Showing posts with label Perancis. Show all posts

PARIS,, - Dinding dan pintu Masjid Agung Paris telah dicoret-coret dengan grafiti anti-Islam, menuai kecaman dari komunitas Muslim dan pejabat Prancis, beberapa jam setelah terjadi penembakan yang membuat kepanikan di ibukota Prancis itu.

"Kami sangat menyesalkan kekerasan rasis dan permusuhan yang telah ditunjukkan terhadap Masjid Paris, ikon lembaga Islam di Prancis," kata Dalil Boubakeur, Presiden Masjid Agung Paris, kepada UPI pada hari Kamis 21 November, demikian sebagaimana dilansir onislam.net.

Senin lalu, beberapa orang melakukan aksi vandalisme atau corat-coret di Masjid Agung Paris dengan tulisan rasis anti-Islam. Setelah kejadian itu, Presiden Masjid Agung Paris langsung melaporkannya kepada kepolisian Prancis.

Presiden dari Observatorium Nasional Prancis Melawan Islamofobia, Abdallah Zekri, juga telah menganggap aksi ini sebagai tindakan keterlaluan. Zekri sendiri adalah target serangan anti-Islam Oktober lalu ketika rumahnya dicorat-coret dengan tulisan ofensif dan neo-Nazi.

Menurut hukum Prancis, serangan rasial dan kejahatan penodaan agama harus dihukum dengan hukuman penjara satu tahun dan denda 60.000 dollar.

Serangan di masjid datang pada hari yang sama dari penembakan di yang terjadi di kantor harian terkemuka Liberation, penembakan di luar bank Societe Generale dan penyanderaan singkat.

Serangan Masjid Agung Paris ini bukanlah yang pertama yang menargetkan Muslim bulan ini. Islamophopia sedang berkembang di Prancis pada bulan November, di mana beberapa gedung milik umat Islam menjadi sasaran serangan ekstrimis kanan. Awal bulan ini, tengkorak babi dilemparkan ke arah bangunan yang direncanakan menjadi pusat kebudayaan Turki di kawasan Amboise, Paris.

Sebuah lahan yang sedang dibangun masjid di kota Hazebrouck, Prancis utara , juga diserang di mana dua kepala babi ditemukan di tempat tersebut.

Aksi vandalisme ini telah mendapatkan kecaman dari sejumlah tokoh politik termasuk Walikota Paris.

"Tulisan yang kasar,  keduanya tidak bertanggung jawab dan tidak dapat diterima," ujar Walikota Paris Bertrand Delanoe, seperti dikutip oleh Islamophobia Watch.

Masjid Agung Paris telah menjadi ikon atau simbol perkembangan Islam di Prancis. Saat Idul Adha Oktober lalu, Perdana Menteri Prancis, Jean-Marc Ayrault, mengunjungi masjid untuk mengutuk tindakan Islamophobia.[md/www.globalmuslim.web.id]

pra Prancis Klaim Miliki Bukti Assad Dibalik Serangan Senjata Kimia di GhoutaPASUKAN pemerintah Suriah melakukan serangan kimia besar dan terkoordinasi pada 21 Agustus lalu di Ghouta pinggiran Damaskus, menurut laporan intelijen Prancis yang dibuka untuk publik dan dirilis pada hari Senin kemarin (2/9/2013).
Sumber pemerintah Prancis mengatakan bukti yang mereka temukan membuktikan adanya keterlibatan rezim dalam serangan senjata kimia dan laporan soal bukti ini akan disampaikan kepada anggota parlemen sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mendapatkan dukungan dalam negeri untuk aksi militer yang direncanakan terhadap rezim Suriah.
“Ini merupakan ancaman besar bagi keamanan nasional dan global,” kata seorang sumber pemerintah Prancis kepada Reuters.
Laporan intelijen ini meliputi citra satelit yang menunjukkan serangan yang berasal dari daerah yang dikuasai pemerintah di sebelah timur dan barat Damaskus serta penargetan zona yang dikuasai pejuang oposisi.
Sumber tersebut mengatakan pasukan Assad telah berusaha membom daerah itu untuk menghapus bukti adanya serangan kimia.
“Tidak seperti serangan sebelumnya yang menggunakan sejumlah kecil bahan kimia dan bertujuan meneror, serangan ini merupakan serangan taktis dan ditujukan untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai pejuang,” tambah sumber tersebut.[fq/islampos/alarabiya/www.globalmuslim.web.id]

hollande Presiden Prancis Sebut Kemungkinan Serangan ke Suriah Dilakukan Rabu Depan

PRESIDEN Prancis Francois Hollande mengatakan serangan militer terhadap Suriah kemungkinan dilakukan pada Rabu depan meskipun ada penolakan dari parlemen Inggris untuk intervensi bersenjata di negara tersebut terkait serangan senjata kimia yang dilakukan rezim Assad.

“Prancis menginginkan tindakan tegas dan proporsional menentang rezim Damasacus,” kata Hollande dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Le Monde, Jumat kemarin (30/8/2013).
Parlemen Prancis sendiri baru akan bertemu pada Rabu depan untuk membahas masalah darurat di Suriah.
Namun PBB sendiri lewat juru bicaranya Martin Nesirky dalam konferensi pers di markas PBB New York pada Jumat kemarin, menegaskan bahwa semua sampel yang dikumpulkan oleh tim inspeksi PBB dari lokasi serangan senjata kimia yang terjadi di Suriah harus dianalisis sebelum diambil kesimpulan.
Serangan senjata kimia di Ghouta pinggiran Damaskus yang menewaskan seribuan orang kebanyakan anak-anak dan wanita, menjadi alasan negara barat pimpinan Amerika Serikat untuk menyerang Suriah.[fq/islampos/afp]
[www.globalmuslim.web.id]

Ratusan penduduk kota di sebuah kota dekat Paris memprotes serangan terhadap dua muslimah bercadar, yang diduga keras dilakukan oleh kaum Islamophobia. Polisi telah melakukan penyelidikan tetapi tidak mau menyebutkan serangan itu sebagai tindakan kriminal dengan kebencian (hate crimes), seperti diinformasikan oleh para pengacara.
Lebih dari 1000 orang yang bergabung dalam aksi diam di Argenteuil, dekat Paris, mengutuk “meningkatnya Islamophobia” di Prancis.
Para demonstran menuding media massa dan para politisi ikut andil atas meluasnya tindakan anti-Muslim di negara tersebut.
Aksi ini adalah balasan atas serangan terhadap dua muslimah di sebuah tempat, tiga minggu yang lalu:
Rabia, 17 Tahun, pada tanggal 20 Mei mengatakan bahwa dia diserang oleh segerombolan ”Skinhead” hingga tersungkur ke tanah sambil dihina “Arab kotor” dan “Muslim kotor” dan menelantarkannya dalam keadaan mulut, wajah, dan sikunya memar.
Leila O,21 tahun, yang hamil empat bulan, pada tanggal 13 Juni mengatakan bahwa dia diserang oleh  dua orang yang merobek cadarnya, memotong rambutnya, memukuli tubuhnya berkali-kali, termasuk perutnya hingga menggugurkan kandungannya, meskipun polisi belum bisa membuktikannya.
Dua hari sebelum serangan terhadap Leile O, sekelompok orang bentrok dengan polisi yang sedang memeriksa identitas atas seorang muslimah yang memakai cadar.
Memakai cadar di tempat umum adalah tindakan terlarang di Perancis, setelah pemerintahan Presiden Sarkozy mengeluarkan larangan memakai cadar pada tahun 2011 dan telah terjadi beberapa kali serangan terhadap muslimah yang bercadar di banyak tempat.
“Islamophobia di Perancis ini mengancam nyawa,” kata Kamel Raskallah, Jubir Aksi di hadapan para wartawan Sabtu kemarin.
Polisi telah melakukan penyelidikan atas dua serangan tersebut, tetapi, Hosni Maati, pengacara Rabia, menyayangkan “tindakan diskriminasi” dalam serangan tersebut tidak dimasukkan dalam surat dakwaan.
Rabia menegaskan bahwa polisi memang memintanya untuk menutupi serangan yang menimpanya untuk meminimalisir terjadinya kerusuhan sedangkan liputan awal pers atas serangan kedua mencatat bahwa serangan ini telah menelan banyak korban namun para penyelidik mengatakan “keengganan” untuk menceritakan kejadian yang menimpa para korban.
Para peserta aksi menyayangkan kurangnya reaksi media massa dan reaksi politik atas serangan-serangan itu dibandingkan dengan liputan bernuansa rasis lainnya, khususnya  serangan anti-yahudi.
Manuel Valls, Mendagri Prancis telah melayangkan surat dukungan atas dua perempuan muslimah ini, Leila O, dan suaminya serta mengundangnya untuk datang ke kantornya pada hari kamis bersama Rabia yang diwakili pengacaranya.(agus/english.rfi.fr, 23/6)
[www.globalmuslim.web.id]

PERANCIS  – Rabu (19/06/13) harian Turki Today Zaman memberitakan, seorang muslimah hamil empat bulan di pinggiran kota Paris telah diserang oleh dua lelaki warga Perancis.
Tindakan tersebut mengaakibatkan sang muslimah keguguran. Pengacara wanita muslimah berusia 21 tahun itu mengatakan, si muslimah hamil 4 bulan telah dipukul, dilepas jibanya dan disobek bajunya oleh dua orang Perancis.
“saat korban berteriak bahwa ia sedang hamil, kedua orang tersebut langsung mengarahkan pukulan ke daerah perut” tambah Pengacara. Pengacara tersebut melanjutkan, setelah dilarikanke rumah sakit, segala upaya medis ternyata gagal dalam menyelamatkan kandungannya.[usamah/imo/www.globalmuslim.web.id]

tentara prancis ditusukPolisi Prancis sedang berburu seorang pria penyerang tentara berpatroli di distrik bisnis La Defense di Paris pada Sabtu malam.
Pratu Cedric Cordier didekati dari belakang dan ditusuk di leher dengan pisau kecil.
Menteri Pertahanan Jean Yves Le Drian mengatakan kepada wartawan bahwa korban telah ditargetkan karena profesinya.
Namun Presiden Francois Hollande menolak untuk membuat hubungan langsung dengan kasus pembunuhan seorang prajurit di London, pada hari Rabu.
Pada hari Sabtu, polisi Inggris menangkap tiga orang lainnya atas dugaan konspirasi untuk membunuh tentara, Lee Rigby, yang sedang tidak bertugas.
Sementara itu, pemerintah Kenya membantah tuduhan bahwa pasukan keamanan telah melecehkan Adebolajo, dan mereka bersikeras tidak pernah ada kaitannya.
Foto-foto Adebolajo di ruang sidang di Kenya lebih dari dua tahun yang lalu telah diterbitkan. Dia diduga telah ditangkap karena mengikuti pelatihan dari kelompok militan Islam, al-Shabab di Somalia.
Dalam kejadian hari Sabtu di Paris, Prajurit Cordier sedang patroli dengan rekan-rekannya dari Resimen 4e de Chasseurs de Gap dan polisi  metro La Defense di  stasiun kereta api, ketika itu korban didekati dari belakang dan ditusuk di leher dengan pisau kecil.
Penyerang tidak mengatakan sepatah kata pun dan melarikan diri ke daerah ramai pusat perbelanjaan  sebelum dua tentara lainnya yang hadir mampu bereaksi. Para prajurit biasanya dipersenjatai dengan senapan otomatis.
Seorang perwira senior polisi mengatakan korban berusia 23 tahun telah kehilangan cukup banyak darah tapi lukanya tidak membahayakan nyawanya, dan sedang dirawat di rumah sakit militer Percy di sekitar lokasi.
“Ada kekerasan dengan serangan tiba tiba – yang bisa membawa kita untuk mempercayai mungkin ada kaitannya dengan apa yang terjadi di London,” kata Menteri Dalam Negeri Perancis Manuel Valls kepada televise “2”. “Tapi pada titik ini, jujur, mari kita harus berhati-hati.” ujarnya.
Presiden Hollande juga menanggapi “kewaspadaan” pada kunjungan ke Etiopia, Ia mengatakan kepada wartawan: “Saya tidak berpikir pada saat ini bahwa semua itu kemungkinan ada hubungannya (kejadian di Inggris dan Perancis).”
“Kami masih belum tahu situasi yang tepat dari serangan atau identitas penyerang, tapi kami akan mengeksplorasi semua kemungkinan.” Tambahnya.
Laporan Perancis mengatakan polisi sedang memburu seorang pria berjanggut asal Afrika Utara sekitar 30 tahun. Dia mengenakan jubah/gamis berwarna terang .
Penyerang berhasil dipantau pada kamera keamanan dan terlihat melepas jubahnya dan melarikan diri mengenakan pakaian Eropa, kata petugas.
Perancis saat ini berada pada situasi siaga tinggi setelah ancaman dari al-Qaeda sayap Afrika Utara, terkait dengan intervensi militer negara itu di Mali, lapor wartawan BBC Christian Fraser di Paris.
Semakin tinggi status siaga itu yang menjadi salah satu alasan mengapa beberapa ratus tentara berpatroli di stasiun metro dan kereta api, dan lokasi rawan lainnya di Paris. (BBC/Dz)
[www.globalmuslim.web.id]

PARIS,  - Meski Prancis dikenal sebagai negara liberal, namun ratusan ribu rakyatnya tetap menolak disahkannya pernikahan sejenis (gay/lesbi).

Pada Ahad kemarin (24/03), lebih dari 300 ribu orang turun ke jalan-jalan di Paris. Demonstran meneriakkan slogan penolakan rencana pelegalan Undang-undang Pernikahan Sejenis dan Adopsi Anak oleh Pasangan Gay yang dalam waktu dekat akan disahkan pemerintah.

Dalam demonstrasi kemarin juga terjadi kericuhan di jalan menuju istana Presiden, The Champs Elysee.

"We want work not gay marriage and no to gayxtremism (Kami tidak ingin adanya pernikahan gay. Katakan tidak pada penganut gay)," seru para demonstran, seperti dilansir BBC, Senin (25/3/2013).

Rencana pengesahan pelegalan pernikahan gay ini merupakan hasil keputusan Senat Prancis yang didominasi dari anggota dewan Partai Sosialis Presiden Francois Hollande. Undang-Undang tersebut akan ditetapkan pemerintah bulan depan, April 2013.

Sebelumnya, demo serupa pernah digelar di Paris pada 18 November 2012. Lebih dari 100 ribu orang turun ke jalan ibukota memprotes pelegalan pernikahan sejenis dan adopsi anak oleh pasangan gay.

Dalam sebuah jajak pendapat, sebenarnya mayoritas masyarakat Prancis awalnya mendukung adanya pernikahan gay. Namun baru-baru ini, dukungan tersebut menurun dan berbalik haluan. [www.globalmuslim.web.id]

Sebuah tank pasukan salibis Uni Afrika dihancurkan mujahidin Ash-Shabab
BAKOOL-  Pada hari Jum’at (1/3/2013), mujahidin Ash-Shabab Somalia melakukan penyergapan terhadap konvoi militer pasukan salibis Uni Afrika di dekat desa Jamio, sekitar 20 km dari kota dari kota Burhakba di propinsi Islam Bae dan Bakool. Sebuah tank militer pasukan penjajah salibis Uni Afrika berhasil dihancurkan dalam serangan tersebut.
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Laporan harian untuk hari Jum’at, 19 Rabi’ul Akhir 1434 H
Segala puji bagi Allah semata, Yang memuliakan tentara-Nya, memenangkan hamba-Nya dan sendirian mengalahkan golongan-golongan musuh-Nya.Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Nabi yang tiada seorang nabi pun sepeninggalnya. Amma bakdu.
Berita terpisah:
Konvoi militer pasukan salibis Uni Afrika dekat desa Jamio, yang berjarak sekitar 20 km dari kota Burhakba di propinsi Islam Bae dan Bakool disergap oleh mujahidin. Dalam serangan tersebut regu sergap mujahidin berhasil menghancurkan sebuah tank militer pasukan salibis Uni Afrika.
Ya Allah, Yang menurunkan kitab suci, menjalankan awan, mengalahkan golongan-golongan musuh, kalahkanlah pasukan salibis dan tentara-tentara murtad yang berkoalisi dengan mereka.
Ya Allah, jadikanlah mereka dan peralatan perang mereka harta rampasan perang bagi mujahidin.
Ya Allah, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka.
Ya Allah, Engkaulah penguat kami dan Engkaulah penolong kami. Dengan bantuan-Mu semata kami bergerak dan berperang.
Allahu akbar
Kemuliaan hanyalah milik Allah, Rasul-Nya dan kaum beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak memahaminya.
Yayasan Media Al-Kataib
Gerakan Mujahidin Ash-Shabab
Kamis, 25 Rabi’ul Akhir 1434 H
7 Maret 2013 M
Sumber: Shada Al-Jihad Media Center
Global Islamic Media Front
[www.globalmuslim.web.id]

557921_534604039912470_341628702_n.jpg (500×693)Namanya Rasyid Nikaz, seorang pengusaha perancis (keturunan AlJazair) yang dengan ringannya membayar denda bagi muslimah yang becadar di Perancis dan Belgia. Sebagaimana kita tahu perancis menerapkan larangan mengenakan cadar di tempat umum sebagai reaksi pemerintah Perancis atas berduyun-duyunnya kaum wanita Perancis mengenakan cadar, dan bagi muslimah yang tertangkap petugas memakainya maka akan dikenakan denda. 

Maka sejak Perancis memberlakukan undang-undang tersebut, Rasyid Nikaz menyediakan dana 1 juta Euro dikhususkan untuk membayar denda bagi muslimah bercadar. Seolah dengan tindakannya itu dia mengatakan kepada wanita muslimah Perancis yang hendak bercadar: “Pakai cadarlah sesuka kalian, jika terkena denda sayalah yang akan membayarnya”.

Beberapa media melansir foto milyarder yang istrinya juga mengenakan cadar ini keluar dari kantor polisi dengan menegakkan kepala (jauh dari kerendahan) seusai membayarkan denda bagi 2 muslimah yang terkena denda. Atas perannya ini, Syekh Al-Khuwainy mengibaratkannya sebagai “Satu orang yang mengalahkan satu Negara”. Semoga Allah Ta’ala merahmati Rasyid Nikaz dan hartanya di dunia-akherat.
[Akhi Budi AL-Fatih/
www.globalmuslim.web.id]

SHAN'A  - Yemen Post melaporkan bahwa pada saat kunjungan utusan Dewan Keamanan PBB ke Yaman pada Ahad (27/1/2013) untuk sebuah pertemuan tertutup dengan para pejabat rezim boneka Yaman dan Dewan Kerja sama Teluk (GCC), para penduduk Shan'a dikejutkan dengan pengerahan militer asing di kota mereka.
Dengan dalih untuk menjamin keamanan para pejabat negaranya dan memastikan tidak ada faksi, kelompok atau individu yang akan menggagalkan negosiasi itu, Amerika Serikat (AS), Perancis dan Inggris mengerahkan pasukannya di darat dan udara Shan'a.
Warga setempat mengatakan kepada Yemen Post pada Ahad bahwa mereka melihat pesawat-pesawat Perancis berpatroli di langit Shan'a dengan menunjukkan kekuatannya, yang mana mereka merasa pesawat-pesawat itu berada tepat di atas kepala mereka dan seakan sengaja menghina potensi militer Yaman.
Seorang pensiunan jenderal Yaman, Ali Muhsin Khawlani, menekankan bahwa Yaman seharusnya memegang kendali semua urusan keamanan. "Pasukan bersenjata kita mampu secara sempurna dan dilatih dengan baik. Pesan apa yang disampaikan untuk melihat pasukan asing menginvasi ibukota kita?Apakah kita sedang menuju penjajahan militer?" katanya.
Sumber-sumber keamanan mengungkapkan pada Sabtu (26/1) malam bahwa 250 Marinir asing tiba di Shan'a, meningkatkan kembali kehadiran militer di negara itu. Selain para Marinir, beberapa agen CTU Amerika -unit kontra-terorisme- dikatakan telah dikerahkan di seluruh Shan'a untuk menghadang setiap "ancaman."
Pasukan Inggris juga berserakan di Shan'a, bersama sekutu Amerika mereka untuk mengendalikan situasi di darat. Sementara puluhan pesawat tempur Perancis dikerahkan untuk berpatroli di udara.
Di saat pasukan kafir asing diizinkan mengerahkan kekuatan militer mereka ke Yaman, di sisi lain Presiden boneka Yaman Abdu Rabbu Mansour Hadi pada pekan lalu mengeluarkan perintah kepada rakyat Yaman di Shan'a untuk tidak membawa senjata apapun, setelah permintaan para pejabat asing menjelang kedatangan utusan PBB ke Shan'a.
Rezim boneka Yaman dan para penjajah asing berharap pada Februari 2014 mendatang mereka bisa menggelar pemilu presiden Yaman dan untuk menetapkan konstitusi baru bagi negara itu, yang menurut mereka akan "mengakhiri" krisis politik yang telah berlangsung selama dua tahun dan tentu untuk melanjutkan agenda memerangi Mujahidin Al-Qaeda di Semenanjung Arab. (siraaj/arrahmah/www.globalmuslim.web.id)

Pada hari Senin sore (14/1), pemerintah Aljazair menangkap pemimpin Islam “Syaikh Ali Belhadj”, orang kedua dalam Front Penyelamatan Islam (FIS), setelah ia melakukan aksi protes di depan Kedutaan Besar Prancis, sebab Prancis lakukan intervensi militer di Mali utara.
Media informasi milik “Belhadj” dalam pernyataannya mengatakan bahwa “Pasukan keamanan Aljazair telah menangkap dengan paksa Wakil Ketua Front Penyelamatan Islam (FIS) di depan Kedutaan Besar Prancis di Aljazair, dan membawanya ke tempat yang tidak diketahui.”
Pernyataan itu mengatakan bahwa Syaikh Ali Belhadj tengah melakukan akasi protes terhadap intervensi militer langsung di Mali, negara tetangga Aljazair, di mana ia menyerukan pengusiran duta besar Prancis dari Aljazair, juga mengecam pemerintah Aljazair yang membolehkan imperialis Prancis menyerang Gerakan Mujahid dan Gerakan Pembebasan Azwad dari wilayah Aljazair. Bahkan dikatakan bahwa Aljazair membuka wilayah udaranya untuk pesawat-pesawat Prancis.
Media informasi itu mengatakan bahwa “Pemerintah Aljazair benar-benar rusak dan busuk dengan menangkap Wakil Ketua Front Penyelamatan Islam (FIS). Sebab, sudah menjadi haknya untuk mengekspresikan pendapatnya tentang intervensi yang dilakukan Prancis di Mali secara telanjang, yang menjadikan Mali negeri jajahan Prancis, serta dengan restu Presiden Mali yang tidak lain adalah boneka Prancis.”
Sejauh ini, belum ada pernyataan yang dikeluarkan oleh lembaga-lembaga resmi di Aljazair yang dapat dipercaya.
Syaikh Ali Belhadj adalah orang kedua dalam Front Penyelamatan Islam (FIS), yang telah dibubarkan oleh pengadilan Aljazair pada tahun 1992, setelah pembatalan hasil pemilihan parlemen yang dimenangkan oleh Front Penyelamatan Islam (FIS), dengan tuduhan “memprovokasi aksi kekerasan”. Ia dijebloskan ke dalam penjara, kemudian pada pada tahun 2003, ia dibebaskan.
Syaikh Ali Belhadj menolak untuk tunduk pada pembatasan yang dikenakan pada dirinya setelah ia dibebaskan dari penjara, seperti larangan melakukan aktivitas politik atau agama. Bahkan sekali lagi, ia ditangkap, kemudian dibebaskannya setelah adanya kebebasan berceramah untuk kepentingan keamanan.
Sebelumnya, pada hari Ahad (13/1), Syaikh Ali Belhadj telah mengeluarkan sebuah pernyataan media yang isinya menilai operasi militer Prancis di Mali utara sebagai “serangan negara Prancis terhadap negara Islam Mali.” (islammemo/www.globalmuslim.web.id)

Dengan operasi militer Perancis di Mali diperkirakan berlangsung lebih lama dari yang diharapkan, Paris telah berupaya mencari pendanaan dari negara-negara Arab Teluk yang kaya, mengatakan “setiap orang” harus membantu dalam memerangi al-Qaeda ekstrimis di negara Afrika.
Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius mengatakan para negara donasi akan bertemu pada akhir Januari untuk menyediakan dana untuk pasukan Afrika karena akan dikerahkan di Mali dalam seminggu. Ia mengatakan pertempuran di Mali adalah bagian dari perang global melawan terorisme dan bahwa “setiap orang harus memiliki komitmen untuk diri sendiri dalam memerangi terorisme.”
“Kami cukup yakin bahwa Emirat Arab  akan masuk ke arah itu juga,” Fabius dikutip oleh Abu Dhabi berbasis Nasional mengatakan.
“Kami akan berdiskusi dengan pihak berwenang di Emirat Arab. Ada berbagai cara untuk membantu, dapat melalui materiil , bisa juga melalui pembiayaan, “kata Fabius.
Perancis berjanji pada Selasa untuk mempertahankan pasukan Prancis di Mali sampai stabilitasnya kembali di negara Afrika Barat tersebut.
Paris telah menggelontorkan ratusan tentara ke Mali dan melakukan serangan 50 bom  sejak Jumat , menyerang basis  Islam yang mengendalikan bagian utara negara itu, dimana Barat dan negara-negara eropa takut bila dikuasai Islam , daerah tersebut bisa menjadi dasar untuk serangan teroris di Afrika dan Eropa.
Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian mengatakan bahwa, meskipun dukungan udara Perancis, pasukan Mali tidak mampu untuk mengusir pejuang Islam dari kota  Konna atau Diabaly, daerah tersebut hanya berjarak 350 km (220 mil) timur laut dari Bamako.
Presiden Francois Hollande, dalam kunjungan ke Uni Emirat Arab di mana ia mencari dukungan keuangan negara-negara Teluk ‘untuk misi Afrika yang dipimpin, menyarankan Prancis akan mempertahankan peran utama dalam bekas koloninya selama berbulan-bulan yang akan datang.
“Kami memiliki satu tujuan. Untuk memastikan bahwa ketika kita meninggalkan, ketika kita mengakhiri intervensi kami, Mali sudah aman, memiliki otoritas yang sah, proses pemilu berjalan dan tiada teroris yang mengancam wilayahnya, “kata Hollande dalam konferensi pers.
Paris telah menyatakan rencananya untuk menyebarkan 2.500 tentara untuk memperkuat tentara Mali dan bekerja dengan kekuatan intervensi yang disediakan oleh negara-negara Afrika Barat. – (DZ/Al Arabiya/www.globalmuslim.web.id)

Puluhan ribu orang berkumpul di ibukota Prancis, Paris, pada hari Ahad (13/1/2013) guna menyuarakan penentangan mereka atas rancangan undang-undang yang memberikan persamaan hak lebih luas atas pasangan sesama jenis yang diusulkan Presiden Francois Hollande.
Rakyat Prancis berbondong-bondong memenuhi jalanan kota Paris dan berupaya menjadikan unjuk rasa menentang legalisasi perkawinan homoseksual itu sebagai demonstrasi terbesar dalam beberapa tahun belakangan ini.
Para pengunjuk rasa dari berbagai penjuru Prancis menyewa gerbong-gerbong kereta cepat untuk bergabung dengan kelompok koalisi Katolik, pendukung hak-hak keluarga tradisional, para politikus konservatif termasuk kelompok kanan-jauh Front Nasional. Kelompok warga Muslim Prancis juga ikut serta dalam unjuk rasa besar tersebut.
Di antara pengunjuk rasa rupanya ada pula pelaku homoseksual penentang legalisasi perkawinan sejenis.
Salah satu pemimpin demonstran yang juga seorang aktris komedi, Frigidie Barjot, besumpah akan menjegal RUU “perkawinan untuk semua” yang diajukan pemerintah dengan aksi “demonstrasi untuk semua” yang menurutnya dilakukan demi melindungi anak-anak.
Pemerintah berdalih RUU itu hanya ditujukan untuk memperluas persamaan hak bagi kalangan homoseksual. Namun, para penentang RUU berkeyakinan undang-undang itu nantinya akan berimplikasi hukum, misalnya membolehkan adopsi anak oleh pasangan sesama jenis, sehingga menghancurkan arti pernikahan dan keluarga yang sebenarnya.
Parlemen Prancis akan mulai memperdebatkan RUU tersebut pada akhir bulan ini. Menurut jajak pendapat terbaru, sekitar 65% responden yang disurvei mendukung RUU tersebut, demikian lapor France24.* [www.globalmuslim.web.id]
Powered by Blogger.