Showing posts with label yahudi. Show all posts


PALESTINA  - Ribuan pemukim Yahudi menyerbu desa Kufl Hares, di tenggara Qalqila, Palestina pada hari Selasa (17/4/2012) malam, seperti yang dilansir oleh PIC pada Rabu (18/4).
Para pemukim Yahudi itu berniat untuk melakukan ritual Talmud di sebuah kuil dengan perlindungan para tentara zionis Israel.
Mamun Buziye, seorang anggota Dewan desa mengatakan kepada Quds Press pada Rabu (18/4) bahwa tentara zionis datang dengan puluhan kendaraan lapis baja di desa tersebut pada pukul 21:00 hari Selasa (17/4) dan tiba-tiba menyatakan daerah itu sebagai zona militer tertutup.
Tak lama kemudian sekitar 5000 pemukim Yahudi datang dengan menggunakan kapal bersama para pembimbing mereka, mereka hendak melakukan ritual Talmud di makam Yosua bin Nun, seperti yang diyakini mereka, sebelum meninggalkan desa pada pukul 06:00 pada hari Rabu (18/4).
Buziye mengatakan bahwa tentara zionis Israel menyerang sejumlah warga Palestina di jalan-jalan dan menangkap seorang pemuda dan membawanya ke tempat yang tidak diketahui. Buziye menambahkan bahwa para pemukim Yahudi juga memukuli sejumlah warga Palestina dan mencaci maki mereka.
Buziye mencatat bahwa para pemukim Yahudi sekarang sering menyerbu desa-desa Palestina dibawah perlindungan tentara zionis, mereka dikerahkan ke desa-desa untuk memberikan perlindungan terhadap para pemukim ilegal itu, dan tak jarang menyerang warga muslim setempat. (siraaj/arrahmah/Globalmuslim.web.id)

Inilah alasan kenapa anak-anak Yahudi yang masih lugu bisa berubah menjadi "monster" terhadap warga Palestina.
Menurut buku terbaru yang akan dirilis akhir bulan ini, penyebabnya adalah karena buku-buku pelajaran sekolah di Israel berisi ajaran-ajaran anti Palestina, dengan pendekatan yang sangat agresif sejak tahun 1990.
Penulis buku, Nurit Peled-Elhanan, seorang profesor di Hebrew University Yerusalem, mengatakan pendekatan ini diajarkan kepada anak sekolah agar mereka memiliki sikap bermusuhan terhadap Palestina setelah mereka bertugas di tentara.
Buku yang berjudul "Palestine in Israeli School Books: Ideology and Propaganda in Education" termasuk penelitian dan bukti-bukti yang menguatkan teori-Peled Elhanan yang melakukan penelitian terhadap puluhan buku sekolah Israel yang diterbitkan sejak tahun sembilan puluhan.
"Saya cari alasan mengapa anak laki-laki Yahudi yang baik-baik bisa berubah menjadi monster ketika mereka bergabung dengan tentara," kata Peled-Elhanan kepada media pekan ini.
"Mereka tidak pernah bertemu secara tatap wajah dengan warga Palestina sewaktu mereka masih anak-anak, selain semua buku teks doktrin kebencian yang mereka kenal," tambah profesor itu.
Di antara teks-teks yang dipelajari, salah satunya menunjukkan bahwa "warga Palestina di Israel menghindari modernisasi dan sedang membangun rumah secara ilegal," sementara yang lain menyatakan bahwa "Palestina telah menjadi masalah demografi mengerikan bagi Israel," lapor media.
Juga, sebuah buku geografi mengatakan "masyarakat Arab ... objek untuk perubahan berdasarkan sifatnya, enggan untuk mengadopsi hal baru dan modernisasi tampaknya berbahaya bagi mereka. "
Peled-Elhanan menyatakan bahwa buku-buku pelajaran sekolah Israel menggambarkan orang Arab sebagai primitif dan kesukuan, surat kabar melaporkan.
Namun studi itu telah memicu kritik dari akademisi Israel yang telah menuduh Peled Elhanan melakukan sentimen anti-Israel, dengan alasan bahwa bias buku tekstu seperti isudah ada di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat.
Namun profesor ini percaya bahwa dirinya telah menggali temuan penting, yang menyatakan pendidikan Israel mengajarkan "kebencian dan xenophobia terhadap Palestina."
Penelitiannya juga mencakup buku teks sekolah umum yang menghilangkan situs Palestina dari peta Yerusalem, yang berjudul "The Historic Capital of the Jewish People" .
"Penelitiannya mengutip salah satu buku teks mengatakan pelarian warga Palestina dari Israel di tengah kekhawatiran hidup mereka setelah pembunuhan Deir Yassin memecahkan masalah demografi mengerikan bagi Israel."
Sementara itu, satu buku teks yang meliputi pembantaian Israel tahun 1953 terhadap warga Palestina di desa Tepi Barat Qibya mengatakan bahwa tindakan itu mengembalikan sedikit kepercayaan dari warga negara Israel dan membangun kembali semangat dan martabat militer.
"Israel menginginkan de-Arabisasi dari seluruh wilayah," katanya. "Pihak berwenang telah sangat berhasil dalam mengajar ini kepada anak-anak dan mereka tahu bahwa mereka tidak akan memiliki prajurit yang baik jika mereka mengubah buku pelajaran sekolah."(fq/aby)

Barang dagangan anda tabu? Tapi ingin dapat dinikmati oleh berbagai penjuru? Ambillah seorang pakar humas Yahudi dan anda dapat mewujudkannya. Mungkin itu yang ada di benak George Washington Hill, Presiden American Tobbaco Company (ATC) yang hampir patah arang mempopulerkan produk rokok khusus perempuan miliknya pada tahun 1920-an. Ganjalan yang dihadapi ATC memang bukan murni problematikanya. Sejak Abad 19 realitas perempuan merokok sama dengan memancing stigma. Bahkan tahun 1908, seorang perempuan di New York ditangkap karena menghisap tembakau di hadapan warga Amerika.
Adalah Edward Bernays (1891-1995), Bapak Humas Dunia yang juga seorang Yahudi tulen sekaligus kemenakan Sigmund Freud yang berhasil membalikkan itu semua. Hal ini bermula ketika George Washington mengaduh. Ia meminta Bernays memecahkan problematikanya. Bernays pun merasa iba. Yahudi itu mengaku tersentuh melihat Bernays kehilangan para perempuan yang menjadi pelanggan produknya.
Seperti dikutip Majalah Historia, Bernays segera mengunjungi temannya, seorang psikolog A.A. Brill, yang juga pengagum teori-teori Freud. Bernays dan Brill mendiskusikan masalah yang dihadapi ATC.
“Menurut Brill, yang menjadi alasan utama perempuan tak merokok adalah alam bawah sadar mereka mengasosiasikan rokok dengan alat kelamin laki-laki, yang merepresentasikan kekuatan seksual laki-laki,” tulis Jonathan Gabay dalam Soul Traders. Alam bawah sadar memang salah satu karaketristi teori psikoanalisis Freud bahwa hampir 90 % tindak tanduk manusia didorong oleh bawah sadarnya.
Brill menulis, sebagaimana dikutip Bernays dalam The Engineering of Concent: “Beberapa perempuan menganggap rokok merupakan simbol kebebasan... Saat ini banyak perempuan melakukan pekerjaan yang sama dengan laki-laki... Rokok, yang diasosiasikan dengan laki-laki, merupakan obor lambang kebebasan.”
Konsep “obor kebebasan” bergema dalam benak Bernays. Yang harus dia lakukan adalah menemukan waktu dan tempat yang tepat untuk menyebarkan “obor kebebasan” itu ke seluruh dunia. Bernays mendapatkannya ketika kota New York menggelar Parade Paskah pada 1929, sebuah acara yang selalu mencuri perhatian publik.
Bernays menghubungi media. Dia mempersiapkan sepuluh perempuan yang disebut “Kontingen Obor Kebebasan”. Saat pertunjukkan, para perempuan itu mengelilingi Lucky Strike, membawa rokok yang disembunyikan di pakaian mereka dan kemudian, dengan pongah, menyulut rokok di depan publik. Foto-foto yang menunjukkan para pemberontak muda penuh glamor tengah mengisap “Obor Kebebasan” menjadi headline di berbagai media di dunia.
“Ketabuan telah dihancurkan. Pengahalang-penghalang telah diruntuhkan. Para perempuan mulai membeli rokok-rokok American Tobacco Company. Tak lama setelah acara itu, beberapa perempuan bahkan meminta agar dapat menjadi anggota klub merokok, yang seluruh anggotanya laki-laki,” tulis Gabay.
Berkat keberhasilan mempopulerkan barang haram tersebut, nama Bernays semakin berkibar. James Sandorlini dari Chicago Media Watch dalam tulisannya “Propaganda: The Art of War”, menjelaskan bahwa Bernays telah menjalankan propaganda secara serius dengan mengabungkan psikologi individu dan sosial, opini publik, persuasi politik dan trik-trik marketing untuk menjalankan suatu hal yang tadinya ilusi menjadi kenyataan.
Bahkan hingga kini rokok menjadi hal yang tidak lagi tabu dan jamak dikonsumi para perempuan. Di Indonesia, fenomenanya lebih sadis lagi. Rokok bukan saja lekat kepada wanita tapi juga ulama. Masih ingat dalam benak awak media, ucapan KH. Kholil Ridwan dalam deklarasi MIUMI baru-baru ini. Beliau mengatakan ada dua jenis ulama di Indonesia, ulama yang tidak merokok dan ulama yang merokok. Bahkan untuk menentukan fatwa haram rokok di Indonesia masih terjadi silang sengketa.
Menariknya, di Israel, kaum Yahudi melarang warganya mengkonsumsi rokok. Negara Singapura sebagai Negara dengan komunitas Yahudi terbesar di Asia Tenggara pun memperlakukan para perokok sebagai warga negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar bandingkan dengan Indonesia yang hanya berharga 70 sen US Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telahdilakukan oleh peneliti Israel, bahwa nikotin hanya akan menghasilkan generasai yang “Bodoh” dan “Dungu”.
Padahal Yahudi adalah salah satu produsen rokok terbesar di dunia. Tak heran, Philip Morris, pabrik rokok terbesar di Amerika menyumbangkan 12% dari keuntungan bersihnya ke Israel. Jadi malang betul nasib umat Islam: Yahudi yang menciptakan rokok, kita yang menghisapnya. Mati pula. (Pz)

spin.jpg (640×360)Tradisi pemikiran liberal adalah sebuah sejarah panjang yang dimulai oleh Yahudi ratusan tahun lalu. Dalam bukunyaTractatus Theologico-Politicus, 1670, seorang Rabbi Yahudi bernama Baruch mulai mempertanyakan keabsahan kitab Suci Yahudi. Temuan itu dikatakan Direktur Eksekutif INSISTS, Ustadz Adnin Armas, dalam diskusi*Titik Temu Yahudi dan Kristen Dalam Peradaban Barat di Kajian Zionisme Internasional, Ahad (26/2) kemarin.
“Disinilah metode historis kritis terhadap kitab suci dimulai. Pelopornya adalah Baruch Spinoza, seorang Yahudi liberal. Dia menulis buku traktat politik teologis. Ini buku liberal pada zamannya,” tandasnya.
Akibat tulisannya, Spinoza dikucilkan oleh para Rabbi Yahudi. Sebab buku ini dinilai sebagai karya awal yang menghujat Yahudi. Salah satunya bantahan terhadap klaim Yahudi adalah bangsa terpilih dan selain Yahudi adalah Gentiles. “Apa yang mereka (Yahudi, red.) klaim dibantah sendiri oleh Spinoza,” sambungnya.
Spinoza juga membantah bahwa lima kitab awal dalam perjanjian lama adalah murni karangan Musa. Menurut Spinoza kitab kejadian dan ulangan adalah karya diluar Nabi Musa. “Jadi Yahudi pada waktu itu sudah menolak perjanjian lama.” Lanjutnya.
Spinoza juga menyentuh metode penafsiran layaknya para pengusung liberalisme Islam mengritik Qur’an. Ustadz Adnin mengatakan bahwa menurut Spinoza penafsiran itu tidak harus mengikuti Rabbi. Penafsiran manusia dan akalnya mampu sampai pada kebenaran dan tidak perlu ada otoritas. Persis dengan kelompok liberal saat ini.
Sedangkan dalam segi hukum, hukum-hukum dari Yahudi tidak bisa dilepaskan dari moral. Meski itu ajaran Yahudi, namun tidak bermoral atau manusiawi, maka hukum itu perlu dievakuasi kembali. “Jadi jika kita bicara liberal, Yahudi sudah liberal dengan karya Spinoza sejak 400 tahun lalu,” terangnya. (Pz)


AL-QUDS- Para pemimpin pemukim Yahudi mendapat lampu hijau dari pemerintah zionis Israel, mereka melakukan kampanye luas dengan tujuan menggalang dana untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa dan membangun kembali "kuil suci" yang mereka klaim bertempat di  Masjid Al-Aqsa.
Kampanye tersebut dimulai pada hari Rabu pagi (22/2/2012) di dekat Masjid Al-Aqsa, dimana para pemimpin Yahudi dan para pemukim Yahudi lainnya menggunakan pengeras suara untuk mengumumkan penggalangan dana untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa dan pada saat beraksi mereka dikawal oleh para tentara zionis di jalanan kota Al-Quds.
Selama kampanye itu, polisi zionis  menutup jalan-jalan, mengawal para Yahudi, menggganggu para penjaga toko Muslim di Al-Quds dan memaksa mereka untuk menutup toko-toko mereka.
Pada saat kampanye penggalangan dana itu, para pemimpin Yahudi dan para pemukim Yahudi lainnya yang tak punya hati menari-nari dan bernyanyi dalam lingkaran, sambil meneriakkan slogan-slogan rasisme terhadap kaum Arab (Muslimin) dan menyerang warga-warga Muslim Palestina yang melewati jalan tersebut. (siraaj/arrahmah.com)


JAKARTA – Sehubungan dengan ungkapan Neta Pane S, ketua presidium IPW (Indonesia Police Watch) terkait bahwa Kementiran Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang memberikan akses ilegal untuk FBI (Federal Bureau of Investigation) di sejumlah lembaga pemasyarkatan (lapas) untuk menginterogasi para tahanan terutama tersangka “terorisme” dan Kemenkumham akan dapatkan 1 triliun per tahun untuk itu, Umar Abduh, pengamat intelijen, memberikan penjelasan tambahan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bagian dari budak Yahudi.
Umar Abduh
Umar Abduh dengan tegas mengatakan kepada i-today pada (14/2/2012) lalu bahwa, ”Pemerintahan SBY telah terlibat jauh dalam proyek teroris. Proyek ini jelas-jelas merupakan perang tingkat tinggi antara Yahudi dengan Islam. Jika Kemenkum HAM mengijinkan FBI berkiprah di Indonesia, bisa dikatakan Kemenkum HAM bagian dari Yahudi.”
Meski Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Amir Syamsudin telah membantah adanya FBI di sejumlah Lapas di Indonesia, namun Menkumham tidak menjelaskan fakta lebih lanjut dan membenarkan adanya kunjungan petugas mereka ke Guantamo.
Neta S Pane
Menurut Umar, proyek-proyek anti teroris yang dijalankan pemerintah merupakan bagian dari kerjasama Yahudi anti Islam. “Jika orang  asing diberikan kesempatan  mengawasi orang Indonesia, di mana kedaulatan Indonesia. Bantuan asing ditujukan untuk mengadudomba Islam dengan pemerintah”, dikutipi-today.
Umar yakin bahwa SBY adalah bagian dari budak Yahudi, ”Jika SBY menyetujui kerjasama Indonesia dengan Amerika Serikat, dalam hal ini FBI, saya yakin SBY bagian dari budak Yahudi,” tegas Umar.
Umar menambahkan bahwa kerjasama FBI-Kemenkumham telah menyalahi prosedur. karena dalam kerjasama itu pemerintah tidak berkoordinasi terlebih dahulu dengan DPR.
“Ini kesalahan. Sudah terlanjur dan ini tidak boleh. Dulu di Komisi I DPR, Joko Susilo sangat kencang menentang seperti ini. Persoalan ‘terorisme’ merupakan bagian dari konspirasi intelijen,” kata Umar. (siraaj/arrahmah.com)


HEBRON– Sumber lokal melaporkan bahwa sejumlah pemukim ekstrimis Yahudi mencabut sekitar 25 pohon zaitun yang baru ditanam milik penduduk Palestina di kota Beit Ummar, utara kota Hebron pada Selasa (7/2/2012), laporIMEMC Rabu (8/2).
Lahan tersebut sering menjadi target serangan oleh pemukim ekstrimis Yahudi yang secara ilegal mengambil alih tanah milik penduduk Palestina untuk memperluas pemukiman mereka.
Yousef Abu Maria, koordinator Komite Popular menentang pembangunan Tembok dan Perumahan di Beit Ummar mengatakan kepada Quds Press bahwa belasan pemukim ilegal menyerang daerah tersebut dan menumbangkan pohon-pohon sementara tentara Zionis hadir di sana dan tidak berusaha melakukan apapun untuk menghentikan mereka.
Abu Maria menambahkan bahwa para pemukim ilegal juga telah memarkirkan sejumlah rumah mobil di sana.
Di hari yang sama, pemukim ilegal memasuki pemakaman Kristen di Yerusalem dan merusak beberapa kuburan.
Pemukim ekstrimis Yahudi juga menyerang sebuah stasiun gas di Jenin, memaksa penduduk keluar dari daerah itu. (haninmazaya/arrahmah.com)


JAKARTA – Sebagian Umat Islam menilai ada Yahudi yang baik, biasanya dinisbatkan kepada Naturei Karta sekelompok Yahudi orthodox anti-Zionis. Sikap  Anti-zionis Naturei Karta bahkan, membuat anggota Naturei Karta pernah ditembak oleh tentara Israel.
Rizki Ridyasmara seorang pakar Zionis, menolak jika dikatakan adanya Yahudi yang baik, karena menurutnya antara Yahudi Zionis dengan Yahudi non-zionis tidak jauh berbeda.
“Yahudi zionis dengan Yahudi non-zionis sama-sama memusuhi Islam, Umat Islam selama ini terkecoh” Kata Rizki kepada arrahmah.com di tengah acara Kajian Menyingkap Tabir kesesatan Syi’ah di Masjid Baitul Karim, Tanah Abang, Jakarta, Ahad(5/2).
Naturei Karta menurut Rizki, memiliki perbedaan dengan Yahudi Zionis hanya terletak pada keyakinan menyambut datangnya Mesias (Al Mahdi) ke dunia dalam rangka memimpin bangsa Yahudi, dan pendirian Ketiga kalinya Haikal Sulaiman yang pernah dua kali dihancurkan oleh Nebukadnezar dan Kaisar Romawi. Akan tetapi dalam sikap memusuhi umat Islam mereka sama saja.
“Kalau Yahudi Zionis berkeyakinan sebelum datangnya Mesias mereka Harus membangun terlebih dahulu Haikal Sulaiman, sedangkan Naturei Karta berkeyakinan Haikal harus didirikan bersama Mesias yang telah datang ke dunia” papar penulis buku-buku konspirasi ini.
Lebih dari itu, Dia meminta Umat Islam agar menilai sesuatu dengan Al-qur’an dan sunnah. Terutama menyikapi Yahudi, karena menurutnya tidak ada pembedaan Yahudi yang Zionis atupun Non-Zionis.
“Tidak ada di Qur’an tentang Yahudi baik, Wa lan tardho ankal Yahudu walan nashoro hatta tattabi’a milatahum. Itu saja” ujarnya mengutip ayat Al-Qur’an.
Untuk membangun Haikal Sulaiman ketiga, Yahudi perlu menghancurkan dan merobohkan Masjid Al-Aqsho. Dan mendirikan Haikal Sulaiman di atas reruntuhannya, menurutnya Naturei Karta dan Yahudi Zionis, memiliki Keyakinan yang sama dalam menghancurkan Al-Aqsho.
“Mereka sama-sama menggunakan Talmud, jadi sama dalam menyikapi Al-Aqsho.”beber Rizki.
Menyinggung kedekatan Naturei Karta yang merupakan Yahudi Orthodoks dengan Iran,yang pernah disambut sangat hangat oleh Ahmadinejad di Iran.  Rizki menambahkan adanya keanehan dengan Syi’ah Iran.
“Menurut penuturan teman saya yang pernah kuliah di Teheran, disana tidak ada masjid sunni, tetapi terdapat 40 Sinagog di Teheran.”pungkasnya. (bilal/arrahmah.com))


YERUSALEM– Seorang pengemudi Israel melakukan tabrak lari, melukai seorang remaja Palestina di sebuah pos pemeriksaan dekat Yerusalem pada Sabtu (28/1/2012).  Jenis insiden seperti ini telah meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir, para pemukim ekstrimis Yahudi dengan sengaja menabrakkan mobil mereka ke arah pejalan kaki Palestina, seperti yang dilansir IMEMC pada Minggu (29/1).

Meskipun terdapat banyak tentara Zionis di lokasi kejadian, namun tidak ada seorang pun dari mereka yang berusaha untuk mengejar pengemudi yang melaju kencang setelah menabrak Sulaiman Abu Mahamid (18) yang berdiri di luar pos pemeriksaan al-Zayyam di pemukiman Abu Dis, Yerusalem Timur ketika.
Remaja itu dibawa ke sebuah klinik medis di Ramallah untuk perawatan luka-lukanya.
Menurut saksi mata, supir adalah seorang pemukim Israel yang mengambil satu-satunya “jalan Yahudi” (jalan yang hanya boleh dilalui oleh pemukim Yahudi) menuju pemukiman Israel di Tepi Barat setelah insiden terjadi.
Beberapa saksi mata yang berada di lokasi kejadian mampu merekam nomer kendaraan, namun polisi Zionis tidak mengambil informasi tersebut ketika diberikan kepada mereka.
Meskipun beberapa peristiwa serupa telah dilaporkan ke polisi dan militer Israel, namun tidak ada investigasi yang dilakukan oleh otoritas Israel.  (haninmazaya/arrahmah.com)

pemukiman-yahudi-di-palestina-_111025191147-655.jpg (360×260)
PALESTINA ---- Seribu lebih pemukim ilegal Yahudi menyerang desa Kafel Haris di bawah perlindungan ketat serdadu-serdadu Pendudukan ‘Israel’ (IOF), pada Rabu (4/1) tengah malam kemarin. Beberapa sumber lokal mengatakan, para pemukim ilegal ini bertahan di desa sampai Subuh keesokan harinya.
Seperti dikutip dari laman Palestinian Information Center, sebanyak sekitar 1.400 pemukim Yahudi tersebut tiba dengan sepuluh bus di desa Kafel Haris.Mereka kemudian melakukan ritual Talmud di dekat sebuah tempat suci umat Islam, sebelumnya akhirnya meninggalkan desa pada hari Kamis.
Sebelum kedatangan para pemukim itu, juru bicara dari pemerintahan desa, Mamun Buzaya mengatakan, para serdadu penjajah menyerang pedesaan pada hari Rabu malam dengan memberlakukan jam malam, berjaga-jaga di atas atap bangunan, dan mendirikan barikade-barikade militer.
Beberapa saat setelah para pemukim itu tiba di desa, mereka berkeliaran di jalan-jalan desa sambil terus berteriak. Pemukim-pemukim itu juga menyerang beberapa kendaraan dan rumah warga serta melemparkan sampah ke rumah-rumah.
Powered by Blogger.