Mengajari Anak Mengahargai Uang

Child-putting-money-in-pi-002.jpg (460×276)Anak-anak zaman sekarang, sejak kecil sudah engenal uang. Bahkan, ketika usia SD sudah dibiasakan memegang uang sendiri, yakni uang jajan seharian. Selain itu, terkadang anak mendapat uang dari pihak lain, seperti neneknya, kerabat yang berkunjung ke rumah, hadiah lomba, atau mungkin beasiswa.

            Meski uang itu milik si kecil, penting mengajari mereka untuk menghargainya. Anak harus di biasakan hemat, berbelanja yang dibutuhkan dan menabung. Ini agar anak tidak cenderung konsumtif dan boros. Untuk itu cara-cara berikut layak di coba :

            Ceritakan dari mana asal uang
Tunjukkan pada anak-anak, bahwa orang tua harus bekerja berjam-jam setiap hari untuk mendapatkan uang. Sementara anak-anak tinggal menerimanya saja. Bahkan, begitu mudah menghabiskannya. Dengan begitu anak akan menghargai uang.

            Pahamkan antara keinginan dan kebutuhan
Katakan pada anak bahwa mereka tak akan mendapatkan semua yang diinginkan. Bahkan orang tua saja, walupun punya uang, tak seenaknya bisa memenuhi keinginannya. Tetapi, yakinkan pada anak, sejatinya orang tua akan selalu berusaha membelikan apa yang dibutuhkan anak.

Beri uang secukupnya
Bila kita rutin memberikan uang jajan harian, berikan secukupnya sesuai kebutuhan anak. Jangan mentang-mentang mampu, kita memberikan melampaui kebutuhan anak. Misal, jika jajannya cukup Rp 5.000 per hari, untuk apa memberinya Rp 10.000? kalau menghendaki sisanya di tabung, lbih baik berikan secara terpisah. Jadi, langsung berikan Rp 5.000 untuk jajan dan berikan Rp 5.000 untuk ditabung.

 Biarkan anak membuat keputusan dan kebutuhan
Ajarkan cara mengatur uang saku, namun jangan terlalu disetir. Biarkan ia menentukan kemana alokasi uang itu, yang penting tetap dipantau. Ajarkan untuk mencatat segala pemasukan dan pengeluaran anak.

 Kompetensi menabung
Anak dan orang tua bisa berkompetansi menabung. Belilah celengan sejumlah anak plus orang tua. Lakukan aktivitas menabung secara serentak dan batasi waktu kapan celengan itu akan dibuka dan dihitung. Bagi yang tabungannya paling banyak,berikan reward. Misal boleh membeli barang keinginannya dengan hasil tabungan itu. Arahkan pula cara menggunakan uang tabungan itu dengan bijak.

Buat perencanaan belanja 
Mintalah anak membuat daftar kebutuhannya, beri tanda mana yang harus di penuhi segera (jangka pendek) dan mana yang bisa i tunda (jangka panjang), mana yang bisa dibeli murah dan mana yang butuh uang banyak. Tuliskan pula perkiraan anggarannya, sehingga anak tahu bahwa untuk memenuhi kebututhan mereka dibutuhkan uang tak sedikit.

Berikan contoh bijak
Orang tua haarus bijak setiap belanja, karena anak akan mengidentifikasinya. Jangan sampai mengajari anak hemat, tapi orang tua gemar belanja. Misal setiap kali melihat tas,sepatu, baju atau kerudung bagus, langsung membeli. Apalagi dilakukan didepan anak-anak. Anak akan menyimpulkan bahwa orang dewasa ternyata egois dan melanggarnya sendiri. Kalau toh anda membelinya, berikan penjelasan pada anak bahwa barang itu memang anda butuhkan. Misal membeli tas baru karena tas yang lama sudah rusak, atau butuh alternatif agar yang satunya tidak mudah rusak. [kholda]