"Pemerintahan Obama Salah Satu Pemerintahan Terkorup"

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Seorang wakil rakyat AS, Darrell Issa, yang akan menjabat sebagai ketua Komite Reformasi dan Pengawasan Pemerintah di DPR AS, menyebut pemerintahan Presiden Barack Obama sebagai "salah satu pemerintahan yang paling korup." Politikus Republikan tersebut juga memprediksikan bahwa investigasi yang direncanakannya dalam dua tahun mendatang dapat menghasilkan penghematan uang pajak sebesar $200 miliar.
Issa mengaku akan berusaha memburu pemborosan di seluruh sektor birokrasi pemerintahan.
"Dalam menyebut pemerintah ini sebagai salah satu yang terkorup, yang memang saya maksudkan disini, saat Anda menyerahkan satu triliun dolar dalam Program Bantuan Aset Bermasalah (TARP) sebelum presiden ini (Obama) menjabat, sebagian besar dana tersebut tidak dibelanjakan," kata Issa.
"Dana satu triliun hampir sebesar stimulus yang diminta presiden, ditambah pengembangan perawatan kesehatan dan pemerintahan, hal itu jelas memiliki dampak yang korup," kata Issa seperti dikutip Washington Post.
Saat ditekan bahwa TARP sebenarnya adalah upaya yang didorong pemerintahan Bush, Issa mengatakan, Obama "mewarisi" dana 800 miliar dolar tanpa garis pedoman, sehingga memungkinkannya menjadikan dana itu sebagai "dana kepresidenan."
Ia mengakui bahwa Kongres juga harus disalahkan karena tidak meminta rincian rencana pembelanjaan dana tersebut.
Saat ditanya mengenai tinjauan perawatan kesehatan nasional, ia mengatakan bahwa tindakan itu "mengembangkan mandat Medicaid yang setidaknya secara sementara dinyatakan inkonstitusional."
Issa juga mengkritik Jaksa Agung Eric H. Holder dan mengatakan bahwa Departemen Kehakiman tidak dengan layak menyelidiki penerbitan ribuan kawat diplomatik rahasia oleh pendiri WikiLeaks Julian Assange. Menurutnya, Holder semestinya mengusut Assange sebagai seorang kriminal.
"Menurut saya, (Holder) harus menyadari bahwa, misalnya mengenai WikiLeaks, jika Presiden mengatakan tidak bisa menangani (Assange) seperti teroris, maka seharusnya dia harus ditangani seperti seorang penjahat," tambah Issa.
"Dia mencederai pemerintahan ini," kata Issa engenai Holder.
"Jika ada yang menyakiti pemerintahan, maka orang itu seharusnya berhenti melakukan itu atau meninggalkan pemerintahan," tambahnya.
Lebih lanjut lagi, Issa mengatakan bahwa dirinya berencana memimpin investigasi federal mengenai keamanan makanan dan obat-obatan, demikian juga dengan penipuan Medicare.
Elijah E. Cummings, perwakilan Partai Demokrat dari Maryland yang akan menjadi kepala pembela pemerintahan dalam investigasi kelalaian pemerintah, mengkritik Issa.
"Saya hanya bisa memikirkan fakta bahwa dia (Issa) menyebut presiden ini sebagai yang terkorup dalam sejarah," kata Cummings dalam program State of the Union yang ditayangkan CNN, merujuk pada komentar Issa kepada pembawa acara radio Rush Limbaugh pada musim gugur lalu.
"Ingat bahwa Issa akan memiliki kekuatan untuk melayangkan panggilan tertulis untuk nyaris semua orang yang diinginkannya," katanya. "Hal itu menjadi masalah saat Anda menarik kesimpulan-kesimpulan sebelum menyeret orang-orang. Menurut saya, kita harus berhati-hati dengan kekuasaan ini."
Dalam tayangan CNN tersebut, Issa mengatakan, "Saat saya melihat ada pembuangan, penipuan, dan penyalahgunaan birokrasi dan pemerintahan, hal itu menjadi semacam perangsang untuk semakin memperbanyak penyia-nyiaan." (dn/nk/wp) www.suaramedia.com