Alhasil, semua sorot mata akan tumplek tertuju melihat jalannya laga Piala Dunia melalui siaran langsung televisi, baik itu rakyat awam maupun para politisi dan kalangan aktivis ataupun mahasiswa. Akibatnya, kasus-kasus yang melanda elit di negeri ini untuk sementara tenggelam dikalahkan oleh even spektakuler yang digelar di Afsel itu. Yang paling ‘beruntung’ adalah para pejabat yang diduga terlibat dalam skandal Bank Century, untuk sementara akan ‘dilupakan’ karena orang-orang lebih suka menonton pertandingan World Cup ketimbang menyoal kasus membosankan tentang bailout bank ‘abal-abal’ berpenyakitan yang menelan duit rakyat Rp 6,7 triliun.
Sebelumnya, tak kalah hebohnya kasus video porno hubungan mesum dua pasangan mirip artis ‘Ariel – Luna Maya’ dan hubungan intim dua sosok mirip ‘Ariel – Cuta Tari’ sempat menyedot pembaca media massa, pemirsa TV dan pembuka internet. Celakanya, anak-anak sekolah usia remaja ikut mendown-load nikmatnya tontotan ‘surga dunia’ ini melalui internet hingga di pelosok-pelosok desa, tidak hanya di kota. Konyolnya lagi, peredaran video adegan mesum dengan lakon artis-artis Indonesia ini juga menjadi konsumsi tontotan global yang juga dilihat oleh warga negara di berbagai manca negara sehingga bisa menghancurkan nama/citra Indonesia.
Yang tidak kalah keterlibatannya sebagai penikmat video adegan syur ini adalah juga para pejabat serta politisi di gedung DPR Senayan yang masih memeprmasalahkan pengusutan skandal Century. Nampaknya, kalangan politisi juga ikut membuka-buka internet melalui HP-nya terkait video porno ‘Ariel-Luna Maya’ dan ‘Ariel-Cut Tari’ tersebut. Bahkan, mereka sempat melayangkan komentarnya hingga ada statement: “Anggota DPR Desak Polisi Periksa Ariel”. Mungkinkah ada misi politik tertentu yang berfungsi menenggelamkan semua ‘kebohongan’ dan pembodohan publik yang dilakukan elit kita selama reformasi bergulir dengan memunculkan kasus seksi video porno ini? Ataukah ada unsur kesengajaan yang dibayar untuk menenggelamkan kasus-kasus besar yang menimpa elit tetapi dengan mengorbankan moral bangsa?
Apakah setelah kasus Centrury meledak, kini bermunculan kejadian-kejadian dan perilaku yang memprihatinkan bangsa, penghentikan penuntutan lumpur Lapindo yang bertahun-tahun, bagi-bagi mobil pejabat, kriminalsiasi pimpinan KPK, kasus markus pajak Gayus Tambunan, fenomena Susno Duadji, dan juga Antasari Azhar yang menjadi korban ‘pelacur’ politik? Belum lagi dengan usulan dana dapil Rp 15 miliar per anggota DPR dilanjutkan dana aspirasi Rp 1miliar per desa , menyusul usulan perbaikan gedung DPR ‘miring’ senilai triliunan rupiah, penghapusan subsidi BBM bagi kendaraan roda dua. Kini, malah Kejaksaan Agung, Polri dan KPK (Komisi Pemberantasan Kotrupsi) serentak menyatakan bahwa belum ada bukti tindak pidana dalam bailout Bank Century, padahal keputusan Pansus dan rekomendasi paripurna DPR opsi C menyatakan bailout Century adalah bermasalah dan terjadi pelanggaran hukum.
Nampaknya, skandal Century benar-benar akan dipetieskan atau ditenggelamkan. Terakhir, upaya penenggelaman kasus Century ini ‘tertolong’ dengan mencuatnya kasus video porno mirip pasangan artis Indonesia yang menjadi idola publik khususnya kawula muda. Langkah keberhasilan ‘menyembunyikan’ kasus Century semakin juga terbantu dengan momentum Piala Dunia yang bakal meramaikan pemberitaan media massa cetak dan siaran media elektornik pada Jumat malam hari ini. Maka, amanlah untuk sementara berita kasus Century, setidaknya untuk sebulan ke depan hingga berakhirnya Piala Dunia 2010. Ya, bolehlah mereka yang terlibat dan dituntut tanggungjawab dalam skandal Century kini bisa berleha-leha sembari tiduran dulu.
(Tubagus Januar Soemawinata (Universitas Nasional)

Post a Comment