Showing posts with label Anti Islam. Show all posts

COLOGNE, GERMANY - MAY 08:  Supporters of the right-wing pro NRW movement and political party demonstrate holding a sign outside the new Central Mosque (Zentralmoschee) in Ehrenfeld district on May 8, 2012 in Cologne, Germany. Pro NRW, a right-wing political party and movement opposed to Islam and the construction of new mosques in the German state of North Rhine-Westphalia, has been protesting outside mosques over the past two weeks and in some cases showing caricature drawings related to Islam in a provocative attempt to gain support ahead of state elections scheduled for May 13. Salafis clashed violently with police at a similar event recently in Bonn.  (Photo by Mathis Wienand/Getty Images)
Bencana melanda muslim Angola. Kini Islam dilarang di negara Afrika itu, dan bahkan masjid-masjid ditutup. Pelarangan ini pertama kali diumumkan oleh Menteri Kebudayaan Rosa Cruz e Silva.
“Proses legalisasi Islam tidak mendapat persetujuan dari kementerian keadilan dan hak asasi manusia, masjid-masjid mereka akan ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Silva.
Dilansir dari Rmol, Silva menyebutkan jika pelarangan Islam adalah karena “bertentangan dengan kebudayaan Angola”.
Presiden Angola Jose Eduardo dos Santos pun mengungkapkan hal serupa, Minggu (30/08/2015), “Ini adalah akhir dari pengaruh Islam di negara kami,” On Islam melaporkan.
Jumlah muslim di Angola hanya 80 ribu hingga 90 ribu orang dari total populasi 16 juta jiwa, dan mayoritas beragama Kristen. [rmol/islamedia/www.globalmuslim.web.id]

10:11 AM

Distrik Maharashtra Barat, yang meliputi ibukota ekonomi Mumbai, memberlakukan undang-undang yang sangat keras melarang daging sapi. Undang-undang ini membuat siapa saja yang memiliki atau menjual daging sapi, dipenjara selama 5 tahun. Larangan komprehensif tentang daging sapi ini didukung oleh Partai Hindu Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa. Hal ini merupakan salah satu upaya paling keras untuk melarang makan daging sapi di India, mengingat mayoritas pemeluk Hindu mensucikan sapi.
Di sejumlah distrik India memang ada undang-undang yang melarang atau mengatur penyembelihan sapi. Akan tetapi, tidak semua wilayah yang melarang penyembelihan sapi atau melarang penjualannya, sehingga diperbolehkan mengkonsumsi daging sapi jika dibeli dari daerah lain.
menyembah sapiOleh karena itu, undang-undang baru ini tidak hanya melarang penyembelihan sapi dan menjualnya, tapi juga melarang untuk memilikinya. Mulai sekarang yang melanggarnya dianggap telah melakukan kejahatan yang harus dihukum dengan tegas, yaitu 5 tahun kurungan penjara.
Distrik Maharashtra telah menyiapkan rancangan undang-undang ini dua dekade lampau, tapi baru mendapat persetujuan dari Presiden India Pranab Mukherjee hari Senin. Dengan ini, kelompok Hindu Nasionalis dan para pendukung larangan tersebut, termasuk Perdana Menteri Wilayah, sangat bersuka cita. Ia mengatakan dalam sebuah status di Twitternya, “Sungguh mimpi kami terkait larangan ini benar-benar telah menjadi kenyataan”. Akan tetapi, para kritikus mengatakan bahwa larangan ini akan menyulitkan minoritas Muslim, Kristen, dan kelompok-kelompok lain di India yang tidak melarang makan daging sapi—termasuk beberapa kelompok Hindu—untuk mendapatkan sumber protein penting dan relatif murah. (Sumber: Financial Times)
Sungguh, ini adalah minggu yang aneh bagi kaum Muslim, di satu sisi beberapa pemimpin kaum Muslim menyambut baik koalisi Partai Hindu Bharatiya Janata (BJP) dengan Partai Islam Kashmir, sementara di sisi lain, kaum Muslim keberatan atas putusan Partai Hindu Bharatiya Janata terkait undang-undang larangan mengkonsumsi makanan yang dihalalkan Tuhan mereka! Dengan demikian, sudah saatnya bagi kaum Muslim India untuk menyingkirkan para pemimpin yang tidak mampu lagi untuk melindungi kepentingan mereka. (Kantor berita HT, 9/3/2015).

[www.globalmuslim.web.id]

7:31 AM
''Tuhan Membusuk'', Kegagalan Pendidikan di UIN Surabaya?

Meski berdalih yang membusuk itu maksudnya bukan Tuhan, namun kecaman bagi pengusung spanduk ‘Tuhan Membusuk’ terus berdatangan termasuk dari Jubir HTI Muhammad Ismail Yusanto.
“Menurut saya tidak bisa dimaknai lain, selain maksud mereka adalah ya Tuhan itu yang membusuk. Karena itu, ini sangat jelas menunjukkan kegagalan pendidikan yang terjadi di sana,” ungkapnya kepada mediaumat.com sesaat sebelum mengisi talkshow, Rabu (3/9) di Gedung Juang 45, Cikini, Jakarta Pusat.


Spanduk ''Tuhan Membusuk'', Kegagalan Pendidikan di UIN Surabaya?
Menurutnya, yang dilakukan panitia ospek Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Surabaya merupakan kegenitan yang sudah kebablasan. Perlu dipertanyakan secara mendasar apa hasil pendidikan di kampus itu kalau melahirkan orang-orang yang seperti ini. Jadi ini tidak mencerminkan apa pun. “Intelektual tidak, kreativitas tidak, yang ada justru kekurangajaran!” tegasnya.

Bila mereka bermaksud berupaya melakukan deradikalisasi dengan menulis Tuhan Membusuk; Rekonstruksi Fundamentalisme menuju Islam Kosmompilitan, menurut Ismail, justru itu menunjukkan radikalisme dengan gaya lain.
[www.globalmuslim.web.id]

10:02 AM
Mahasiswa Muslim Uighur di perguruan tinggi Kashgar menghadapi ancaman diusir jika mereka terlihat berpuasa Ramadhan karena pejabat di Xinjiang telah mengeluarkan pelarangan bagi Muslim untuk menjalankan ibadah puasa.

“Administrasi kampus kami secara tegas melarang puasa Ramadhan dan praktik ibadah lainnya oleh mahasiswa Uighur,” kata seorang mahasiswa Uighur kepada Radio Free Asia (RFA), dengan syarat anonim, karena takut mendapatkan hukuman karena berbicara dengan media asing.

“Mereka yang menolak untuk makan siang akan diingatkan bahwa mereka akan diusir dari perguruan tinggi atau mereka akan kehilangan ijazah mereka,” katanya.

Setiap tahun, pemerintah Cina telah berulang kali memberlakukan pembatasan terhadap Muslim Uighur di wilayah barat laut Xinjiang setiap Ramadan.

Pihak kampus memerintahkan kepada semua restoran dekat kampus untuk tidak membuka restoran mereka untuk menghalangi mahasiswa Muslim berbuka puasa saat matahari terbenam.

Pihak administrasi perguruan tinggi juga telah mendistribusikan hidangan makan siang dan botol air gratis.

“Mereka yang menolak makan siang akan dimasukkan ke dalam daftar hitam dan nama mereka akan disampaikan ke pimpinan Partai Komunis China di berbagai fakultas,” kata mahasiswa tersebut.

Meskipun ada ancaman pengusiran, beberapa mahasiswa Muslim mengambil resiko dengan tetap menjalankan ibadah puasa.

“Meskipun ada aturan ketat dan aktivitas mereka dipantau secara ketat, beberapa mahasiswa Uighur secara diam-diam tetap berpuasa” kata salah satu mahasiswa Uighur.

“Mereka meninggalkan kelas lebih awal dan membawa pulang makanan dari perguruan tinggi untuk berbuka puasa di asrama mereka.”

Beberapa ada yang tertangkap saat staf administrasi perguruan tinggi memeriksa tas-tas mahasiswa di pintu keluar, katanya.

“Jika otoritas perguruan tinggi menemukan masih ada makanan di tas mereka, para mahasiswa itu dipaksa untuk mengkonsumsi makanan itu di tempat,” katanya.

Mahasiswa yang bangun untuk makan sahur dan membaca doa di asrama mereka juga akan dihukum.

“Jika ada mahasiswa yang menyalakan lampu untuk makan sahur, para penjaga perguruan tinggi akan segera memblacklist mereka,” kata mahasiswa.

“Perguruan tinggi telah menyiapkan kamera pengintai di asrama dan di koridor perguruan tinggi untuk memantau kegiatan mahasiswa,” katanya.

“Mereka mengendalikan semua kegiatan kami dan kehidupan pribadi kami,” katanya.

“Perguruan tinggi kami bukan lembaga akademis tetapi sebuah kamp politik. Jika seorang mahasiswa berharap untuk tinggal di kamp ini, ia harus mematuhi aturan dan hanya tinggal diam,” tegasnya. [arrahmah/www.globalmuslim.web.id]

7:06 AM
Islamopobhia, Cina Vonis Mati 3 Warga Muslim Uighur
Media resmi Cina mengumumkan vonis hukuman mati kepada 13 terdakwa asal provinsi barat Xinjiang, termasuk 3 orang Muslim Uighur Cina atas tuduhan terorisme. Ke 13 terdakwa dinyatakan bersalah setelah terlibat dalam 7 kasus serangan bersenjata yang menewaskan 24 orang tahun lalu.



Pemerintah komunis menuding kelompok Muslim Uighur Cina bertanggung jawab atas sejumlah serangan berdarah di berbagai kota di Cina, termasuk ibukota Beijing tahun 2013 lalu.

Menurut kantor berita resmi China, Xinhua, mereka dihukum karena penyerangan kantor polisi, sebuah hotel dan gedung pemerintah di kota provinsi Xinjiang dalam pada 26 Juni 2013. Sedikitnya 24 orang tewas dan 23 orang lainnya terluka dalam insiden berdarah tersebut.

Majelis hakim memvonis hukuman mati setelah para terdakwa terbukti bergabung dengan kelompok-kelompok teroris, melakukan pembunuhan, pembakaran, pencurian, memproduksi dan menyimpan bahan peledak. (Bbcarabic/Ram)[eramuslim][www.globalmuslim.web.id]

3:48 PM


Peristiwa Sleman dan Kegagalan Demokrasi Menjaga Kemajemukan
Rumah Pendeta Nico Lomboan di Segel Pemda Sleman
Oleh: Ali Mustofa, Kantor Penerangan HTI Soloraya

Tudingan sikap intoleransi kembali ditujukan kepada umat Islam. Kali ini dipicu saat sekelompok orang menyerang rumah pendeta Nico Lomboan, di dusun Pangukaan RT 03/10, Trida, Sleman. Banyak kalangan kemudian ramai-ramai hanya menyalahkan sepihak yang melakukan penyerangan. Namun tak peduli dengan apa sebenarnya penyebab pengrusakan itu terjadi. Padahal tentu tak ada asap tak ada api.

Perlu ditelisik, kejadian itu disulut dengan sikap “ngeyel” pendeta Nico yang tetap menggunakan kediamannya untuk acara ibadah bersama. Tentunya juga dengan disertai syiar agama mereka dalam usaha kristenisasi.

Nico terbukti melanggar hukum dikarenakan rumah itu sebelumnya telah di segel. Menurut informasi dari Pemkab setempat, rumah itu digunakan sebagai tempat ibadah sejak tahun 1990 lalu disulap menjadi gereja pada tahun 2010. Karena terjadi pelanggaran IMB, akhirnya tempat itu di segel oleh warga dan disaksikan pemerintahan Sleman pada tahun 2011.

Klimaksnya terjadi kemarin 29 Mei, Warga kesal lalu melakukan pengrusakan tempat itu. Benar, tindakan pengrusakan itu patut disayangkan. Tapi menyalahkan hanya satu pihak tanpa mempermasalahkan apa dan siapa penyebab kejadian tersebut. Tidak adil dan diskriminatif itu namanya. Harapannya, pihak berwenang segera mengusut tuntas kejadian dan menegakkan hukum yang seadil-adilnya.

Diskriminasi dalam tuduhan Intoleran

Tudingan sikap intoleransi memang acap dilayangkan kepada umat Islam. Seperti halnya peristiwa Sleman, beberapa pihak kemudian pada mengecam pihak tertuduh (pelaku umat Islam). Mulai dari Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) hingga Istana Negara juga bersuara. “Menanggapi penyerangan umat Katolik di Sleman, saya tidak bosan ingatkan agar semua elemen masyarakat saling hormati kebebasan beragama. *SBY*,”Demikian tulis Presiden di akun twitternya.

Namun kenapa teramat sedikit yang bersuara ketika tindakan intoleransi dilakukan umat agama lain. Di Bali misalnya, kebebasan beragama justru di coreng dengan adanya larangan jilbab bagi siswi di sekolahan setempat. Kasus lain, adanya peniadaan ajaran Islam bagi siswa muslim di sekolah-sekolah Kristen misalnya dan dipaksa mengikuti ajaran agama bersangkutan yang bukan menjadi keyakinan siswa-siswi tersebut.

Dan lebih universal lagi, kemana suara LSM-LSM yang sering menuduh umat Islam intoleran ketika terjadi penganiayaan dan pembunuhan terhadap kaum muslim di Palestina, Rohingnya, Afrika Tengah dan tempat-tempat lain?. Dan kemana suara mereka ketika di negara-negara Eropa terjadi larangan jilbab, ibadah sholat di mata-matai di Masjid, dan pelemparan batu serta coret-coret dinding Masjid dengan kata-kata kotor seperti “Babi”, dsb. Suara mereka nyaris tak terdengar seperti radio rusak.

Demokrasi gagal menjaga kemajemukan

Ini merupakan bukti kesekian kali bahwa sejatinya sistem sekulerisme-demokrasi yang telah diterapkan di negri ini tak mampu untuk menjaga kemajemukan. Sudah berapa banyak terjadi gesekan antar kelompok, baik itu kelompok ras, agama maupun suku. Lebih-lebih ditahun-tahun politik begini, banyak pihak bermain yang justru terkadang berusaha memanfaatkan suasana guna memuluskan kepentingan mereka.

Ini bukan tentang Scapegoat Theory, tapi fakta yang berbicara begitu. Menurut A. Harsono, peneliti Human Rights Watch, gesekan agama terus terjadi dan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010 sebanyak 216 kasus, tahun 2011 sebanyak 242 kasus, tahun 2012 sebanyak 264 kasus. (hrw.org, 14/05). Gesekan politik dan sosial adalah lebih banyak lagi.

Banyak faktor yang menyebabkan konflik komunal ini terus terjadi. Diantaranya karena lemahnya penegakkan hukum, lemahnya kepemimpinan, dan lemahnya sistem kenegaraan yang diterapkan itu sendiri. Ambil contoh misalnya, kejadian Sleman ini sejatinya bisa dihindari. Semestinya Pendeta Nico yang telah melanggar hukum IMB harus dikenai sanksi yang tegas karena berulang kali nekat melanggar aturan soal tempat ibadah. Tak sekedar disegel rumahnya, sementara orangnya tetap bebas berseliweran menjalankan misi kristenisasinya.

Hanya Islam yang bisa menjaga kemajemukan

Maka jangan salah dalam mengambil solusi. Sekedar dialog antar agama, jalan rukun bersama antar agama yang diselenggarakan oleh Pemda, kampanye toleransi antar umat beragama. Semua itu terbukti tak mampu mengobati. Apalagi sebatas mengambil slogan dongeng “dewa”untuk memotivasi persatuan, seperti halnya kalimat ini, :

Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhineki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhineka tunggal ika tan hana dharma mangrwati

Maksudnya, seperti yang ditulis Charles K, konon Budha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda. Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali? Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Terpecah belahlah itu (walaupun berbeda-beda), tetapi satu jua. Tidak ada kerancuan dalam kebenaran. (Charles K, Kala Agama Menjadi Bencana, PT. Mizan Pustaka, 2003, Bandung).

Demikianlah salah satu potret buram demokrasi dalam mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Ironisnya masih ada yang memuji dan memuja. Herannya lagi ada yang menuduh penegakkan sistem Islam dalam bingkai khilafah adalah ancaman bagi kemajemukan. Itu jelas tuduhan yang keliru.

Secara lebih rinci, Syaikh Taqiyyudin An-Nabhaniy dalam kitab Daulah Islam, telah menjabarkan seperti apa pengaturan secara teknis dalam negara khilafah Islam berikut ini:

Pertama: Seluruh hukum Islam diterapkan kepada penduduk muslim. Kedua: Penduduk non muslim dibolehkan tetap memeluk agama mereka dan beribadah berdasarkan keyakinannya. Ke-tiga: Memberlakukan non muslim dalam urusan makan dan pakaian sesuai agama mereka dalam koridor peraturan umum. Ke-empat: Urusan pernikahan dan perceraian antar non muslim diperlakukan menurut aturan agama mereka.

Ke-lima: Dalam bidang publik seperti mu’amalah, uqubat (sanksi), sistem pemerintahan, perekonomian, dan sebagainya, negara menerapkan syariat Islam kepada seluruh warga negara baik muslim maupun non muslim. Ke-enam: setiap warga Negara yang memiliki kewarganegaraan Islam adalah rakyat Negara, sehingga Negara wajib memelihara mereka seluruhnya secara sama, tanpa membedakan muslim maupun non muslim.

Karena itu, sistem Islam-lah formula terbaik untuk mengatur keberagaman bangsa. Yang telah terbukti selama berabad-abad mampu memberikan kegemilangan dalam mengatur kemajemukan. Seperti pada massa Rasulullah Saw, umat Islam dapat hidup rukun berdampingan dengan umat nasrani maupun Yahudi. Mereka hidup bersama dalam naungan negara yang berdasar sistem Islam.

Keberhasilan sistem Islam dalam mengatur kemajemukan ini juga diakui oleh para pemikir-pemikir barat. Bisa dilihat seperti Will Durrent dalam The story of Civilization, atau T.W. Arnold dalam The Preaching of Islam. Perlu bukti apalagi. Islam adalah rahmat untuk seluruh alam. Wallahu A’lam. [www.al-khilafah.org]
[www.globalmuslim.web.id]

10:39 AM
Ketika berbicara kepada Rohingya Vision, saksi mata Jamila Begum mengklaim bahwa sepupunya Hasina, yang sedang hamil dua bulan, dibunuh oleh para perawat rumah sakit atas perintah dokter.
Diberitakan bahwa para perawat di Myanmar telah membunuh seorang wanita hamil Rohingya setelah memeriksakan diri
ke rumah sakit karena infeksi urinoir tetapi tidak pernah diperiksa sebelumnya.
Hasina Begum, 28 tahun, pengungsi Rohingya yang telah mengungsi setelah desanya diratakan dengan tanah oleh ekstrimis Budha,
tiba di rumah sakit Arakan di Sittwe tanggal 5 April.
Namun, pada malam 8 April, dia dinyatakan meninggal di rumah sakit itu. Ketika berbicara kepada Rohingya Vision, saksi mata
Jamila Begum mengklaim bahwa sepupunya Hasina, yang sedang hamil dua bulan, dibunuh oleh para perawat atas perintah dokter.
Saksi mata itu mengatakan bahwa dua perawat Rakhine muncul untuk memberinya suntikan meskipun dia sudah pulih dan tidak membutuhkannya.
Ketika saksi menolak mengizinkan perawat untuk memberinya injeksi, saksi lalu dipukuli. Kedua perawat kemudian melanjutkan untuk memberikan Begum injeksi, meminta sambil mengancam ‘apakah anda mengaku sebagai orang Rohingya? ‘
Tiga menit kemudian, Begum sudah mati. Mayatnya dikeluarkan pada hari berikutnya. Dia meninggalkan seorang anak berusia 6 tahun dan ayahnya yang cacat fisik di kamp-kamp pengungsi Depaing (Refot Baariza). (World Bulletin, 14/4/2014)
[www.globalmuslim.web.id]

 Surat kabar elektronik Afrika melaporkan bahwa sejumlah pemukiman yang dihuni oleh umat Islam di ibukota, Bangui, Afrika Tengah menjadi sepi, menakutkan dan benar-benar kosong dari penduduknya. Milisi teroris Kristen memaksa mereka untuk meninggalkan rumah. Kemudian mereka menjarah semua isi rumah dan merusaknya, sehingga tidak lagi layak untuk dihuninya.

milisi-teroris-kristen-afrika-tengah-bantai-umat-islam_430_250.jpg (430×250)
Menurut sebuah situs Afrika “All Africa” bahwa sebagian besar penduduk kota adalah kaum Muslim. Mereka terpaksa melarikan diri karena serangan membabi buta yang dilakukan oleh milisi teroris Kristen “Albalaka”.
Situs mengatakan bahwa warga lainnya yang mengungsi harus menerjang pos-pos pemeriksaan untuk mencari perlindungan di ibukota. Semua menceritakan kisah-kisah serupa bahwa untuk mencapai kota mereka menghadapi tantangan berat.
Situs mengatakan bahwa jika tidak dilakukan tindakan apapun untuk mengendalikan milisi teroris Kristen “Albalaka”, maka ada bahaya nyata bagi kaum Muslim. Sebab, keberadaan mereka sebagai Muslim minoritas di kota itu akan berakhir, karena banyak dari anggota keluarga mereka yang terpaksa lari ke luar negeri .
Dikatakan bahwa pada hari Rabu kemarin sedikitnya sepuluh orang terbunuh akibat dari kekerasan baru di ibukota Afrika Tengah, Bangui, bertepatan dengan persiapan pengambilan sumpah pemimpin transisi, Simba Penza, dan penunjukan perdana menteri pada hari Kamis.
Aljazeera melaporkan bahwa ada sejumlah korban meninggal dalam bentrokan antara pejuang Silika dan milisi Kristen “Albalaka” di dekat kamp Kasai di Bangui.
Beberapa saksi mata mengatakan bahwa mereka melihat enam mayat anggota Silika di depan penjara pusat, dan empat warga sipil di sudut-sudut penjara. Sumber diplomatik menjelaskan bahwa “empat dari anggota Silika berada di penjara, mereka dibunuh oleh milisi Kristen .”
Demikianlah saat umat tak lagi hidup di bawah naungan Khilafah, derita kaum Muslim di Afrika Tengah terus menimpa. Pembantaian yang menimpa kaum Muslim di negeri Afrika adalah tindakan teroris sejati yang dilakukan kaum salibis. Adakah Amerika Serikat dan para pekerjanya di dunia Muslim memerangi teroris tersebut? Tidak, mereka diam seribu bahasa, kecuali meneruskan agenda pembunuhan sistematis di luar pengadilan terhadap siapa pun umat Islam yang ingin melakukan pembelaan diri.
Sudah saatnya, umat ini membuka mata untuk kembali kepada Islam, agama yang penuh kasih sayang dan cinta damai, sebagai rahmat bagi semesta alam. Hanya di bawah Islam sajalah, yakni di bawah naungan Khilafah, jiwa dan kehormat umat ini akan terjaga. Khilafah akan menyatukan umat Islam di seluruh dunia serta akan menyejahterakan dunia, Muslim maupun non Muslim. Insya Allah, semakin dekat! [m/islammemo.cc/htipress/syabab/www.globalmuslim.web.id]

 MYANMAR – Pengungsi Rohingya di kamp pengungsian di Akyab mengalami penganiayaan oleh sekelompok Budha pada pukul 15:00 GMT Selasa 30 Desember 2013, setelah ia pulang kerja dari hutan karet yang berdekatan dengan kota Akyab.
Ayyub, yang berprofesi sebagai penebang pohon di hutan karet, menuturkan bahwa saat kepulangannya dari hutan bersama dua saudaranya, di tengah jalan mereka dicegat oleh orang-orang Budha dan meminta mereka untuk menuju pemakaman Budha. Orang-orang Budha itu kemudian memukulinya hingga babak belur dan merampas alat-alat untuk bekerja.
Rabu (31/12/13) pukul 09:00 GMT polisi datang untuk menangkap sang korban atas tuduhan merusak dan mengklaim bukti-bukti yang menunjukkan indkasi pengrusakan yaitu alat kerjanya berupa palu dan geraji. Sungguh malang muslim Rohingya itu, sudah babak belur malah ditangkap polisi dengan bukti rampasan orang-orang Budha.[usamah/rohingya/www.globalmuslim.web.id]

PARIS, , - Prancis memutuskan pada hari Senin untuk mempertahankan larangan jilbab kepada relawan pengawas sekolah meskipun ada peringatan bahwa hal itu melangkahi hukum yang mengharuskan netralitas agama dalam pelayanan publik.

Dewan Negara, yang menyarankan pemerintah pada masalah administrasi yang disengketakan, mengatakan dalam sebuah analisis setebal 32 halaman dimana netralitas ini tidak berlaku bagi ibu yang membantu menjaga anak-anak sekolah  pada acara seperti kunjungan ke museum.

Menteri Pendidikan Vincent Peillon mengumumkan larangan itu akan terus berlanjut karena pendapat Dewan juga mengatakan bahwa sekolah dapat memberlakukan aturan internal terhadap pakaian berdasarkan agama.

"Memo (menetapkan larangan) tetap berlaku," katanya dalam sebuah pernyataan setelah analisis Dewan dirilis.

Prancis memberlakukan larangan tahun lalu sebagai salah satu dari beberapa langkah dalam beberapa tahun terakhir untuk memperketat kebijakan sekularisme. Aturan itu melarang jilbab untuk murid di sekolah negeri sejak 10 tahun yang lalu dan melarang cadar di depan umum sejak tahun 2011.[md/www.globalmuslim.web.id]

BURMA – Sabtu (21/12/13) Kantor Berita Rohingya melaporkan, Muslim Rohingya di Burma tidak hanya dilarang berobat dan bekerja, tapi juga hak mendapatkan pendidikan mereka pun diabaikan, di mana sekolah-sekolah dan universitas Budha mengusir pada pelajar Rohingya dan mencegah mereka dari studi.
Oleh karena itu, Msulimin Rohingya mendirikan sekolah sangat sederhana di kamp-kamp mereka yang khusus mengajarkan agama. Movdatna Janan Musa, jurnalis wanita, mengunjungi salah satu sekolah di barat Burma.
“Ini adalah satu-satunya sekolah di kamp T Sean milik Muslimin Rohingya di Burma. Sekolah ini terdiri dari satu ruangan. Bangga juga dengan kemampuan mereka membaca Al-Qur’an. Salah seorang putri membaca Al-Qur’an dengan nada tinggi” tutur Jana.
Kesederhanaan itu tidak mengurangi semangat anak-anak Rohingya. Mereka membutuhkan kursi karena mereka duduk di atas tanah beralaskan ala kadarnya.[usamah/rohingya/voai/www.globalmuslim.web.id]


KUALA LUMPUR,  -  Sebuah harian berbahasa Melayu telah mengklaim bahwa sebuah kelompok non-Muslim Malaysia telah mendistribusikan komik gratis yang secara bebas menyalahgunakan penggunaan lafal 'Allah' dan 'Islam'.

"Tanpa merasa bersalah apapun, kelompok itu membuat Melayu dan Islam sebagai target," demikian laporan harian Utusan Malaysia yang dikutip oleh The Malay Mail pada Rabu 18 Desember, demikian sebagaimana dilansir onislam.net.

Dalam laporan yang diterbitkan hari Rabu, harian Utusan Malaysia mengklaim bahwa gerakan non-Muslim, tidak teridentifikasi, telah mendistribusikan bahan bacaan yang berisi interpretasi dari kitab suci yang bertuliskan lafal "Allah".

Buku-buku, dilaporkan telah menggunakan kata "Allah" secara luas, juga menyebut Nabi Isa, menurut keyakinan gerakan mereka sendiri.

Gerakan ini juga diduga memberikan buku-buku komik yang menggambarkan kehidupan Nabi Isa, Utusan Malaysia mengatakan. Menambahkan bahwa secara tidak langsung bertentangan dengan cerita diberitakan oleh Alquran.

Meskipun buku-buku komik tidak menyebutkan nama penerbit di sampul depan, buku-buku itu meuliskan catatan pada Pasal 11 Konstitusi Federal yang mengatur kebebasan beragama.

Utusan Malaysia mengatakan adanya kekhawatiran dari komunitas Muslim setempat bahwa kata 'Allah' akan disalahgunakan. Kekhawatiran itu karena Islam akan terancam oleh penggunaan lafal 'Tuhan' yang diganti dengan lafal 'Allah' oleh non-Muslim.

Utusan Malaysia hanya mengatakan bahwa mereka yakin kelompok penerbit itu dipimpin oleh seorang pria yang diduga adalah warga negara AS yang berbicara bahasa Melayu dengan lancar, serta beberapa orang dari Sabah.

Kebebasan beragama dijamin di Malaysia berdasarkan Pasal 11 Konstitusi Federal yang memberikan hak warga Malaysia untuk menganut dan menjalankan keyakinan mereka.

Namun, seruan keagamaan kepada umat Islam dapat dibatasi atau dikendalikan oleh hukum negara dan hukum federal untuk wilayah federal.

Penggunaan lafal "Allah" dalam publikasi Nasrani dalam bahasa Melayu telah menjadi isu kontroversial di Malaysia. Hingga saat ini lafal 'Allah' khusus digunakan oleh umat Islam saja. Kelompok non-Islam tidak diperbolehkan menggunakan lafal 'Allah' untuk menyebut kata Tuhan.
Isu ini mulai merebak saat 2008 ketika Departemen Dalam Negeri mengancam akan mencabut izin koran Katolik Herald atas penggunaan lafal 'Allah' oleh kaum nasrani. Hal ini mendorong pihak Gereja untuk menuntut pemerintah karena dianggap melanggar hak-hak konstitusionalnya.

Pada tahun 2009, Putusan Pengadilan Tinggi yang menguatkan hak konstitusional Gereja Katolik untuk menggunakan kata "Allah" telah mengejutkan umat Islam. Hal ini karena lafal 'Allah' dianggap sebagai kata yang hanya merujuk pada Tuhan dalam Islam. Namun pihak gereja Katolik di Malaysia berdalih mereka juga telah menggunakan lafal 'Allah' sudah sejak lama. Selama ini secara formal, penggunaan lafal 'Allah' sebagai penggati kata 'Tuhan' memang dikhususkan bagi umat Islam di Malaysia.

Etnis Melayu merupakan 60 persen dari total 28 juta penduduk Malaysia, sedangkan etnis keturunan Cina lebih dari 25 persen, dan selanjutnya keturunan India. Warga Kristen mencapai 9 persen dari total populasi Malaysia.[MD/www.globalmuslim.web.id]

JAKARTA  - Takut kebejatannya terungkap, pengunggah video animasi yang melecehkan Nabi Muhammad nampak sudah ketakutan bersembunyi. Situs beralamat di http://www.prophetmuhammadillustrated.com ini sudah sempat online dan terakhir di simpan cache 8 Desember 2013 lalu.
Alamat situs yang mengupload video animasi 'Sex Islamiah - Menurut Nabi Muhammad' terendus pada profil akun Youtube-nya dan telah daftar akun sejak 26 April 2010.


Pemilik akun ini awalnya menggunakan nama akun Youtube MAGICWAND1 dan kemudian mengubahnya menjadi Prophet Muhammad Illustrated. 
Ternyata sejak 3 bulan akunnya telah menjadi bulan-bulanan penguna Youtube lain karena dinilai sangat membeci Islam.
 
Lalu Apa isi websitenya?
Sebelum di tutup dan terekam cachenya pada 8 Desember lalu ini berisi menu biografi Nabi Muhammad SAW dalam bahasa inggris dan juga referensi sex dalam Islam juga terdapat 10 judul comic strips.

Dalam website yang sudah di tutup ini ada juga sinopsis komik khusus orang dewasa berukuran 8.5″x10″, berwarna, 86 halaman, ebook (pdf), 63 mb dan tertulis 'Buku komik khusus untuk orang dewasa, jangan download jika belum berumur 18 tahun dan BUKAN UNTUK ANAK-ANAK'
Berikut Sinopsis karangan Abdullah ibn Sa'd ibn Abi Sarh yang kami peroleh pada website tersebut:

q=cache:http://www.prophetmuhammadillustrated.com/sex-islamiah&strip=1

--------------------
Lalu siapa Abdullah ibn Sa'd ibn Abi Sarh?Tak banyak yang bisa di peroleh, kami menelusuri dari Youtube dan forum Faith Freedom pada thread 6 November 2011 yang lalu. Berikut sumbernya:
http://forum.faithfreedompedia.com/komik-siapakah-abdullah-ibn-abi-sarh-t46638.html
Kami pun menemukan video tentang Abdullah ibn Sa'd ibn Abi Sarh dari halaman Youtube.
http://www.youtube.com/watch?v=P-3iSi2V3UE
Wikipedia melansir informasi sedikiti tentang Abdullah bin Sa'd bin Abi Sarh bin Al-Harits bin Habib bin Judzaimah bin Malik bin Hasl bin 'Amir bin Luai Al-Qurasyi Al-'Amiri (bahasa Arab: عبدالله بن سعد بن أبي السرح) merupakan saudara angkat Utsman.
Ayahnya adalah Saad ibn Abi Sarh. Ia bahkan menjadi komandan angkatan laut Islam pada zaman khalifah Utsman bin Affan dan Mu'awiyah bin Abi Sufyan dan berperan besar dalam jihad di benua Afrika dan Laut Mediterania. [hudzaifah/voa-islam/www.globalmuslim.web.id]

Athena - Sekitar 700-an massa yang tergabung dalam kelompok Golden Dawn memprotes kebijakan pemerintah Yunani terkait pembangunan masjid di Athena. Masjid tersebut merupakan masjid pertama yang resmi dikelola negara.

Dilansir AFP, para demonstran meneriakan penolakan rencana yang diambil pemerintah. Mereka berkumpul di kawasan Eleonas di Yunani Tengah di mana masjid tersebut akan berdiri. "Yunani milik Yunano, tidak ada masjid di Athena," teriak para demonstran.

Seperti diketahui, Golden Dawn merupakan gerakan politik yang digambarkan sebagai kelompok fasis dan mengadopsi pemikiran neo-Nazi. Di tengah para demonstran tersebut tampak seorang anggota dewan Eleni Zaroulia bersama tiga deputi partai. Eleni merupakan istri dari pemimpin gerakan Golden Dawan Nikos Michaloliakos.

Michaloliakos sendiri saat ini tengah menjalani penahanan pra-sidang. Dia dituduh menjalankan organisasi kriminal menyusul terbunuhnya seorang musisi Yunani oleh seorang pendukung organisasi yang dipimpin Michaloliakos, September lalu.

Adapun pembangunan masjid merupakan hasil konsorsium Yunani November 2013 lalu. Langkah ini merupakan realisasi dari rencana yang sempat tertunda 13 tahun lalu, karena kegagalan pemerintah dalam mengupayakan kelompok usaha dalam mendukung pembangunan masjid di negeri para dewa tersebut.

Athena merupakan salah satu ibu kota di Eropa yang tidak memiliki masjid yang dikelola secara resmi oleh negara. Belakangan, tempat-tempat ibadah kaum muslim mulai bermunculan menyusul gelombang imigran asal Pakistan yang terus berdatangan ke Athena.

Satu-satunya masjid di Yunani yang resmi dikelola pemerintah hanya terdapat di wilayah timur laut dari Thrace. Di sana hidup kelompok minoritas muslim dari Turki.[det/www.globalmuslim.web.id]

Sekelompok kaum homoseksual asal Kanada telah mengumumkan rencana mereka untuk membuka sebuah masjid di kota Halifax di Kanada timur provinsi Nova Scotia , di mana gay , transgender dan Imam perempuan dapat beribadah secara terbuka .
adnan gay” Bukan mereka tidak bisa diterima dibanyak Masjid  , tetapi mereka tidak dapat menegaskan  identitas (Gay/Transgender)  mereka , ” ujar Syed Adnan Hussein , salah satu anggota dari kelompok tersebut  yang ingin membuka masjid tersebut , mengatakan kepada CBC pada hari Rabu, 11 Desember.
” Anda bisa menjadi asing bila anda menegaskan identitas Anda ketika Anda berada di ruang keagamaan seperti masjid .
” Jadi Anda tidak akan bisa , misalnya , menjadi transgender . dan memutuskan bahwa Anda ingin berdoa di ruangan  perempuan jika Anda tampak lebih seperti laki-laki. “
Menurut Hussein , masjid persatuan  ini bertujuan untuk gay dan transgender  dan memberi kesempatan para jamaatnya untuk menjadi  dirinya sendiri  .
Masjid Halifax juga akan memungkinkan Imam Sholat berjamaah seorang perempuan , walaupun jamaahnya laki-laki.
Meskipun tidak ada angka yang akurat dari jumlah gay atau transgender  di Kanada – Nova Scotia , Hussien menegaskan pentingnya tempat ibadah untuk mereka.
Hubungan pernikahan dan seksual  sesama jenis sangat dilarang dalam Islam .
Islam mengajarkan bahwa orang beriman  haruslah tidak melakukan perbuatan cabul.
Cendekiawan Muslim di Halifax Kanada  mengecam gagasan masjid gay tersebut, dengan menyatakan hal itu  bertentangan dengan ajaran Islam .
” Apa yang dikatakan Al Qur’an sangat  jelas , bahwa homoseksualitas tidak ditolerin, ” kata Jamal Badawi , seorang profesor  di Universitas Saint Mary di Halifax . (OI.net/KH/www.globalmuslim.web.id)

JAKARTA  - Biadab betul ulah musuh-musuh Islam dalam menyebarkan kebencian kepada Nabi Muhammad SAW, hal ini dengan ditemukannya video berjudul 'Komik Sex Islamiah Menurut Nabi Muhammad' di Youtube

Ayo umat Islam segera bersama-sama membrendel dan membongkar habis kesalahan dari film SARA dan melecehkan Nabi Muhammad ini.
Film animasi ini dusta dan terlalu banyak penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai dengan kenyataan Nabi Muhammad.
Serang dan Laporkan ke YOUTUBE segera! Ayo Para hacker muslim bantu agar segera di blokir Youtube.
Video berdurasi 3:53 menit ini di unggah oleh akun bernama samaran 'Prophet Muhammad Illustrated' dengan telah mengunggah 13 video.
Ayo bungkam! sudah 1,575 orang melihat semenjak diupload.
Video-video lain tak kalah dustanya, 100% olahan pihak tak berilmu dan terlalu kental kebodohannya sehingga tak layak disebut karya, tak lebih sampah dari kalangan islamophobia!!
Ayo bungkam dan laporkan penyesatan sekaligus penistaan agama ini!!
CARA BLOKIR AKUN YOUTUBE:
1) Klik Report
2) Pilih Issue:
3) Kirim (Submit):
#CyberBLockade Selesai
[bambangsuwito/umar/voa-islam/www.globalmuslim.web.id]

SURAKARTA - Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta, Ustadz DR. Mu’inuddinillahi Basri meuding ada gerakan phobia terhadap Islam dalam tubuh Polri dalam penundaan pemakaian Jilbab bagi Polwan muslimah.
“Ini adanya upaya pihak yang phobi terhadap Islam untuk menggulirkan penundaan itu,” Kata Ustadz yang akrab disapa Ustadz Mu'in kepada voa-islam, Jum’at (6/12/2013) kemarin.
Menurut Ustadz yang menyelesaikan Doktoralnya di Jamiah Al Imam, Islamic University Riyadh, Kerajaan Saudi Arabia ini, bahwa kebijakan petinggi Polri untuk menunda penggunaan Jilbab bagi Polwan adalah indikasi lemahnyasense of belonging terhadap UU dan maslahat bersama. Padahal secara konstitusi ataupun maslahat –penggunaan jilbab polwan- itu tidak ada masalah.
Karenanya, selaku ketua DSKS menyeru kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Sutarman untuk membuktikan keberanian dan kejujurannya serta berintegritas dalam membela kebenaran.
“Pemakaian jilbab Polwan sebenarnya adalah pengamalan Syari’at yang sebenarnya tidak boleh diintervensi siapapun.” Tuturnya seusai rapat di Joglo Ar Rahmah.
Sedangkan ungkapan Wakapolri , Komjen Pol Oegroseno yang meminta Polwan yang ingin cepat pakai jilbab silahkan pindah ke Aceh itu, Ketua DSKS ini menyebutnya sebagai alibi yang sangat tidak beralasan karena tidak mungkin memindaahkan seluruh polwan yang ingin berjilbab kesana.

Selain itu, Ustadz yang memiliki Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Ibnu Abbas, di Klaten, Jawa Tengah ini sangat mendukung penuh aksi mahasiswa menggalang koin untuk pengadaan jilbab bagi Polwan pada Jum’at, (6/12/2013) kemarin.
Di mana dalam aksi tersebut, puluhan aktivis Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK ) Solo Raya menggelar aksi penggalangan 1.000.000 koin bagi Pengadaan Jilbab Polwan. Aksi tersebut dimaksudnya sebagai sindiran kepada pihak kepolisian yang menunda pembolehan bagi Polwan untuk memakai jilbab dengan alasan ketiadaan dana. [PurWD/voa-islam.com/www.globalmuslim.web.id]

BANGUI,  - Dua belas Muslim, termasuk 10 anak-anak dan wanita hamil, telah terbunuh di utara Bangui, Republik Afrika Tengah, setelah milisi Kristen menyerang penggembala Muslim.

"Di antara korban adalah anak-anak dan wanita hamil," kata seorang sumber militer kepada Agence France Presse (AFP) pada hari Rabu 4 Desember, menambahkan bahwa setidaknya 10 anak lainnya dirawat di rumah sakit di Bangui dengan luka cukup parah, demikian sebagaimana dilansironislam.net.

"Ini tidak biasa untuk melihat orang-orang dengan luka parang. Tapi begitu banyak pada satu waktu? Kami belum pernah melihat hal seperti ini di Afrika Tengah sebelumnya," seorang perawat menambahkan.

Serangan itu terjadi Senin malam ketika milisi Kristen yang dikenal sebagai "anti-Balaka" menyerang penggembala dari etnis Peuhl, yang terdiri terutama dari umat Islam, Amy Martin, kepala Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (Ocha) di Bangui, mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Pemerintah mengatakan serangan itu terjadi di Boali, sekitar 95 km (60 mil) dari ibukota.

Michel Djotodia menyatakan dirinya pemimpin Muslim pertama negara itu setelah merebut kekuasaan dalam kudeta yang menggulingkan Presiden Francois Bozize pada tanggal 24 Maret. Ketengan antar kelompok agamapun semakin nyata di negara yang terletak di benua Afrika itu.

Pembantaian 12 wanita anak-anak dan laki-laki Muslim, yang diduga dilakukan oleh radikal Kristen mendapat sorotan tajam dari banyak pihak.

"Amerika Serikat terkejut dengan laporan hari ini pembunuhan perempuan dan anak-anak tak berdosa di luar Bangui," kata  Wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh AFP.

Berbicara di saluran France 24 di Paris, Perdana Menteri Afrika Tengah Nicolas Tiangaye mengutuk pembantaian Boali sebagai tindakan "mengerikan dan keji".

"Pemerintah mengutuk semua kekerasan," katanya, menambahkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, telah terjadi lonjakan dalam kerusuhan.

Ada sekitar 2.500 tentara di Support Mission International Afrika yang dipimpin di Republik Afrika Tengah (MISCA) yang pada akhirnya akan mencapai 3.600 dan pada tanggal 19 Desember menjadi pasukan Uni Afrika. erancis menempatkan 600 tentara di sana dan berencana untuk meningkatkan jumlah hingga 1.200.

Tapi pemimpin PBB Ban Ki-moon telah memperingatkan bahwa hingga 9.000 tentara diperlukan jika krisis meluas dan pasukan PBB penuh harus mengambil alih. [rah]

[md/www.globalmuslim.web.id]

Sejumlah pekerja di sebuah kuil Budha di kota “Mangdo” di wilayah Arakan Myanmar Barat mengungkapkan adanya senjata dan amunisi yang disimpan, yang di perkirakan senjata-senjata tersebut disiapkan untuk melawan umat Islam Rohingya.
senjata budhisSeorang saksi mata mengatakan kepada kantor berita Rohingya bahwa kuil yang terletak di seberang rumah sakit Umum di kota Magdo. Ia menjelaskan bahwa para biksu selama ini telah mengumpulkan dan  menyimpan senjata, mereka membelinya setiap saat ketika telah terkumpul dana yang cukup, dan juga membeli perangkat nirkabel untuk berkomunikasi selama keadaan darurat.
Saksi-saksi yang lain juga mengatakan bahwa beberapa tempat lain di kota “Akiab” telah menjadi tempat penyimpanan senjata oleh separatis “Almog” (Alrakhin)
Muslim Rohingya menuntut pemerintah Burma untuk segera menyelidiki masalahh serius ini, dan untuk segera melakukan pencarian di kuil-kuil, jika pemerintah masih ingin menguasai negara.
Sejak bulan Juni tahun lalu, telah terjadi kekerasan  di Wilayah Arakan terhadap etnis Muslim Rohingya, dimana Masjid dan sekolah Islam ditutup, serta pelarangan orang-orang muslim melakukan sholat berjamaah di Masjid atau di rumah-rumah.

Selain itu, penangkapan besar-besaran juga terjadi terhadap umat Islam dan penyiksaan terhadap mereka. kasus pemerkosaan terhadap wanita muslimah pun meningkat. ribuan keluarga Muslim juga diusir dan dipaksa bermigrasi ke sejumlah negara tetangga. Namun, masyarakat dunia masih hening tanpa bisa memberikan perlindungan yang layak bagi mereka. (hr/im/www.globalmuslim.web.id)

Sebuah kelompok ekstremis Kristen anonim di Republik Irlandia telah mengirimkan surat  ancaman ke sekolah Muslim dan masjid di ibukota Dublin . 
Seperti yang diberitakan   situs http://www.worldbulletin.net (25/11) surat itu berisi ancaman untuk menyerang setiap pria, wanita atau anak terlihat memasuki masjid.
Surat itu  tidak hanya mengancam Muslim yang tinggal di Irlandia, tetapi juga siapa saja yang dianggap Muslim.
Denise Charlton, Kepala Eksekutif Dewan Imigran, seperti yang dikutip oleh Irish Mirror  mengatakan: “.Munculnya surat ini merupakan ancaman yang bersifat jahat  dan mengkhawatirkan”
Surat itu berisi banyak retorika nasionalis yang telah menjadi gejala umum di Eropa akhir-akhir ini, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan kekuatan politik umat Islam di benua itu. Hal ini menguji batas-batas multikulturalisme dan keragaman yang sering dibangga-banggakan di Eropa (AF)
[www.globalmuslim.web.id]
Powered by Blogger.