Showing posts with label suriah. Show all posts

Sebuah foto pengungsi Suriah di Lebanon menjadi pusat perhatian pengguna media sosial dan menjadi viral. Seorang ayah dari negeri yang kini dilanda konflik itu terlihat sedang menjual pena di jalanan kota Beirut sambil menggendong putrinya.

Seorang aktivis kemanusiaan asal Norwegia bernama Gissur Simonarson bertatap muka dan berbicara langsung kepada pengungsi Suriah itu pada Selasa (25/08). Dia kemudian mengunggah foto tersebut ke media sosial.

Tak butuh waktu lama, foto yang diunggah Simonarson tersebut langsung meledak di media sosial dalam sesaat. Setelah diakses oleh 6.000 pengikutnya, foto itu kemudian menyebar ke pengguna internet yang lain.

“Ayah warga Suriah menjual pena di jalanan Beirut dengan putri tidurnya,” tulis Simonarson dalam foto yang diunggahnya.

Keesokan harinya, pria asal Norwegia itu menggunakan foto tersebut sebagai foto profil di Twitter. Kemudian dia mulai membuka penggalangan dana untuk pengungsi Suriah itu melalui akun @Buy_pens (Beli pena).

“Gambar ini sangan emosional,” kata Simonarson. “Anda lihat raut wajahnya dan cara dia memegang pena menunjukkan seakan pena-pena itu adalah segalanya yang dia miliki di dunia.”

Selang dua hari akhirnya pengungsi penjual pena itu teridentifikasi sebagai Abdul. Dia adalah seorang korban konflik Suriah yang berasal dari Yarmouk yang memiliki dua anak. Jadi anak perempuan yang digendongnya itu bukanlah anak satu-satunya.

Sebuah akun di sebuah situs penggalangan dana kemudian dibuat dan dilaporkan berhasil menghimpun dana hingga 100.000 dolar atau sekitar 1,4 miliar rupiah. Hasil itu diluar perkiraan Simonarson yang awalnya hanya berharap dapat mengumpulkan 95.000 dolar.

Norwegia terhenyak, dan Abdul pun terharu. “Ketika mendengar jumlah itu, dia (Abdul) hanya terdian dan mulai menangis,” kata Simonarson.

“Dia sangat bersyukur dan dia terus berkata, ‘terima kasih atas semua kebaikan Anda,'” imbuhnya.

Abdul (35 tahun) mengatakan bahwa dia sekarang dapat menyekolahkan anak-anaknya dengan uang sumbangan itu. Dilaporkan bahwa dia juga akan menggunakan sebagian dana itu untuk membantu sesama pengungsi asal Suriah. [www.globalmuslim.web.id]

Sumber : Kiblat, 30 Agustus 2015

10:09 AM

Senjata Makan Tuan, Bom Barel Justru Meledak Mengenai Pasukan Assad
Senjata Makan Tuan, Bom Barel Justru Meledak Mengenai Pasukan Assad
Aleppo  - Kantor berita Akhbar Sham melaporkan bahwa telah terjadi ledakan besar yang berasal dari bom barel milik pasukan Assad di Aleppo.
Awalnya bom barel itu hendak diangkut oleh Pasukan Assad ke Aleppo untuk membunuhi kaum muslimin, namun tak disangka bom yang akan dibawa itu justru meledak dahulu di helicopter dan mengenai sejumlah tentara yang ada di dalam dan sekitar helikopter.
Dengan kehendak Allah subhaanahahuwata’ala orang-orang kuffar itu justru menjemput ajal mereka saat ingin menggunakan bom barel untuk membunuh kaum muslimin Aleppo.
Sementara itu pertempuran-pertempuran masih terus berlangsung di Sheikh Najjar, Aleppo, Beni Zeid, as-Sahour, distrik Douma, Damaskus, Ghouta timur dan Hanani.
Pusara konfrontasi juga bergejolak di dekat penjara pusat Aleppo dan di wilayah Layramoun. Dilaporkan serangan Mujahidin Jaish al-Muhajirin wal Anshar berhasil memukul mundur pasukan Assad dan mengambil alih jalur lalu lintas penting di daerah itu. Di lingkungan kota Kiswah, di permukiman at-Tiba dan Ein el-Beida, unit Jaish al-Islam berhasil menyerang pasukan Assad dengan menggunakan mortir berat.
Bentrokan juga terjadi di daerah al-Hajj, az-Zubaydah, dan Rasm-Halbe di mana unit Mujahidin berhasil menyerang pangkalan militer milik orang-orang kafir.
Pertempuran lain yang terjadi adalah antara mujahidin Daulah Islamiyah dengan pro-Assad. Sumber terdekat melaporkan bahwa pro-Assad mengklaim berhasil melukai militan dari pasukan Daulah di Mesraba.
wallahu a’lam
[www.globalmuslim.web.id]

6:37 PM

bantuan PBB UNHCR untuk SuriahDalam sebuah laporannya, “New York Times” mengatakan bahwa sebagian besar bantuan kemanusiaan yang diberikan melalui PBB berakhir di wilayah Sahel, basis kubu Basyar al-Assad dan para pendukungnya. Dimana lebih dari 85 persen bantuan pangan, dan lebih dari 70 persen obat-obatan dibawa ke daerah-daerah loyalis Assad selama tiga bulan pertama tahun 2014. Sementara untuk setahun yang lalu hampir 50 persen bantuan diberikan pada loyalis Assad.
Surat kabar itu menunjukkan bahwa ada perlakukan diskriminasi secara telanjang (antara daerah-daerah yang dikuasai oposisi dan rezim Assad), dimana hal ini akan diungkap ke publik oleh Sekretaris Jenderal PBB “Ban Ki-moon” pekan depan, ketika ia menyampaikan penilaian bulanan. Namun pengungkapan fakta-fakta tersebut dikhawatirkan akan menyakiti perasaan para donor Barat dan Arab yang telah memberikan kepercayaannya pada PBB, dan lebih suka memberikan bantuannya ke Suriah melalui badan-badannya, sebab mereka berharap besar bahwa bantuannya akan sampai pada mereka yang berhak, yakni mereka yang tertindas.
New York Times” mengutip dari John Ging yang mengatur operasi lapangan di seluruh dunia untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, bahwa rezim Basyar al-Assad mengancam mereka dengan mengusirnya dari bagian wilayah Suriah yang dikendalikannya jika mereka menyeberangi perbatasan dengan konvoi bantuan tanpa persetujuan dari rezim Assad.
Pejabat tinggi bantuan PBB mengatakan bahwa “sejarah yang akan menilai apakah kami benar atau salah” khususnya masalah perlakuannya terhadap rezim Assad untuk menjamin terus mengalirnya bantuan. Namun ia menegaskan bahwa tidak ada yang akan “mencegah mereka dari menyelamatkan nyawa”.
Surat kabar itu mengatakan bahwa diskusi tentang masalah bantuan meningkat sejak hampir tiga bulan, tak lama setelah Dewan Keamanan mengeluarkan resolusi yang mengikat secara hukum, yang mendesak “semua pihak yang bertikai di Suriah” untuk memfasilitasi lewatnya pengiriman makanan dan obat-obatan. Sejak diterbitkannya keputusan oleh PBB, dan badan-badan bantuan yang bekerja di lapangan telah mendokumentasikan pelanggaran berulang-ulang terhadap resolusi, dimana hal ini mencerminkan sejauh mana penghinaan terhadap Dewan Keamanan dan resolusinya (alarabiya.net, 19/5/2014).
[www.globalmuslim.web.id]

1:13 PM
Bocah ini ngganteng beneran masyaAllah, Saking nggantengnya sekilas kayak harim. Pipi bersemu merah, Kulit putih agak kotor jarang mandi tapi tetap berkilau, Postur tinggi semampai, Dan rambutnya panjang halus tergerai. Tapi don't judge the mujaahiddeen by his cover ! Halus lembut kemayu gitu, Bocah belum 14 thn ini nyali dan pengalamannya macam veteran !
Waktu posisi markas hampir tembus diserang musuh beberapa malam lalu, Majid, Bocah ini, Paling dulu keluar markas, Baru saya nyusul, Memastikan ga ada musuh yang lolos dari sergapan mujahidin ! Di tengah kondisi luar markas yang gelap gulita dan dingin menusuk tulang, Dengan senter dari hp jadulnya itu Majid menyisir sekeliling gedung, Sendirian ! Yang di tenteng pun bukan sekedar musaddas alias pistol, Tapi AK-47 yang panjangnya hampir setinggi tubuhnya ! Waktu AK nya saya rebut karena saya ga bawa senjata, Dia merengek dengan gagah :
"Allah Yarham abuk ! Farjiini albaruudi ! Jiibu BeKa juwwa !"
(Ayolah...Siniin senjataku ! Nt bawa BK aja ! Tu di dalam kamar senjata ada !"
Akhirnya perebutan itu saya menangkan
"Ithla' fouq ! Jiibu albaruudi min Abu Shuhaib !"
(Wes ojo bawel kowe ! Sana naik aja dulu, Ada AK punya Abu Shuhaib bisa nt ambil !)
Dan kemarin perjalanan tim ke desa Ziarah yang bersebelahan dengan perkampungan Syi'ah yang beberapa waktu lalu hampir menembak ambulance kami, Mujahidin kecil ini ikut dan diam-diam saya foto
Yang hebat adalah ayah beliau mengirim Majid ke camp mujahidin karena menurutnya Majid sudah akil baligh jadi hukum jihad fardhu a'in atasnya !
MasyaAllah...! (Yazzid Attamimi)
[www.globalmuslim.web.id]


Jaringan Hak Asasi Manusia Rakyat Suriah (SNHR) mengatakan bahwa pertumpahan darah belum berhenti di Suriah pada hari hari keempat sejak awal konferensi perdamaian di Jenewa dimulai. Pasukan rezim terus memborbardir  wilayah perumahan dengan roket yang berisi bom barel . Sementara pusat-pusat penyiksaan tahanan tidak berhenti menyiksa tahanan.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan hari Minggu, SNHR mengatakan bahwa timnya telah mendokumentasikan kematian 206 warga sipil, termasuk 32 anak-anak, 24 wanita dan 44 orang yang disiksa hingga mati selama tiga hari terakhir sementara konferensi perdamaian sedang berlangsung.
SNHR menambahkan bahwa 28 persen korban adalah kaum perempuan dan anak-anak. Hal ini merupakan indikasi jelas bahwa pasukan pemerintah menargetkan warga sipil.
SNHR menuntut masyarakat internasional untuk melancarkan sejumlah tekanan yang nyata untuk memaksa pemerintah Suriah segera mengakhiri pemboman dan penyiksaan terhadap warga sipil.
Di sisi lain, pertemuan antara rezim Suriah dan pihak oposisi telah dimulai pada Sabtu di kota Jenewa, Swiss, dengan kehadiran PBB bersama utusan Arab Lakhdar Brahimi. Pertemuaan ini membicarakan gencatan senjata di kota Homs, dan masuknya bantuan kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkepung di dalam kota.
Menurut sumber senior dalam delegasi koalisi oposisi Suriah, pada hari Minggu tim perunding dipimpin oleh kepala perunding Hadi al – Bahra dan tidak ada yang absen. Sedangkan perwakilan tetap Suriah untuk PBB, Bashar Jaafari, terus memimpin delegasi rezim.
Kedua delegasi Suriah membahas situasi kemanusiaan di kota Homs dan cara-cara untuk memberikan bantuan untuk kota itu setelah pengumuman gencatan senjata, untuk membangun dialog yang lebih baik antara kedua belah pihak, seperti yang dijelaskan oleh Brahimi pada konferensi pers yang digelar di akhir negosiasi hari Sabtu.
Utusan bersama PBB – Arab pada hari Sabtu meyakinkan bahwa negosiasi yang dilakukan selama sesi malam antara pihak-pihak yang terlibat dalam konflik di Suriah membahas masalah pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah lama dari Homs, sambil mengungkapkan harapannya bahwa bantuan akan memasuki wilayah yang terkepung dalam beberapa hari mendatang.
Sumber tingkat tinggi dalam delegasi negosiasi koalisi oposisi Suriah di Jenewa mengungkapkan bahwa diharapkan 12 ton makanan dan bantuan medis lainnya akan memasuki wilayah yang terkepung di kota Homs, yang berada di tengah-tengah negara itu, dalam kerangka negosiasi Konferensi Jenewa 2.
Delegasi oposisi Suriah menyajikan daftar puluhan ribu tahanan di penjara-penjara rezim untuk dibebaskan, termasuk ribuan kaum perempuan dan anak-anak dalam konteks negosiasi konferensi itu. (rz/www.middleeastmonitor.com/27/01)
[www.globalmuslim.web.id]


Organisasi hak asasi manusia Human Rights Watch menuduh pemerintah Suriah membumihanguskan ribuan rumah warga sipil, sebagi hukuman karena dianggap mendukung pemberontakan melawan Presiden Assad.
Human Rights Watch menerbitkan foto-foto satelit sebelum dan penghancuran permukiman di Damaskus dan Hama, yang diperkirakan sebagai basis pemberontak.
Organisasi HAM ini mengatakan penghancuran rumah-rumah warga, termasuk gedung apartemen bertingkat delapan, menggunakan bahan peledak dan alat-alat berat seperti buldoser.
Human Rights Watch mengatakan penghancuran rumah-rumah tersebut di bawah pengawasan militer.
Kawasan yang dihancurkan pada 2012 dan 2013 ini setara dengan luas dua lapangan sepak bola.
Human Rights Watch mengatakan penghancuran dengan sengaja dan hukuman kolektif seperti ini masuk kategori kejahatan perang.
“Membumihanguskan seluruh perkampungan atau permukiman warga sipil bukan taktik perang yang sah,” kata Ole Solvang, peneliti Human Rights Watch.
“Penghancuran rumah-rumah warga secara sengaja ini menambah panjang kejahatan perang yang dilakukan pemerintah Suriah,” kata Solvang.
Pemerintah Suriah mengatakan penghancuran dilakukan untuk memindahkan bangunan-bangunan ilegal.
Human Rights Watch tidak menerima alasan ini karena bangunan-bangunan ilegal di distrik-distrik yang propemerintah tidak dihancurkan. (bbc, 30/1/2014)
[www.globalmuslim.web.id]

Tahun ini, Inggris mencabut kewarganegaraan dari 20 warganya yang saat ini ikut berjihad di Suriah melawan rezim antek kaum kufur, Basyar al-Assad. Dan mereka ini mendapatkan kewarganegaraan Inggris sejak Mei 2010. Sejauh ini total mereka yang dicabut kewarganegaraannya melalui keputusan Menteri Dalam Negeri, Theresa May berjumlah 37 orang. Bahkan Inggris akan mengambil tindakan hukum untuk mencabut yang lainnya “untuk mencegah mereka kembali ke Inggris dan melakukan banding di pengadilan,” seperti yang dilaporkan oleh surat kabar Inggris “The Independent” (23/12/2013).
Surat kabar itu melaporkan bahwa ia mendapat angka terkait jumlah mereka yang dicabut kewarganegaraannya dari “Kantor Investigasi Jurnalisme” di London. Dan ini berdasarkan undang-undang kebebasan mengakses informasi. Sementara itu Kementerian Dalam Negeri menggunakan undang-undang Inggris yang membolehkan pencabutan kewarganegaraan yang diberikan kepada seseorang, sehingga pada saat yang sama ia kembali menjadi warganegaraan asing “jika ia diyakini akan menyebabkan kerusakan pada masyarakat Inggris,” ungkapnya.
Sedang target dari keputusan pencabutan kewarganegaraan itu adalah khusus untuk mereka yang masih di Suriah sebagai pejuang, sehingga mereka tidak dapat kembali ke Inggris lagi, dan tidak bisa mendapatkannya kembali melalui upaya banding. Jumlah mereka ini, menurut yang dilaporkan oleh sumber surat kabar yang tidak disebutkan namanya, berkisar antara 40 hingga 240 warga Inggris, dimana mereka telah dan sedang dicabut kewarganegaraannya “dengan sangat rahasia”. Surata kabar menambahkan bahwa Undang-undang Kewarganegaraan di Inggris membolehkan pemerintah untuk mencabut kewarganegaraan yang telah diberikan kepada seseorang “tanpa perlu mendapatkan persetujuan dari pengadilan” dan bisa langsung diterapkan (islammemo.cc/www.globalmuslim.web.id)

Abu-Muhammad-Al-Jaulani
SURIAH – : Dalam wawancara TV yang pertama kali nya, Amir Mujahidin Jabhah Al Nusrah, Abu Muhammad Al Jaulani (hafidzahullah), telah mengatakan kepada Al Jazeera Arab, bahwa “Kami akan mencapai kemenangan segera (in Shaa Allah).”
Al Jaulani mengatakan dari sebuah lokasi yang dirahasiakan di Suriah :
Pertempuran hampir berakhir, kami telah menguasai sekitar 70 persen, dan apa yang tersisa adalah kecil …. Kami berdoa kepada Allah agar upaya ini mencapai kemenangan. Ini hanya hitungan hari.
Al Jaulani mengatakan bahwa Jabhah Al Nusrah ingin berkonsultasi dengan para Ulama yang mendukung Jihad Suriah untuk menyusun rencana dalam menjalankan negara sesuai dengan Syariah.
Dia mengatakan tidak akan menerima hasil dari setiap konferensi “perdamaian” yang dipimpin oleh kafir harbi AS-Rusia yang dijadwalkan diselenggarkan di Swiss pada bulan Januari, karena hal itu telah dirancang untuk mempertahankan kepemimpinan (thagut) saat ini di Damaskus :
Kami tidak akan mengakui hasil apapun yang keluar dari Konferensi Jenewa 2, bahkan anak-anak atau wanita Suriah tidak akan mengakuinya. Mereka mengambil bagian dalam konferensi tersebut tidak mewakili rakyat yang berkorban dan berdarah. Selain itu, siapa yang telah meresmikan mereka untuk mewakili rakyat ? …
Mereka tidak memiliki kehadiran di tanah (Suriah). Kami tidak bisa membiarkan permainan Jenewa 2 untuk menipu umat, untuk mendorong kita kembali 50 atau 100 tahun yang lalu….
Jika rezim Assad tetap berkuasa, yang merupakan kepentingan negara adidaya dan Safawi (Iran), maka target berikutnya adalah Semenanjung Arab, yang sekarang dikenal sebagai Arab Saudi.
Al Jaulani juga mengomentari hubungan AS-Iran, yang ditandai dengan kesepakatan nuklir interim bulan lalu atas program nuklir Teheran :
Mereka rezim (seperti Arab Saudi) sekarang kehabisan pilihan sebagai akibat dari negara adidaya (AS) berbalik melawan mereka. Gelombang ganas dari rezim Safawi (Iran) sekarang datang. Semua negara-negara ini sekarang dalam bahaya karena masyarakat internasional menggantinya dengan sekutu baru, yaitu Iran ….
Sebagian besar minyak berada di sebelah timur Arab Saudi, di al- Ihsaa, Qateef dan Dammam. Daerah ini akan menjadi sasaran … diambil dan diberikan kepada sekutu baru, Iran. (Al-mustaqbal/d/dais/www.globalmuslim.web.id)

Allahu Akbar, terminal pasokan NATO diserang Mujahidin IIA, 186 kendaraan hancurNANGARHAR  – Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) atau Taliban menyerang terminal pasokan penjajah NATO di Torkham, sebuah kota perbatasan antara Afghanistan dan Pakistan, di bagian timur provinsi Nangarhar pada Rabu (18/12/2013).
Juru bicara IIA Zabihullah Mujahid melaporkan, melalui situs resmi Shahamat, bahwa Mujahidin menyerang terminal pasokan di mana truk-truk bahan bakar dan pasokan, kendaraan militer, serta tank-tank lapis baja tentara penjajah terparkir. Mujahidin menggunakan senjata berat dan ringan, granat tangan, dan roket untuk melakukan serangan besar pada Rabu pagi itu.
Serangan yang telah direncanakan itu memicu pertempuran dengan pihak musuh yang mana pihak musuh mengerahkan pasukan udaranya untuk menghadapi Mujahidn, namun kekalahan mematikan diderita oleh pihak musuh. 
Mujahid menulis bahwa sejumlah besar kendaraan lapis baja pembawa tentara, truk-truk bahan bakar dan pasokan serta kendaraan militer lainnya hancur akibat serangan-serangan Mujahidin. 
Menurut laporan pejabat Mujahidin, setidaknya 13 truk trailer dan 9 truk kontainer serta 26 tank hancur akibat serangan-serangan bom Mujahidin.
Pejabat Mujahidin menambahkan bahwa sebanyak 102 kendaraan lapis baja pengangkut tentara, 22 truk pasokan dan 48 truk trailer hancur total, sementara 14 tangki minyak hancur terbakar.
Sementara itu, puluhan tentara musuh tewas dalam baku tembak dengan Mujahidin, namun belum dipastikan jumlah tepatnya.
Sedangkan di pihak Mujahidin, tiga Mujahidin IIA bernama Sa’id Muhammad, Qari Salim, Ustadz Masrur, gugur (semoga Allah menerima mereka) dalam operasi militer tersebut, yang merupakan bagian dari operasi jihad IIA musim ini yang bertemakan “Khalid bin Walid”. Allahu Akbar !(siraaj/arrahmah/www.globalmuslim.web.id)

DAMASKUS – : Sepupu Ass’ad, Kolonel Hamed Makhlouf bunuh diri dengan meledakkan diri  ketika Pejuang Islam menyerang apartemennya di Adra al- Ummaliya , 25 km timur Damaskus.
SOHR menyatakan, kemarin gerilyawan menewaskan sedikitnya 15 orang dari  sekte Alawit dan Druzedi di kota Suriah pusat Adra al – Ummaliya, pada Rabu dan Kamis.
Aktivis lokal dan para pekerja sukarela yakin bahwa sebagian besar pembunuhan itu dari Shabiha, milisi pro – Assad, yang terlibat dalam bentrokan dengan pejuang muslim.
Mayoritas Muslim Sunni Suriah sebagian besar bergabung dengan Pejuang Muslim melawan Presiden Bashar al – Assad, yang merupakan Alawit, sedangkan sekte minoritas sebagian besar telah berdiri di belakangnya dalam konflik yang telah menewaskan lebih dari 125.000 sejak dimulai pada Maret 2011.
Banyak kota-kota di Suriah telah terbagi berdasarkan sektarian tapi Adra, sangat penting sebagai salah satu rute pejuang muslim ke Damaskus, walaupun sebagian besar menolak itu.
Saksi, aktivis dan media pemerintah Suriah menuduh Jabhah Islamiyah, aliansi dari beberapa kelompok pejuang muslim, dan Jabhah al Nusrah melakukan serangan tersebut.
Kota Adra, sekitar 20 km ( 12 mil) timur laut dari Damaskus, memiliki populasi sekitar 100.000 termasuk Alawi , Druze , Kristen dan Muslim Sunni.
Aktivis di media sosial mengatakan beberapa warga telah meninggalkan kota sementara yang lain bersembunyi di ruang bawah tanah mereka. (dp/dais/www.globalmuslim.web.id)

DAMASKUS, , - Aktivis mengatakan pesawat tempur Suriah menggempur selama empat hari tanpa henti bagian utara kota Aleppo yang dikuasai para pejuang.

Aktivis yang berbasis di Aleppo, Abu al-Hassan Marea, dan Observatorium Suriah  untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan pesawat tempur menargetkan jalan-jalan pada Rabu pagi. Sektor timur Aleppo yang juga diserang, demikian laporan Associated Press,sebagaimana dilansir alarabiya.net.

Menurut Associated Press, serangan telah menewaskan lebih dari 100 orang sejauh ini.

Aitor Zabalgogeazkoa, koordinator di Suriah dari Medecins Sans Frontieres, mengatakan bahwa dalam tiga hari terakhir, helikopter telah menargetkan wilayah yang berbeda, di antaranya sekolah.

"Ambulans kewalahan karena mereka dipanggil ke beberapa daerah pada waktu yang sama. Dokter menghadapi keputusan yang sangat sulit karena mereka menerima rombongan besar pasien," katanya kepada BBC.

Pada hari Minggu, 76 orang, termasuk 28 anak-anak, tewas ketika bom barel dijatuhkan pada tiga wilayah di Aleppo timur, kata Observatorium.
ket gambar:Seorang pemuda Suriah terluka menangis saat ia dibawa dengan kereta dorong menyusulserangan udara di Aleppo, foto diambil pada 17 Desember 2013(sumber AFP/www.globalmuslim.web.id)


LONDON, , - Sebuah laporan baru mengatakan hingga 11,000 pejuang dari lebih dari 70 negara telah bergabung dengan jihad melawan rezim pemerintahan Bashar Assad di Suriah.

Menurut laporan oleh Pusat Internasional untuk Studi Radikalisasi (International Center for the Study of Radicalization/ICSR) pada hari Selasa, antara 3.300 dan 11.000 pejuang telah berperang melawan pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad dari akhir 2011 hingga 10 Desember 2013.

"Kami memperkirakan bahwa dari akhir 2011 sampai dengan 10 Desember tahun 2013, sekitar 3.300 hingga 11.000 orang telah pergi ke Suriah untuk melawan pemerintah Assad," kata laporan itu, sebagaimana dilansirPress TV.

"Angka-angka ini termasuk mereka yang saat ini berada (di Suriah) serta mereka yang telah kembali, ditangkap atau meninggal," kata ICSR, yang merupakan kemitraan dari lima universitas yang berbasis di King College London.

Delapan puluh persen dari pejuang asing  berasal dari negara Arab dan Eropa, sebagian besar yang berasal Eropa merupakan warga Prancis dan Inggris, laporan menunjukkan.
[MD/www.globalmuslim.web.id]

Seorang dokter asal Inggris yang bekerja sukarela di rumah sakit Suriah dikabarkan  terbunuh di penjara rezim Bashar al-Assad. Keluarga mengatakan dokter itu  meninggal hanya beberapa hari sebelum janji pembebasannya.
Abbas Khan, dokter tersebut, adalah dokter tulang berusia 32 tahun asal London Selatan. Dia tiba di Aleppo, Suriah, tahun lalu untuk membantu warga sipil yang membutuhkan perawatan dokter. Namun, dia tertangkap rezim Assad.
Direktur Syrian Observatory for Human Rights, Rami Abdel, mengatakan kepada AFP bahwa ada kemungkinan Khan meninggal karena penyiksaan. Dugaan ini berdasarkan data dari ratusan kasus serupa yang kemudian oleh pemerintah diumumkan sebagai kasus bunuh diri.
Berikut surat singkat dari istri Dr Abbas Khan sebagaimana yang dimuat di fb Taji Mustafa, aktifis Islam dari Inggris.
Assalamu’alaikum
Jantungku luka, mataku meneteskan air mata namun lidah tidak akan berucap kecuali yang menyenangkan Allah. Semuanya milik Allah, kepunyaan Allah lah segala sesuatu dan semua yang kita miliki, dan kepada Allah lah kita semua kembali.
Allah yang memberi, Allah yang mengambil, dan Dia sendiri yang dapat  menggantinya. Aku merasakan begitu pahitnya kematian di tenggorokanku, hingga aku merasa tersedak dengan perasaan itu setiap hari dalam 13 bulan terakhir, dan perasaan nyeri yang aneh yang akurasakan di setiap sel tubuhku, yang sebelumnya tidak pernah aku alami.
Ada begitu banyak yang ingin aku katakan padanya dan aku sudah menulis terlalu banyak untuknya. Namun kita tidak bisa memilikinya sekarang di dunia karena Allah telah menetapkan bagi kita untuk memilikinya di tempat lain. Tempat  yang jauh lebih besar, bebas dari perasaan tertekan, kebisingan dan kejahatan.
Pria yang saya kasihi telah dipilih oleh Allah untuk balasan yang besar, Allah Yang Maha Penyayang telah menunjukkan kepadaku dan meyakinkanku dengan fadhilah-Nya yang besar dan Ihsaan sehingga perasaanku berubah menjadi kesenangan.

Ya Allah, bukalah lebar-lebar pintu Janah untuk orang yang aku kasihi, Ya Allah berikanlah kesabaran kepada kami sehingga kami tetap dapat bersyukur kasih kepada Mu, Ya Allah kami tersungkur di depan pintu rahmat Mu Ya Ar-Rahim tempat kami meminta pertolongan dari Mu, berikanlah kekasihku Jannah dan berikanlah kami kesabaran. 
Ya Allah, Engkau memberikan dia kepadaku di dunia dengan fadhilah Mu, Ya Allah janganlah lepaskan pertemanan kami bersamanya di jannah juga bersama dengan Nabi kita tercinta Ya Karim ..
Inna lillaahi wa inna ilayhi raji’uun.
Wa alaikumussalam

Saat milyarder Arab menutup mata, anak-anak Suriah membeku sampai mati dan warga Gaza tenggelam

Ilustrasi
Kaum Muslim Suriah yang dibantai dan dibunuh oleh rezim brutal dalam pertempuran Suriah, mereka dihina dan dipermalukan oleh saudara-saudara Arab mereka di negara-negara arab.
Di kamp-kamp pengungsi di Yordania dan Turki, anak-anak Suriah mati kedinginan dan rekan-rekan mereka di Jalur Gaza tenggelam sementara negara-negara Arab, terutama yang kaya, bersikeras menutup mata terhadap penderitaan mereka.
Jalur Gaza menderita tanpa listrik selama beberapa bulan dan kini kehidupan benar-benar lumpuh karena blokade menyesakkan oleh “Israel” yang telah diberlakukan terhadap hampir dua juta orang tak berdosa sementara badai musim dingin tahun ini serta banjir telah memperburuk situasi.  Hamas yang menjadi penguasa di sana tidak memiliki keahlian dan dana yang diperlukan atau kemampuan untuk menangani krisis ini, mereka harus mengevakuasi warga Gaza tunawisma yang menaiki atap rumah yang dilanda banjir menggunakan kapal nelayan tua, mereka menangis untuk pertolongan.
Terdapat hampir 150 anggota negara di dalam kelompok “Syrian People Group”, sebagian besar negara-negara kaya Eropa dan Arab, namun lebih dari empat juta pengungsi Suriah menderita kelaparan, penyakit, ketakutan di dalam dan luar Suriah dan tidak ada solusi meyakinkan dalam waktu dekat.
Miliaran dollar diinvestasikan dalam “industri kematian” di Suriah, untuk membiayai faksi oposisi (pro-Barat-red) yang akan menggulingkan rezim diktator Suriah dan miliaran dihabiskan untuk membeli peralatan militer terbaru untuk mempersenjatai mereka.  Tapi ketika anak-anak berteriak di kamp-kamp pengungsi karena membeku, orang kaya dan pemerintah tidak terlihat.
Dana tersebut dialokasikan hanya untuk pembunuhan, bukan untuk kehidupan.  Logikanya, mereka yang memberikan senjata kepada pihak oposisi tidak boleh gagal memberikan bantuan medis, makanan, selimut untuk anak-anak di Aleppo, Homs, Rastan, Ruqqa, Idlib dan seluruh kota Suriah.  Dengan asumsi misi kemanusiaan ini tidak mungkin diselesaikan oleh mereka, mereka bisa setidaknya mengirimkan bahan bantuan yang diperlukan dan peralatan pemanas ke Suriah di kamp-kamp pengungsi di Yordania dan Turki, di mana tidak ada konfrontasi militer atau ledakan.
Beberapa waktu lalu, aktivis Suriah telah merilis foto secara online yang memperlihatkan seorang anak dengan tangan terhenti di udara (membeku), namun tidak ada tanggapan dari komunitas internasional untuk hal itu.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Jum’at, Amnesti Internasional mengkritik kegagalan Uni Eropa untuk memainkan peran konkret untuk menjadi tuan rumah bagi pengungsi Suriah.  Amnesti juga mengkritik langkah-langkah yang diambil di perbatasan untuk mengurangi jumlah pengungsi Suriah yang mencoba untuk menyusup ke wilayah mereka.  Sikap Amnesti Internasional adalah terhormat untuk mengkritik negara-negara tersebut, tapi bagaimana dengan negara Arab?  Berapa banyak pengungsi Suriah yang telah diterima oleh mereka dan bagaimana mereka memperlakukan penjagaan di perbatasan untuk warga suriah yang berusaha melarikan diri dari kehidupan mereka?
Negara-negara Teluk menyumbangkan miliaran dollar dalam bentuk hibah minyak ke Mesir untuk menyelesaikan krisis bahan bakar di sana.  Namun kenapa serikat ini tidak menuntut pihak berwenang Mesir, dari sudut pandang kemanusiaan, memberikan beberapa jumlah gas untuk mengoperasikan pembangkit listrik satu-satunya di Gaza untuk menerangi rumah dari dua juta Muslim di sana?
Jalur Gaza telah tenggelam dan kegelapan, sementara anak-anak dan lansia Suriah mati kedinginan, menandai noda yang paling memalukan dalam sejarah.  Mereka yang tidak menjawab seruan sementara mereka mampu, tidak akan pernah mampu untuk membebaskan tanah air atau untuk menghormati hak asasi manusia di negara mereka atau negara lainnya.  
*diambil dari situs middleeastmonitor.com
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/12/17/saat-milyarder-arab-menutup-mata-anak-anak-suriah-membeku-sampai-mati-dan-warga-gaza-tenggelam.html#sthash.NGc86cNF.ZMlPMzAd.dpuf
[www.globalmuslim.web.id]

DAMASKUS, - Sembilan anak lagi termasuk 4 bayi yang baru lahir meninggal karena dingin, Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengumumkan pada hari Jumat, 13 Desember.

Dokter di wilayah ini memperingatkan bahwa kondisi cuaca yang memburuk dapat menyebabkan lebih banyak kematian karena kurangnya akses terhadap kebutuhan dasar sehingga membuat pengungsi kesulitan mencukupi kebutuhan hidupnya. Lembaga-lembaga kemanusian di Suriah mengeluarkan seruan mendesak agar dunia internasional memberikan bantuan, demikian laporan worldbulletin.net.

Badai musim dingin atau sering disebut 'Alexa' sedang melanda negara di kawasan Timur Tengah, mulai dari Turki, Suriah, Lebanon dan Palestina.

Lebih dari 100.000 orang tewas dalam konflik lebih dari tiga tahun di Suriah dan lebih dari dua juta warga Suriah kini terdaftar sebagai pengungsi di negara-negara tetangga seperti Turki, Lebanon dan Irak, menurut PBB.














[md/www.globalmuslim.web.id]

Innalillahi, rezim Nushairiyah Suriah kembali gunakan gas beracun
DAMASKUS – Aktivis oposisi Suriah pada Kamis (5/12/2013) mengatakan pasukan rezim Suriah kembali menggunakan gas beracun dalam serangannya di wilayah yang dikuasai oleh pejuang Suriah.  Mereka mengatakan, para korban dari gas beracun ini mengalami bengkak di kaki dan mulut berbusa.
Para aktivis mengatakan kepada Reuters bahwa dua shell penuh dengan gas menghantam kota Nabak, sekitar 68 km dari timur laut Damaskus, di jalan raya utama di wilayah Qalamoun.  Sedikitnya tujuh korban dilaporkan dalam serangan brutal tersebut.
“Tujuh orang dilaporkan sakit sejauh ini.  Mereka mengalami pembengkakan tungkai dan keluar busa dari mulut mereka,” ujar seorang aktivis Suriah yang menyebut namanya Amer al-Qalamouni kepada Reuters.
Qalamouni menambahkan bahwa tidak ada dokter yang memeriksa mereka karena kota Nabak berada di bawah bombardir masif dan hanya ada sedikit staf medis yang tersisa.
Rekaman video yang diposting di YouTube oleh aktivis Suriah memperlihatkan seorang pria yang mengatakan ia melihat asap putih saat penembakan berlangsung.  Saat asap tersebut terhirup, korban kemudian pingsan.
Sementara itu, Uni Koordinator Revolusi Suriah juga mengatakan pasukan rezim Assad menggunakan gas beracun dan menyatakan bahwa korban yang jatuh adalah sembilan orang.
“Kami mendokumentasikan sembilan korban dari serangan gas beracun yang digunakan oleh rezim di pemukiman Nabak,” lapor Reuters mengutip pernyataan organisasi tersebut yang dirilis di halaman facebook mereka.
Sebelumnya pada 21 Agustus lalu, pasukan rezim Nushairiyah juga menggunakan gas beracun yang menewaskan ratusan orang di pinggiran Damaskus, Ghautah timur.  Serangan tersebut adalah yang paling mematikan oleh rezim kafir Assad saat menggunakan senjata kimia.  (haninmazaya/arrahmah/www.globalmuslim.web.id)

(FILES) File picture dated 19 December 2

Melalui keterangan Menteri Informasi Suriah Omran Zoubi, Presiden Bashar al – Assad menegaskan akan tetap berada di posisinya dan memimpin fase transisi setelah konferensi Geneva 2 berlangsung.
Seperti dilansi kantor berita SANA, Zoubi mengatakan “Bashar al Assad akan memimpin masa transisi jika telah tercapai kesepakatan konferensi Geneva 2 dan tetap menjadi Presiden Suriah.”
Zoubi menegaskan “siapa yang percaya bahwa rezim Suriah akan menyerahkan kekuasaan kepada oposisi dalam konferensi internasional ini adalah salah,” ia menambahakan, ” Jika orang berpikir kita pergi ke Jenewa untuk memberikan kunci Damascus ke oposisi, maka kami tidak akan pergi.”
Konferensi Geneva 2 direncanakan akan berlangsung pada 22 Januari mendatang yang di motori oleh pemerintah Washington dan Moskow.
Sebelumnya pada perjanjian Geneva 1, kedua belah pihak bersepakat untuk pembentukan pemerintahan transisi tanpa keikut sertaan Assad, yang berakhir masa jabatannya pada tahun 2014 mendatang. (Aljazeera/lndk/www.globalmuslim.web.id)

Sebuah laporan mengungkapkan bahwa CIA telah mengetahui niat Basyar al-Assad untuk melakukan serangan kimia terhadap Ghouta, namun ia tidak berbuat apa-apa kecuali setelah terjadinya pembantaian tersebut.
Dalam sebuah laporan yang dipublikasikan  “The Wall Street Journal”, yang dibuat oleh tiga editornya,  dinyatakan bahwa ketika ada bentrokan antara pasukan Assad dan pasukan revolusi di pinggiran kota Damaskus, pada 18 Agustus , Amerika mulai mencium bau tidak sedap dari rezim Assad.
Menurut laporan itu, Amerika sudah mengetahui adanya perintah pada Unit Khusus Senjata Kimia untuk maju ke garis pertempuran, dan langsung melakukan serangan kimia selama dua hari. Bahkan Amerika telah melihat pesan kode yang ditujukan kepada pasukan elite untuk membawa “sejumlah besar” masker gas pada para pasukannya.
Meskipun komunikasi ini telah diketahui dan bahkan dicatat, namun badan intelijen Amerika tidak berusaha menerjemahkan isi dari pesan itu ke bahasa Inggris untuk segera dianalisis, sehingga para pejabat Gedung Putih tidak mengetahui apa yang akan dilakukan oleh rezim Basyar, sampai serangan kimia itu dimulai pada pagi hari tanggal 21 Agustus.
Surat kabar itu mengatakan: “Sesungguhnya badan-badan intelijen Washington dan Tel Aviv mampu mencegah melalui apa yang telah diketahuinya tentang adanya kekacauan dan bentrokan dalam rezim di Damaskus pada malam itu, sehingga dengannya ia bisa mengeluarkan perintah pada komandan militer yang tengah berada di unit garis bentrokan di Ghouta, agar menghentikan penggunaan bahan kimia.” (islammemo.cc/www.globalmuslim.web.id)

KOPENHAGEN, , - Dinas intelejen Denmark mengatakan pada hari Ahad bahwa terdapat sekitar 80 orang yang telah melakukan perjalanan dari Denmark ke Suriah untuk berjihad sejak pertengahan 2012.

Dalam laporannya, Otoritas intelejen Denmark yang dikenal dengan PET mengatakan mereka yang bepergian ke Suriah terutama laki-laki Muslim Sunni berusia antara 16 hingga 25 tahun. Setidaknya tujuh orang meninggal di Suriah dan sekitar 40 telah kembali lagi ke Denmark, kata PET sebagaimana dilaporkan alarabiya.net.

Konflik Suriah telah menarik ratusan pejuang asing dari negara-negara Eropa, banyak di antaranya telah bergabung dengan kelompok mujahidin Islam.

Dinas intelijen Norwegia, PST, mengatakan sekitar 30 sampai 40 orang  dan mungkin lebih, telah meninggalkan dari Norwegia, termasuk dua kakak adik perempuan berusia 16 dan 19 tahun yang menjadi berita utama bulan lalu.

Menurut PET, pejuang dari Denmark berasal dari "lingkungan Islam". PET juga mengatakan bahwa sejumlah kriminal yang bertobat telah banyak yang bergabung dengan kalangan Islam.

Jakob Scharf, kepala PET, mengatakan pihaknya terus mengawasi orang-orng Denmark yang terlibat jihad di Suriah.
[MD/www.globalmuslim.web.id]

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun... Telah syahid insyaAllah seorang mujahid mantan Artis Rapper Terkenal di jerman. Deso Dogg alias Abu Talha Al-Amany. Ia bergabung dengan para mujahidin di suriah untuk membela kehormatan Bumi Syam yang di berkahi. Mantan Penyanyi rapper Jerman yang dulu bernama Deso Dog, Syahid Insya Allah di Suriah. Setelah Serangan Jet Tempur Bassar Menggempur Provinsi Lattakia. Pada Jumat, November 22, 2013 Amalnya sedikit, namun balasannya selangit.... :::::::::::::::::::::::: Semoga Allah memasukkannya ke dalam surga. Meninggikan derajatnya. Amin... :::::::::::::::::::::::: Like dan Shere Tanda kita bahagia dgn kabar ini.... Allahu Akbar...


Sekilas tentang Deso Dogg alias Abu Talha Al-Amany

Rapper Jerman Terkenal Masuk Islam dan Berjihad ke Suriah

999642_10201262279261510_660615992_n.jpg (599×392)
JERMAN - laporan pers Majalah Jerman Der Spiegel  menunjukkan kekhawatiran dan ketakutan para pejabat Jerman tentang mujahidin Jerman di Suriah.
deso-dogg1.jpg (640×362)Para pejabat Jerman cemas karena kemampuan Rapper Jerman yang masuk Islam kemudian pergi ke Suriah dan bergabung dengan mujahidin di sana, Deso Dogg, telah menjadi alat propaganda.
Laporan itu menyebutkan video yang mengajak muslimin untuk berjihad di Suriah dan Deso mengajak warga Jerman untuk mengikuti jejaknya. Dan video-video yang dipublikasikan tentang seruan untuk berjihad ke Suriah memberikan pengaruh kepada para pemuda.
Kiri: Deso saat menjadi Rapper Jerman, Kanan: Saat Berjihad di Suriah.
Deso Dogg atau yang dikenal oleh mujahidin Suriah dengan nama Abu Talha Al-Almani adalah penyanyi rap terkenal di Jerman melalui lagu-lagu hip hopnya. Namun, ia meninggalkan popularitas dan sorotan dunia setelah ia memeluk Islam.
deso-dogg-atau-abu-maleeq-_110428221804-207.jpg (360×260)laporan tersebut menegaskan, sekitar 20 orang warga Jerman yang sekarang berperang di Suriah melawan pasukan tiran Bashar Assad. Sebagian dari mereka membawa istri-istri mereka dan di front pertempuran.
Awal Agustus lalu, Deso dimasukkan dalam daftar pemantauan Otoritas Jerman di Berlin. Namun ia berhasil lari dari Jerman. Dan ia muncul di media setelah berulang kali berupaya masuk ke Suriah bersama teman-temannya yang muslim.
Perlu diketahui, Nama kelahiran Deso Doggg adalah Denis Mamadou Cupert.Ia memulai karir rapnya pada tahun 1995 dan berhenti pada tahun 2010. Setelah masuk Islam ia dienal dengan nama Abou Maleeq.
[usamah/imo/voai/www.globalmuslim.web.id]
Powered by Blogger.