Skandal Century Tak Lagi Terbendung

PENYEBUTAN nama Boediono dan Sri Mulyani dalam pemaparan akhir Fraksi di dalam kasus Bank Century sepertinya menjadi sinyal bahwa kasus ini tidak lagi bisa dibendung. Lobi-lobi Partai Demokrat kepada koalisinya, khususnya Golkar dan PKS, tidak membuat kedua partai tersebut goyah pendirian. Selain PDIP dan Hanura, Golkar dan PKS menyebut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono sebagai pihak yang diduga bertanggung jawab dalam kasus Bank Century.

Selain penyebutan nama tersebut, keempat partai tersebut di atas sepakat bahwa terdapat berbagai keganjilan dalam proses bailout Century dan proses aliran dana Century. keganjilan-keganjilan dari mulai indikator keuangan Bank Century yang tidak akurat, yang akhirnya berpengaruh terhadap ketidakakuratan penetapan bank century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik, persyaratan CAR, sampai aliran dana yang amburadul (deposito fiktif, rekening fiktif, dll) membuktikan indikasi adanya dugaan korupsi dan dugaan tindak pidana.

Partai Hanura secara tegas juga mengusulkan Boediono untuk diproses melalui mekanisme hukum. Partainya meminta DPR melalui hak menyatakan pendapat untuk membawa wapres ke Mahkamah Konstitusi (MK), sehingga MK dapat merumuskan melalui mekanisme konstitusi.

Sementara itu, walaupun tidak menyebut nama secara tegas, partai lain seperti Gerindra, PPP dan PAN juga menemukan keganjilan dalam proses bailout Century. Sebab itu, dalam paparannya, Fraksi Partai Gerindra misalnya meminta kepolisian dan kejaksaan untuk memeriksa pihak-pihak yang diduga melakukan tindakan pidana pada kasus PT Bank Century Tbk, yang diantara adalah dewan gubernur BI, termasuk gubernur, deputi gubernur senior, dan deputi gubernur.

Gerindra di antaranya menemukan 15 dugaan penyimpangan merger, 21 temuan pelanggaran paska merger bank, dan saat proses penetapan sebagai bank gagal yang berdampak sistemik 11 temuan. Selain itu, saat pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) ditemukan delapan dugaan penyimpangan dan empat pelanggaran lainnya. Total kami menemukan 59 temuan dugaan penyimpangan.

Skandal Century memang kini terus bergulir dan nampaknya tak bisa terbendung. Beberapa hari lagi Pansus akan menyerahkan hasilnya ke paripurna DPR. Publik akan terus memantau secara terbuka bagaimana perkembangan selanjutnya dari kasus ini. Banyak pengamat dan anggota DPR sendiri menilai bahwa keterbukaan rapat-rapat pansus menjaga konsistensi pansus dan menghindari lobi-lobi politik yang sifatnya pragmatis. Inilah salah satu alasan skandal Century kini tak lagi terbendung.

Selain itu, tokoh-tokoh seperti Ahmad Syafii Maarif, Din Samsuddin, dan juga masyarakat madani yang terdiri dari mahasiswa dan LSM tak hentinya memberikan dukungan moral kepada pansus untuk membuka kasus ini secara terang benderang. Dukungan moral tersebut tentu menjadi roh bagi anggota pansus yang ingin membuka kasus ini secara terang benderang walau dihadang berbagai ancaman. Dukungan tersebut sekaligus menjadi ancaman bila anggota pansus tersebut membelot.

Kasus Bank Century ini memang telah menarik perhatian masyarakat. Atas ketidakberhasilan lobi Partai Demokrat tersebut, Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz pun akhirnya menilai bahwa perilaku politik Partai Demokrat masih amatiran. Seharusnya, sebagai komandan koalisi, Partai Demokrat bisa lebih efektif mengatur irama koalisi.

Ditulis oleh K@barNet di/pada 24/02/2010