Menurut dokumen, tidak ada kekuatan bersenjata di dunia yang sangat bergantung pada tentara wanitanya seperti yang dilakukan militer Amerika, demikian pemberitaan presstv yang dirilis hari Senin 6 Februari.
Laporan mengatakan perempuan di militer AS lebih rentan terhadap depresi dibandingkan laki-laki dan menghasilkan nilai yang kurang dalam ujian terkait dengan tentara laki-laki.
Selama pendudukan Irak, wartawan Saudi mengutip dokter militer yang mengatakan bahwa sebagian besar pasien mereka adalah tentara wanita yang meminta tes kehamilan yang bisa memberhentikan mereka dari tentara jika terbukti positif, AS-insight.com melaporkan.
Selain itu, kembali pada tahun 2003, survei para veteran perempuan menunjukkan bahwa 30 persen tentara telah diperkosa, sementara sebuah studi yang dilakukan pada tahun berikutnya pada veteran yang mencari pengobatan untuk gangguan stress pasca-trauma menunjukkan bahwa 71 persen tentara wanita mengatakan bahwa mereka telah diserang secara seksual atau diperkosa ketika menjalankan tugas militer.
Pada tahun 2008, 62 persen dari mereka yang dihukum karena kekerasan seksual atau pemerkosaan menerima hukuman seperti penurunan pangkat, skorsing, atau teguran tertulis.
Kebanyakan wanita yang bergabung dengan tentara AS sering kali datang dari keluarga kelas bawah dan memiliki masalah keuangan.
Pemerintah AS telah menutup mata pada fakta bahwa tentara wanita selalu dilecehkan, baik secara fisik maupun mental.
Weak Link, karya Brian Mitchell, adalah salah satu dari banyak buku yang mengungkapkan konsekuensi kehancuran feminisasi dalam militer Amerika.
[muslimdaily.net/ptv]

Post a Comment