Showing posts with label kafir. Show all posts

9:47 AM

Mendengar alarm roket, Netanyahu ngacir saat konferensi pers

Ilustrasi - Mendengar alarm roket, Netanyahu ngacir saat konferensi pers
TEL AVIV – Perdana Menteri “Israel” Benjamin Netanyahu tiba-tiba mengakhiri konferensi persnya pada Jum’at (11/7/2014) setelah ia mendengar alarm roket, sebagaimana dilansir oleh MEMO.
Palestina mengumumkan bahwa mereka akan menembakkan roket buatan sendiri yang menjangkau Netanyahu menyampaikan konferensi persnya.
Al-Qassam mengumumkan peluncuran dan roket lain di Dimona Shiva Negev.
Sikap Netanyahu mengundang respon dari para pembaca di MEMO yang menganggap bahwa Netanyahu adalah seorang pengecut dan seorang “bapaknya iblis”.
ahkan orang Palestina yang mengumumkan akan menembakkan roket, Anda sudah merasa hampir mati! Tapi lihatlah apa yang telah Anda lakukan? telah membakar anak-anak tak berdosa di tanpa simpati apapun! Semoga Allah menghukum Anda perlahan-lahan seperti apa yang telah A Sharon dapatkan, segera…,” tulis sebuah komentar yang bernama #Tun Teja.
“Tidak akan ada lagi tindakan tidak bermoral rezim fasis Anda yang luput dari hukuman atas kejahatan Anda terhadap kemanusiaan.Orang-orang mengawasi Anda. kemarahan tumbuh hari demi hari. tidak akan lagi mentolerir propaganda dan intimidasi Anda gunakan untuk mendominasi media dan untuk membenarkan kampanye genosida terhadap rakyat Palestina. akan terus memantau untuk memperhitungkan tindakan kriminal Anda,” kata sebuah komentar yang lain.
(ameera/arrahmah.com)
[www.globalmuslim.web.id]

7:36 AM
Lumba-lumba (Foto: Standard Media) Lumba-lumba (Foto: Standard Media)  

NEW YORK - Margaret Howe Lovat, mencoba mengajarkan seekor lumba-lumba untuk berbicara bahasa Inggris, tetapi kebersamaan antara manusia dan hewan ini berlanjut sampai berhubungan seksual.

Wanita yang bekerja sebagai peneliti hewan ini awalnya melakukan eksperimen NASA yang dikenal dengan Virgin Island Amerika Serikat (AS), untuk mengajarkan hewan laut yang cerdas bernama Peter, mahir berbahasa Inggris.

Pada 1963 Margaret mengubah rumahnya menjadi laboratorium untuk memudahkannya saat meneliti Peter.

Namun, hubungan mereka berlanjut ke arah yang lebih jauh lagi karena setiap hari berinteraksi.

"Peter senang sekali menggosokkan dirinya ke lutut, kaki, atau tangan saya. Saat itu saya merasa nyaman, asalkan tidak terlalu kasar,” ujar Margaret, seperti dilansir Mirror, Kamis (12/6/2014). (faj)

Hubungan Seks Dengan hewan dalam Pandangan Islam

Ada satu hadits yang menetapkan secara esensial adanya hukuman mati bagi bestiality:

‘Abd Allah bin Muhammad al-Nufayli meriwayatkan kepada kami: ‘Abd al-Aziz bin Muhammad meriwayatkan kepada kami: ‘Amr bin Abi ‘Amr meriwayatkan kepada saya dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah saw berkata: “Jika ada orang yang melakukan hubungan seksual dengan seekor binatang, bunuh dia dan bunuh (binatang) itu yang bersama dengan dia.” (‘Ikrimah) berkata: “Aku bertanya kepadanya (Ibnu ‘Abbas): “Mengapa binatang tersebut? Ia menjawab: “Saya pikir (Nabi) tidak menyetujui dagingnya dimakan ketika hal seperti itu telah dilakukan kepadanya [1]” Abu Dawud berkata, ini tidak kuat. (Abu Dawud 3871)

Riwayat hadits ini dengan banyak variasi juga ditemukan dalam Tirmidzi (1374), Ibnu Majah (2554), dan Musnad Ahmad (2294, 2591). Mereka semua diriwayatkan dari ‘Amr bin Abi ‘Amr dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas. Satu narasi di Ahmad berasal dari ‘Abbad bin Mansur bukan ‘Amr bin Abi ‘Amr tetapi dalam narasi itu Nabi tidak disebutkan dan kata-kata yang dikutip tersebut dipahami merupakan kata-kata Ibnu ‘Abbas:

‘Abd al-Wahhab meriwayatkan kepada kami: ‘Abbad bin Mansur memberitahu kami dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas bahwa mengenai orang yang berhubungan seks dengan binatang ia berkata: “bunuh fa`il dan maf`ul bihi“. (Ahmad 2597)
 
[www.globalmuslim.web.id]

http://img.okeinfo.net/content/2012/08/01/411/671496/d3xKkY1Pby.jpgOleh William McGowan
Pada September tahun lalu di Sri Lanka sekelompok massa Budha Sinhala yang dipimpin oleh sekitar 100 biksu Buddha menghancurkan sebuah tempat suci Muslim di kota kuno Anuradhapura. Pada saat kerumunan orang melambaikan bendera umat Buddha yang berwarna-warni, emas dan merah, seorang biksu membakar sebuah bendera ijau Islam berwarna hijau. Para biarawan mengklaim bahwa kuil itu berada pada lahan yang telah diberikan kepada orang Sinhala 2.000 tahun yang lalu - sebuah kiasan atas kepemilikan mereka atas seluruh negara pulau itu, sebagaimana tertulis dalam teks-teks keagamaan kuno.
Serangan Anuradhapura bukanlah insiden terakhir umat Buddha yang berperilaku buruk di Sri Lanka. Pada bulan April, para biarawan memimpin hampir sekitar 2.000 umat Buddha Sinhala dengan berpawai menuju sebuah masjid di Dambulla, sebuah kota suci di mana raja Sinhala diyakini telah berlindung dari para penjajah yang datang dari selatan India dalam suatu jaringan luas gua yang terjadi hampir dua ribu tahun lalu. Yang mereka tuntut - tetapi sebagian besar tuntutan itu adalah simbolis – adalah bahwa serangan itu menandai “hari bersejarah,” kata seorang biksu yang memimpin serangan kepada khalayak ramai, “suatu kemenangan bagi orang-orang yang mencintai ras [Sinhala], memiliki darah Sinhala, dan beragama Buddha.”
Tindakan Chauvinisme tersebut bertentangan dengan anggapan sebelumnya di Barat atas agama Buddha - sebuah agama yang menekankan antikekerasan dan ketidak-terikatan - tetapi hal ini sesuai dengan sejarah agama di Sri Lanka. Buddhisme militan berakar pada sebuah cerita kuno yang disebut sebagai Mahavamsa (Babad Agung), yang disusun oleh para rahib di abad keenam. Menurut Mahavamsa, Sang Buddha meramalkan runtuhnya agama Buddha di India tetapi melihat masa depan yang cerah di Sri Lanka. “Di (Sri) Lanka lah, wahai tuhan para dewa, agama saya tumbuh dan berkembang,” katanya. Orang Sinhala mengambil pemahaman ini sebagai tanda bahwa mereka adalah orang-orang Buddha pilihan, yang diperintahkan untuk “melestarikan dan melindungi” agama Buddha dalam bentuk yang paling murni. Menurut mitos itu, seorang pangeran muda Sinhala di abad kedua SM mempersenjatai dirinya dengan tombak yang ujungnya adalah sebuah peninggalan Sang Buddha dan memimpin 500 orang biksu untuk mengalahkan penjajah Tamil. Selain membela kerajaannya dari bahaya kehancuran, kemenangan sang pangeran itu melegitimasi kekerasan agama sebagai alat untuk kelangsungan hidup nasional.
Buddhisme militan adalah kekuatan pendorong di belakang perang selama 25 tahun antara mayoritas Sinhala (74 persen dari jumlah penduduk) dengan minoritas Tamil (18 persen dari jumlah penduduk), yang berjuang bagi sebuah negara merdeka bagian utara dan timur negara pulau itu. (Kaum Muslim, yang berjumlah enam persen penduduk Sri Lanka, seringkali terjebak berada di tengah.) Selama perang berlangsung, para biksu berulang kali melemahkan segala upaya untuk menghasilkan kesepakatan damai.
Sangha, yang seringkali dirujuk oleh para biksu dalam Buddhisme Theravada, secara historis memegang kekuasaan politik dari balik layar, dengan mewujudkan suatu bentuk luas nasionalisme religius. Namun dalam tahun-tahun terakhir peperangan, hal itu menjadi lebih dipolitisir secara terang-terangan. Pada tahun 2004, partai garis keras National Heritage (yang dikenal sebagai partai JHU) memilih tujuh orang anggotanya untuk Parlemen; semuanya adalah biarawan, dan partai itu berjalan pada platform yang menyerukan untuk kembali kepada moralitas Buddhis dalam kehidupan publik. Segera setelah mereka menduduki posisinya, JHU melancarkan perkelahian di dalam lantai gedung parlemen Srilangka.
http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/edit-biksu-1.jpg&h=235&w=355&zc=1Partai JHU juga bekerja untuk menjegal penyelesaian perdamaian yang ditengahi oleh Norwegia pada bulan Maret 2002 yang menyerukan otonomi Tamil yang terbatas. Para biksu menyatakan bahwa Sri Lanka akan selalu merupakan kerajaan Sinhala, otonomi yang melanggar ide negara kesatuan yang nyaris mistis, dan bahwa tidak ada pilihan lain selain pilihan militer. Perundingan perdamaian hanya akan membuat Macan Tamil kuat, kata salah satu pemuka agama, Athuraliye Rathana yang dijuluki Biksu Perang, kepada Media Sri Lanka. “Jika mereka menyerahkan senjata, baru kita bisa bicara,” katanya. “Jika tidak, maka kita akan mengendalikan mereka dengan cara apapun yang diperlukan. Kita harus berperang sekarang dan bicara kemudian.” Pada musim semi tahun 2006, sekelompok biksu menyerang sebuah kelompok ekumenis yang berbaris dengan damai dan memimpin aksi duduk yang panjang menentang kesepakatan gencatan senjata, yang menyebabkan satu putaran peperangan.
Ketika pertumpahan darah semakin meningkat, sebagian besar pendeta Budha memberkati sebuah serangan terakhir kepada separatis Macan Tamil. Pada bulan Mei tahun 2009, militer Sri Lanka muncul dari pertempuran itu dengan penuh kemenangan. Namun, serangan brutal terhadap Macan Tamil telah menjadikan pemerintah Presiden Mahinda Rajapaksa mendapat sasaran kecaman internasional luas. Perkiraan atas kematian warga sipil berkisar hingga 40.000 orang, dan saluran televisi Channel Four Inggris telah mendokumentasikan eksekusi terhadap para tahanan Macan Tamil dalam program “Sri Lanka Killing Fields.” Meskipun organisasi HAM, termasuk Amnesti Internasional dan Dewan HAM PBB, telah menyerukan penyelidikan atas pelanggaran dan kemungkinan kejahatan kemanusiaan dari perang itu, pemerintah Rajapakse menolaknya. Para biarawan telah mendukung sikap keras kepala pemerintah ini, dengan mengatakan bahwa tuntutan tersebut menyerang rujukan orang Sinhala terhadap Srilangka sebagai “ibu pertiwi” orang Budha.
Sejak perang berakhir, para pendeta Buddha berada di garis depan untuk mempromosikan kemenangan itu dengan tindakan menghukum. Mayoritas Sinhala secara luas memandang kemenangannya atas Tamil sebagai ratifikasi kekuasaannya yang ditakdirkan kitab suci, dimana kelompok-kelompok lain menempati posisi bawahan. Dengan demikian, langkah-langkah menuju rekonsiliasi menjadi goyah. Upaya pemerintah untuk menempatkan kembali hampir 300.000 orang Tamil yang terlantar akibat pertempuran itu, sebagian besar belum selesai hingga sekarang, berjalan dengan lambat dan kacau, dan menyisakan kebencian. Militer telah membentuk distrik-distrik militer yang besar di wilayah Tamil, dengan merawat warga sipil yang terluka dengan tangan besi. Menurut International Crisis Group, “Ketika mendapat protes publik, militer malah menunjukkan dirinya menyerang secara fisik para demonstran dan pihak militer kemudian dituduh terlibat dalam tindakan penghilangan secara paksa dan hukuman ekstrajudisial lainnya.” Meskipun rehabilitasi para mantan kader Macan Tamil – yakni sebanyak 11.000 orang - sebagian besar berjalan sesuai jadwal, ada tuduhan penganiayaan terhadap para tahanan saat mereka di tahan dan pelecehan terhadap mereka setelah dibebaskan.
Menteri Pertahanan Gotabaya Rajapaksa, yang merupakan saudara Presiden, baru-baru ini mengatakan bahwa bagian utara dan timur negara itu bukanlah wilayah eksklusif Tamil, dengan mengisyaratkan bahwa pemerintah akan melanjutkan program kolonisasi negeri Sinhala, yang merupakan titik utama pergesekan menjelang terjadinya perang. Sementara itu, Macan Tamil mengeluh bahwa militer telah memungkinkan didirikannya candi-candi Budha di mana candi-candi Hindu dihancurkan dalam pertempuran itu, termasuk penghancuran kuil-kuil Hindu tradisional dekat wilayah pertempuran. Ada juga tuduhan bahwa para biksu telah mengambil keuntungan dari kebingungan pasca perang untuk merebut tanah Tamil, terutama di daerah yang berdekatan dengan pangkalan militer yang baru. Tahun lalu, ICG memperingatkan sebuah “resep atas konflik yang baru” dan mengatakan bahwa rekonsiliasi “tampaknya lebih sulit dari sebelumnya.”
Tanda lain dari militansi Buddhisme yang kronis adalah penolakan pemerintah dalam menghadapi pelanggaran HAM yang dilakukan dalam perang yang terjadi terakhir. Presiden Rajapaksa, yang pergi ke Kandy, yang merupakan ibukota budaya, segera setelah kemenangan tahun 2009 berlutut di hadapan para pemuka tertinggi agama Budha, dan telah menolak Resolusi Dewan HAM PBB yang disahkan pada Maret, yang menyerukan penyelidikan atas pelanggaran kemanusiaan dan kemungkinan kejahatan perang. Hanya baru-baru ini saja pemerintah Rajapakse mengakui bahwa memang ada korban sipil. Sebenarnya, pada saat UNHRC memberikan suara pada resolusi bulan Maret, ratusan biksu Budha memimpin doa dan berjaga di Kolombo untuk menentangnya. Ratusan biksu lainnya memimpin protes ketika resolusi disahkan. The Los Angeles Times mengutip seorang demonstran yang mengatakan, “kekuatan jahat baik lokal maupun internasional telah bergabung untuk mencabut perdamaian di Sri Lanka dan menjadikan pulau yang diberkati ini kembali ke era kegelapan.”
Sebagian orang melihat hal ini sebagai sebuah ironi dimana para biksu menyelaraskan diri begitu erat dengan pemerintah yang menolak pertanggungjawaban atas pelanggaran kemanusiaan. Namun, ironi yang lebih besar adalah bahwa dalam melindungi dan melestarikan bentuk-bentuk khusus Buddhisme, orang Sinhala tampaknya telah merusaknya. Keasyikan orang Sangha dengan politik telah menyebabkan terlantarnya fokus pada aktivitas rohani. Sebagian besar biarawan di Sri Lanka tidak lagi bermeditasi, yang seharusnya menjadi inti Buddhisme. Sebagian umat Buddha di wilayah Barat telah pergi melakukan perjalanan misionaris ke Sri Lanka untuk menghidupkan kembali praktek meditasi. Namun, keberhasilan cepat berlalu.
Ada juga gangguan dalam disiplin monastik. Februari lalu, seorang biarawan dijatuhi hukuman mati karena pembunuhan – yang merupakan biarawan pertama yang dijatuhi hukuman seperti itu sejak Talduwe Somarama membunuh Perdana Menteri SWRD Bandaranaike pada tahun 1959 setelah dia mengingkari implementasi penuh agenda nasionalis Buddha. Selama dekade terakhir, telah terjadi hampir 100 kasus dimana para biksu Buddha dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di bawah umur, dan banyak contoh dari para biksu, terutama biksu muda, yang disebutkan mabuk-mabukan di depan umum dan melakukan hooliganisme. Ide fundamentalis bahwa Buddhisme adalah khas milik nasional telah mendorong rasa superioritas moral, yang membuat sulit bagi banyak orang Sinhala unutk bisa menerima bagaimana rusaknya Buddhisme. Sebagaimana salah satu tokoh Buddhis menjelaskan (secara diam-diam) kepada saya lebih dari dua puluh tahun lalu, “Saat ini Buddhisme menjadi keropos di Sri Lanka. Kami hanya mengikuti apa yang terjadi.” Pada hari ini, gerakan-gerakan ini tumbuh semakin mengganggu.
Politik identitas beracun Sri Lanka tidaklah sama sekali unik, terutama pada bangsa lain, Buddha Theravada. Nasionalisme Budha di Myanmar, misalnya, memberikan titik penyatuan yang sama melawan kolonialisme Inggris. Tetapi penyatuan atas “tanah, ras, dan agama” di antara mayoritas penduduk di sana, bersama dengan pandangan bahwa mayoritas itu merupakan pelayan murni Buddhisme dengan bentuknya yang tersendiri, telah menjadi sumber ketidakharmonisan politik dan budaya di negara dengan banyak kelompok minoritas non-Buddha, dan yang terakhir adalah dengan Muslim Rohingya. Meskipun Buddhisme mungkin menentang kekerasan pada tingkat doktrin, Budhisme tidak bebas dari mitos kaum nasionalis yang melihat tempat untuk hal itu. (RZ; Senin, 6 Agustus, 2012 Sumber: www.foreignaffairs.com/www.globalmuslim.web.id)

JAKARTA  - Bicara Kristenisasi dan gerakan pemurtadan, belakangan ini, tidak mesti diartikan sebagai upaya untuk memindahkan akidah dari Muslim menjadi Nasrani. Rupanya, ada strategi baru yang secara tidak langsung, sudah mendangkalkan akidah seorang Muslim, sehingga tanpa sadar sudah menjadi pengikut Nasrani. Target mereka adalah menanamkan keraguan umat Islam terhadap ajaran agamanya. Misalnya, dengan mengatakan, semua agama sama.
Hal itu diakui Kristolog Syamsul Nababan, yang juga eks Protestan. “Kini, pengusung Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) bersinergis dengan kelompok Nasrani yang telah menjalankan perannya sebagai orientalis dan missionaris. Lihat saja, agenda yang diusung di komunitas-komunitas liberal. Mereka bersatu padu mendangkalkan akidah kaum muslimin.”
Salah satu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Cholil Ridwan mengungkapkan pendapat senada. Menurutnya, untuk menjadi murtad, tidak harus berpindah agama, tapi mengikuti millahmereka (Nasrani). Kristenisasi tidak mesti mendeklarasikan diri masuk Kristen.
“Jika umat Islam ada yang ikut Natalan Bersama, berarti Kristenisasi boleh dikatakan sukses. Begitu juga, jika umat Islam ikut gaya hidup orang kafir, meniru pakaiannya, merayakan tahun baru dengan terompet dan kembang api, juga menggunakan kalender Masehi, itu sama saja mengikuti millah mereka. Secara tidak sadar, umat ini sudah menjadi bagian dari mereka,” ujar Kiai Kholil.
Apa yang dimaksud dengan mengikuti millah orang kafir? Diantaranya adalah tetap menjadi muslim, tapi diam saja ketika menyaksikan kemungkaran, menunjukkan kecemasan dalam hati pun tidak. Apalagi? Memposisikan diri dalam barisan kaum kafir, dengan membela pemikiran dan sikap kaum yang berbuat maksiat, menghujat Islam, menghina Nabi, hingga menggugat syariat Islam.Tak terkecuali, mengagumi idola seseorang yang diakui sebagai pemuja setan, mengagung-agungkan sosok yang mengakui dirinya lesbi dan mengkampanyekan kawin dengan sesama jenis. Inilah cara-cara murtad yang sudah dimodifikasi, dengan dalih toleran, tidak ada paksaan dalam agama.
Mempersoalkan Kristenisasi yang terjadi di Tanah Air, sesungguhnya lebih kepada adu strategi. Harus ada agenda riil untuk membendung gerakan pemurtadan, melalui pemberdayaan ekonomi umat. Acapkali kita meluapkan kemarahan dan menyalahkan suatu kondisi, tatkala kristenisasi dan gerakan pemurtadan memasuki wilayah muslim, tanpa mengevaluasi dan melakukan otokritik internal yang sifatnya ke dalam.
Kita hanya bisa gembar-gembor, tapi sepi agenda. Ironisnya, master plan atau peta dakwah untuk sebuah program jangka panjang pun nyaris tak punya. Benarkah? “Tidak juga. Umat Islam justru punya banyak impian dan perencanaan, namun langkah riilnya mandeg atau tidak maksimal,” ujar Bukhori Firmansyah, seorang mantan Katolik yang juga Kristolog. Desastian

Teroris kristen Anders Behring Breivik, yang membunuh 77 orang di Norwegia Juli tahun lalu, Rabu kemarin (25/4) bersikeras bahwa ia dalam kondisi sehat jasmani dan menuduh tim ahli kejiwaan sengaja berusaha membuktikan bahwa dia gila.

"Saya berpikir bahwa semua orang Norwegia telah melihat saya secara tidak irasional," kata Breivik pada hari kedelapan dari pengadilannya, menambahkan: "Jadi saya tidak khawatir lagi tentang dikirimnya saya ke lembaga psikiatri.
Breivik, berusaha untuk meyakinkan pengadilan Oslo bahwa dia waras dan apa yang ia lakukan karena ideologi anti-Islamnya dan menegaskan semua yang ia katakan bukan merupakan ocehan orang gila.
Sebuah evaluasi kejiwaan pertama tahun lalu menyimpulkan ia menderita skizofrenia paranoid, tapi pendapat kedua menemukannya sehat jasmani, dan pada akhirnya hakim harus menentukan kewarasan dirinya ketika mereka memutuskan hasil pengadilan mereka pada bulan Juli mendatang.
Jika pengadilan menemukan dia waras, Breivik akan menghadapi hukuman 21 tahun hukuman penjara, tetapi dapat diperpanjang selama ia dianggap ancaman bagi masyarakat.
Jika dia ditemukan gila maka dia akan dikirim ke unit perawatan kejiwaan tertutup untuk menjalani pengobatan, sesuatu yang ia anggap lebih buruk dari kematian.
"Untuk seorang aktivis politik, hal terburuk yang bisa terjadi adalah dirawat di sebuah rumah sakit gila," ia menjelaskan.
Pada hari Rabu kemarin, Breivik menantang diagnosis ulang, yang diagnosis sebelumnya diklaimnya berisi "lebih dari 200 kebohongan".(fq/afp/Globalmuslim.web.id)

Teroris Kristen Norwegia yang membantai 77 orang, Anders Behring Breivik sangat membela kewarasannya, mengatakan di pengadilan Selasa kemarin (24/4) bahwa tidak ada yang akan mempertanyakan kewarasannya jika ia adalah seorang "jihadis berjenggot."
Aktivis fanatik sayap kanan ini juga mengatakan kepada pengadilan bahwa ia adalah korban dari plot "rasis" untuk mendiskreditkan ideologinya.
"Saya tahu saya berrisiko berakhir di sebuah rumah sakit jiwa, dan saya akan melakukan apa yang saya bisa lakukan untuk menghindari itu," kata Breivik.
Pembunuh 33 tahun ini mengaku menggunakan pupuk, solar dan aluminium untuk membuat bom seberat 950-kilo, yang menewaskan delapan orang yang bekerja di bangunan pemerintah dan orang yang lewat serta melukai puluhan lainnya.
Breivik mengatakan serangan kembarnya itu "kejam tapi perlu" dalam upaya menghentikan percobaan multikultural dari Partai Buruh serta menghentikan invasi Muslim di Norwegia dan Eropa.
Sebuah panel forensik telah menemukan kelemahan dalam laporan kejiwaan yang menyatakan dia waras di mata hukum. Dua pemeriksaan kejiwaan yang dilakukan sebelum sidang mencapai kesimpulan yang berlawanan apakah Breivik pengidap psikotik - isu utama yang harus diselesaikan selama sidang, sejak pria 33 tahun ini mengakui melakukan serangan mematikan.
Namun kedua laporan tersebut, yang menemukan dia waras, belum disetujui oleh Dewan Kedokteran Forensik Norwegia. Pada hari Senin lalu, panel menyoroti beberapa kekurangan dalam penilaian itu, dan meminta informasi tambahan dari dua psikiater lainnya.
Secara khusus, dewan forensik mengatakan tidak dapat ditentukan apakah Breivik telah disesuaikan perilakunya selama pemeriksaan sebagai bagian dari strategi untuk menyatakan dia kompeten secara mental.
Paal Groendahl, seorang psikolog forensik yang tidak terlibat dengan kasus ini namun telah mengikuti sidang di pengadilan, mengatakan permintaan panel menggarisbawahi kesulitan dalam menilai keadaan pikiran Breivik.
Jika ditemukan waras Breivik akan menghadapi hukuman 21 tahun penjara, meskipun ia dapat ditahan lagi jika dianggap membahayakan masyarakat. Jika diputuskan dia mengalami masalah kejiwaan, secara teori dia akan dibebaskan setelah dia tidak lagi dianggap psikotik dan berbahaya.(fq/aby/Globalmuslim.web.id)


timthumb.php (355×235)Pemerintah Sri Lanka menggusur masjid akibat ancaman golongan Buddha.  Padahal, menurut fakta yang ada masjid itu sudah ada sejak tahun l962, dan sudah berdiri selama tiga dekade. Tindakan kalangan Budha di Sri Lanka itu, menimbulkan kekawatiran akan berdampak negatif bagi hubungan Muslim-Budha di negeri itu.

Para Bhiksu Budha yang berada di pusat kota Dambulla memprotes aktivitas yang berlangsung di masjid itu, di mana setiap hari Jumat, berlangsung shalat Jum'at, dan para Bhiksu mengancam akan melakukan kekerasan bila aktivitas di masjid itu tidak dihentikan sama sekali

"Perdana Menteri Sri Lanka sesudah melakukan pembicaraan dengan kalangan Budha dan Islam memerintahkan agar masjid yang disengketakan pindah ke lokasi secepat mungkin," ujar Sisira Wijesinghe, seperti yang Reuters.

"Ini  pernyataan palsu dan tidak ada pembicaraan tentang ini, dan kami menolak dengan relokasi masjid," kata AHM Fowzie, seorang menteri senior di  kabinet yang Muslim, kepada Reuters.

Seorang Bhiksu Buddha, mengatakan pemerintah bertindak salah mengizinkan masjid diperluas ini, meskipun peraturan negara yang tertulis sejak 1982 menyatakan daerah itu merupakan daerah sakral bagi agama Buddha.

Secara konstitusional, Budha adalah agama resmi Sri Lanka, kemudian Hindu, Islam, dan Kristen, dan Buddha memiliki jumlah sekitar 70 persen dari populasi Sri Lanka.
Para pengamat mengatakan pemerintah Sri Lanka berada di bawah tekanan, dan  menyerah kepada mayoritas setiap kali ada bentrokan etnis dengan kelompok Budha. (af/tm/Globalmuslim.web.id)


Kelompok payung utama Muslim Sri Lanka mengatakan umat Buddha radikal berusaha merusak ko-eksistensi damai di antara komunitas-komunitas etnis utama di negara itu.

Pernyataan itu datang tiga hari setelah kelompok Buddha garis keras berusaha menyerbu sebuah masjid, setelah pemerintah mengatakan akan membongkar dan merelokasi masjid.
Kelompok Buddha di pusat kota Dambulla membela tindakan mereka.
Namun masalah ini telah menimbulkan kemarahan di antara beberapa Muslim terkemuka Sri Lanka.
Dewan Muslim Sri Lanka mengatakan pihaknya "sangat prihatin" usaha menghancurkan masjid di Dambulla Jumat pekan lalu.
Dikatakan bangunan masjid itu secara sah terdaftar dan sudah berusia 50 tahun.
Dewan Muslim Sri Lanka mengatakan bahwa elemen Buddha radikal - melawan keinginan mayoritas - secara konsisten merusak etnis co-eksistensi. Dan mendesak para pemimpin mayoritas Buddha Sri Lanka untuk membangun kembali hubungan baik di antara warga.
Mohamed Saleemdeen, anggota dewan masjid, membantah bahwa bangunan masjid di  pusat kota Dambulla adalah bangunan ilegal.
Dia mengatakan kepada kantor berita AP bahwa masjid sudah ada jauh sebelum kawasan itu dinyatakan sebagai zona suci umat Budha sekitar 20 tahun yang lalu.
Namun biksu terkemuka di Dambulla mengatakan masjid tersebut dibangun secara ilegal di tanah suci bagi agama mereka.
Pada hari Jumat pekan lalu bangunan masjid itu diserang dengan bom molotov.
Pemimpin Buddha di Dambulla mengatakan mereka sekarang berniat untuk menghancurkan 72 bangunan di daerah sakral yang mereka katakan dibangun secara ilegal, termasuk masjid dan kuil Hindu Tamil.
Seorang bhikkhu Dambulla mengatakan kepada BBC bahwa tindakan itu diperlukan karena Sri Lanka adalah "satu-satunya negara yang melindungi agama Buddha".
Sementara sebagian besar mayoritas Sinhala di Sri Lanka beragama Buddha, umat Islam dianggap sebagai kelompok etnis ketiga, setelah Hindu Tamil.(fq/bbc/Globalmuslim.web.id)


 WASHINGTON -- Tentangan terkait rencana aksi pembakaran Alquran oleh Pastor Terry Jones terus mengalir. Bahkan pejabat Pentagon dikabarkan berusaha mati-matian menghalangi niat pastor kontroversial itu yang rencananya bakal dilakukan akhir pekan ini.

Ulah Pastor Terry Jones Bikin Pentagon 'Mati Kutu' Menurut pejabat Pentagon, aksi itu bisa merusak hubungan Amerika Serikat dengan Afghanistan dan umat Muslim dunia, yang diprediksi menyebabkan aksi protes besar-besaran terhadap @S di seluruh Dunia.

"Kami menyadari ancaman Pastor Terry Jones untuk membakar Alquran, dan kami sedang memantau situasi tersebut," kata komandan Bill Speaks, juru bicara Pentagon, lapor the Guardian. "Terakhir kali Pastor Jones membakar Alquran pada Maret 2011, lebih dari 16 orang tewas dan lebih dari 90 orang terluka akibat aksi protes yang dilakukan."

Bill berharap, Pastor Jones mempertimbangkan keselamatan dan keamanan personil militer AS yang dikerahkan ke Afghanistan dan wilayah lainnya sebelum melaksanakan niat edannya tersebut. Sayangnya, sebagai markas pusat militer dan pertahanan AS, Pentagon 'mati kutu' oleh ulah Pastor Jones.

Pastor Jones menyerukan pembakaran Alquran di seluruh dunia pada 28 April pukul 17.00 waktu setempat. Ia mengancam bakal melakukan niat gilanya tersebut jika Iran tidak membebaskan seorang pastor dari hukuman mati setelah murtad dari agama Islam dan memeluk agama Kristen. Tak ayal, rencana itu dikhawatirkan bisa mengancam aksi protes besar-besaran anti AS.

Pastor 58 tahun itu adalah pimpinan sebuah gereja pinggiran kecil di Gainesville, Florida. Sebelumnya ia pernah membakar Alquran di depan kerumunan sekitar 50 orang pada 20 Maret tahun lalu, atau yang disebutnya sebagai 'Hari Internasional Pembakaran Alquran'.

Tindakannya itu menimbulkan reaksi serangan terhadap sebuah kompleks PBB di Mazar-e-Sharif di Afghanistan di mana tujuh karyawan PBB tewas dan maraknya aksi protes fatal lainnya di seluruh wilayah.

Tapi Pastor Jones seolah cuci tangan dari tanggung jawab tahblogs.orlandosentinel.comun lalu yang menyebabkan banyaknya aksi protes. "Apa yang terjadi terakhir kali dan apa yang bisa terjadi saat ini adalah bukan tanggung jawab kami," kilah Jones. "Semua yang kami lakukan adalah membakar Alquran. Ini tidak menimbulkan ancaman bagi orang lain, namun kerusuhan pecah beberapa ribu mil jauhnya," kelit dia.

[Globalmuslim.web.id]

Ribuan biksu Budha dan para pendukungnya melakukan aksi memprotes pembangunan sebuah masjid dan sebuah kuil Hindu yang dibangun di daerah yang ditunjuk sebagai zona suci umat Budha.
Wartawan lokal Kanchana Ariyadasa mengatakan sekitar 2.000 pengunjuk rasa, termasuk 300 biksu, meneriakkan slogan-slogan dan melambaikan bendera Buddhis Jumat kemarin (20/4) di pusat kota Dambulla.
Biksu Sri Inamaluwe Sumangala Thera mengatakan bahwa pembangunan tempat ibadah berada di dalam zona suci umat Buddha dan menegaskan bahwa mendirikan tempat ibadah bagi agama-agama lain ada ilegal. Dia menuntut pemerintah menghentikan pembangunan segera.
Sekitar 7 persen dari 20 juta rakyat Sri Lanka adalah Muslim. Sekitar 74 persen adalah warga Sinhala, yang sebagian besar umat Buddha, sementara sekitar 18 persen adalah warga Tamil, yang sebagian besar adalah umat Hindu atau Kristen. (fq/ap/Globalmuslim.web.id)


Teroris kristen sayap kanan Norwegia Anders Behring Breivik mengatakan di pengadilan pada Kamis kemarin (19/4) bahwa ia telah merencanakan serangan yang lebih besar sebelum membantai 77 orang dan telah mempersiapkan pembantaian itu dengan simulasi dari game komputer.



Pada hari keempat persidangan atas serangan pada bulan Juli, Breivik memberikan rincian tepat dari rencananya dan mengatakan ia berharap bisa membunuh semua orang yang berjumlah 564 yang ada di pulau hari itu. Sasaran utamanya adalah mantan Perdana Menteri Gro Harlem Brundtland, tapi Brundtland pergi sebelum ia sampai di sana. Beberapa korban tewas masih berusia 14 tahun.

"Sebenarnya tidak diinginkan untuk memiliki target di bawah usia 18 tahun," katanya, namun menambahkan: "Tidak ada sasaran politik pada hari itu yang lebih baik."

Breivik mengatakan pilihan lain serangan termasuk pemboman yang diikuti dengan penembakan. Dia juga membuat sketsa rencana untuk membom Oslo pada parade 1 Mei dan memperkirakan bahwa ia bisa membunuh "ribuan orang".

Untuk mempersiapkan serangan itu, Breivik mengatakan, ia mengambil waktu satu tahun untuk bermain gameWorld of Warcraft, game multi-player dengan lebih dari 10 juta pemain, dan juga Modern Warfare, permainan menembak orang.

"Saya tidak terlalu suka bermaian game, tapi game itu baik jika Anda ingin mensimulasikan untuk tujuan pelatihan," kata Breivik.

Breivik, yang bermain game Modern Warfare 17 jam penuh pada Malam Tahun Baru 2010/2011, mengatakan ia menggunakan permainan tersebut untuk mensimulasikan respon polisi dan strategi pelarian terbaik.

Pada tahun 2006, ia pindah bersama ibunya untuk menghemat uang dan mulai fokus bermain game World of Warcraft, yang membuat ibunya menjadi cemas.

"Selama tahun itu saya bermain mungkin 16 jam sehari. Hanya bermain selama satu tahun penuh. Bermain dan tidur, bermain dan tidur .... Itu adalah mimpi saya, dan saya ingin melakukan hal ini." [eramuslim/Globalmuslim.web.id]


Dr Bahaa Ramzy, ketua Asosiasi Koptik Belanda dalam pernyataan mengkonfirmasi bahwa Koptik di luar negeri tidak akan mendukung setiap calon presiden dari latar belakang Islam, tidak peduli bagaimana pelayanan yang diberikan para calon itu, atau sebagus apapun platform mereka.

Dia menambahkan bahwa Koptik tidak ingin Mesir diperintah oleh Firaun baru yang membawa krisis dan masalah, menunjukkan bahwa orang-orang Koptik ingin seseorang yang dapat mewakili rakyat Mesir di negerinya sendiri, katanya, menambahkan bahwa calon yang akan memberikan solusi untuk masalah warga Koptik dan peran perempuan dalam meningkatkan negara akan menjadi kandidat presiden terbaik untuk Mesir.
Dia juga menuntut agar warga Mesir di luar negeri untuk memberikan suaranya dalam pemilihan presiden mendatang menggunakan paspor mereka bukan KTP nasional, karena banyak dari ekspatriat Mesir tidak memilikinya. (fq/bm/em/Globalmuslim.web.id)


Gereja Katolik Roma di Irlandia mengatakan, pihaknya sedang menyelidiki kemunculan slideshow pornografi homoseksual pada saat seorang pastor menyampaikan presentasi kepada para orangtua berkaitan rencana pentasbihan anak-anak mereka.

Pemimpin empat juta umat Katolik Irlandia, Kardinal Sean Brady, mengatakan, sang pastor yang tersangkut dengan hal itu menyatakan dia tidak tahu bagaimana gambar porno tersebut bisa berada di dalam memory stick (flashdisk)-nya saat melakukan  presentasi Powerpoint untuk para orang tua murid di Sekolah Dasar St Mary di kawasan Pomeroy, County Tyrone, Irlandia Utara.

Brady menyebutkan, pastor Martin McVeigh, "telah menyatakan bahwa ia tidak memiliki pengetahuan tentang keberadaan gambar-gambar itu" dan siap menghadapi penyelidikan internal oleh pihak gereja.

McVeigh mengatakan, para pejabat gereja lainnya juga biasa menggunakan memory stick yang sama,  dan dia menginginkan dilakukan  investigasi agar "apa yang terjadi dapat dijelaskan secara sah".

"Saya tidak tahu bagaimana hal itu terjadi, tapi saya mengakui kejadian itu," kata McVeigh, sebagaimana dimuat laman The Guardian, Selasa (03/04/2012).

Namun pernyataan itu tidak cukup memuaskan bagi orangtua St Mary, yang menuntut penghentian sang imam paroki dari tugasnya sampai gereja menentukan siapa yang bertanggung jawab. Mereka menarik anak-anak mereka dari gereja, sebagian besar berusia sembilan, dari ibadah minggu yang sedang merencanakan melakukan pentasbihan pada anak-anak, kata pemimpin sakramen di gereja itu.

Orang tua menjelaskan kejadian pada pertemuan 26 Maret di sekolah. Saat  McVeigh sedang memasukkan memory sticknya, kemudian membuka satu folder, terlihat gambar-gambar adegan seksual para lelaki.

"Sang imam lantas gemetar dan bingung. Dia tidak memberikan penjelasan atau permintaan maaf kepada kelompok, lantas berlari ke luar ruangan," kata orang tua.

Para pejabat sekolah dan gereja kemudian menggantikan diskusi persekutuan itu, kata mereka, "namun orang tua yang melihat foto-foto itu merasa ngeri dan bingung". Mereka mengatakan, saat itu hadir  seorang anak delapan tahun.

Setelah sekitar 20 menit, kata mereka, McVeigh bergabung kembali ke pertemuan dan mengalihan perhatian dengan mengatakan, “anak-anak akan mendapatkan banyak uang pada perjamuan kudus nanti dan diharapkan disumbangkan sebagian ke gereja."

Para orangtua mengatakan bahwa mereka “marah kepada Bapa McVeigh yang telah dipercayakan memberikan pelayanan pastoral kepada anak-anak mereka".

Pejabat Gereja telah merencanakan menunjuk imam lain untuk mengawasi pentasbihan anak-anak pada bulan ini,  tapi tidak bisa mengatakan apakah McVeigh akan kembali bertugas pada saat pentasbihan pada bulan Mei nanti.*

[Hidayatullah.com/Globalmuslim.web.id]


PONTIANAK - Rabu malam (14/03/2012), Kota Pontianak mencekam. Jalan-jalan utama menuju kota Pontianak diblokir oleh ratusan TNI dan Polri. SMS bernuansa jihad untuk melawan gerombolan preman anti FPI terus masuk ke semua elemen masyarakat, menyebar hingga ke kota-kota di pedalaman Kalimantan Barat.

Tentu saja hal ini bukan tanpa sebab, berdasarkan email yang diterima redaksi voa-islam.com, kejadian ini dipicu insiden pada Rabu siang (14/03/2012) di daerah Sui Jawi, tepatnya di Jl. KH Wahid Hasyim, Kalbar  ketika seorang aktivis anti FPI memasang spanduk penolakan FPI yang mengatasnamakan organisasi pemuda dayak, spanduk tersebut dipasang di halaman asrama "PANAMA" yang merupakan asrama perkumpulan Mahasiswa Dayak.
Salah seorang anggota FPI yang kebetulan melintas dan melihat spanduk tersebut, meminta agar spanduk diturunkan, namun  pemilik spanduk justru melawan laskar FPI tersebut dengan nada menantang. Anggota FPI yang lain beserta polisi pun mulai berdatangan.
Oleh pihak kepolisian, spanduk tersebut diminta untuk diturunkan, namun pemilik spanduk tersebut tetap melawan polisi tersebut. Massa yang tak suka ulah gerombolan preman pun geram lalu merebut dan menurunkan paksa spanduk tersebut dan berusaha memasuki asrama. Namun hal tersebut dibubarkan paksa oleh polisi. Aktivis dayak  provokator itu pun diamankan oleh kepolisian.
Namun masyarakat muslim yang bersimpati kepada FPI tidak berhenti berdatangan dari berbagai penjuru kota, bahkan luar kota. Hingga Rabu sore hari (14/03/201) mereka mengepung asrama "PANAMA" yang berisikan para aktivis perkumpulan mahasiswa anti dakwah FPI. Teriakan takbir "Allahu Akbar!!!" bersahut-sahutan tanpa henti.
Penghuni asrama yang sebelumnya sudah memamerkan Mandau (sejenis parang khas Dayak) akhirnya ciut nyali. Asrama lalu dijaga ketat oleh pasukan anti huru-hara berpakaian lengkap. Para mahasiswa dayak yang ketakutan itu pun terkepung selama 3 jam hingga akhirnya dievakuasi secara oleh pihak kepolisian untuk dibawa ke rumah adat Dayak Kalimantan Barat yang merupakan "markas" pemuda-pemuda Dayak di Kota Pontianak.
Jalan-jalan menuju akses kota Pontianak pun mulai diblokir untuk mengantisipasi datangnya masyarakat menuju lokasi Asrama.
Melihat kondisi yang begitu memanas, maka pada malam tersebut diadakanlah pertemuan yang dimpimpin oleh Wakapolda Kalbar Komisaris Besar Syafarudin. Dihadiri Wakil Walikota Pontianak - Paryadi, Kapolresta Pontianak Kombes Muharrom Riyadi, Dandim Pontianak Letkol Bima Yoga dan Dewan Adat Dayak  Yakobus Kumis, serta Ketua DPD FPI Pontianak Ishak Ali Al Muntahar.
Malam itu sebenarnya diputuskan bahwa kedua belah pihak sepakat untuk saling menahan diri. Namun, menurut informasi yang didapat voa-islam.com dari pengurus FPI pusat di Jakarta, sampai Kamis siang (15/03/2012) kondisi di Pontianak Kalimantan Barat masih mencekam,  bahkan antara para preman dan pihak FPI bersama masyarakat Dayak muslim saling berhadap-hadapan dan siaga perang.
Semoga ini menjadi pelajaran bagi gerombolan preman anti dakwah, bahwa FPI sangat dicintai oleh mayoritas masyarakat Muslim di Kalimantan Barat dan umat Islam di Indonesia. [Ahmed Widad]


 
 
Serangan tentara Zionis-Israel masih terus berlanjut berbagai wilayah di Jalur Gaza. Serangan dilakukan dengan mengguna roket yang mengandung bahan kimia beracun dan mematikan.

Menurut Abdillah Onim, relawan Medical Emergency Rescue Committee" (MER-C) Indonesia di Gaza dan bahan kimia tersebut sangat dilarang oleh dunia internasional untuk digunakan sebagai senjata yang dapat mecelakan bahkan menghilangkan nyawa manusia.

Senin tanggal 12 Maret 2012, kemarin, Zionis-Israel kembali melakukan serangan dengan menggunakan pesawat jet F16 buatan Amerika maupun menggunakan kurang lebih 10 unit pesawat tanpa awak (drone). Hingga penulisan berita ini dibuat, pesawat tanpa awak tersebut selalu berkeliling diatas langit Jalur Gaza seakan memantau gerik gerik aktiftas warga dan mencari sasaran untuk di jadikan sasaran melepaskan roket.

Hari ini Israel kembali beraksi dengan melepaskan roket beracun dan mematikan tersebut kearah kota Beit Lahy Jalur Jalur Gaza bagian utara yang mengakibatkan 2 warga tewas, melepaskan roket kearah Jabalia Jalur Gaza bagian utara, berdekatan dengan pantai dan mengakibatkan 1 pemuda tewas ditempat dan 1 luka berat dan 4 lainnya luka ringan
Selain itu, Zionis- Israel juga melepaskan roket kewilayah Karara mengakibatkan 1 orang tewas. Zionis-Israel melepaskan roket ke arah Khan Yunis Jalur Gaza bagian selatan mengakibatkan 1 orang tewas. Total korban sudah mencapai 22 orang

Radio suara Israel mengabarkan, pihak pemerintah Israel dalam hal ini adalah Perdana Menteri Benyamin Netanyahu yang mengatakan “Pihaknya akan tetap  melakukan penyerangan ke wilayah Jalur Gaza semakin besar lagi.” */Abdillah Onim, langsung dari Jalur Gaza


Perdana Menteri ekstrimis Zionis Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa tentara pendudukan Israel akan melanjutkan pengeboman terhadap Jalur Gaza dengan semua kekuatan dan penuh keganasan.
Netanyahu mengatakan dalam pidatonya di depan Partai Likud, yang dilaporkan oleh surat kabar Israel The Jerusalem Post di situsnya bahwa “Ia berjanji akan menghadapi kekuatan apapun yang berusaha untuk membahayakan rakyatnya,” katanya.
Ia menambahkan bahwa “Teknologi pertahanan dan langkah-langkah pertahanan sipil yang dimiliki tentara Israel, akan memungkinkan untuk memperluas sektor operasi militer secara pasti sesuai tuntutan situasi.”
Di sisi lain, gerakan Jihad Islam di Palestina dan Komite Perlawanan Rakyat di Jalur Gaza menolak kesepakatan untuk gencatan senjata dengan Israel.
Salah seorang pimpinan gerakan Jihad Islam mengumumkan bahwa mereka tidak akan pernah masuk ke dalam kesepakatan untuk gencatan senjata atau menerimanya, sementara warga Palestina dibantainya tanpa ampun.
Pesawat-pesawat tentara pendudukan Israel telah meluncurkan serangan pada sekelompok siswa sekolah di wilayah Sudaniyah, sebelah utara Jalur Gaza, hingga menyebabkab syahidnya Tamir Azzam (15 tahun) dan melukai 6 anak lainnya.
Juga mengakibatkan syahidnya dua tentara perlawanan, dan melukai lebih dari (46) warga, yang sebagian besar dari mereka adalah kaum perempuan dan anak-anak, dalam serangkaian serangan Israel, pada Senin pagi, terhadap sejumlah target yang berbeda di Jalur Gaza.
Sumber medis Palestina menghitung sedikitnya ada enam serangan, dua di kamp pengungsi Jabaliya, sementara dua serangan lagi targetnya adalah daerah sebelah timur Gaza; juga dua serangan diluncurkan oleh pendudukan, satu serangan ke Beit Lahiya, di sebelah utara Jalur Gaza, dan satunya lagi di kota Khan Yunis di sebelah selatan Gaza.
18 wagra Palestina telah syahid dan 30 lainnya terluka dalam serangkaian serangan yang dilakukan oleh pesawat-pesawat tempur pendudukan Israel di Jalur Gaza yang dimulai sejak sore hari Jumat yang lalu, dalam operasi pembunuhan terhadap Sekretaris Jenderal Komite Perlawanan, Zuhair al-Qaisi (islamtoday.net, 12/3/2012).


Teroris kristen yang melakukan serangan bom dan pembantaian di Norwegia pada musim panas tahun lalu Rabu kemarin (7/3) secara resmi dikenakan dengan dakwaan terorisme dan pembunuhan berencana terhadap 77 orang, bersamaan dengan pejabat Norwegia akan kembali mengadilinya mulai bulan depan.
Jaksa mengatakan mereka awalnya akan mencari dakwaan berdasarkan perawatan psikiatris untuk pembunuhan namun kemungkinan akan menuntut dirinya 21 tahun penjara - hukuman nominal maksimum Norwegia - jika diagnosis awal psikosis bertentangan dalam pemeriksaan kedua.
Anders Behring Breivik, 33 tahun, telah mengaku melakukan serangan bom Juli tahun lalu yang menewaskan delapan orang di markas pemerintah di Oslo dan melakukan pembantaian yang menewaskan 69 orang di sebuah kamp pemuda musim panas Partai Buruh.
"Terdakwa telah melakukan kejahatan yang sangat serius dari dimensi kami dan kami tidak memiliki pengalaman sebelumnya soal ini di zaman modern saat ini," kata jaksa Svein Holden kepada wartawan.
Dia mengatakan pembunuhan termasuk "situasi menjengkelkan" namun tidak menjadi kejahatan terhadap kemanusiaan di bawah hukum Norwegia.
Telah terjadi spekulasi bahwa Breivik mungkin menghadapi tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan, dengan hukuman maksimal 30 tahun.
Jaksa dan polisi secara resmi menyerahkan lembar dakwaan untuk Breivik di penjara sebelumnya pada Rabu kemarin.
Sementara hukuman penjara maksimum untuk pembunuhan di Norwegia adalah 21 tahun, pengadilan diijinkan untuk memperpanjang penahanan tanpa batas waktu.(fq/reu)

PADANG- Penyidik Sat Reskrim Polres Dharmasraya akhirnya menuntaskan penyidikan kasus Alexander (31) PNS Dharmasraya penganut ateis. Rencananya, Senin (5/3) Alex diserahkan ke Kejari Pulaupunjung.


“Kasusnya sudah P-21. Kita sudah menerima surat tanda lengkapnya penyidikan. Berkasnya telah di Kejari. Senin depan baru tersangka yang diserahkan ke jaksa," tutur Kapolres Dharmasraya AKBP Chairul Aziz, Jumat (2/3).
Dalam berkas yang dikirim penyidik kepolisian ke kejaksaan, Alex dijerat Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. “Itu salah satunya. Tersangka juga dijerat Pasal 156 A KUHP karena melakukan penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia,” tutur Chairul Aziz.
Dijelaskan Chairul, Alex sempat mengaku sebagai penganut ateis saat diinterogasi penyidik. Lewat akun facebook Ateis Minang yang dikelolanya, Alex melakukan hujatan terhadap agama Islam. Namun, dia sempat mengaku taubat di dalam tahanan kepolisian.

“Kasusnya penghinaan lewat jejaring sosial. Penyidik telah punya bukti dan menyerahkannya ke kejaksaan,” jelas Chairul Aziz yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres 50 Kota ini.

Selain dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Alexander juga terancam jeratan Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pemalsuan surat dengan pidana penjara paling lama enam tahun. “Pengakuannya ateis, tapi dia sempat memanipulasi data ketika mendaftar menjadi PNS. Dalam surat pendaftaran, dia mengaku beragama Islam,” jelasnya.

Pihaknya terus melakukan pengembangan dan mencari tahu jaringan Alex. “Pengembangan tetap dilakukan. Kita berusaha mengungkap jaringannya. Tapi, sejauh ini, memang baru Alex yang dijerat,” tambahnya.

Meski sudah ada bukti Alex menodai agama Islam, namun Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang menyatakan siap mendampingi Alexander secara hukum. Direktur LBH Padang Vino Oktavia mengaku LBH tidak melihat secara keyakinan.

“Dia memiliki hak-hak hukum. Dalam pendampingan, LBH tidak melihat atau memandang keyakinan seseorang. Kalau memang masuk kategori yang wajib dibantu, akan dibantu. Meski orangnya penganut ateis, seperti Alex. Pendampingan ini juga permintaan keluarga,” ungkap Vino. [widad/jpnn]


Kandidat presiden Amerika Serika dari Partai Republik, Rick Santorum mengkritik permintaan maaf Presiden Barack Obama terkait pembakaran Al Quran di Afghanistan. Santorum bahkan menambahkan bahwa Afghanistan-lah yang seharusnya meminta maaf atas kematian empat tentara AS selama enam hari kekerasan yang terpicu oleh insiden tersebut.

“Tak ada kesalahan yang disengaja dalam hal ini,” ujar Santorum pada hari Minggu (26/2) dalam acara This Week di stasiun televisi ABC. “Pembakaran tersebut adalah kejadian yang disebut kesalahan. Sementara membunuh tentara Amerika bukanlah kesalahan. Itu adalah sesuatu yang disengaja,” katanya.

Lebih dari 30 orang telah dibunuh dalam kerusuhan sejak terjadinya pembakaran kitab suci umat Islam dan materi-materi suci lainnya yang ditumpahkan ke dalam sebuah lubang pembakaran yang digunakan untuk membakar sampah di Bagram Air Field, sebuah markas militer AS di utara Kabul.

Pemrotes yang marah atas pembakaran Quran, melemparkan granat pada hari Minggu ke markas AS di kawasan utara Afghanistan dan berbentrokan dengan polisi dan tentara yang menyebabkan tujuh tentara internasional terluka dan dua orang Afghanistan meninggal.

“Respons ini perlu mendapatkan permintaan maaf dari (Presiden Hamid) Karzai dan masyarakat Afghanistan karena menyerang dan membunuh prajurit kitan dan telah bereaksi berlebihan atas kesalahan tidak disengaja ini,” ujar Santorum di acara Meet the Press di NBC.

“Peristiwa tersebut murni kriminalitas, tidak terletak pada apa yang dilakukan tentara kami,” kata Santorum. Menurutnya, permintaan maaf Obama menimbulkan kesan bahwa ada yang harus disalahkan dan AS telah melakukan kesalahan “atas tindakan yang tidak disengaja,” kata Santorum.

Santorum mengatakan ketimbang menyatakan maaf, Obama seharusnya hanya perlu menyatakan bahwa membakar buku suci umat Islam di lubang sampah adalah salah dan akan mengambil tanggung jawab atas insiden itu.

Santorum adalah pihak terakhir dari Republik yang mengkritik Obama karena telah meminta maaf atas kejadian pembakaran materi religius umat Islam.

[muslimdaily.net/beritasatu]
Powered by Blogger.