Showing posts with label Facebook. Show all posts



https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/q71/64445_183016288548158_168838544_n.jpgJakarta, Kecanduan facebook adalah fenomena nyata yang mulai dilirik para ilmuwan. Bukan sekadar karena banyak pengidapnya, tingkat kecanduannya pun bisa diukur dengan skala tertentu. Para ilmuwan punya cara tersendiri untuk mengukuranya.

Berdasarkan riset yang mendalam, para ilmuwan dari University of Bergen (UiB) menciptakan instrumen standar pengukuran tingkat kecanduan Facebook. Instrumen tersebut dinamakan The Bergen Facebook Addiction Scale, sesuai nama kampus tempat penelitian itu dilakukan.

The Bergen Facebook Addiction Scale terdiri dari 6 pernyataan yang berhubungan dengan pemakaian Facebook. Keenam pernyataan tersebut adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Gizmag, Jumat (30/8/2013).

1. Anda menghabiskan banyak waktu untuk memikirkan Facebook dan merencanakan penggunaan Facebook.

2. Anda merasa harus membuka Facebook, terus dan terus lagi.

3. Anda memakai Facebook untuk melupakan masalah pribadi.

4. Anda telah mencoba untuk mengurangi waktu Facebook-an tetapi tak pernah berhasil.

5. Anda menjadi gelisah dan bermasalah jika dilarang buka Facebook.

6. Anda menggunakan Facebook begitu sering hingga memberi pengaruh negatif pada pekerjaan atau studi Anda.

Cara menggunakannya, seseorang yang diyakini kecanduan Facebook diminta untuk memberi skor antara 1-5 untuk masing-masing pernyataan, sesuai dengan kondisi yang dialaminya. Skor (1) berarti sangat jarang, (2) jarang, (3) Kadang-kadang, (4) sering, dan (5) sangat sering.

Bila seseorang menjawab minimal 4 pernyataan dengan skor 4 ke atas, maka orang tersebut sudah bisa dikatakan kecanduan Facebook. Berdasarkan penelitian terhadap 423 pelajar, pengukuran ini dinilai akurat oleh para ilmuwan.

Bagi para ilmuwan, kecanduan Facebook merupakan bagian dari kecanduan internet. Mekanismenya di otak diyakini mirip seperti kondisi kecanduan atau ketergantungan yang lain seperti kecanduan alkohol, rokok dan obat-obat terlarang.



(up/vit)
[www.globalmuslim.web.id]

Sebagaimana yang diberitakan oleh www.telegraph.co.uk , Badan Keamanan Nasional (NSA) mengklasifikasi Program PRISM yang bersifat rahasia yang memungkinkan pemerintah AS untuk mengumpulkan sejumlah informasi yang hampir tidak terbatas dari email, gambar dan akun sosial media.
Pengungkapan atas program itu dilaporkan satu hari setelah diketahui bahwa pemerintah telah melacak panggilan telepon dari jutaan orang Amerika selama tujuh tahun terakhir, sehingga memicu tuduhan bahwa pemerintahan Obama menginjak-injak kebebasan sipil.
Berbeda dengan program pelacakan telepon, di mana perusahaan telekomunikasi dipaksa untuk menyerahkan catatan-catatannta, Program PRISM memungkinkan NSA untuk secara bebas mencari jaringan perusahaan-perusahaan teknologi setiap saat.
Program PRISM juga memungkinkan pemerintah untuk mengakses isi rekening online, sementara program telepon menyediakan data waktu dan lokasi panggilan namun tidak memberitahu para penyelidik tentang apa yang dikatakan.
Suatu slide show rahasia yang diperoleh oleh The Guardian dan The Washington Post menunjukkan bahwa sembilan perusahaan bersedia sebagai peserta dalam program ini, yang dimulai dengan Microsoft pada tahun 2007.
Namun, The Guardian melaporkan bahwa beberapa perusahaan mengaku tidak tahu bahwa server mereka sedang diakses oleh pemerintah.
Google mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Dari waktu ke waktu, orang-orang menyatakan bahwa kami telah menyediakan ‘pintu belakang’ bagi pemerintah untuk masuk ke dalam sistem kami, namun Google tidak menyediakan ‘pintu belakang’ bagi pemerintah untuk dapat mengakses data para pengguna pribadi.
Skala operasi itu dirinci dalam 41 halaman slideshow  yang diperoleh oleh dua surat kabar, yang menggambarkan Program PRISM sebagai sumber data terbesar.
The Washington Post melaporkan bahwa dari semua alat yang digunakan oleh intelijen AS, PRISM adalah program yang paling sering dikutip dalam briefing keamanan harian yang disampaikan kepada Presiden Barack Obama setiap pagi.
Satu slide menunjukkan pertumbuhan awal Program itu dengan Microsoft pada tahun 2007, diikuti oleh Yahoo pada tahun 2008, Google, Facebook dan PalTalk pada tahun 2009, YouTube pada tahun 2010, Skype dan AOL pada 2011 dan akhirnya Apple pada Oktober 2012.
Diantara semuanya, sembilan perusahaan mencakup sebagian besar semua komunikasi online di seluruh dunia. PRISM ditujukan untuk memata-matai intelijen asing atau para tersangka teroris namun skala yang dimilikinya membuat warga Amerika juga menjadi sasaran.
James Clapper, pejabat intelijen paling senior AS, merilis sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa hukum otorisasi PRISM “tidak memungkinkan untuk mentargetkan setiap warga negara AS atau orang-orang yang berada di Amerika Serikat”.
Dia menambahkan: “Informasi yang dikumpulkan di bawah program ini adalah informasi intelejen yang paling penting dan berharga yang kami kumpulkan, dan gunakan untuk melindungi negeri kita dari berbagai ancaman.
Satu slide menggambarkan bagaimana AS merupakan “tulang punggung telekomunikasi dunia” dimana data elektronik paling banyak melalui AS pada beberapa titik dan karena itu dapat diakses oleh jaringan PRISM.
Menurut slideshow itu, program besar dijalankan dengan biaya $ 20 juta per tahun, suatu angka cukup rendah mengingat pentingnya pengumpulan data intelijen AS.
Pengungkapan bahwa NSA dapat dengan leluasa masuk melalui akun Gmail dan memantau diskusi Skype cenderung memicu reaksi baru terhadap seorang presiden yang berkampanye pada tahun 2008 dengan platform kebebasan sipil.
Al Gore, mantan wakil presiden Demokrat, menggambarkan hal yang diungkapkan kemarin itu atas program pelacakan telepon itu sebagai “pengawasan selimut rahasia” yang “sangat menjijikkan”.
Namun, anggota senior kedua partai di Kongres segera membela pengawasan yang luas itu, dengan beralasan bahwa hal itu adalah penting untuk membela AS terhadap serangan teror.
“Ini adalah perlindungan bagi Amerika,” kata Dianne Feinstein, ketua komite Intelijen Senat Partai Demokrat.
Para Senator mengatakan program itu, yang dingkap dalam dokumen pengadilan yang bocor yang diperoleh oleh The Guardian, telah berjalan selama tujuh tahun, yang pertama di bawah George W Bush dan kemudian dilanjutkan oleh Obama. (rz/www.globalmuslim.web.id)

wazeSebuah situs berbahasa Ibrani yang bernama calcalist, salah satu suplemen ekonomi dari surat kabar “Yediot Ahronot”mengungkapkan bahwa perusahaan facebook telah melakukan pembicaraan dan telah mencapai kemajuan yang pesat dalam tujuannya “menguasai” perusahaan komunikasi berbasis ponsel terbesar di Israel “waze Mobile” yang membuat aplikasi navigasi sosial Waze.
Surat kabar tersebut mengatakan bahwa transaksi itu akan bernilai antara 800 juta dan satu miliar Dolar, dimana dengan hal ini pengelola Facebook nantinya dapat mengontrol pergerakan para pengguna FB melalui Tel Aviv.
Kabar itu juga mengatakan bahwa saat ini proses tersebut telah berada pada tahap audit teknis, dan nota kesepakatan antara kedua belah pihak pun telah di tanda tangani, hal ini menunjukkan bahwa diskusi tentang kesepakatan ini telah berlangsung selama sekitar setengah tahun.
Sebelumnya Facebook telah membeli Snaptu pada tahun 2011 seharga 70 juta dollar, kemudian membeli face dot com di tahun 2012 seharga 60 juta dollar.
Dari hal ini Facebook berharap mendapatkan otoritas untuk bisa mengontrol pergerakan para pengguna Facebook dari tel Aviv, sementara situs waze mengatakan bahwa aplikasi mereka pada ponsel iPhone dan Ponsel yang dilengkapi dengan sistem Android dapat mengetahui teman, dan mengikuti selalu perkembangannya dan pergerakannya.
Perlu dicatat bahwa aplikasi navigasi waze di app Store adalah aplikasi gratis dan telah digunakan oleh puluhan juta orang diseluruh Dunia, dan hal itu menegaskan bahwa ribuan orang dapat menggunakan aplikasi ini tanpa mengetahui bahwa dengan hal itu mereka memberikan segala informasi pergerakan mereka kepada perusahaan Israel yang berbasis di Tel Aviv. (hr/IM/www.globalmuslim.web.id)

gal960127610.jpg (500×281)

Facebook kini tidak lagi sekedar situs pertemanan biasa, melainkan sudah menjadi tempat berjudi dengan hadirnya aplikasi Bingo Friendzy hasil besutan sebuah operator judi.

Dilansir BBC (8/8/2012), aplikasi permaianan judi di Facebook dikembangkan oleh Gamesys dan dapat dimainkan oleh pengguna berusia 18 tahun keatas.

Jurubicara Facebook mengatakan, aplikasi permainan judi itu dikembangkan sepenuhnya oleh operator judi Gamesys dan hanya bisa dilihat oleh penggunanya di Inggris.

Gamesys, merupakan salah satu perusahaan judi online terbesar di Inggris. Perusahaan judi itu mengoperasikan Sun Bingo, Heart Bingo, dan situs judi terkemuka di Inggris Jackpotjoy.com.

Izin operasional judi Gamesys dikeluarkan oleh pemerintah Gibraltar dan mereka bisa menawarkan jasanya di Inggris.

Dalam keterangan persnya perusahaan ini mengatakan, para pengguna akan memiliki akses alat bantuan sendiri untuk mengurangi resiko kecanduan berjudi, termasuk kemampuan untuk membuat batasan pengeluaran uang.

“Permainan dengan menggunakan uang asli adalah aktivitas yang sangat populer dan diatur dengan jelas di Inggris, dan kami mengijinkan rekanan untuk menawarkan permainan mereka ke pengguna dewasa di Facebook dalam cara yang aman dan terkendali,” kata jurubicara Facebook kepada BBC.

Situs jejaring sosial ini berencana memasang filter untuk permaianan itu, sehingga pengguna di bawah usia 18 tahun tidak bisa mengaksesnya.

Facebook menyatakan keputusan untuk meluncurkan aplikasi judi online dengan uang asli di Inggris dimotivasi oleh “pasar judi yang matang dan teratur dengan baik.” Perusahaan yang belum lama menempatkan namanya di bursa saham internasional itu biasanya mengambil keuntungan 30% dari transaksi yang berlangsung di jaringan mereka. Tetapi, tetapi dalam kasus judi online ini mereka tidak mengkonfirmasi besaran keuntungan yang mereka dapatkan dengan alasan ''informasi komersil yang sensitif.”

Sementara itu di Amerika Serikat situasi permainan judi online tidak dapat dilakukan dengan mudah. Hukum di AS melarang perbankan dan layanan proses pembayaran lainnya menawarkan jasa taruhan kepada warganya.

Situs permainan terbesar lainnya, Zynga, juga berencana memperkenalkan permainan judi dengan uang asli tahun depan.*

[www.globalmuslim.web.id]


Pengguna Facebook di Amerika Serikat melakukan class-action di California, menuntut situs jejaring sosial itu membayar ganti rugi 15 milyar dolar, karena telah “memata-matai” mereka dan melanggar peraturan tentang penyadapan di AS.
Sebagaimana dilansir Russia Today (RT), tuntutanclass-action itu diajukan ke Pengadilan Federal San Jose, bersama dengan 21 tuntutan pelanggaran privasi lainnya. Dalam surat tuntutan bersama, para penggugat menyatakan bahwa Facebook telah menggunakan rekaman cookies penggunanya (user) untuk melacak aktivitas mereka di dunia maya, meskipun telah logout dari situs Facebook.
Tuntutan milyaran dolar itu dihitung dari pelanggaran terhadap undang-undang Federal Wiretaps Act, yang memberikan kompensasi USD100 per hari untuk setiap pelanggaran yang dilakukan, dengan batas maksimal sebesar USD10.000 per pengguna. Tuntutan itu juga didasarkan pada Computer Fraud and Abuse ActStored Communication Act, serta berbagai peraturan dan hukum pidana lain di California.
“Ini bukan sekedar tuntutan ganti rugi, melainkan kasus pelanggaran hak privasi digital yang bisa menimbulkan implikasi hukum dan bisnis yang luas dan signifikan,” kata David Straite, seorang partner di Stewarts Law, firma hukum yang menjadi salah satu penggugat.
Tuduhan bahwa Facebook menggunakan cookies untuk melacak penggunanya meskipun mereka telah logout dari situs tersebut tidak terhitung jumlahnya, tulis RT. Namun, sejauh ini klaim tersebut selalu digagalkan dengan anggapan bahwa penggunaan cookies tidak sama dengan penyadapan. Untuk membuktikan seberapa besar kerugian yang ditimbulkan pun tidak mudah.
Pada bulan September 2011, Data Protection Commissioner (DPC) di Irlandia, di mana Facebook menempatkan markas besar internasionalnya, setuju untuk melakukan audit privasi atas aktivitas Facebook. Yang menarik, kesimpulannya dari audit selama tiga bulan itu adalah bahwa Facebook telah berhasil “menggunakan cookiessecara inovatif untuk mengidentifikasi aktivitas tidak biasa yang mencurigakan” dari akun penggunanya.
Facebook bersikukuh mengatakan bahwa tuntutan yang diajukan terhadap pihaknya tidak memiliki tujuan yang baik dan mereka akan mempersiapkan “melawan sekuat tenaga” tuduhan tersebut, kata manajer kebijakan komunikasi publik Facebook, Andrew Noyes, sebagaimana dikutip RT dari PCWorld.*

[www.globalmuslim.web.id]


 - Kebebasan Berekspresi terungkap lagi sebagai sebuah kebohongan. Amerika memerintahkan penutupan global akun Facebook aktif Hizbut Tahrir dan para anggotanya. Facebook telah menghapus beberapa akun resmi cabang-cabang Hizbut Tahrir, Kantor Media, dan para anggotanya, termasuk Jurubicara Hizbut Tahrir di Pakistan, Naveed Butt, Direktur Kantor Media Pusat, Hizb ut-Tahrir Tunisia, Hizb ut-Tahrir Palestina dan beberapa anggota lainnya di berbagai negeri.

Perlu diketahui bahwa pemblokiran akun Naveed Butt saat ini untuk ketiga kalinya, belum lagi pemblokiran beberapa group yang diorganisir oleh Kantor Media Hizb ut-Tahrir di Pakistan yang menyerukan penghapusan militer Amerika, intelijen, dan organisasi militer swasta dari tanah Pakistan, kata Imran Yusufzai, Deputi Juru Bicara Resmi Hizbut Tahrir di Pakistan.

"Jadi, di satu sisi, di bawah bendera Kebebasan Ekspresi, Amerika menyutujui halaman Facebook untuk merayakan hari membuat kartun penghinaan Rasulullah Saw atau pembakaran Quran Suci, serta banyak halaman yang rendah dan kotor lainnya."
"Sementara di sisi lain, Amerika telah memastikan pemblokiran halaman Hizbut Tahrir yang mengekpos ideologi salah Amerika dan konsep-konsepnya seperti demokrasi, kebebasan dan standar busuk lainnya, serta mempersembahkan kepada Umat secara rinci negara Khilafah Islamiyyah dan sistemnya. Dengan demikian idola Barat tentang Kebebasan Berekspresi telah kembali terungkap," ujarnya lagi.

Selain itu, menurut Imran, Barat telah memperlihatkan kekalahannya dalam pertempuran untuk memenangkan hati yang murni dan tulus dan pikiran dengan ideologi bengkoknya.

Setelah kalah, Barat telah terpaksa untuk nilai yang sebenarnya menyensor, melarang, memaksa, terorisme dan pembunuhan.

Ini adalah nilai-nilai yang sama yang kita telah saksikan pada internet mengenai Fort Jangi, Fallujah dan Guantanamo Bay, yang seharusnya cukup untuk membuka matamereka yang membabi buta mendukung Kebebasan Berekspresi.

Ini kegilaan untuk mengharapkan apapun baik bagi kemanusiaan dari Barat yang bahkan tidak bisa mentolerir satu kain pakaian wanita Muslim pun yang memilih mengenakan Niqab.

Ini merupakan kegilaan yang dikonsumsi oleh para penguasa pengkhianat yang bangkrut secara intelektual yang bulan lalu saja telah menyerbu pameran oleh Hizbut Tahrir di Islamabad Press Club tentang rincian sistem negara Khilafah masa depan, menyita buku-buku, leaflet, charta, dan flexes.

Tiga hari setelah itu mereka menyerang peserta aksi damai yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir seolah-olah mereka mereka pasukan Amerika dan terus menahan mereka dalam penjara sampai saat ini.

Amerika dan kolaboratornya, harus tahu bahwa ini mengungkap sendiri dan kejenakaan kekanak-kanakan tidak akan memaksa umat Islam untuk melepaskan Islamnya, bahkan hanya mempercepat penguburan ideologi busuk Barat, tutur Imran Yusufzai dalam pernyataannya. [m/htb/syabab.com]


Padang - Mantan Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) Sumatera Barat, Buya Mas`oed Abidin menilai facebook bisa dimanfaatkan positif sebagai sarana dakwah dan tidak adil bila diharamkan.

Hal itu disampaikannya ketika diminta tanggapannya di Padang, Jumat, terkait adanya sejumlah pandangan yang mempolemikan facebook antara “halal dan haram”.

“Jika dianalogkan atau mafhumnya, di dalam web internet juga bertaburan situs pornografi. Jadi medianya sebagai sarana tentulah tidak bisa diharamkan,” kata Buya Mas`oed.

Dia mengemukakan, yang paling utama perlu diperbuat adalah mendidik umat agar tidak melakukan yang haram, sehingga kemajuan ilmu teknologi (IT) dapat dijadikan saran ke arah yang positif.


Buya mencontohkan, kondom tidaklah haram jika digunakan pada tempat yang halal dan sebaliknya akan menjadi haram apabila digunakan pada tempat dan cara yang haram.

“Jadi, ulama untuk menjaga umat tidak mendekati yang haram, maka diperlukan pendidikan yang terpadu dengan mangarahkan perkembangan ilmu teknologi ke arah yang konstruktif,” katanya.

Dia mengemukakan, media maya selain dapat dijadikan sarana dakwah, juga bisa membangun hubungan sillaturrahmi antar sesama umat, banyak juga hal positifnya.

Buya juga menilai, mungkin saja facebook ditakuti tim kampanye para calon-calon pemimpin yang sedang berkompetisi.

“Tidak adil mengekang keterampilan umat, tetapi bimbinglah mereka agar cerdas. Tidak lucah dan porno,” kata Buya yang selalu memberikan siraman rohani melalui facebook itu. -ant/kf-
[Media Umat]
Powered by Blogger.