Pasukan Israel menewaskan setidaknya 20 orang dan melukai hampir 325 orang lainnya di dekat Dataran Tinggi Golan Suriah, menyerang para demonstran yang menandai peringatan penudukan tanah Arab oleh Tel Aviv.
Pasukan Israel menembaki pengunjuk rasa di dalam wilayah Suriah pada saat mereka mendekati wilayah yang diduduki itu pada hari Minggu kemarin (5/6). Menurut TV Suriah, seorang anak adalah di antara mereka yang tewas oleh tembakan Israel.
Para demonstran mengumumkan bahwa mereka berencana untuk melakukan aksi sepanjang perbatasan sebagai protes atas pendudukan dan kekejaman Israel.
Televisi milik negara Suriah juga mengatakan tiga orang terluka di mana mereka dalam kondisi kritis akibat penembakan hari Minggu kemarin.
Televisi memperlihatkan gambar tentara Israel lewat tanknya melepaskan tembakan ke arah demonstran. Pasukan Israel sendiri telah meningkatkan operasi mereka di dekat Suriah dan Libanon serta di Yerusalem al-Quds.
Para pengunjuk rasa berbondong-bondong ke perbatasan Golan pada "Naksa Day" untuk menandai peringatan ke-44 awal Perang Enam Hari Israel melawan Arab pada tahun 1967. Israel menyatakan Golan utara sebagai zona militer tertutup.
Israel merebut Golan dari Suriah pada tahun 1967, bersama dengan wilayah Palestina Tepi Barat, Timur al-Quds dan Jalur Gaza.
Peristiwa ini datang tepat tiga minggu setelah puluhan ribu pengungsi Palestina yang tinggal di Lebanon dan Suriah, memperingati hari Nakba (bencana) pada tanggal 15 Mei lalu.
Di Jalur Gaza, militer Israel menewaskan dua demonstran, termasuk seorang remaja Palestina, dan melukai sedikitnya 65 lainnya pada Hari Nakba.
Juga pada tanggal 15 Mei, satu orang juga tewas dan sedikitnya 150 terluka di Qalandiya pada hari yang sama. (fq/prtv)

Post a Comment