Pentagon Beli dan Lenyapkan Memoar Seorang Tentara Cadangan AS

Dengan alasan menjaga rahasia dan keamanan negara, Departemen Pertahanan AS membeli ribuan salinan memoar seorang prajurit cadangan militer AS, kemudian menghancurkan semua salinan memoar itu.
Juru bicara Pentagon Letnan Kolonel April Cunningham mengungkapkan hal tersebut akhir pekan kemarin. Ia mengatakan, penghancuran salinan memoar sebanyak 9.500 lembar itu dilakukan pada 20 September, disaksikan oleh sejumlah pejabat Pentagon.
"Pentagon memutuskan untuk membeli cetakan pertama memoar berisi informasi yang bisa mengganggu keamanan nasional AS itu," kata Letkol Cunningham.
Memoar berjudul "Operation Dark Heart" itu ditulis oleh Letnan Kolonel Anthony Shaffer, seorang anggota pasukan cadangan militer AS. Shaffer mengakui baru mengetahui bahwa Pentagon membeli seluruh memoarnya dan melenyapkannya pada hari Jumat (23/9). Ia menilai tindakan Pentagon sebagai aksi pembalasan.
"Seluruh premis mereka bernada pembalasan. Di era digital, tindakan seseorang yang membeli sepulh ribu buku dengan tujuan menyembunyikan cerita di dalamnya, sungguh tindakan konyol," ujar Letkol Shaffer.
St. Press yang menerbitkan memoar Shaffer, setelah itu menerbitkan cetakan kedua buku Shaffer, tapi mengubah beberapa bagian dari buku itu atas permintaan pemerintah (AS) dan menghilangkan bagian-bagian yang oleh Shaffer dikatagorikan sebagai informasi yang penting diketahui publik.
CNN yang memberitakan kasus ini mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil mendapatkan salinan memo Badan Intelijen Departemen Pertahanan AS tertanggal 6 Agustus. Dalam memo tersebut, terdapat nama Letnan Jenderal Ronald Burgess yang menulis bahwa Badan Intelijen Departemen Pertahanan sudah dua bulan ini berusaha mendapatkan salinan manuskrip yang oleh Pentagon dinilai berisi informasi rahasia yang sangat penting dan jika manuskrip itu bocor ke publik bisa menimbulkan gangguan yang serius, yang tidak diharapkan bagi keamanan nasional. Burgress mengatakan, manuskrip itu berisi kegiatan rahasia Komando Operasi Khusus AS, CIA dan agen-agen Lembaga Intelijen Nasional AS.
Menurut kuasa hukum Shaffer, Mark Zaid, memoar yang ditulis kliennya sudah terlebih dulu dikaji oleh para atasan Shaffer di kemiliteran sebelum dipublikasikan. "Komando pasukan cadangan sudah memberikan lampu hijau atas penerbitan memoar itu dalam bentuk buku," kata Zaid.
Tapi badan-badan intelihen AS keberatan ketika menerima buku yang sudah dicetak itu. Pentagon lalu mengontak St. Martin Press pada awal Agustus dan menyatakan keberatan jika buku tersebut disebarluaskan. Saat itu, menurut pihak St. Martin Press, buku Shaffer sudah siap dikapalkan dari gudang untuk dikirim ke toko-toko buku dan pihak penerbit maupun Shaffer sudah berusaha keras memastikan bahwa tak satu pun isi buku itu yang akan mengganggu keamanan nasional. Namun pihak Pentagon bersikeras bahwa Shaffer harus membuat klarifikasi yang lebih luas atas memoar yang ditulisnya.
"Jika Anda melihat apa yang mereka (Pentagon) hilangkan pada buku cetakan kedua, ini adalah sebuah kegilaan," tukas Shaffer. Beberapa kalimat dalam buku itu, misalnya, tulisan "Here I was in Afghanistan", "My job: to run the Defense Intelligence Agency's operations" dihapus oleh Pentagon.
Dalam memoarnya, Shaffer menuliskan pengalamannya saat bertugas di Afghanistan semasa pemerintahan Presiden George W. Bush. Penerima penghargaan Bintang Perunggu itu dalam bukunya mengungkapkan bahwa kesalahan paling besar pemerintahan Bush pada masa itu adalah ketidakpahamannya atas budaya setempat (Aghanistan).
Terkait kasus ini, seseorang yang mengaku memiliki cetakan pertama memoar Shaffer, menawarkan buku itu dengan harga sangat mahal di situs lelang EBay. Ia menjual buku itu dengan harga 2.000 dollar sementara harga eceran untuk buku kedua edisi cetak yang sudah "disunting" Pentagon, cuma 25, 99 dollar. (ln/cnn) http://www.eramuslim.com/