Video Militer Ungkap Operasi Rahasia Israel di Iran - Syiria

TEL AVIV (Berita SuaraMedia) - Sebuah video pencapaian oleh kepala militer Israel yang baru-baru ini pensiun memberi petunjuk pada peran tidak diakui Israel dalam serangan pada program nuklir Iran dan Syiria, menurut sebuah harian Israel. Video tersebut ditampilkan pada hari Senin pada upacara perpisahan untuk kepala staf Gabi Ashkenazi. Video itu menunjukkan adegan dari pemboman reaktor nuklir yang dicurigai terjadi di Syiria pada tahun 2007, dan kerusakan yang disebabkan oleh cacing komputer Stuxnet yang menyerang program nuklir Iran, yang surat kabar Haaretz mengatakan.
Artikel tersebut hanya diterbitkan dalam bahasa Ibrani dan tidak muncul dalam versi bahasa Inggris dari koran tersebut.
Kedua peristiwa ini terjadi selama masa jabatan empat tahun Ashkenazi sebagai kepala militer, tetapi Israel tidak pernah mengakui terlibat dalam kedua peristiwa.
Klip ini juga menunjukkan rekaman berita yang menanyakan apakah Israel telah terlibat dalam dua serangan tersebut, kata kantor berita Haaretz.
Seorang juru bicara militer mengatakan tentara "tidak memiliki niat untuk menjelaskan hal itu," pada laporan tersebut.
Sementara Israel telah menolak untuk mengomentari serangan pada tahun 2007, dokumen WikiLeaks menunjukkan bahwa angkatan udara Israel membom sebuah reaktor nuklir Syiria hanya beberapa minggu sebelum hal itu dimuat secara online.
"Pada tanggal 6 September 2007, Israel menghancurkan reaktor nuklir yang dibangun oleh Syiria secara diam-diam, yang tampaknya dengan bantuan Korea Utara," menteri luar negeri AS pada saat itu Condoleezza Rice menulis dalam kabel tertanggal April 2008.
"Pakar intelijen kami yakin bahwa serangan yang ditargetkan oleh Israel sebenarnya adalah reaktor atom dari jenis yang sama yang dibangun oleh Korea Utara di Yongbyon,"tulisnya dalam pesan tersebut. Serangan itu dilakukan hanya beberapa minggu sebelum reaktor tersebut siap untuk dibuka untuk operasional.

"Kami memiliki alasan kuat untuk percaya bahwa reaktor tersebut tidak dibangun untuk tujuan damai," tulisnya.
Mantan presiden AS George W. Bush menceritakan dalam memoarnya bahwa ia menolak tekanan Israel untuk membom situs tersebut.
Syiria selalu membantah bahwa struktur yang ditargetkan oleh pesawat tempur Israel adalah sebuah reaktor nuklir, meskipun telah mengakui bahwa itu adalah "situs militer yang sedang berada dalam penyelesaian".
Israel untuk bagiannya yang tidak pernah membantah bahwa angkatan udara menyerang sasaran di Syiria, tanpa pernah secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas tindakan tersebut.
Unsur kedua dari video merujuk pada virus Stuxnet yang destruktif yang tampaknya menutup kelima sentrifugal nuklir Iran di bulan November 2010 dan membantu menunda kemampuan negara itu untuk membuat senjata nuklir pertama.
Ada spekulasi luas Israel berada di balik itu dan Teheran juga menyalahkan Washington dan rezim Yahudi tersebut atas pembunuhan dua ilmuwan nuklir Iran pada bulan November dan Januari.
Baru-baru ini, New York Times, mengutip para ahli militer dan intelijen, mengatakan Israel telah menguji efektivitas cacing tersebut di kompleks Dimona yang dijaga ketat di padang pasir Negev selatan yang merupakan tempat satu-satunya di Timur Tengah yang diduga memiliki program senjata nuklir yang tidak dideklarasikan.
Israel telah mendukung upaya yang dipimpin AS untuk mencegah Iran mengembangkan kemampuan senjata nuklir melalui sanksi, tetapi juga menolak untuk mengesampingkan kekuatan militer untuk menyerang negara itu. (iw/meo/bt) www.suaramedia.com