WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Presiden Barack Obama mengatakan resesi masih sangat nyata bagi banyak orang. Resesi AS berlangsung selama 18 bulan dan yang terlama sejak Perang Dunia II.
Biro Penelitian Ekonomi Nasional (NBER) mengatakan pemulihan dimulai bulan Juni 2009 dengan resesi dimulai tahun 2007.
Sudut pandangnya membawa beban di AS, meskipun biasanya ada kelambatan sebelum mencapai sebuah posisi, ujar editor ekonomi BBC World Service, Andrew Walker.
Organisasi itu tidak hanya mengambil data dari GDP. Pendapatan, lapangan kerja, produksi industri, dan keseluruhan penjualan ritel juga menjadi bagian dari analisis.
Resesi terlama pasca perang di tahun 1973-75 dan 1981-82 berlangsung selama 16 bulan.
Sementara itu, Presiden Barack Obama, berbicara di Philadelphia pada Senin (20/9) malam waktu setempat, mengatakan bahwa akhir "Resesi Hebat" akan menjadi sedikit pelipur lara bagi jutaan orang yang masih menganggur.
"Meskipun ekonom mungkin mengatakan bahwa resesi secara resmi berakhir tahun lalu, jelas bagi jutaan orang yang masih belum mendapatkan pekerjaan, yang melihat nilai rumah mereka turun, yang berjuang untuk membayar tagihan dari hari ke hari, ini masih sangat nyata bagi mereka," ujar Obama.
Dalam laporannya, NBER mengatakan, "Komite tidak menyimpulkan bahwa kondisi ekonomi sejak bulan lalu menguntungkan atau bahwa ekonomi telah kembali beroperasi dalam kapasitas normal."
"Alih-alih, komite hanya yakin bahwa resesi berakhir dan pemulihan dimulai pada bulan itu."
Secara terpisah di hari yang sama, Organisasi untuk Pembangunan dan Kerjasama Ekonomi (OECD) juga memotong prediksi pertumbuhan AS-nya.
OECD memprediksi bahwa perekonomian AS akan tumbuh 2.6% tahun ini, setelah sebelumnya memprediksi ekspansi sebesar 3.2%.
Organisasi itu juga memperingatkan dalam survei ekonomi terbarunya bahwa resesi mungkin akan memicu kerusakan jangka panjang terhadap perekonomian, dengan tingginya angka pengangguran jangka panjang.
Sementara itu, Pusat Penelitian Ekonomi dan Bisnis Inggris (CEBR) memprediksi bahwa perekonomian AS akan meningkat 2.2% tahun depan, setelah tumbuh 2.5% tahun ini.
Sebelumnya IMF telah memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi global kemungkinan besar akan melambat menjelang akhir tahun 2010.
IMF menyalahkan lemahnya sektor finansial dan krisis kepercayaan di beberapa negara.
Organisasi itu menyerukan negara-negara paling maju untuk memotong defisit anggaran mereka untuk mengatasi persoalan itu.
IMF juga memaparkan beberapa faktor risiko potensial yang bisa membuat segalanya menjadi lebih buruk, seperti kemerosotan pasar properti AS.
Di sinilah krisis finansial global dimulai dan IMF memperingatkan bahwa suplai kredit mungkin akan mulai mengering jika jumlah penyitaan rumah di sana terus meningkat.
Itu juga menimbulkan kemungkinan lebih banyak masalah di dalam pasar hutang asing, serupa dengan krisis kepercayaan yang membuat Yunani memerlukan pinjaman sebesar 100 milyar euro tahun ini.
Di antara rekomendasi yang dibuat oleh IMF adalah seruan untuk pemerintah menyeimbangkan kembali perekonomian mereka, dengan pasar-pasar baru yang bermunculan, termasuk di Asia, mendorong untuk mengurangi fokus pada ekspor dan lebih merangsang permintaan internal.
IMF mengatakan bahwa negara-negara maju perlu meningkatkan penjualan ekspor sembari memotong defisit anggaran mereka. (rin/bbc) www.suaramedia.com

Post a Comment