Pasukan Kemanan rezim Bahrain dilaporkan telah membunuh seorang remaja belasan tahun di tengah-tengah kekerasan atas revolusi yang berlanjut di seluruh negeri, Rabu, 30/03/2011. Sebuah sumber mengatatakan, Sayed Ahmed, remaja berusia lima belas tahun syahid setelah ditembak di desa Saar pada hari Rabu.
Korban sedang keluar bermain dan mencoba untuk berlari saat ia melihat pasukan keamanan.
Pasukan keamanan Bahraian dilaporkan telah menjadikan beberapa desa di dekat ibukota Manama berada dalam kepungan.
Tuntutan perubahan di Bahrain sebagai efek domino gelombang perubahan di Timur Tengah dan dunia Islam yang diawali oleh penggulingan Presiden Ben Ali di Tunisia.
Setidaknya 24 orang tewas dan sekitar 1000 lainnya terluka selama kekerasan dalam protes anti pemerintah.
Rezim-rezim Teluk, terutama yang ada di sekitar Bahrain, bersegera mengirimkan pasukan bersenjata lengkap untuk menekan para demonstran yang keluar menentang kediktatoran dan kezaliman raja Bahrain dan sekutunya, Perdana Menteri, yang telah mengangkangi kursi kekuasaan sejak lebih dari empat puluh tahun lalu, kata Osmab Bakhash, Direktur Kantor Media Hizbut Tahrir.
Ddalam pernyataan persnya yang berjudul "Apa Yang Terjadi di Bahrain!Kembali Membuktikan Para Penguasa Itu Saling Tolong Menolong Melawan Kaum Muslim", ditegaskan bahwa para penguasa itu berupaya membenarkan tindakan kejamnya terhadap para demonstran dan pembunuhan mereka, dengan jalan mengangkat ketakutan akan fitnah sektarian (Sunni-Syiah).
Juga dengan klaimnya melindungi keamanan nasional yang terancam. Mereka mengumumkan kodisi darurat untuk menjustifikasi tiraninya terhadap kaum Muslim di Bahrain, demikian kata Osman Bakhash, Direktur Kantor Media Hizbut Tahrir dalam keterangan persnya.
"Kami menyeru ahlul quwwah wa al-man’ah di antara para perwira dan komandan militer, bahwa telah tiba waktunya berpihak kepada umat dalam peperangannya, sehingga mereka menyatukan tangan dengan tangan saudara-saudara mereka kaum Muslim yang mukhlis untuk berjuang bersama mencampakkan para penguasa pelayan barat, dan membaiat seorang Khalifah yang akan memerintah dengan syariah Allah di dalam negeri dan memimpin armada mujahid untuk membebaskan umat dari semua pengaruh dan kendali penjajah barat," serunya tegas. [m/prstv/syabab.com]

Post a Comment