Showing posts with label Bangladesh. Show all posts

6:35 AM
2014_10_18_BNG_Pics (4)Kemarin (Jumat, 17/10/14), kepolisian tiran Sheikh Hasina menembaki pengunjuk rasa di Mohammadpur, Dhaka, yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir yang menentang komentar yang dibuat oleh Latif Siddique yang menjelek-jelekkan Rasulallah SAW dan ibadah haji yang penuh berkah. Mereka menembak seorang shabab, Muhammad Nafis Salam, seorang Konsultan IT berusia 36 tahun, dari belakang dan ketika dia roboh ke tanah dengan terluka mereka menembaknya lagi di kaki dua kali dari jarak dekat. Orang-orang jahat di kepolisian Hasina kemudian melanjutkan dengan memukulinya tanpa ampun saat dia terluka tergeletak di jalan sementara darah mengalir keluar. Nafis Salam kini berjuang untuk hidupnya. Kita berdoa untuk kesejahteraan saudara kita dan menyerukan kaum muslim untuk berdoa baginya; benar-benar dia adalah hamba Allah yang tulus, kami menganggapnya demikian, namun kami tidak memuji siapapun di hadapan Allah SWT.
Semoga Allah SWT menghancurkan Sheikh Hasina dan rezimnya yang tidak bertuhan. Dia telah melakukan pelanggaran di negerinya dengan angkuh … seorang musuh Allah SWT, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Dia telah melahirkan banyak orang seperti Latif sementara secara brutal menekan umat Islam yang cinta Allah, Rasul-Nya dan Diennya dan menyerukan untuk menghukum para pelaku kejahatan seperti Latif. Belum lagi kejahatannya yang tidak terhitung jumlahnya dan tindakan berbahaya lainnya terhadap umat.
Kami menyerukan kepada orang-orang untuk berbicara dengan tegas menentang tiran Hasina dan tidak tidak tinggal diam atas tindakan keji yang dilakukan oleh rezim-nya. Jika tidak, maka kebrutalannya akan semakin meningkat untuk mengamankan kekuasaannya karena dia tahu bahwa tidak ada dukungan atas kekuasaannya dari rakyat. Inilah alasannya mengapa dia menanggapi setiap protes oleh rakyat dengan kekerasan seolah-olah mereka adalah musuh-musuhnya. Berbicara menentang penguasa tiran adalah tugas dan kewajiban semua Muslim.
Kami menyerukan kepada para perwira yang tulus di militer untuk memberikan dukungan kepada orang-orang yang benar dari umat yang mengorbankan dan memberikan darah mereka untuk Allah SWT, Rasul-Nya, Islam dan kaum Muslimin. Para perwira yang tulus adalah orang-orang yang seharusnya menjadi yang pertama dalam mendukung Dien Allah dan berdiri melawan tirani, karena mereka adalah orang-orang yang memiliki kekuatan untuk menggulingkan rezim. Jadi mereka harus melenyapkan Hasina dari kekuasaan dan memberikan kekuasaan kepada Hizbut Tahrir untuk mendirikan negara Khilafah yang akan melindungi Dien Allah dan menjadi pelindung bagi rakyat, dan bukan menjadi musuh mereka.
Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Bangladesh
https://www.facebook.com/PeoplesDemandBD2
Sabtu 24 Dzul Hijjah 1435 H
18/10/2014
Ref: 1435-1412 /03
[www.globalmuslim.web.id]

  Hacker dari Aljazair dengan nama Ghost-DZ telah meretas dan merusak situs resmi Akademi Militer Bangladesh (http://bma.mil.bd ).

Hacker meninggalkan halaman deface bersama dengan catatan sederhana "Hacked by ghost-dz, Hacker Aljazair" di situs  Akademi Militer Bangladesh, namun alasan untuk menyerang website tidak disebutkan.

Link situs yang ditargetkan: http://bma.mil.bd/gh.html 
Mirror dari situs hack: http://zone-h.com/mirror/id/19735912 

Meretas situs militer menunjukkan keterampilan kelas tinggi hacker Aljazair, namun tidak jelas apakah hacker berhasil mengambl data rahasia atau telah membocorkannya ke dunia maya.
Akademi Militer Bangladesh (BMA) adalah lembaga pelatihan untuk taruna perwira Tentara Bangladesh.

Saat berita ini diturunkan situs Bangladesh Akademi Militer masih belum bisa diakses.
[www.globalmuslim.web.id]

Rezim Sekuler Bangladesh kembali menunjukkan kebenciannya terhadap umat Islam, diperkirakan lebih 2500 demontran yang menuntut hukum terhadap blogger atheis dibantai. Situs www.humanrights.asia(6/5) menyatakan bahwa telah terjadi serangkaian serangan terhadap para demonstran pada sekitar pukul 03:00 hari ini, tanggal 6 Mei 2013. Banyaknya orang yang terluka dan orang yang tewas sulit untuk dipastikan pada saat ini.
The Daily Star, surat kabar Bangladesh, menyatakan 5 orang telah tewas. Namun, beberapa laporan internet menyebutkan bahwa jumlah yang tewas bisa sebanyak 2.500 atau lebih. Gambar-gambar mayat korban pembantaian juga telah tesebar melalui internet. Saluran berita utama di Bangladesh telah dibungkam. Dua saluran televisi swasta yang menampilkan film dari serangan terhadap para demonstran itu segera ditutup.
Pihak berwenang kemudian pada pagi hari, mengenakan  Pasal 144 KUHP Bangladesh, tahun 1898,(ketentuan yang serupa dengan UU darurat dalam negeri) di kota Dhaka. Berdasarkan UU ini lebih dari empat orang tidak diizinkan berkumpul di tempat umum dan pernyataan yang benar-benar melarang protes umum. Lebih buruk lagi, otoritas eksekutif bisa menggunakan kekuatan militer yang mematikan terhadap warga sipil di bawah ketentuan ini. Semua bentuk pertemuan umum, demonstrasi dan protes telah dilarang hingga tengah malam pada hari ini, 6 Mei 2013.
Komisi HAM ASIA (AHRC) menyatakan bahwa pasukan keamanan, termasuk para penjaga perbatasan Bangladesh, Batalyon Gerak Cepat dan Polisi, mulai menindak keras terhadap para demonstran Hefazat-E-Islam pada hari Senin pagi. Menurut informasi yang belum diverifikasi yang diteriman oleh AHRC, sejumlah besar orang telah tewas. Banyak korban yang telah ditembak dari jarak dekat oleh lembaga-lembaga negara. Tampaknya masyarakat internasional yang berada di Dhaka sepenuhnya menyadari penumpasan brutal dan eksekusi di luar hukum telah terjadi di Dhaka dan di pinggiran kota.
Dilaporkan bahwa pasukan keamanan menggunakan artileri berat, yang biasanya digunakan dalam perang.
Bangladesh, menjadi negara yang sangat kejam. Kekerasan muncul mengenai penolakan terhadap posting blog mengenai Nabi Muhammad (SAW). Dilaporkan bahwa sejumlah besar pengunjuk rasa berkumpul di Dhaka sejak pagi kemarin, 5 Mei 2013, di bawah payung kelompok bernama Hefazat-E-Islam yang menuntut hukuman terhadap orang yang disebut ‘blogger atheis’, yang diduga berada di bawah perlindungan aparat negara, karena menulis materi yang menghujat. Hefazat-E-Islam telah menuntut 13 poin termasuk undang-undang tentang penghujatan, reformasi negara terrhadap ‘kebijakan atas kaum wanita’ pemakaian nama Allah dalam konstitusi.(RZ)
[www.globalmuslim.web.id]

Sri Lanka-pengadilan bebaskan biksu yang serang toko muslim-jpeg.image
COLOMBO : Pengadilan Sri Lanka pada Selasa (2/4/2013) membebaskan tiga bhiksu Buddhis dan 14 lainnya yang diduga terlibat membakar sebuah toko pakaian milik Muslim di Colombo, ibukota negara itu.
Pejabat pengadilan mengklaim bahwa kasus tersebut ditarik karena polisi dan korban tidak ingin melanjutkan proses hukum.
“Kasus ini ditarik karena pihak-pihak (polisi dan korban) tidak ingin untuk melanjutkan,” kata seorang pejabat pengadilan yang menolak disebutkan namanya, setelah 17 tersangka itu dibebaskan, seperti dikutip AFP dan dilansirAl Arabiya.
“Hakim memperingatkan para bhiksu itu untuk mengikuti ajaran Buddha atau menghadapi konsekuensi serius,” katanya.
Pada Kamis (28/3/2013), ratusan massa dipimpin oleh para bhiksu Buddhis itu menyerang toko Fashion Bug milik Muslim, membakar barang dagangan di dalamnya. Sementara belum ada kejelasan terkait penyebab serangan itu.
Rakaman televisi lokal, yang sebagiannya diunggah di YouTube, menunjukkan seorang bhiksu Buddhis menjatuhkan kamera CCTV toko di depan kumpulan massa yang berteriak-teriak di luar toko itu, dan ditonton oleh setidaknya empat polisi.
Bhiksu lainnya terlihat mengancam seorang juru kamera berita yang kemudian dirawat di rumah sakit setelah diserang oleh gerombolan ekstrimis itu.
Pemilik Fashion Bug belum bisa dimintai komentarnya, tetapi pihak manajemennya mengatakan bahwa mereka menderita kerusakan yang besar dan staf mereka merasa ketakutan setelah serangan itu. (arrahmah/www.globalmuslim.web.id)

Pengungsi rohingya yang berada di kamp-kamp pengungsian tak terdaftar di Bangladesh, menghadapi ancaman mati kelaparan, dimana Pemerintah Bangladesh telah memberlakukan undang-undang baru yang melarang para pengunggsi Rohingya mencari pekerjaan.
Kantor Berita Rohingya melaporkan, salah satu anggota komite yang bertanggung jawab terhadap Kamp “kutupalong” mengatakan, : kehadiran petugas keamanan telah meningkat atas keputusan pemerintah, seperti penjaga perbatasan Bangladesh (BGB) dan Batalyon kerja (RAB) dan polisi di sepanjang daerah perbatasan, dimana terdapat kamp-kamp pengungsi untuk mencegah para pengungsi bergerak dari satu kota ke kota mencari perkerjaan.
Perlu diketahui bahwa para pengungsi tersebut tidak terdaftar di komisi tinggi PBB, karena itu mereka tidak mendapatkan dukungan apapun dari PBB agar dapat terus mencari pekerjaan, seperti buruh tani, di pabrik ataupun menjadi nelayan.
Di Bangladesh terdapat 4 kamp pengungsian, dua kamp telah diakui dan sisanya masih belum terdaftar, sehingga tidak mendapat dukungan dari komite atau pemerintahan. Dua kamp yang tidak terdaftar ini bernama “Kutupalong” dan “Lada”
Populasi di kamp “kutupalong” saat ini diperkirakan sekitar 60.000 orang, sementara di Kamp lada pengungsi diperkirakan berjumlah 15.000 orang.
Sejak Juni tahun lalu, daerah Arakan menjadi ladang konflik sektarian antara muslim dan etnis Rohingya, dimana mereka menutup semua masjid dan sekolah-sekolah Islam, dan melarang kaum Muslim melakukan Shalat berjama’ah di Masjid atau di rumah.
Selain itu, beberapa kaum Muslim ditangkap dan disiksa secara Massal, dan para Muslimah pun menjadi korban pelecehan sexual, hingga ribuan keluarga muslim pergi meninggalkan rumah mereka dan berimigrasi ke beberapa negara tetangga, sedangkan negara-negara Internasional hanya diam tidak memberi dukungan dan perlindungan bagi mereka. Sampai saat ini hidup mereka di pengungsian masih berada dalam ketidakpastian. (hr/IS/www.globalmuslim.web.id)


Ahmed Rajib, Blogger Anti Islam Bangladesh
Ahmed Rajib, Blogger Anti Islam Bangladesh
Dhaka –: Seorang blogger bernama Ahmed Rajib, yang mengritik kelompok-kelompok Islam Bangladesh tewas di ibu kota dengan kondisi kepala terpenggal. Peristiwa tersebut terjadi sehari setelah ia menghadiri demonstrasi besar menentang para pemimpin partai Islam terbesar di negara itu. Protes-protes yang diperjuangkan oleh para blogger negara itu telah menyebabkan ribuan orang turun ke jalan menuntut eksekusi para para pemimpin Partai Jamaat-e-Islami yang sedang diadili atas kejahatan perang.
Polisi menemukan mayat Ahmed Rajib (35), Jumat 15 Februari 2013, di pinggiran Pallabi Dhaka, dekat pintu gerbang rumahnya, dengan kepala dipenggal dengan parang. “Kami menemukan parang. Hal ini jelas penyerang ingin membunuhnya. Mereka tidak menyentuh laptop-nya atau benda berharga lainnya,” kata perwira polisi Sheikh Motiur Rahman kepada AFP.
Seorang pejabat polisi setempat, Abdul Latif Sheikh, menjelaskan, hasil otopsi menunjukkan Ahmed Rajib mengalami sedikitnya delapan luka tusukan, demikian kata Sohel Mahmud, seorang dokter di Dhaka Medical College Hospital.
Polisi belum mengomentari kemungkinan motif pembunuhan itu, tapi Rahman, mengutip kerabat Rajib, mengatakan blogger tersebut memainkan peran besar dalam mengorganisir protes-protes anti-Islam. Namun beberapa polisi berpakaian preman telah menahan lima orang dari daerah Pallabi, Sabtu (17/2), termasuk salah seorang blogger. Kelimanya dicuriga terlibat dalam pembunuhan blogger Ahmad Rajib Haider.
Pembunuhan Jumat malam adalah serangan mematikan kedua di Dhaka terhadap blogger anti Islam dalam waktu sebulan. Sebelumnya pada 14 Januari lalu, seorang blogger yang menyebut dirinya sebagai “militan atheis” ditusuk hingga tewas oleh tiga orang tak dikenal di dekat kantornya di distrik.Setidaknya 13 orang tewas dalam bentrokan selama pengadilan berlangsung di mana sejumlah tokoh senior Jamaat-e-Islami – termasuk pemimpin dan wakil pemimpin partai itu- sedang diadili.
Sebelumnya, sebuah pengadilan di Bangladesh menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada seorang pemimpin partai Islam terbesar di negara itu.Vonis itu dikeluarkan atas perannya dalam perang kemerdekaan melawan Pakistan pada 1971 silam. Jalannya pengadilan dari Abdul Quader Mollah dipenuhi oleh para pendukungnya yang membludaki ruang pengadilan. Sempat terjadi kericuhan di dalam ruang pengadilan yang menyebabkan beberapa warga menderita luka ringan. Demikian diberitakan Associated Press.
Pemerintahan Perdana Menteri Sheikh Hasina memerintahkan dimulainya pengadilan ini terhadap mereka yang dianggap telah melakukan kejahatan kemanusiaan, selama perang berlangsung. Pengadilan ini sesuai dengan amandemen undang-undang Bangladesh 1973. Namun pihak Jamaat-e-Islami menilai tuduhan ini sangat dipengaruhi dengan motif politik. Jamaat-e-Islami pernah menjadi sekutu terdekat dari pemerintahan Khaleda Zia yang dekat dengan PM Hasina. Zia menyebut pengadilan ini tidak dapat dibenarkan. Hasina sendiri mendesak Zia untuk mendukung pihak yang tidak mendukung kemerdekaan.
Mollah diadili atas enam dakwaan, termasuk memegang peranan penting dalam melakukan pembunuhan terhadap 381 warga sipil Bangladesh. Namun Mollah menolak tegas tuduhan tersebut. Pengadilan ini sendiri tidak sepenuhnya didukung oleh dunia internasional. Kelompok HAM Internasional mempertanyakan dasar pengadilan tersebut, termasuk juga dengan penghilangan bukti dari saksi pembela di luar ruang sidang.[KbrNet/Ant/Associated Press/www.globalmuslim.web.id]

 
Parlemen Bangladesh hari Ahad (17/2/203) setuju untuk mengubah undang-undang dalam upaya menjerat partai Islam terbesar di negara itu ke pengadilan, terkait tuduhan konspirasi dengan pasukan Pakistan pada 1971 guna mencegah berdirinya negara Bangladesh.
Dengan demikian nantinya peradilan kejahatan perang akan mengadili kasus dengan terdakwa pelaku kejahatan perang selama 9 bulan perang pemisahan Bangladesh dari Pakistan, dan terdakwa pelaku kejahatan kemanusiaan pada tahun 1971.
Keputusan amandemen itu, yang diambil tanpa disetujui oleh Partai Nasionalis (BP) pimpinan mantan perdana menteri Khalida Zia, juga berencana mengubah peraturan lain, seperti UU Kejahtan Internasional 1973 untuk mencegah terdakwa mengajukan banding terhadap putusan sidang kedua kasus di atas, lapor Xinhua.
Sebelumnya, undang-undang hanya memperbolehkan terdakwa menolak tuduhan yang ada dalam berkas dakwaan.
Keputusan Perdana Menteri Syaikh Hasina mendorong parlemen agar mengamandemenundang-undang tersebut dilakukan seiring dengan maraknya unjuk rasa di Lapangan Shahbagh di ibukota Dhaka.
Usulan amandemen itu langsung disetujui parlemen hari beberapa jam setelah Menteri Hukum Shafique Ahmad mengatakan “pemerintah sedang mencari opsi” untuk melarang Partai Jamaat al-Islami, yang merupakan salah satu tuntutan para pengunjuk rasa di Lapangan Shahbagh.
Setelah mengunjungi rumah aktivis blogger yang dibunuh di Dhaka hari Sabtu kemarin Hasina mengatakan, Jamaat dan sayap mahasiswanya, Islami Chhatra Shibir, tidak punya hak untuk berpolitik di Bangladesh, sebab mereka tidak percaya demokrasi dan berpolitik dengan terorisme.
Ahmad Rajib Haidar, seorang demonstran di Shahbagh tewas pada hari Jumat malam, karena ditusuk di dekat rumahnya.
Sejak itu, para demonstran di Shahbagh yang menuding Jamaat al-Islami sebagai pelaku pembunuhan Rajib, menuntut agar partai itu dilarang.
Jamaat a;-Islami membantah tudingan itu. Mereka kemudian menyeru dilakukannya hartal (mogok massal) pada hari Senin guna memprotes aksi demonstrasi di Shahbagh yang disebutnya disponsori oleh pemerintah.
Dalam pidatonya di parlemen pada hari Ahad, Hasina mengucapkan terima kasih kepada para pemuda demonstran di Shahbagh karena telah mendorong agar para pelaku kejahatan perang 1971 diseret ke pengadilan.
Jamaat adalah kekuatan kunci dari Partai Nasionalis di parlemen sebagai oposisi dari partai pardana menteri Hasina. Jamaat belum lama ini juga menentut agar pemerintah membentuk sebuah komite ndependen uangtuk mengawasi pemilihan umum awal 2014.
Setelah berhasil duduk di kursi kekuasaan pada tahun 2009, Hasina yang merupakan putri dari pahlawan kemerdekaan Bangladesh Syaikh Mujibur Rahman langsung membentuk peradilan kejahatan perang 1971 pada bulan Maret 2010 atau hampir empatpuluh tahu Bangladesh memisahkan diri dari Pakistan.*[www.globalmuslim.web.id]

Pada tanggal 15/1/2013 Pemerintah Bangladesh dengan Rusia mengadakan perjanjian pembelian senjata senilai satu miliar dolar. Menurut apa yang dikatakan oleh Presiden Rusia, Putin, Rusia akan memberikan Bangladesh kredit sebesar satu miliar dolar, untuk digunakan membeli senjata dan teknologi militer Rusia. Sejumlah surat kabar Daka menyebutkan bahwa kesepakatan itu berisi permintaan untuk membeli kendaraan lapis baja, persenjataan prajurit infantri, sistem pertahanan udara, dan pesawat helikopter angkut model “Mi-17”. Perjanjian tersebut benar-benar telah melahirkan  perdebatan sengit di arena politik Bangladesh.
*** *** ***
Terlepas dari tujuan membeli persenjataan tersebut, Perdana Menteri Sheikh Hasina dalam konferensi persnya, pada tanggal 23/1/2013 mengatakan: “Adalah sia-sia menjadi raja tanpa pedang dan perlindungan.” Ia menambahkan bahwa angkatan bersenjata Bangladesh akan menjadi kuat dan mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara. Ia juga mengatakan bahwa Bangladesh membutuhkan peralatan militer, karena partisipasinya dalam misi penjaga perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pertanyaan kami kepada Perdana Menteri, apa gunanya senjata-senjata ini jika tidak bisa mencegah aksi pembantaian yang dilakukan setiap hari oleh pasukan penjaga perbatasan India terhadap saudara kami di daerah perbatasan? Hampir dua minggu lalu sebelum kesepakatan pembelian senjata, pasukan penjaga perbatasan India membunuh dua orang Muslim (1/1), dan di hari berikutnya mereka menculik dua orang Muslim. Pada tahun 2012, sejumlah laporan mengatakan bahwa sedikitnya 48 orang dibunuh oleh pasukan penjaga perbatasan India, 140 orang diculik, dan melukai 106 orang lainnya. Namun, pedang dan perisai Sheikh Hasina tidak melakukan apa-apa untuk menghentikan kekejaman ini. Lebih dari itu, setelah insiden—pembunuhan dan penculikan—oleh pasukan India, Menteri Dalam Negeri menjelaskan bahwa pemerintah akan menyelidiki apakah penjaga perbatasan India melanggar perjanjian dengan penjaga perbatasan Bangladesh, yang melarang kedua pihak melepaskan tembakan kecuali untuk membela diri. Maka seperti yang diperkirakan, penjaga perbatasan India segera mengklaim bahwa mereka melepaskan tembakan dalam dua insiden itu adalah untuk melindungi kehidupan pasukannya.Sesungguhnya, para pemimpin seperti Sheikh Hasina, adalah pelindung terbesar bagi India, dan orang yang paling tidak peduli dengan kehidupan kaum Muslim Bangladesh.
Juga, ketika kaum Muslim Myanmar tengah menghadapi penganiayaan, pembunuhan, pemerkosaan dan penyiksaan, Sheikh Hasina justru memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk menutup perbatasan, dan memulangkan kembali kaum Muslim yang datang meminta tolong dengan cara paksa dan kekerasan. Sama saja, baik penindasan dan kekejaman di Kashmir, Gujarat, Myanmar atau bahkan di perbatasan kita, maka Sheikh Hasina dan rekannya Khaleda Zia yang berkuasa, keduanya gagal dalam melindungi kaum Muslim. Keduanya tidak pernah mengizinkan angkatan bersenjata untuk menyelamatkan kaum Muslim dari pembunuhan, penyiksaan dan penjarahan. Namun tanpa malu-malu, keduanya justru mengizinkan Amerika Serikat di bawah kedok PBB menggunakan angkatan bersenjata kita untuk mengamankan kepentingan strategis Amerika Serikat, pada saat kaum Muslim dibantai.
Kita harus ingat bahwa Rusia sendiri merupakan negara otoriter, yang sedang menindas kaum Muslim, terutama di Chechnya. Rusia memasok senjata untuk pemerintah yang menyiksa dan membunuh kaum Muslim. Pada Desember tahun lalu, Putin mengunjungi India dan mengadakan kesepakatan pembelian senjata dengan nilai tiga miliar dolar. Rusia bersama Amerika juga memainkan peran dengan mendukung penjagal dari Suriah, dan terus menunda penyelesaian krisis Suriah, pada waktu dimana lebih dari 60.000 orang telah dibantai dalam dua tahun terakhir. Dengan demikian, Rusia adalah negara musuh, dan Islam tidak memperbolehkan untuk mengadakan penjanjian jual beli senjata dengan negara-negara yang memiliki tujuan untuk melawan Islam dan kaum Muslim.
Dari Abdullah bin Umar yang mengatakan bahwa “Ia melihat Rasulullah Saw bertawaf di Ka’bah, dan bersabda betapa bagusnya kamu, dan betapa harumnya baumu; betapa agungnya kamu dan betapa besarnya kehormatanmu. Sungguh, demi Dzat yang jiwa Muhammad ada dalam kekuasaan-Nya, bahwa kehormatan seorang Mukmin di sisi Allah lebih besar dari kehormatanmu. Kami yakin bahwa harta dan darahnya pasti mendatangkan kebaikan.” (HR. Ibnu Majah).
Negara Islam, yang insya Allah, akan tegak dalam waktu dekat, angkatan bersenjatanya pasti akan melaksanakan kewajibannya sesuai dengan al-Qur’an dan Sunnah. Misi Negara Khilafah adalah mengemban dan menegakkan Islam di seluruh belahan dunia. Sementara tentaranya akan melindungi kaum Muslim dari serangan kaum kafir sesuai dengan cara yang telah diajarkan kepada kita oleh Nabi Saw, seperti perintahnya terhadap tentara Muslim agar berangkak dan merespon permintaan dari seorang wanita Muslim yang sedang dilecehkan oleh orang-orang Yahudi Bani Quraidzah. Negara Islam juga akan membekali tentaranya dengan berbagai jenis pelatihan dan persenjataan terbaik, agar mampu menjalankan tugasnya. Dan hanya dengan cara ini saja, kaum Muslim dan tentara Islam akan kembali meraih kehormatan dan kemuliannya. [Muhammad Rayyan Hasan/www.globalmuslim.web.id]

Peluru Tidak Akan Menghentikan Mereka, Kaum Muslim Menuntut Sistem Pemerintahan Khilafah
Sebagaimana yang dilansir kantor Media Hizbut Tahrir Bangladesh (29/12/2012) pemerintah Hasina memerintahkan polisi untuk menembakkan peluru karet ke dada seorang pemrotes dan menangkap puluhan umat Islam.Rezim ini juga membubarkan ratusan peserta yang menghadiri demonstrasi yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir di luar National Press Club, Dhaka.
Hizbut Tahrir menyelenggarakan demontrasi itu untuk mengekspresikan penolakan rakyat terhadap Hasina-Khaleda, yang merupakan agen AS dan India dan sistem demokrasi yang menghasilkan agen-agen tersebut. Para peserta aksi meneriakkan slogan, “Tolak Hasina-Khaleda,” “Tolak Penguasa Agen,” “Tolak Demokrasi,” dan “Rakyat Menuntut Khilafah.”
Setelah mendengar slogan-slogan dari rakyat, landasan rezim kufur yang berkuasa terguncang dan mulai melakukan tindakan brutal untuk melindungi dirinya. Hal ini sama persis seperti yang dilakukan tuannya yakni AS-Inggris-India yang melakukan kekerasan terhadap orang-orang yang tidak bersalah, dan warga sipil yang tidak bersenjata untuk mencapai tujuan jahat mereka di seluruh dunia.
Rezim kufur itu telah menyadari meskipun mereka melakukan penindasan, seruan penegakkan Khilafah telah memenangkan hati dan pikiran rakyat pada tingkat yang tidak dapat dirubah lagi sehingga mereka bertindak mati-matian untuk membungkam rakyat.
“Kami, Hizbut Tahrir, menegaskan bahwa usaha rezim itu tidak akan berhasil, bahkan tekad rakyat akan semakin kuat dan mereka akan meningkatkan upayanya untuk menjatuhkan rezim ini dengan bantuan Allah (SWT). Dan negara Khilafah akan segera didirikan kembali dan akan menghukum para penjaga rezim itu dengan hukuman yang menjadi peringatan,” tegas Hizbut Tahrir Bangladesh dalam seruannya.(rz/www.globalmuslim.web.id)
Powered by Blogger.