Hillary Clinton: Jangan Sebut Usamah bin Ladin Mati Sebagai Syuhada


Lelucon baru kembali dilakukan oleh Amerika Serikat, di tengah maraknya umat Islam yang menyatakan Usamah bin Ladin tewas dalam kondisi syahid, menlu AS justru menolak anggapan itu dan malah menegaskan bahwa Usamah bin Ladin adalah pembantai umat Islam. Namun Clinton tidak berusaha jujur karena tidak menyebutkan telah berapa banyak nyawa umat Islam yang dibantai oleh pasukan AS, baik di Afghanistan maupun Irak.

Pemimpin al-Qaidah Usamah bin Ladin, yang dilaporkan ditembak mati di tempat persembunyiannya oleh pasukan khusus AS di Pakistan, adalah seorang pembunuh massal umat Islam dan bukan seorang martir/syuhada sebagaimana beberapa orang berusaha untuk menggambarkannya, kata Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.
Dalam sambutannya pada Konferensi Nasional Penulis Editorial, Clinton mengatakan Departemen Luar Negeri sekarang bekerja pada sebuah narasi yang akan meyakinkan masyarakat bahwa dia adalah seorang pembunuh, bukan syuhada, dan menegaskan bahwa bin Ladin membunuh lebih banyak orang muslim daripada yang lainnya.
"Dia adalah seorang pembunuh massal umat Islam," katanya.
Mengingatkan bahwa bin Ladin telah memberikan pengaruh luar biasa bagi begitu banyak orang di berbagai belahan dunia, Clinton mengatakan AS sudah melihat adanya sesuatu dari upaya oleh sisa-sisa Al-Qaidah untuk memutuskan aksi mereka berikutnya.
"Setiap krisis suksesi memberikan sebuah kesempatan. Banyak orang mengatakan al-Zawahiri akan masuk menggantikan bin Ladin. Tapi itu tidak begitu jelas. Dia tidak memiliki sensitivitas loyalitas atau inspirasi atau track record seperti bin Ladin," kata Clinton.
"Jadi saya pikir kematiannya, pemindahan dari kepemimpinannya, menghasilkan poin yang sangat penting yang perlu diingat, bahwa Taliban tidak menyerahkan pemimpin al-Qaidah ketika Presiden George Bush meminta mereka untuk melakukkannya setelah 9/11, karena adanya hubungan pribadi dengan Mullah Omar dengan bin Ladin."
Clinton mengatakan upaya untuk menghentikan gerakan al-Qaidah dan sindikat terornya tidak akan berakhir dengan kematian Usamah bin Ladin.(fq/indianexpress)