Sang Buronan Nunun Lupa, Adang Ikut Lupa


JAKARTA, -Nunun Nurbaeti, tersangka suap dalam  pemilihan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang mengaku lupa ingatan, hingga kini keberadaanya masih belum ditemukan oleh aparat keamanan dan tim bentukan Komisi Pemberantasan Korupsi. Istri mantan Wakapolri ini sebelumnya diyakini berada dalam perlindungan oknum penguasa di Thailand, namun pembuktiannya hingga kini tidak pernah ada.
“Penelusuran keberadaan Nunung terus kami lakukan, koordinasi antar instansi terus dilakukan, begitu juga di semua negara yang kami duga sebagai tempat pelariannya. Khusus Thailand kami juga berkoordinasi namun belum terlacak,” terang Humas Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Michael Tane seperti dirilis matanews.com di Jakarta, Rabu 31 Agutus 2011.
Sebelumnya pihak Imigrasi telah mencabut paspor yang diperuntukkan bagi mantan sosialita ini. Malah KPK telah mamasukkan Nunung sebagai salah satu buronan internasional di 188 negara anggota Interpol. Hal ini dilakukan untuk bisa segera membawa Nunung ke penyidik KPK.
Uniknya, dari tempat persembunyiannya di luar negeri, Nunun menyempatkan diri untuk mengirim ucapan selamat Lebaran kepada suaminya, yang kini duduk sebagai Politisi di DPR RI Adang Daradjatun melalui pesan pendek. Menurut Adang, pesan pendek itu dikirim pada subuh tadi.
“Ya saya menerima ucapan melalui sms,” katanya singkat saat dikonfirmasikan matanews.com dari Jakarta, Rabu 30 Agustsu 2011.
Namun ketika diminta memberikan bocoran negara tempat Nunun mengirik ucapan, Adang juga memilih untuk lupa. “Saya lupa,” singkatnya.
Nunun ditetapkan menjadi tersangka cek pelawat oleh KPK pada Februari lalu. Dia diduga berperan dalam pemberian cek pelawat kepada sekitar 30 anggota DPR periode 1999-2004 dalam pemenangan Gubernur Deputi Senior Bank Indonesia yang dimenangi Miranda Swaray Goeltom. Para anggota Dewan itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Bahkan telah dijatuhi vonis oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
“Kami terus melakukan pengejaran dan terus berkoordinasi dengan Interpol, keberadaaannya pasti kami temukan,” tegas Jubir KPK Johan Budi kepada matanews.com saat dihubungi di Jakarta, Rabu 30 Agustus 2011.
Salah satu pengamat hukum dari Universitas Indonesia (UI) Budidarmono, malah melihat sikap pasangan suami istri memang tidak disalahkan, untuk itu dosen di UI ini meminta KPK juga tim melakukan pendekatan pada keluarga Nunung, agar bisa mengorek keberadaan Nunung.[ach/MN/rimanws]