Showing posts with label Obama. Show all posts

PRESIDEN AS Barack Obama pada Sabtu kemarin (31/8/2013) memutuskan untuk meminta Kongres agar mengesahkan aksi militer terhadap Suriah, sebagai balasan atas serangan senjata kimia yang dilakukan oleh Presiden Suriah Bashar al-Assad.

obama Obama Desak Kongres AS untuk Setuju Serang Suriah“AS harus mengambil tindakan militer terhadap sasaran rezim Suriah,” kata Obama ketika berbicara kepada warga Amerika dalam pidato di televisi, namun ia menambahkan bahwa ia akan meminta persetujuan terlebih dahulu untuk penggunaan kekuatan dari para wakil rakyat Amerika yang ada di Kongres.
Presiden Obama, bagaimanapun, mengatakan bahwa ia bersedia untuk melanjutkan intervensi militer ke Suriah tanpa persetujuan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Obama menggambarkan serangan kimia di Suriah pada 21 Agustus sebagai pembantaian terparah menggunakan senjata kimia di abad ke-21 dan serangan terhadap martabat kemanusiaan.
Washington mengatakan pemerintah Assad melakukan serangan senjata kimia terhadap warga sipil di distrik Ghouta Damaskus di mana lebih dari 1.400 warga Suriah tewas akibat serangan itu.
Obama mengatakan bahwa telah menjadi tanggung jawab AS untuk menegakkan konsensus internasional terhadap penggunaan senjata kimia dan menambahkan militer AS telah memposisikan aset mereka di wilayah tersebut.
Namun obam tidak memberikan kerangka waktu yang tepat untuk memulai serangan.
“Kami siap untuk menyerang setiap kali kami memilih dan itu bisa terjadi besok atau minggu depan atau satu bulan dari sekarang.”[fq/islampos/alarabiya/www.globalmuslim.web.id]

Ricin atau Risin merupakan suatu protein globular dengan bobot molekul 66 kDa (kilo dalton) tersusun atas dua buah rantai yang saling berhubungan, yaitu rantai A (32 kDa) dan rantai B (32 kDa). Kedua rantai penyusun risin adalah suatu glikoprotein, protein yang mengikat gugus karbohidrat manosa. Keduanya secara kovalen dihubungkan oleh jembatan disulfida.
Ditinjau dari segi fungsinya, kedua rantai penyusun risin berbeda satu sama lain. Rantai A memiliki aktivitas toksik karena dapat menghambat sintesis protein. Sedangkan rantai B berfungsi mengikat reseptor permukaan sel yang mengandung galaktosa.
Risin dialam ditemukan dalam biji jarak (Ricinus comunis). walaupun Minyak jarak digunakan sebagai bahan tambahan makanan dalam permen dan coklat.namun demikian kita tidak perna keracunan,, karena ricin yang terkadung dalam biji jarak ketika diekstraksi untuk memperoleh minyaknya, molekul ricin tidak bercampur dengan dengan minyak sehingga terbuang sebagai hasil samping.
Pada manusia, 500 µg risin dapat menimbulkan kematian setelah 36-72 jam.500 µg apakah jumlah yang banyak!! coba dihitung, jika:
1 mikrogram (μg) = 0.001 milligram
1 milligram = 0.001 gram
1 gram = 1000 milligram

Gejala yang ditimbulkan risin cukup beragam bergantung pada jalur masuk molekul ini ke dalam tubuh. Gejala yang timbul apabila kita terpapar risin melalui jalur udara (pernafasan) adalah batuk, kesulitan bernafas, demam, mual, muntah, kulit berwarna kebiru-biruan, dan tekanan darah rendah. Terpapar risin melalui jalur pencernaan (mulut) akan menimbulkan gejala awal seperti diarrhea, dehidrasi, tekanan darah rendah, halusinasi, dan darah dalam urin.Sedangkan apabila bubuk risin mengenai mata dan kulit, maka akan menimbulkan mata merah dan rasa sakit pada mata dan kulit.
Perlu diketahui bahwa sampai saat ini, obat yang efektif untuk mengatasi keracunan akibat risin pada manusia belum ditemukan dan sekarang masih dalam tahap penelitian. walaupun belum ditemukan penangkal racun risin yang daya racunnya 6.000 kali lembih kuat ketimbang sianida, kini para ilmuwan sedang melakukan penelitian untuk menggunakan risin sebagai antibodi terhadap beberapa penyakit misalnya tumor, kerusakan sumsum tulang, dan AIDS. (http://wanibesak.wordpress.com/www.globalmuslim.web.id)

Washington Dc-Presiden Amerika Serikat Barack Obama, sesudah lima tahun menjabat presiden, nampaknya mengulasi kebijakan yang pernah dijalankan oleh Presiden George W.Bush. Obama lebih menggunakan pendekatan keamanan.

Obama melakukan kebijakani membunuh  para tersangka terorisme dengan menggunakan pesawat tanpa awak (Drone), melanggengkan penjara militer Amerika Serikat di Teluk Guantanamo,  mematai para tersangka  "pejuang" yang dianggap menjadi ancaman, dan pemerintah diam-diam mengumpulkan catatan telepon dari jutaan orang Amerika.

Meskipun, saat berkampanye Obama mencalonkan diri sebagai presiden tahun 2008, menegaskan dirinya sebagai sosok yang menjadi antitesa dari Presiden George W. Bush yang akan meninggalkan kekerasan, dan melangkah keluar dari Irak, mengakhiri perang di Afghanistan, mengakhiri penyiksaan dan mendefinisikan kembali kebijakan AS di luar negeri yang lebih manusiawi.


Meskipun Obama telah mengakhiri perang di Irak, mengubah standar interogasi dan berusaha membangun aliansi strategis dengan berbagai kekuatan dunnia, tetapi menurut  mantan pakar hukum tata negara Barack Obama sangat mengecewakan beberapa sekutunya, akibat memperluas kebijakan kontraterorisme yang menyebabkan Bush bertabrakan dengan kebebasan sipil, dan sekarang diulangi oleh Obama .

Selama dua hari terakhir, berbagai berita telah mengungkapkan bahwa pemerintah Amerika Serikat mengumpulkan jutaan catatan telepon orang-orang Amerika, "atas nama keamanan nasional". Pemerintah Obama juga telah melakukan program pengawasan internet yang melacak gerakan dan kontak masyarakat. Meskipun,  pemerintahan Obama mengatakan tindakan itu ditujukan secara eksklusif bagi warga negara non Amerika Serikat. Kedua program pada era Bush-yaitu Patriot Act, dimana Kongres Amerika Serikat memberikan dukungannya kembali kepada Presiden Obama.


Presiden Obama menyatakan dalam pidatonya mengatakan bahwa keamanan bangsa "Amerika berada di persimpangan jalan". Presiden Obama mengusulkan strategi kontraterorisme yang lebih keras. Presiden Obama menyerukan perlunya dilangsungkan debat nasional atas keseimbangan yang tepat antara keamanan dan kebebasan, tegasnya. Semua laporan telepon dan internet dibawah pengawasan oleh Badan Keamanan Nasional (NSC), dan Obama benar-benar seperti Bush

"Prioritas utama dari presiden Amerika Serikat adalah keamanan nasional Amerika Serikat dan melindungi tanah air, dan kita harus memastikan bahwa kita memiliki alat yang kita butuhkan untuk menghadapi ancaman teroris," ujar juru bicara Gedung Putih Josh Earnest, Kamis, 6/6/2013.

Presiden Barack Obama menjadi re-inkarnasi dari Presiden George W.Bush, akibat paranoid, dan ketakutan yang sangat luar biasa oleh ancaman terorisme global. Mungkin itu hanyalah ilusi. af/hh
[www.globalmuslim.web.id]

obama-netanyahuPRESIDEN AS Barack Obama mengatakan pada awal kunjungan resmi pertamanya ke Israel pada hari Rabu (20/3/2013) kemarin tentang komitmen AS terhadap keamanan negara Yahudi itu sangat kuat.
“Saya melihat kunjungan ini sebagai kesempatan untuk menegaskan kembali ikatan tak terpisahkan antara bangsa kita, untuk menyatakan kembali komitmen Amerika yang tak tergoyahkan bagi keamanan Israel,” kata Obama dalam upacara penyambutan di bandara Tel Aviv .
“Saya yakin bahwa aliansi kami adalah abadi, selamanya,” tambahnya.
Dalam sambutannya kepada presiden AS, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, “Terima kasih untuk selalu mendukung Israel.”
Kehadiran Obama di Israel langsung dikelilingi sistem pertahanan Iron Dome, sistem rudal yang sebagian dananya diberikan oleh AS.
Pada upacara tersebut, Obama berbicara tentang harapannya untuk perdamaian, tanpa menyebutkan Palestina. Para pejabat AS sendiri sudah memberikan konfirmasi bahwa Obama dia tidak hendak membahas soal inisiatif perdamaian apapun.
Kamis ini, Obama dijadwalkan bertemu dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas di Tepi Barat dan akan terbang ke Yordania pada hari Jumat besok. [sa/islampos/wb/www.globalmuslim.web.id]

YERUSSALEM, -  Barrack Obama pada hari Rabu tiba di Israel untuk pertama kalinya sebagai presiden. Obama kemudian bersumpah untuk menjadi "aliansi abadi" dengan negara Yahudi itu dalam menghadapi nuklir Iran dan perubahan berbahaya di Timur Tengah, seperti dilaporkan AFP.

"Amerika Serikat bangga berdiri bersama anda sebagai sekutu terkuat dan teman terbesar anda," kata Obama pada upacara penyambutan yang dilakukan dengan mewah, tak lama setelah Air Force One (pesawat presiden AS) tiba di Bandara Ben Gurian, di Tel Aviv.

"Aliansi kami adalah kekal, untuk selama-lamanya," kata Obama, yang beralasan bahwa keamanan nasional vital Amerika diamanatkan pada pertahanan kuat Israel.Obama menyebut bahwa aliansi itu "membuat kami berdua lebih kuat".

Kedatangan Obama ke Israel dipuji setinggi langit oleh para pemimpin Israel.Kunjungan ini lebih terlihat sebagai simbolisme dan penghormatan kepada akar kuno negara Yahudi, daripada membahas kemajuan konflik Israel-Palestina.

Presiden Shimon Peres memuji Obama sebagai "pemimpin dunia yang luar biasa" yang telah menunjukkan komitmen pribadi yang mendalam dalam melindungi Israel.

"Sebuah dunia tanpa persahabatan dengan anda, akan mengundang agresi melawan Israel.... Dalam masa damai, di masa perang, dukungan anda untuk Israel tak tergoyahkan," kata Peres.

Selain Shimon Peres, Perdana Menteri Benyamin Netanyahu juga memuji tinggi-tinggi kedatangan pertama Obama ke Israel dalam masa jabatan keduanya sebagai Presiden AS. "Terima kasih bapak Presiden, untuk menegakkan hak rakyat Yahudi untuk sebuah negara Yahudi di tanah air kita dan untuk berani membela hak tersebut di PBB," kata Netanyahu.

Kunjungi Makam Pendiri Zionisme Moderen
Dalam kunjungannya ke Israel, Barrack Obama mendatangi Gulungan Laut Mati dan kuburan Theodor Herzl, pendiri Zionisme.
[www.globalmuslim.web.id]

Presiden Barack Obama memiliki kewenangan untuk menggunakan serangan pesawat tak berawak untuk membunuh warga AS di dalam negeri Amerika, kata Jaksa Agung AS.
—————
Eric Holder menyatakan bahwa penggunaan kekuatan militer mematikan terhadap orang Amerika di negara asalnya akan menjadi legal dan dibenarkan dalam “keadaan luar biasa” yang sebanding dengan serangan teroris 11 September.
“Presiden bisa punya pilihan selain untuk memerintahkan militer untuk menggunakan kekuatan jika diperlukan untuk melindungi tanah air,” kata Holder.
Pernyataannya itu digambarkan sebagai “lebih dari menakutkan” oleh Senator Rand Paul, seorang Republikan dari Kentucky, yang menuntut mengetahui posisi pemerintahan Obama mengenai masalah tersebut.
“Ini merupakan penghinaan hak konstitusional yang dimiliki semua orang Amerika,” kata Paul, yang menjadi motor gerakan anti pemerintah Tea Party, yang diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai calon presiden AS pada tahun 2016.
Holder menulis kepada Paul setelah senator itu mengancam untuk memblokir pengangkatan John Brennan sebagai direktur CIA kecuali jika dia menerima jawaban atas serangkaian pertanyaan tentang kegiatan-kegiatannya.
Paul Rabu malam ikut dalam sidang Senat untuk berusaha melakukan taktik menunda pemungutan suara untuk meminta persetujuan Brennan sebagai direktur CIA. “Saya tidak akan dapat berbicara selamanya, namun saya akan berbicara selama yang saya bisa,” katanya.
Obama telah menuai kritik tajam karena kerahasiaan seputar perpanjangan kampanye “pembunuhan yang ditargetkan” terhadap para tersangka teroris Al-Qaeda dengan menggunakan serangan rudal oleh pesawat tak berawak.
Kampanye rahasia itu diperkirakan telah menewaskan 4.700 orang di Pakistan, Yaman dan Somalia. Seperempat dari para korban diperkirakan adalah penduduk sipil dan telah mendorong kemarahan di kalangan pegiat HAM.
Menurut penelitian oleh Biro Jurnalisme Investigatif, serangan pesawat tanpa awak itu telah menewaskan antara 474 hingga 881 warga sipil – termasuk 176 anak-anak – di Pakistan antara tahun 2004 hingga tahun lalu.
Kritik di AS difokuskan pada implikasi bagi para tersangka teroris yang juga adalah warga negara AS, setelah Anwar al-Awlaki, seorang ulama radikal yang lahir dan mendapat pendidikan di AS, tewas di Yaman pada tahun 2011.
Pemerintah mengklaim memiliki kewenangan hukum untuk membunuh warga Amerika dengan ketentuan bahwa mereka adalah para operator senior al-Qaeda yang memberikan ancaman nyata dan akan menjadi “tidak layak” untuk menangkap mereka.
Pembenaran ini muncul pada bulan lalu dalam sebuah memo yang bocor dari departemen Kehakiman. Pada minggu ini, Obama sepakat untuk memberikan Kongres memo hukum yang rahasia yang menargetkan orang Amerika sendiri.
Para pegiat kebebasan sipil menuduh presiden dan para pembantunya memberikan diri mereka kekuatan untuk menolak hak konstitusional warga Amerika tanpa adanya pengawasan dari Kongres atau lembaga peradilan lain.
Holder mengatakan “mungkin, saya kira, untuk membayangkan suatu keadaan yang luar biasa di mana diperlukan dan ada kelayakan sesuai konstitusi dan hukum yang berlaku di Amerika Serikat bahwa presiden bisa memerintahkan militer menggunakan kekuatan mematikan di dalam wilayah Amerika Serikat , “tulisnya.
Senator Chuck Grassley, seorang Republikan dari Iowa, mengatakan kepadanya bahwa referensi “keadaan luar biasa” adalah seperti Peristiwa 11 September atau pemboman Pearl Harbour tahun 1931 yang “sangat berkaitan”.
Daphne Eviatar, penasihat senior pada Human Rights First, mengatakan: “Sulit untuk melihat bagaimana pihak berwenang berada dalam posisi untuk bisa menangkap seseorang namun malah melakukan pembunuhan terhadap mereka.”
“Pemerintah harus menerbitkan semua memo hukum mengenai informasi pembunuhan yang ditargetkan. Informasi rahasia bisa diedit jika perlu. Tidak ada alasan untuk membenarkan pendapat hukum yang membenarkan program-program yang dilakukan AS terus dalam kerahasiaan.” (rz/telegraph.co.uk/www.globalmuslim.web.id)

'Obama Lindungi Penjahat Perang Era Bush'PBB MENGATAKAN Amerika telah gagal mengadili kasus  tindak pidana para pejabat di era Bush. Banyak bukti yang menyebutkan bahwa sampai sekarang tak ada pejabat publik di era Bush yang dibawa ke pengadilan.
Beberapa hari lalu, Ben Emmerson selaku penyidik Dewan HAM PBB, mengkritik pemerintahan Obama karena gagal mengadili tindak pidana yang dilakukan di era pemerintahan Bush.
“Sesunguhnya ada banyak para pejabat publik yang terlibat dalam berbagai tindakan kejahatan menjadi kebal hukum,” katanya.
Sementara itu, mantan menlu Amerika, Colin Powell menyatakan penyesalan yang mendalam tentang dukungannya dalam sidang Dewan Keamanan PBB untuk menyerang Iraq pada tahun 2003. Dia mengatakan dirinyalah yang merinci tentang senjata pemusnah massal (WMD) yang diklaim Bush saat perang di Iraq. [rt/islampos/pt/www.globalmuslim.web.id]

new obama
UPAYA untuk menyelamatkan perekonomian AS terus dilakukan. Belum lama ini, Presiden AS Barack Obama telah menandatangani serangkaian pemangkasan anggaran yang diperingatkannya bisa merusak ekonomi AS.
Setelah ditandatangani pada hari Jum’at (1/3), maka pemangkasan sebesar 85 miliar USD dari anggaran federal AS tahun ini resmi dimulai.
Sebelumnya pembicaraan terakhir di Gedung Putih untuk mencegah pengurangan anggaran sebelum tenggat waktu, berakhir tanpa ada kesepakatan. Obama dan pemimpin kongres Republik masih gagal menemui kesepakatan mencari cara untuk menghindari pemangkasan ini.
Sampai mendekati tenggat waktu Jum’at kemarin, kedua belah pihak saling berselisih terkait desakan presiden untuk meningkatkan pajak sebagai bagian dari rencana untuk mengatasi utang negara sebesar 16,6 triliun USD.
IMF sebelumnya memperingatkan bahwa pemangkasan ini bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Kantor berita BBC melaporkan bahwa pemangkasan ini didesain untuk memaksa politisi agar setuju melakukan cara yang lebih baik untuk menyeimbangkan anggaran.
Bagaimanapun, Presiden Obama menyalahkan Republik atas kebuntuan usai pertemuan di Gedung Putih bubar.
“Mereka mengijinkan pemangkasan ini berlangsung karena mereka menolak untuk mengalah terkait penutupan celah boros melalui satu-satunya cara untuk membantu mengurangi defisit,” kata Obama.
Dia memperingatkan bahwa pemangkasan ini – jika sepenuhnya dilaksanakan – akan melambatkan perekonomian AS, setengah hingga 1% dan mengurangi 750 ribu lapangan pekerjaan. [sm/islampos/bbc/www.globalmuslim.web.id]

Apakah rezim Suriah menggunakan gas beracun terhadap rakyatnya sendiri? Hal ini tampaknya didasarkan pada identifikasi makna dari kata “gas yang mematikan”.
Selama berminggu-minggu, telah beredar laporan bahwa rezim Suriah menggunakan beberapa jenis senjata kimia di kota Homs, Suriah, pada akhir Desember. Bahkan, para aktivis telah menyebarkan video terkait warga kota—yang meninggal dan yang tidak—saat dalam kondisi shock dan sesak napas.
Apakah ia menggunakan gas? Jika ya, apa jenis gas yang digunakan?
Pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting, mengingat Presiden AS Barack Obama telah memperingatkan penggunaan senjata Kimia oleh Suriah, akan menyebabkan reaksi keras AS. Sementara itu, gas air mata juga dianggap sebagai jenis gas kimia.Namun demikian, tidak seorangpun yang meramalkan bahwa AS akan melakukan intervensi untuk menghentikan penggunaan jenis gas tersebut.
Baru-baru ini, Josh Rugen menulis di majalah “Foreignpolicy” kutipan dari investigasi yang ditandatangani oleh Konsul Jenderal AS di Istanbul, yang menyimpulkan bahwa ada argumen yang meyakinkan dan bukti yang kuat mengenai penggunaan gas misterius oleh rezim Suriah yang disebut “unsur 15”.
Apa yang dimaksud dengan “unsur 15”? Ia adalah gas kontroversial, yang sering dikatakan bahwa ia telah dikembangkan di Irak selama era Saddam Hussein, dan dimaksudkan untuk melumpuhkan. Sementara surat kabar Inggris menyebutnya dengan “gas zombie”. Ia mengatakan bahwa penggunaannya dalam dosis besar dapat membunuh, namun secara umum ia tidak dirancang untuk membunuh.
Berita bahwa Suriah mungkin telah menggunakan “unsure 15” menimbulkan segala macam pertanyaan, namun pertanyaan yang paling mendesak: “Apakah Suriah melampaui garis merah Presiden Obama?” Akan tetapi pemerintah AS sendiri segera mengingkarinya.
Dalam hal ini, juru bicara pemerintah mengatakan: “Laporan yang kita lihat dari sumber media tentang bukti-bukti penggunaan senjata kimia di Suriah, tidak terkait dengan apa yang kita yakini bahwa benar tentang adanya program senjata kimia Suriah.” Tampaknya komentar para pejabat itu seperti pengingkaran. Akan tetapi jika dianalisis dengan hati-hati, maka Anda melihat bahwa hakikatnya tidak ada relevansinya dengan topik, bahkan tidak nyambung sama sekali.
Keesokan harinya, Victoria Nuland, juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan pernyataan tegas, yang menyatakan bahwa “Kami telah mengkaji dan meneliti berbagai tuduhan dan informasi yang kami terima, dan kami menemukan bahwa tidak ada bukti yang kredibel untuk membuktikan atau memastikan bahwa Suriah telah menggunakan senjata kimia.”
Pernyataan ini mungkin lebih jelas, tetapi juga yang paling rentan, bahwa ia memperlihatkan harapan Presiden Obama dengan jelas, yaitu untuk menghindari intervensi di Suriah. Dengan ini tampak bahwa garis merah Obama yang diberikan pada Assad memberi ruang besar, di mana garis merahnya itu memungkinkan Assad menggunakan senjata, tank, helikopter dan pesawat tempur.
Jika hanya senjata kimia saja yang akan memaksa AS untuk bereaksi, maka Assad saat ini sedang menguji garis merah. Tanpa diragukan, bahwa “unsur 15” menimbulkan bahaya yang lebih besar daripada gas air mata. Namun, itu mungkin bukan sesutu yang dibayangkan para pemilih Amerika, bahwa ia adalah perkara yang mendorong intervensi daripada ketika mereka mendengar istilah “senjata kimia”.
Sampai saat ini, sebagian besar perkiraan menunjukkan bahwa jumlah orang yang menjadi korban di Homs, sekitar 5 orang yang cedera. Sementara serangan gas yang dilancarkan Saddam Hussein di desa suku Kurdi, Halabja, pada tahun 1988, menyebabkan hampir 5.000 orang meninggal, dan melukai 7.000 lainnya.
Jika Obama menunggu terjadinya pembantaian “Halabja” yang lain di Suriah, dan jika itu yang ada dalam pikirannya untuk tergerak melakukan pencegahan, maka kita dapat mengatakan bahwa baginya “misi selesai”.
Akan tetapi kenyataan menegaskan bahwa kebijakan AS dibentuk sebagai berikut: Meskipun tirani Assad sangat telanjang, namun AS takut elemen-elemen yang paling efektif dalam kelompok pemberontak yang bermusuhan dengan Assad sebagai yang terburuk. Mereka adalah kaum Sunni, yang diyakininya sebagai penyebab paling besar bagi kacaunya perdamaian dan keamanan di kawasan Timur Tengah daripada Assad di masa sebelumnya. Sehingga aktivitas melawan Assad hanya akan membantu mereka untuk segera menguasai kekuasaan.
Dengan cara ini, Assad berhasil menciptakan lebih banyak ruang untuk dirinya sendiri, di mana ia telah menemukan ruang untuk menyambut pelepasan satu set senjata baru (senjata kimia berbahaya, tetapi unsur kimia yang membantu) untuk melawan musuh-musuhnya.
Dan untuk hari-hari berikutnya, kita hanya akan tetap menanti kesimpulan dari hasil investigsi AS,  namun tanpa diragukan lagi bahwa kita akan melihat lebih banyak lagi kebingungan atas sikap resmi AS. (islamtoday.net/www.globalmuslim.web.id)

http://eimg.eramuslim.com/media/2012/12/obama555.pngSerangan yang dilakukan oleh pesawat tanpa awak milik AS kembali digencarkan  terhadap kelompok militan Islam di Pakistan pada tahun 2012 untuk tahun kedua berturut-turut, tetapi serangan di Yaman lebih banyak , menurut informasi yang dikumpulkan oleh Pusat Studi di Washington.
 ”New America Foundation” mengatakan badan intelijen USA (CIA) melakukan 46 serangan sebagai bagian dari program rahasia di Pakistan, dan 72 serangan pada tahun 2011 dan 122 serangan pada tahun 2010.
Serangan itu dilakukan oleh pesawat type “Predator” atau “Reaper” yang membunuh antara 189 sampai 308 pejuang dan setidaknya tujuh warga sipil, menurut informasi yang dipublikasikan oleh media internasional dan dikumpulkan oleh lembaga.

Amerika Serikat tidak mempublikasikan informasi apapun tentang “serangan pesawat tanpa awak ini”, karena itu adalah program rahasia. Program rahasia di era Presiden Barack Obama lebih meningkat tajam, dibandingkan dengan aturan pendahulunya George W. Bush. Obama mengakui existensinya pada akhir Januari 2011 dalam sebuah wawancara dengan pengguna internet.
Sebagian besar serangan diluncurkan di Waziristan Utara, kubu utama al-Qaeda dan gerakan Taliban Pakistan dan Afghanistan, dan terutama di pinggiran Ibukota Miranshah.
Menurut dinas intelijen Afghanistan bahwa komandan operasi jaringan Haqqani, Badr al-Din Haqqani, putra dari pendiri jaringan ini  yang terkait dengan al Qaeda, tewas pada tanggal 21 Agustus di salah satu serangan. Namun, informasi ini belum dikonfirmasi dari sumber lain.
Di Yaman, serangan meningkat yang ditargetkan ke al-Qaeda di Jazirah Arab dari 18 pada 2011 menjadi 53 pada 2012. Dan yang tewas dalam serangan itu antara 397 dan 539 pejuang dari organisasi militan, itu menurut New America Foundation , dan mereka pun tidak dapat menentukan jumlah warga sipil yang tewas.
Pesawat tanpa awak AS menerapkan beberapa serangan. CIA yang mengoperasikan pesawat ini bersama Komando Operasi Khusus. Badan Intelijen memiliki antara 30 sampai 35 pesawat, menurut The Washington Post. Sementara Pentagon memiliki 215 pesawat Predator dan Reaper, menurut Congressional Research Service.
(zae/skynews arab/www.globalmuslim.web.id)

  • Satu Orang Tewas , Dibunuh?
Salah satu orang meninggal di Guantanamo menimbulkan kontroversial, dan itu antara perasaan putus asa dan frustrasi di kalangan orang-orang yang telah ditahan selama hampir 11 tahun tanpa tuduhan atau pengadilan bersamaan dengan dimulainya masa jabatan presiden kedua Presiden Barack Obama, yang telah berjanji untuk menutup penjara.
Setelah ditemukannnya seorang warga Yaman Adnan Farhan Abdul Latif, 32, tewas di selnya September lalu, proses penyelidikan yang dilakukan oleh Departemen Investigasi Kriminal di Marinir “menyimpulkan dengan sepihak”   bahwa yang tewas tersebut akibat bunuh diri. kabar ini menurut Kolonel Gregory Julian  juru bicara Komando Selatan yang mengawasi penjara.
Ini adalah insiden ketujuh yang tercatat di Guantanamo.
David Reims pengacara Adnan , mengatakan bahwa “Banyak pertanyaan tetapi tetap tanpa jawaban.” atas tewasnya Adnan.
Pengacara tersebut merasa bahwa “Misalpun benar terjadi bunuh diri atas diri Adnan  maka itu adalah bunuh diri yang dibantu ” ia menambahkan bahwa “Tentara memberinya sarana untuk bunuh diri.”
“Diduga militer berusaha untuk membunuhnya tanpa meninggalkan tandanya”, sementara itu, tahanan lain di Guantanamo mengatakan bahwa mereka telah menemukan “Gunting dan alat pemotong dalam sel mereka.”
  • Ditahan tanpa investigasi dan pengadilan
David bertanya-tanya “Yang lebih buruk daripada itu adalah, AS memenjarakan seseorang 11 tahun tanpa bertanya dan tanpa pengadilan apakah ia bersalah atau tidak?” jelas David.
Ia menunjukkan “Besarnya rasa kemarahan dan penderitaan” di tahanan, khususnya 15 warga Yaman yang membela diri mereka.
Perasaan ini diperkuat oleh kekecewaan yang mendalam bagi terpilihnya kembali pemimpin partai Demokrat Barack Obama, yang belum memenuhi janjinya selama kampanye pencalonan untuk menutup Guantanamo.
Dari 166 tahanan di Guantanamo, Ada 40 orang “yang ditahan untuk tanpa jangka waktu dan itu tanpa tuduhan atau pengadilan” yang terpenting tentara anggap yang bersangkutan ia timbulkan ancaman.
Dan Amnesty International meminta Presiden Obama untuk “memberhentikan hukum” yang memenjarakan seseorang untuk jangka waktu tak terbatas.
(zae/skynews arab/www.globalmuslim.web.id)
Powered by Blogger.