Pada hari Senin kemarin (6/6), kantor Presiden Libanon Michel Sleiman mengeluarkan pernyataan mengutuk "pembantaian yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel di Dataran tinggi Golan yang menyebabkan terbunuhnya 23 martir tak bersenjata," lapor Xinhua.
Para demonstran melakukan aksi memperingati peringatan Naksa Day atau Hari Kemunduran yang terjadi pada 5 Juni 1967, ketika Tel Aviv menduduki Dataran Tinggi Golan Suriah serta wilayah Palestina di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Timur Al-Quds (Yerusalem).
kantor Sleiman juga menegaskan bahwa agresi Israel tidak akan pernah memaksa rakyat Palestina dan negara-negara Arab untuk menghentikan seruan mereka untuk hak penuh rakyat Palestina, termasuk hak untuk kembali ke wilayah di tanah air mereka yang diduduki selama Perang Enam Hari 1967.(fq/prtv)

Post a Comment