S., security pros say, menjelaskan ada beberapa alasan penting kenapa Shariah Islam mengancam Amerika Serikat. Pertama, karena syariah Islam bukanlah sekedar agama spiritual seperti yang dipahami Barat, tapi syariah Islam mengatur segala aspek tingkah laku termasuk ekonomi, social , militer, hukum dan politik.
Kedua, mengkaitkan Islam dengan tindakan terorisme. Menurut laporan itu para pendukung Syariah akan melancarkan “jihad peradaban” bersama dengan teroris Islam terlibat dalam jihad kekerasan, seperti al Qaeda. Ketiga, sifat ideology Islam yang akan mengembalikan khilafah Islam dengan syariah yang akan diterapkan secara global. Pejabat Partai Republik dan democrak dinyatakan gagal memahami sifat ideology Islam ini.
Thinktank dari laporan ini adalah Kelompok Studi 19-anggota dipimpin oleh pensiunan Angkatan Darat Letjen William G. Boykin, deputi wakil menteri pertahanan untuk intelijen dalam pemerintahan George W. Bush dan pensiunan Angkatan Darat Letjen Harry E. Soyster, direktur Badan Intelijen Pertahanan 1988-1991.
Membaca laporan ini kita bisa mengerti kenapa Amerika Serikat sangat menentang penerapan syariah Islam secara total , khilafah dan kewajiban jihad dalam Islam. Namun , kita perlu jelaskan syariah , khilafah dan jihad bukanlah ancaman bagi umat manusia. Sebab Islam diturunkan oleh Allah SWT dengan system aqidah dan syariahnya sebagai rahmatan lil ‘alamin, kebaikan untuk seluruh manusia, baik muslim maupun non muslim.
Yang benar adalah syariah Islam merupakan ancaman bagi supremasi penjajahan Amerika Serikat di dunia ini yang berbasis pada ideology kapitalisme. Sebab penerapan syariah dan Khilafah akan secara efektif menghentikan penjajahan Amerika dan secara praktis menggantikan ideology kapitalisme dunia yang terancam bangkrut.
System politik Islam mendasarkan kedaulatan membuat hukum hanyalah kepada Allah SWT semata (as siyadah lil syar’i) jelas-jelas akan mengancam konsep demokrasi Amerika yang menyatakan manusialah sebagai sumber hukum. Masalahnya kalau syariah Islam ditegakkan , akan sulit bagi Amerika untuk memasukkan interest (kepentingan) penjajahannya dalam pembuat hukum . Selama ini berdasarkan system demokrasi, penjajah kapitalis atas nama suara rakyat sukses memasukkan dan melanggengkan kepentingan mereka. Sehingga lahirlah undang-undang seperti UU Penanaman Modal, UU Migas, UU Kelistrikan dan lain-lain yang berpihak pada pemilik modal.
Penerapan syariah Islam juga akan mempersulit Barat untuk menanamkan antek-antek penjajahan mereka di dunia Islam. Elit-elit pro Barat yang selama ini menjadi pelayan kepentingan Barat akan digantikan dengan elita politik yang berpihak kepada rakyat dan kepentingan Islam. Dan system yang efektif untuk mendudukan agen-agen Barat adalah demokrasi, seperti yang dilakukan Amerika di Irak dan Afghanistan.
Contoh lain, syariah Islam akan menghentikan secara total jalan-jalan yang melanggengkan penjajahan ekonomi Barat terhadap dunia ketiga termasuk dunia Islam. Sebab syariah Islam mengharamkan privatisasi milik umum (al milkiyah ‘amah) seperti barang tambang, air dan listrik, mengharamkan riba, mengharamkan pasar saham, termasuk akan menggantikan rezim mata uang dolar dengan dinar dan dirham yang berbasis emas dan perak. Ekonomi yang berbasis syariah ini akan berpihak kepada rakyat secara adil, bukan seperti sekarang lebih berpihak pada pemilik modal.
Adapun Khilafah jelas merupakan ancaman penjajahan Barat, karena Khilafah akan menerapkan syariah Islam secara total dan menyatukan dunia Islam. Penjajah kapitalisme Barat sangat tahu persis bahwa persatuan umat Islam yang jumlahnya lebih kurang 1,5 milyar sedunia ini akan mengancam kepentingan penjajahan mereka. Tidak heran kalau mereka getol untuk memecah belah umat Islam dengan berbagai cara. Dan Penjajah Barat tahu persis baik secara ideologis maupun historis, khilafah Islam terbukti dan mampu menyatukan umat Islam di seluruh dunia.
Kemampuan Khilafah ini secara jujur diakui Carleton. Menurutnya, peradaban Islam merupakan peradaban terbesar di dunia. Peradaban Islam sanggup menciptakan negara adi daya dunia (superstate) terbentang dari satu samudera ke samudera yang lain; dari iklim utara hingga tropis dengan ratusan juta orang di dalamnya , dengan perbedaan kepercayaan dan suku (Carleton : “ Technology, Business, and Our Way of Life: What Next)
Khilafah juga akan menjadi negara adi daya yang akan melindungi umat Islam dan membebaskan umat Islam dari penindasan dan penghinaan negara-negara penjajah seperti Amerika Serikat. Khilafah akan memobilisasi jihad fi sabilillah untuk membebaskan Palestina dari penjajahan brutal Zionis Yahudi, termasuk akan mengusir penjajah asing dari bumi Irak, Afghanistan, Khasmir.
Tidak pula mengherankan kalau dalam laporan mengkaitkan jihad yang mulia itu dengan terorisme. Tanpa rasa rasa malu mereka menuduh pejuang-pejuang Islam yang melaksanakan jihad fi Sabilillah di Irak, Afghanistan dan Palestina sebagai teroris. Padahal yang dilakukan oleh para mujahidin adalah mengusir penjajah yang menduduki tanah air mereka. Termasuk, sungguh tidak masuk akal mengabaikan faktor penindasan Barat di dunia Islamlah yang menjadi salah satu pendorong perlawanan umat Islam di negeri-negeri Islam tertindas.
Mereka seakan-akan menutup mata Amerikalah biang kerok terorisme dunia yang telah membunuh jutaan umat Islam negeri-negeri Islam. Amerika juga menjadi biangkerok berbagai konflik dunia yang telah menumpahkan darah umat manusia seperti menjatuhkan bom atom di Hiroshima, Nagasaki, atau menggunakan zat kimia berbahaya di Vietnam, Irak, dan Afghansitan.
Khilafah juga menjadi mercusuar peradaban dunia dengan ketinggian sains dan teknologinya. Khilafah akan membebaskan manusia dari penjajahan kapitalisme Barat yang gagal memberikan kesejahteraan dan keamanan bagi dunia. Khilafah Islam akan hadir dengan ideology Islamnya yang rahmatan lil ‘alamin. Bukan hanya bagi muslim tapi bagi non muslim.
Ketinggian peradaban Islam sebagai mercusuar dunia yang diliputi oleh kesejahteraan, keadilan dan ketinggian sains dan teknologi ini secara historis diakui oleh banyak sejarawan terjadi di masa Khilafah. Will Durant dalam the Story of Civilization menyatakan : ” Para Kholifah telah memberikan keamanan kepada manusia hingga batas yang luar biasa besarnya bagi kehidupan dan usaha keras mereka. Para Kholifah telah mempersiapkan berbagai kesempatan bagi siapapun yang memerlukannya dan meratakan kesejahteraan selama berabad-abad dalam luasan wilayah yang belum pernah tercatatkan lagi fenomena seperti itu setalah masa mereka ”
Hal yang menarik juga laporan itu menyerukan Obama agar menerapkan skenario yang dulu pernah digunakan untuk melawan ideologi komunisme dalam Perang Dingin dengan Uni Soviet. Laporan itu merekomendasikan supaya mendukung apa yang disebutnya sebagai kelompok-kelompok moderat dan reformis dalam Islam, “dan sebaliknya menentang orang-orang atau kelompok yang mencoba untuk memaksakan hegemoni Islam terhadap dunia.”. Termasuk merekomendasikan untuk secara gencar mengkampanyekan ide-ide pluralisme.
Walhasil , kita semakin mengerti kenapa Barat demikian gencar mengkampanyekan dan membantu kelompok-kelompok yang getol menyerukan islam moderat, reformasi Islam, liberalisasi Islam dan ide-ide pluralism. Mereka tidak lebih dari agen-agen penjajah yang ingin melestarikan kepentingan tuan penjajah kapitalisme mereka. Termasuk kenapa kelompok-kelompok liberal di Indonesia sangat getol menyerang syariah Islam dan kelompok Islam yang mengusungnya. Meskipun didepan mata mereka sebenarnya melihat kerusakan , kehancuran , dan penderitaan rakyat yang diakibatkan oleh hegomoni penjajah kapitalisme Barat (Farid Wadjdi)

Rasulullah Saw. telah menggambarkan bahwa suatu saat Islam akan meliputi ujung timur dan ujung barat. Setelah adanya penodaan terhadap kitab suci umat Islam di Amerika Serikat, pertumbuhan terhadap agama Islam malah semakin meningkat. Di Washingtonsaja, di mana dua pendeta membakar salinan Quran, 180 orang telah masuk Islam. "Setelah pembakaran Quran dan pernyataan menenatang pembangunan sebuah masjid di New York, Amerika menjadi lebih tertarik kepada Islam dan setidaknya hanya di Washington 180 orang memeluk Islam," kata Kepala Pusat Islam di Washington, Muhammad Nasir.

Dia juga mengatakan bahwa dalam 12 tahun di Amerika Serikat telah dibangun lebih dari 1200 masjid atau lebih dari 100 masjid setiap tahunnya.
Banyak diantara mereka yang masuk Islam segera mengajak yang lainnya untuk masuk Islam, karena mereka menganggap tugas kami untuk memberikan informasi yang benar bagi orang Amerika tentang Islam, membuang mitos dan stereotip mereka akibat media.

Data resmi menunjukkan bahwa jumlah orang yang masuk Islam telah meningkat tajam. Direktur Pusat Studi Islam "Dzhazur" Fadl Sulaiman, setiap tahunnya lebih dari 80.000 orang Amerika masuk Islam. Dia menjelaskan bahwa ini hanya angka-angka resmi dari masjid dan pusat studi Islam di mana warga Amerika mengucapkan syahadat.
Subhanallah, kenyataan ini semakin menguatkan bahwa Islam akan mendominasi dunia di bawah satu bendera tauhid, laa ilaaha illallah muhammad rasulullah. Insya Alllah, di bawah Khilafah Rasyidah kali kedua. [m/qv/abna/syabab.com]
Powered by Blogger.