Bangun Menorah untuk Undang Pengusaha Yahudi


Setelah masuknya Freeport, secara de facto Indonesia sejak 1967 sudah dikangkangi Zionis-Israel
 
Hidayatullah.com--Belum lama ini kelompok Grup Bakrie bersama rekanannya Recapital Advisors melakukan pencatatan saham jalur belakang (backdoor listing) di Bursa Efek London melalui transaksi tukar guling saham dan akuisisi dengan keluarga Rothschild senilai Rp 27 triliun.

Penandatanganan perjanjian jual beli saham telah dilakukan antara PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Recapital Advisors dan Vallar Plc pada Selasa (16/11/10). Mekanisme transaksi raksasa senilai Rp 27 triliun ini dilakukan melalui 2 cara, yaitu tukar guling saham dan pembayaran tunai oleh Rothschild.

Rothschild selanjutnya ingin menjadikan perusahaan gabungannya dengan Bakrie itu sebagai pemasok batubara terbesar ke China.
 
Sebagaimana diketahui, Nathaniel, kelahiran 1971, adalah bungsu dan satu-satunya lelaki dari empat keturunan Jacob Rothschild. Jacob adalah baron keempat The Rothschild's. Dia dikenal sebagai donatur Israel sekaligus Presiden Kehormatan Institute for Jewish Policy Research (IJPR).
 
Hubungan bisnis juga dilakukan antara Telkomsel dan Amdocs. Di Irlandia Amdocs diboikot lantaran dianggap berbau Israel oleh politisi setempat. Tapi lain di Indonesia.

"Amdocs itu perusahaan Amerika, bukan Israel," tegas Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno, ketika dicecar wartawan soal status partner kerjanya tersebut, usai pembukaan FKI dan ICS 2010, Rabu (14/07/10).

"Ini urusan korporasi biasa, kenapa kabarnya jadi dibawa-bawa Israel seperti itu," imbuhnya.

Operator seluler terbesar di Tanah Air itu mengizinkan Amdocs mengikuti tender billing system yang mereka gelar beberapa waktu lalu. Kini, tender tersebut sudah selesai dilaksanakan, dan Amdocs akhirnya terpilih sebagai pemenang oleh Telkomsel.
"Ini kan soal billing system operator dan kita ingin mencari yang terbaik di dunia," ujar Sarwoto.

Di Irlandia, isu Amdocs berbau Israel mengemuka setelah para politisi di Irlandia menyerukan boikot perusahaan tersebut. Bahkan, mereka memprotes melarang operator telekomunikasi setempat untuk memilih Amdocs sebagai partner kerja. Hal sebagai bentuk simpati atas serangan negara Zionis tersebut ke Palestina.
Dikangkangi Sejak 1967.
 
Dan saat ini di Menado saat ini berdiri sebuah tugu baru menjulang setinggi 62 kaki di sebuah puncak dataran tinggi pinggiran kota Menado. Bangunan itu tidak lain sebuah menorah raksasa, yang mungkin ukurannya paling besar di seluruh dunia. Menorah adalah salah satu lambang suci peribadatan Yahudi.

Lama dikenal sebagai daerah yang banyak dihuni penganut dan misionaris Kristen, wilayah tersebut kini semakin banyak menampakkan identitas Yahudi. Dengan restu dari pemerintah daerah setempat, orang-orang keturunan Yahudi Belanda membuat ruang bagi komunitas mereka di kawasan itu.

Bendera-bendera Israel terlihat di pelataran ojek dekat tugu menorah raksasa. Salah satunya terletak di dekat sebuah sinagog yang dibangun sekitar enam tahun lalu. Bintang Daud besar menghiasi langit-langit sinagog itu. Tugu, sinagog, dan fasilitasnya semua dibangun dengan biaya dari kas pemerintah daerah.

Sebelum meminta bantuan dari komunitas Yahudi lain di luar Indonesia, kaum Yahudi setempat mempelajari ajaran agama mereka lewat internet. Halaman-halaman Taurat hasil cetakan dari internet mereka kumpulkan. Rekaman video berisi ajaran Yahudi mereka unduh dari YouTube. Mereka bertanya tentang agamanya kepada Rabi Google.

"Kami hanya berusaha menjadi Yahudi yang baik," kata Toar Palilingan, 27, sebagaimana dikutip The New York Times (22/11). Memimpin sebuah acara makan malam perayaaan Sabbath di kediaman keluarganya, Toar mengenakan pakaian ala Yahudi, dengan topi hitam lebar, kemeja putuh dengan setelan jas warna hitam.

Bersama sekitar sepuluh orang Yahudi, mereka biasanya beribadah di sebuah sinagog peninggalan Belanda di pinggiran kota Menado.

"Tapi jika dibandingkan dengan Yahudi di Yerusalem atau Brooklyn," kata Toar Palilingan yang kini juga dikenal dengan nama Yaakov Baruch, "kami belum sebanding."

Beberapa tahun belakangan, para pengusaha dari Israel dan Yahudi dari negara lain secara diam-diam berkunjung ke Menado untuk mencari peluang usaha.

Salah satu di antaranya adalah Moshe Kotel. Pria berusia 47 tahun ini lahir di El Salvador namun memiliki kewarganegaraan Israel dan Amerika Serikat. Dia telah mengunjungi Manado setiap tahun sejak 2003 dan memiliki bisnis telur organik. Kotel yang memiliki istri orang Manado mengatakan gugup, ketika pertama kali mendarat di bandara setempat.

"Waktu itu sudah pukul 11 malam. Dan saya membawa tefilin," cerita Kotel. Tefilin adalah sepasang kotak kulit kecil hitam tempat menyimpan gulungan perkamen berisi ayat-ayat Torah yang biasa dililitkan di tangan dan lengan ketika mereka membaca kitab sucinya.

"Tapi setelah melihat ada bendera-bendera Israel di taksi-taksi bandara, saya selalu merasa diterima di sini," katanya.

Pemerintah Sulawesi Utara mendirikan tugu menorah itu tahun lalu dengan biaya 150.000 dolar, kata Margarita Rumokoy, Kepala Dinas Pariwisata setempat.

Denny Wowiling, seorang anggota DPRD, mengatakan, dirinya mengajukan pembangunan menorah itu setelah melihat tugu serupa yang terdapat di depan gedung Knesset di Israel. Katanya, dia berharap tugu itu dapat menarik turis-turis dan pengusaha dari Eropa berkunjung ke daerahnya.

Apa yang dilakukan kota Menado ini melengkapi masuknya pebisnis-pebisnis besar Zionis Israel ke Indonesia. Secara de facto Indonesia memang sudah dikangkangi Zionis-Israel sejak tahun 1967. Diawali dengan jatuhnya tambang emas terbesar dunia di Tembagapura ke Freeport, lalu kekayaan alam negeri ini pun menyusul dikuasai negeri-negeri Zionis sampai sekarang. [*]