“Kalau pemda banyak menyalahgunakan (APBD-red) iya. Papua juga ada terus terang saja, Kalau Pemda kita terima laporan banyak sekali. pemda itu 2000 lebih,” kata Yunus, di komplek Istana Presiden, Selasa (25/10/2011).
Dikatakan Yunus, penyalahgunaan tersebut biasanya menaruh dana APBD di rekening pribadi. “Itu yang paling banyak, seharusnya tidak boleh menurut ketentuan,” katanya.
Yunus mengaku, penyalahgunaan tersebut sudah dilaporkannya kepada pemerintah. Sayangnya, Yunus enggan merinci daerah-daerah mana saja yang menyalahgunakan dana tersebut. “Banyak, seluruh Indonesia. Laporan itu selalu meningkat setiap tahun,” katanya.
Dicontohkan Yunus, salah satu penyelewengan terjadi pada kasus BNI, Rp12 miliar masuk pasar modal untuk beli Surat Utang Negara (SUN), dan jual lagi, beli saham, jual lagi, beli reksadana, berapa jumlahnya.
“Rp12 miliar, jangan dilihat transaksi, dikaliin tiga kali itu. jadi jangan dilihat jumlah karena yang dihitung itu transaksi, kalau jumlah berputar-putar, dan ini masuk rekening pribadi kalau ditanya jumlah akan sulit,” katanya.(yus/okez)

Post a Comment