Suku Lokal Setuju Bantu AS di "Fallujah Afghanistan"


KABUL (Berita SuaraMedia) - Komandan Marinir AS di Afghanistan selatan mengatakan bahwa sebuah suku Afghanistan yang berpengaruh telah setuju untuk membantu menghentikan serangan Taliban di bagian yang sangat diperebutkan di provinsi Helmand yang kadang-kadang disebut "Fallujah Afghanistan". Perjanjian ini, jika bertahan lama, bisa memberikan jeda yang sangat dibutuhkan untuk Marinir Amerika, yang telah menghadapi perlawanan sangat efektif semenjak mereka menguasai distrik Sangin Helmand dari pasukan Inggris pada bulan September.
Para pejabat militer AS mengatakan mereka optimis tentang kesepakatan, yang seorang juru bicara Taliban cemoohkan sebagai propaganda Amerika yang dimaksudkan untuk mengacaukan pasukan perlawanan di Helmand.
Di masa lalu, perjanjian tersebut telah terbukti bertahan sebentar. Pada akhir 2006, pasukan Inggris menyetujui gencatan senjata Taliban di bagian lain  provinsi Helmand yang rapuh, yang mana direbut kembali oleh Taliban empat bulan kemudian.
Para pejabat militer AS mengatakan mereka mengambil pendekatan "menunggu-dan-melihat" pada perjanjian Sangin.
Dalam beberapa pekan terakhir, Sangin telah menjadi tempat pertempuran paling mematikan di Afghanistan.
Beberapa analis militer membandingkan Sangin ke Fallujah, kota Irak yang adalah tempat dari dua serangan melelahkan militer AS pada tahun 2004 yang akhirnya merebut wilayah penting tersebut dari kontrol pemberontak.
Berdasarkan perjanjian tersebut, para pemimpin suku bersumpah untuk mengusir pejuang asing, memungkinkan pasukan Afghanistan dan AS untuk berpatroli di wilayah tersebut, menahan serangan Taliban dan membantu mengidentifikasi bom pinggir jalan yang mematikan, yang telah mengambil korban dari pasukan AS di Afghanistan.
Sebagai gantinya, Amerika dan para pemimpin Afghanistan harusnya memompa lebih banyak uang ke daerah tersebut.
"Kami optimis akan perjanjian ini dan akan memonitor apakah itu mengarah ke berkurangnya pengaruh  perlawanan," kata Marinir AS Mayor Jenderal Richard Mills, komandan pasukan koalisi di Afghanistan barat daya.
Kesepakatan itu hanya berlaku untuk Sarwan Qala, sebuah surga Taliban bermasalah dengan sekitar 30 desa di distrik Sangin yang didominasi oleh anggota suku Alokozai.
Dalam kesepakatan itu, anggotra Taliban lokal akan berhenti menyerang pasukan AS dan Afghanistan dan akan mendorong perlawanan non-lokal keluar dari area Sarwan-Qala di Lembah Sangin atas, menurut jurubicara gubernur Helmand, Gulab Mangal.
Patroli darat oleh pasukan pemerintah akan berlanjut dan masyarakat setempat akan diharapkan untuk membantu membersihkan daerah itu dari bom rakitan dan memberikan bocoran keapada polisi setempat untuk keberadaan ranjau itu.
"Tidak ada kesepakatan yang telah ditandatangani namun kami yakin hal ini akan menciptakan kesempatan bagi para anggota Taliban lainnya untuk datang dan bergabung dengan pemerintah," kata Daoud Ahmadi.
Dia mengatakan bahwa tentara polisi, Afghanistan dan pasukan AS semua diwakili dalam syura  tradisional Sabtu lalu dan bahwa beberapa tetua suku telah diberi wewenang oleh Taliban lokal untuk berbicara atas nama mereka.
Para penatua itu  adalah anggota dari suku Alikozai, suku terbesar di kabupaten tersebut. Taliban menghancurkan pemberontakan Alokozai sebelumnya terhadap mereka pada tahun 2007 yang gagal terutama karena kurangnya dukungan dari pasukan NATO dan pemerintah.
Benteng Taliban di Sangin telah diperebutkan oleh pemberontak dan pengedar narkoba sejak pasukan Inggris tiba pada tahun 2006.
Arsitek dari strategi NATO di Afghanistan telah lama berharap bahwa mereka mungkin bisa meniru semacam "kebangkitan kesukuan" yang menguntungkan  pasukan AS di Irak, meskipun pengaturan sebelumnya dengan suku Shinwari di bagian timur negara berakhir dengan kegagalan.
Secara terpisah pejabat di Helmand mengatakan bahwa sebuah kelompok dari delapan perlawanan dari Sangin telah menyerahkan senjata mereka kepada pemerintah dan bergabung dengan proses perdamaian lokal.
Kelompok, yang dipimpin oleh Mullah Abdul Bari, menyerahkan senjata termasuk roket dan empat senapan mesin
Tapi penduduk setempat di Helmand tidak berpikir bahwa pembelotan kelompok Abdul Bari adalah sebuah kemunduran yang signifikan bagi Taliban. (iw/cl/gd) www.suaramedia.com