Ketua Pembakaran Al-Qur'an Calonkan Diri Jadi Walikota

TEXAS (Berita SuaraMedia) – Seorang pria Texas yang berusaha untuk mengorganisasi pembakaran Al-Qur'an pada tanggal 11 September lalu kini mencalonkan diri sebagai walikota Amarillo. David Grisham, pemimpin "Repent Amarillo", mengajukan berkas-berkasnya pada hari Senin (14/2).
Grisham mengatakan bahwa dia ingin memimpin kota ke arah yang baru.
"Jika pemerintah akan menjadi pelayan Tuhan, maka para pelayan Tuhan mencalonkan diri untuk kantor pemerintahan adalah hal yang masuk akal bagiku," ujar Grisham.
Grisham juga membuat berita dengan menyerukan untuk memboikot kota Houston karena telah memilih seorang walikota homoseksual.
Rencana pembakaran Al-Qur'an di Amarillo tahun lalu digagalkan oleh seorang pemuda berusia 23 tahun yang membawa skateboard dan memakai kaus bertuliskan tangan di bagian belakang "I’m in Repent Amarillo No Joke".
Jacob Isom, 23, merampas Al-Qur'an di tangan David Grisham ketika dia tengah berdebat dengan beberapa warga di Sam Houston Park tentang manfaat dari pembakaran kitab suci Islam itu.
"Kau hanya berusaha memulai Perang Suci," ujar Isom kepada Grisham setelah memberikan Al-Qur'an itu ke seorang pemimpin agama dari Islamic Center Amarillo.
Grisham, yang bertujuan untuk mencegah pergaulan bebas, homoseksualitas dan praktek ibadah non-Kristen melalui konfrontasi dan doa, mengatakan bahwa dia hanya berusaha untuk mempraktikkan haknya akan kebebasan berbicara.
Dia mengumumkan rencana pembakaran Al-Qur'an itu untuk menunjukkan dukungan pada Pastur Terry Jones, pastur dari sebuah gereja kecil di Gainesville, Florida, yang merencanakan, mempublikasikan, namun kemudian membatalkan acara pembakaran Al-Qur'annya sendiri setelah terjadi kegemparan nasional.
Lebih dari 200 orang berkumpul di Sam Houston Park, sebagian untuk mendukung dan sebagian lagi untuk menentang rencana Grisham membakar Al-Qur'an.
Jeremy Danielson dari Amarillo, yang datang bersama jemaat Gereja Universalis Unitarian, membawa plakat "Cintai Musuhmu."
"Setiap kali kau membakar kitab, itu kebodohan," ujar Danielson. "Bagi kita untuk membakar agama mereka itu berarti menunjukkan rasa benci."
Para pemrotes meletakkan tangan mereka di panggangan yang akan digunakan oleh Grisham untuk membakar Al-Qur'an, seseorang mengambil pemantik apinya dan Isom merampas Al-Qur'an di tangannya.
Saat kerumunan bersorak, Grisham masuk ke dalam mobil dan pergi dengan tenang tanpa membakar satu Al-Qur'an pun. (rin/it/amr) www.suaramedia.com