Aktivis IMM Yogya Tolak Komersialisasi Pendidikan. Pemerintah Dinilai Gagal !!!



YOGYAKARTA, S - Puluhan aktivis mahasiswa dari Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DIY menggelar aksi demontrasi di Titik Nol Kilometer Yogyakarta.

Mereka menolak komersialisasi dunia pendidikan di Indonesia. Mereka juga menilai pemerintah gagal dalam menggelola sistem pendidikan. 
“Pendidikan merupakan kebutuhan dasar setiap individu dan sudah menjadi tanggung jawab pemerintah untuk memenuhi tanpa ada diskriminasi. Realitas yang ada justru dunia pendidikan masih banyak ketimpangan,” kata Koordinator aksi Ahid Midusana.
Dia menambahkan, ada lembaga pendidikan berfasilitas VIP, bermutu, dan berprestasi tentunya dengan biaya pendidikan yang membumbung tinggi. Itu tidak terjangkau oleh jutaan rakyat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara, tidak sedikit lembaga pendidikan harus kembang kempis untuk mempertahankan keberadaannya.
Ahid memaparkan, jutaan anak Indonesia tidak berkesempatan mengenyam pendidikan, 80 persennya dengan alasan faktor ekonomi. Setiap tahun 1,5 juta remaja terancam putus sekolah. Setiap tahun 1,7 persen siswa SD putus sekolah dari jumlah 31,05 Juta siswa.
"Ironisnya lagi, jutaan siswa SMA tidak mampu melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi karena mahalnya biaya pendidikan tinggi,” kata Ahid mengimbuhkan.
Para aktivis, yang menggelar aksi Selasa 3 Mei kemarin, juga menilai kebobrokan dunia pendidikan di Indonesia disebabkan tidak seriusnya pemerintah dalam menggelola dunia pendidikan. Untuk itu, pemerintah harus serius dalam menggelola dunia pendidikan.
“Reformasi dunia pendidikan, selenggarakan pendidikan murah, hentikan politisasi dunia pendidikan, dan hentikan liberalisme dan kapitalisme dunia pendidikan! Yang tidak kalah penting, tuntaskan semua kasus korupsi di dunia pendidikan!” ujarnya menegaskan. [mam/oke]

RIMANEW