AS Kecam Kekerasan Aparat Suriah Terhadap Demonstran Tapi Terus Memicu Kekerasan di Afghanistan, Irak, Pakistan dan Libya!

 Tanpa rasa malu Amerika Serikat menampakkan sikap muka duanya dan dusta. Melihat korban jiwa yang terus berjatuhan dalam pergolakan yang terjadi di Suriah, pemeintah AS mengecam kekerasan yang dilakukan aparat Suriah terhadap para demonstran antipemerintah tetapi AS terus menerus melakukan kekerasan di Afghanistan, Irak, Pakistan dan kini Libya.
Seperti diberitakan media, Gedung Putih mendesak Presiden Suriah Bashar Al-Assad untuk segera mengambil langkah-langkah nyata menuju reformasi.


Pada Jumat, 1 April kemarin, pasukan keamanan Suriah menewaskan setidaknya tiga demonstran di pinggiran Damaskus. Menurut saksi mata, ketiga demonstran tersebut tewas ketika pasukan Suriah melepaskan tembakan untuk membubarkan ribuan demonstran.

Dalam insiden itu, sekitar 2 ribu demonstran turun ke jalan-jalan untuk menuntut pengunduran diri Assad. Menurut sumber resmi via kantor berita Libya, SANA, kelompok-kelompok bersenjata mengambil posisi di atas atap-atap bangunan dan menembaki para demonstran.

Aksi demo antipemerintah telah berlangsung di Suriah selama dua pekan terakhir. Sejauh ini lebih dari 60 orang telah tewas selama pergolakan tersebut.

"Pemerintah Suriah punya kesempatan penting untuk responsiv atas aspirasi legal rakyat Suriah," ujar Jay Carney, juru bicara Presiden AS Barack Obama seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (2/4/2011).

"Kekerasan bukan jawaban atas keluhan rakyat Suriah," imbuh Carney dalam statemennya.

Tetapi para pejabat AS benar-benar menutupi kekerasan yang selama ini dilakukan oleh negara yang layak digelari negara penjajah ini.

AS telah mengirimkan ribuan pasukan ke negeri-negeri Muslim seperti di Afghanistan, Pakistan, dan Irak. Lebih dari sejuta orang tewas akibat penjajahan atas kawasan tersebut.

Kini, AS juga tanpa rasa malu, dengan motif mengejar minyak, membunuhi kaum Muslim di Libya.

Kaum Muslim tidak membutuhkan wejangan dari AS atau PBB, yang dibutuhkan umat adalah bersatunya umat Islam di seluruh dunia di bawah naungan Khilafah Islamiyyah. Institusi inilah yang akan mengerahkan para tentara di negeri-negeri Muslim untuk membebaskan negeri-negeri mereka dari dominasi AS beserta kaki tangannya. Insya Allah semakin dekat. [m/dtk/syabab.com]