Di satu kejadian, usaha penjual pakaian Abercrombie & Fitch menolak memperkerjakan karyawan Muslim wanita karena dia tidak mau melepas jilbabnya.
Dalam kejadian lain, sebuah hotel di phoenix, Arizona telah digugat memungkinkan seorang Muslim Irak dihina oleh pekerja lain karena agamanya.
"Maksudku, inilah Amerika di abad ke-21. Sangat disayangkan bahwa ketidaktahuan dan kurangnya belas kasih dan menghormati Muslim di Amerika telah menjamur pada tingkat yang melanggar ini," kata Direktur Eksekutif Hubungan Islam Amerka Nihad Awad pada hari Jumat.
"Kami memiliki orang-orang yang disebut 'Osama', 'teroris', 'al-Qaeda' di tempat kerja oleh rekan kerja mereka atau tidak dipekerjakan hanya karena jilbab mereka," tambah Awad.
Demikianlah, Amerika Serikat telah memperlihatkan sikap intoleransi dan tak hormat kepada para pekerja gara-gara Muslim.
Sebenarnya, kasus serupa, hilangnya rasa respek terhadap Muslim terjadi di negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini. Beberapa kasus, kaum Muslim diancam dipecat dari pekerjaan gara-gara berjilbab. Seorang Muslim diancam dikeluarkan dari sekolah gara-gara berjilbab.
Sungguh sangat menyedihkan. Sudah saatnya, kaum Muslim berpegang teguh pada iman dan islam mereka, serta bersegera bekerja mewujudkan Khilafah, institusi pemersatu umat. Di dalam sistem inilah, kaum Muslim akan hidup damai beserta umat-umat lainnya. Insya Allah, tidak akan lama lagi. [m/f/prstv/syabab.com]

Post a Comment