Castro: AS – Israel Sekongkol Dalam Kasus Pembantaian Iran

Mantan pemimpin Kuba Fidel Castro menuduh AS, Inggris, dan Israel mengorganisir pembantaian sejumlah ilmuwan Iran untuk mengganggu program nuklir Teheran. (Foto: Google)HAVANA (Berita SuaraMedia) – Mantan pemimpin Kuba Fidel Castro menuduh AS, Inggris, dan Israel mengorganisir "pembantaian" sejumlah ilmuwan Iran untuk mengganggu program nuklir Teheran. Dalam sebuah artikel yang dipublikasikan pada hari Jumat (7/1) berjudul "Apa yang akan dikatakan Einstein?", Castro mengutip laporan di media internasional, terutama artikel di majalah AS The Atlantic, yang menggambarkan upaya badan intelijen dari ketiga negara untuk menumbangkan program nuklir Teheran dan menghancurkan negosiasi internasional tentangnya melalui sabotase, yang kadang dengan "menghilangkan" ilmuwan Iran.
"Terdapat perkembangan serius lain terkait pembunuhan para ilmuwan yang diorganisir oleh Israel, AS, Inggris, dan kekuatan lainnya," tulis Castro.
Dalam artikelnya, Castro bertanya apa yang akan dikatakan oleh Einstein jika dia mengetahui operasi oleh AS, Inggris, dan Israel untuk melenyapkan para ilmuwan nuklir.
Dia mengatakan bahwa beberapa ilmuwan Iran telah dibunuh sejak tahun 2007, termasuk Massoud Ali Mohammadi dan Majid Shahriari.
Profesor Ali Mohammadi, dosen Universitas Teheran, tewas di Teheran pada bulan Januari 2010. Terjadi pengeboman di dekat rumah sang profesor di kawasan Qeytariyeh di utara Teheran.
Pada tanggal 29 November, teroris tak dikenal memasang bom ke kendaraan profesor Universitas Iran, Majid Shahriari dan Fereydoun Abbasi dan meledakkannya. Profesor Shahriari tewas seketika, tapi Dr. Abbasi dan istrinya menderita luka-luka kecil dan segera dibawa ke rumah sakit.
"Terdapat insiden serius lainnya dengan target ilmuwan Iran yang diatur oleh Israel, AS, Inggris, dan kekuatan-kekuatan lain yang tidak diberitakan oleh media mainstream," ujar mantan pemimpin Kuba ini.
Dia juga mengutip sebuah artikel di koran Inggris, The Sunday Telegraph, menunjuk pada peran yang dimainkan oleh Mossad Israel dalam kematian ilmuwan-ilmuwan Iran.
"Aku tidak ingat momen lain dalam sejarah di mana pembunuhan para ilmuwan menjadi kebijakan resmi dari sekelompok kekuatan dengan senjata nuklir," ujar Castro. (rin/pv) www.suaramedia.com