Dana Century Mengalir ke SBY-Boediono

Jakarta – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPR RI untuk kasus Bank Century, Bambang Soesatyo, mengungkapkan, ada aliran dana bail out Bank Century mengalir ke pasangan calon presiden-wakil presiden (capres- cawapres) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 lalu.
Temuan tersebut sudah dikonfirmasikan validitasnya dengan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
“Pada data Century, PT AJP terdaftar pada laporan KPU sebagai penyumbang pasangan capres SBY-Boediono,” kata Bambang yang yang berasal dari Fraksi Partai Golkar sebelum menggelar pertemuan dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (10/2).
Ical bertemu dengan seluruh anggota fraksi Golkar, menteri, dan gubernur dari Golkar se-Indonesia. Di pertemuan ini ditegaskan Golkar tetap akan kritis dan mengungkap fakta dan kebenaran soal Bank Century.
PT AJP yang disebutkan di dalam data tersebut belakangan disebut-sebut sebagai PT Asuransi Jaya Proteksi (AJP) yang menjadi salah satu donatur SBY-Boediono pada pilpres lalu.
Di Makassar, tim sukses SBY-Boediono di Pilpres 2009 lalu, Alifian Malarangeng menepis dugaan aliran dana kasus Bank Century ke Partai Demokrat.
“Bagi Demokrat, silakan pansus bekerja dengan baik. Itu kan sebuah pandangan sementara. Berdasarkan pemaparan PPATK tidak ada aliran dana tersebut. Sama sekali tidak ada. Kalau memang ada silakan serahkan ke hukum,” jelas Menteri Pemuda dan Olahraga ini kepada wartawan usai menghadiri rapat DPD Partai Demokrat Sulsel, di Jl Pengayoman, Makassar
Dua Kali.
Data soal aliran dana Bank Century ke PT AJP sebelumnya juga diungkapkan dalam laporan sementara Fraksi PPP DPR di pansus hak angket. Fraksi PPP yakin adanya aliran dana Century masuk ke kantong perusahaan yang menyumbang ke salah satu tim sukses capres.
Seperti sikap fraksi Golkar, PKS, PDIP, dan PAN, fraksi PPP juga mendesak KPK segera menyelidiki aliran liar dana ini.
PT AJP, disebutkan menjadi penyumbang salah satu pasangan capres menerima aliran dana pada periode keempat Penyertaan Modal Sementara.
PT AJP ini memberikan sumbangan sebanyak dua kali Rp 600 juta dan 850 juta kepada salah satu capres. Saat itu dilansir FPPP, politisi PPP di pansus anggota pansus dari FPPP Romahurmuzy, saat itu belum menyebutkan nama pasangan capres-cawapres. Namun, anggota Fraksi Golkar ini sudah menyebut dana mengalir ke pasangan SBY-Boediono.
Reaksi Demokrat
Dalam kapasitas sebagai menteri pemuda dan olahraga, Alifian ke Makassar untuk menghadiri Hari Jadi Ke-50 Kabupaten Takalar. Alifian lalu menggelar konsolidasi partai di kantor Demokrat Sulsel Jl Pengayoman, Makassar
Mantan Juru Bicara Presiden SBY ini berharap pansus DPR RI berjalan baik dan obyektif. Ia mengakui kebijakan pengucuran dana bailout ke Bank Century saat itu sudah tepat untuk menyelamatkan kondisi perekonomian nasional.
Di Jakarta, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, Djoko Suyanto, menyatakan persoalan dana kampanye sudah selesai.
Hasil audit yang dilakukan KPU terbukti tidak ada pelanggaran.
“Dilihat dari aliran itu, apakah dana itu termasuk melanggar KPU? KPU menyatakan tidak ada pelanggaran,” kata Djoko yang kini menjabat sebagai menko polhukam.
Djoko menjelaskan, tim kampanye SBY-Boediono dalam mengelola dana kampanye sudah sesuai aturan. Kalaupun ada tuduhan itu sudah di luar konteks.
Alifian dan Djoko, menegaskan, aliran dana kampanye sudah diaudit oleh auditor independen dan tidak ditemukan adanya persoalan.
Dia mengatakan, temuan itu tak bisa berlaku umum. “Apakah kemudian kalau memang itu dari nasabah Century melanggar dana pemilu? Apakah lalu itu menjadi indikator dari dana yang bisa dikorupsi? Bagaimana dengan nasabah yang lain, yang mempunyai account di bank lain,” jelasnya. Hindari Century
Usai menghadiri acara Ulang Tahun Ke-6 Tribun Timur di Hotel Clarion Makassar, mantan calon presiden Jusuf Kalla menegaskan dia dan tim kampanyenye di pilpres sama sekali tak menerima dana yang tak jelas asalnya.
“Yang jelas JK-Win tidak,” kataya sebelum meninggalkan ruangan.
Saat dikonfirmasi soal temuan pansus ini, Kalla beberapa kali mengelak menjawab pertanyan. Dia memberi isyarat dengan menggelangkan kepala dan mengangkat kedua tangannya sambil berjalan.
Sebelumnya, Kalla selalu menghindari memberikan pernyataan kepada wartawan soal kasus aliran dana Bank Century. “Kalau soal Bank Century baca saja di Tribun (Timur) besok,” katanya.
Bahkan saat memberi sambutan tanpa teks, dia menegaskan tak menyinggung masalah Century. Kalla lebih banyak bercerita soal kiprah barunmya sebagai Ketua Umum PMI.
“Saya sekarang sudah enak sama pers. Sudah tak dikritik lagi,” katanya.
Kalla sempat memberi keterangan di hadapan pansus saat diperiksa sebagai saksi. Bahkan, dia menyebut kasus Century adalah “perampokan” yang dilakukan oleh pemiliknya sendiri.
Penyidikan Polri
Sebelumnya, PPATK menyatakan ada 22 transaksi keuangan mencurigakan terkait aliran dana bailout Bank Century yang memiliki indikasi pidana. Namun data tersebut belum sampai ke tangan Kapolri.
“Belum (diterima), belum ya. Tapi saya akan minta laporan dengan Kabareskrim,” ujar Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri singkat di kampus PTIK, Jakarta, kemarin.
Dalam rapat konsultasi dengan Pansus Century, PPATK menyampaikan ada 180 transaksi keuangan yang mencurigakan terkait aliran dana bailout Century.
Sebanyak 22 transaksi diserahkan ke Polri, 20 ke BPK dan 21 diserahkan ke KPK. Sebelumnya, Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi juga mengatakan belum mendapat laporan soal 22 transaksi mencurigakan tersebut. Namun pihaknya siap menindaklanjuti temuan PPATK. “Nanti kita akan cek, mencurigakannya seperti apa,” jelasnya.(persda network/sur/jid/axa/zil/tribun-timur.com)