Showing posts with label AlQur'an. Show all posts

Oleh: Rokhmat S. Labib, M.E.I.

“Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak. Mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong” (TQS Ibrahim [14]: 42-43).

Jika kita melihat kehidupan sekitar, kita dapati betapa banyaknya kezaliman yang dilakukan manusia. Bahkan tidak jarang kezaliman itu bisa terus-menerus dilakukan oleh orang yang sama. Para pelaku kezaliman itu tidak segera mendapatkan hukuman dan azab atas tindakan yang diperbuat. Bahkan di antara mereka tampak segar bugar, hartanya melimpah, dan memegang tampuk kekuasaan. Yang semua itu justru membuat mereka leluasa berbuat kezaliman. Mungkin ada yang bertanya, apakah Allah SWT lalai terhadap berbagai kezaliman mereka? Ayat ini memberikan jawaban yang amat jelas atas pertanyaan itu.

Allah Tidak Lalai
Allah SWT berfirman: Wa latahsabannal-Lâh ghâfil[an] ‘ammâ ya’malu al-zhâlimûn (dan janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim). Menurut al-Raghib, kata al-ghaflah berarti al-sahwu (teledor, lalai). Dijelaskan Ahmad Mukhtar dalam Mu’jam al-Lughah al-‘Arabiyyah al-Mu’âshirah, kata ghafala al-syay`a berarti tarakahu ihmâl[an] min ghayri nisyân (meninggalkan sesuatu karena ceroboh atau teledor, bukan karena lupa). Sedangkan al-zhulm (kezaliman) di sini, demikian menurut Abdurrahman al-Sa’di, mencakup semua kezaliman, baik terhadap Tuhannya maupun terhadap sesama manusia.
Ayat ini memberikan penegasan agar kita tidak memiliki anggapan bahwa Allah SWT itu lalai terhadap perbuatan orang-orang zalim. Menurut Abu Hayyan, khithâb (seruan) ayat ini ditujukan kepada pendengar yang memungkinkan beranggapan demikian yang disebabkan oleh kebodohannya terhadap sifat-sifat Allah SWT. Bukan ditujukan kepada Rasulullah SAW. Sebab, hal itu mustahil terjadi bagi Rasulullah SAW. Namun menurut al-Syaukani, khithâb-nya kepada Nabi SAW sesungguhnya merupakan ta’rîdh (sindiran) kepada umatnya. Seolah-olah dikatakan, “Janganah umatmu, wahai Muhammad mengira!”
Menurut al-Zamakhsyari, apabila khithâb-nya ditujukan kepada Nabi SAW, maka ada dua mana. Pertama, bermakna al-tatsbît (mengokohkan) keyakinan sebelumnya yang tidak mengira demikian. Ini sebagaimana firman Allah SWT: Dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang musyrik (TQS al-An’am [6]: 14). Juga QS al-Syura [26]: 213, al-Nisa` [4]: 136, dan lain-ain. Kedua, bermakna larangan untuk memiliki dugaan dan perkiraan bahwa Allah lalai; sekaligus sebagai pemberitahuan bahwa Dia mengetahui perbuatan orang-orang zalim. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi-Nya. Dan sesungguhnya Allah SWT akan menghukum mereka, sedikit atau banyaknya. Sehingga ini merupakan peringatan keras dan ancaman, sebagaimana firman Allah SWT: Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (TQS al-Baqarah [2]: 283).
Bisa juga bermakna: Janganlah kamu mengira Dia memperlakukan mereka sebagaimana perlakuan orang yang lalai atas perbuatan yang mereka lakukan. Namun yang dilakukan-Nya adalah perlakuan al-Raqîb ‘alayhim (Pengawas atas mereka) al-muhâsib ‘alâ al-naqîr wa al-qithmîr (pemeriksa atas yang pangkal maupun ). Dari Ibnu ‘Uyainah: tasliyah li al-mazhlûm wa tahdîd li al-zhâlim (hiburan bagi orang-orang yang dizalimi dan ancaman bagi orang-orang zalim).
Secara lebih spesifik, Imam al-Qurthubi menyatakan bahwa ayat ini untuk menghibur Nabi SAW setelah (dalam ayat sebelumnya) diherankan oleh perbuatan kaum Musyrik Arab dan penyimpangan mereka terhadap agama Ibrahim. Sehingga berarti: “Bersabarlah seperti bersabarnya Ibrahim. Dan beritahukan kepada kaum Musyrikin bahwa penundaan azab itu bukan karena Dia ridha kepada perbuatan mereka, namun sunnatullah adalah memberikan tempo kepada pelaku maksiat.”
Ditangguhkan pada Hari Kiamat
Karena Allah SWT tidak lalai atas perbuatan orang zalim, maka balasan atau hukuman itu pasti ditimpakan kepada pelakunya. Hanya saja, pelaksanaan hukuman itu tidak langsung ditimpakan. Dalam frase berikutnya disebutkan: Innamâ yuakhkhiruhum (sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka). Artinya, Dia menunda balasan terhadap mereka dan tidak menghukum mereka karena kezaliman mereka.
Kemudian ditegaskan bahwa balasan dan hukuman itu dilakukan pada suatu hari yang digambarkan ayat ini:liyawm tasykhash fîhi al-abshâr (sampai hari yang pada waktu itu mata [mereka] terbelalak). Artinya, penglihatan mereka terus terbuka dan tidak bergerak disebabkan oleh kebingungan dan keheranan. Demikian penjelasan Fakhruddin al-Razi. Tak jauh berbeda, al-Jazairi juga menuturkan bahwa mata mereka terbuka dan tidak terpejam disebabkan ketakutan yang sangat hebat.
Kemudian diberitakan dalam ayat sesudahnya: Muhthi’îna muqni’î ru`ûsihum (mereka datang bergegas-gegas memenuhi panggilan dengan mengangkat kepalanya). Kata muhthi’îna berarti musri’în (bersegera, bergegas). Dalam konteks ayat ini, sebagaimana dijelaskan al-Jazairi kata ini memberikan gambaran bahwa mereka segera bergegas memenuhi panggilan pemanggil yang memanggil mereka menuju pada mahsyar. Hal ini juga diberitakan dalam firman-Nya: (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan), sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang berterbangan, mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu (TQS al-Qamar [54]: 6-8).
Sedangkan muqni’î ru`ûsihum berarti râfi’î ru`ûsihim yanzhur uhurûn fî dzull (mengangkat kepala mereka memandang dalam keadaan hina). Sebab pengertian iqnâ’ al-ra`s adalah rafa’ahu (mengangkat kepalanya). Demikian dikatakan Ibnu Abbas dan Mujahid sebagaimana dikutip al-Qurthubi dalam tafsirnya. Tak jauh berbeda, al-Razi juga menjelaskan bahwa pada hari itu mereka mengangkat kepala mereka ke langit untuk memandang langit dengan pandangan ketakutan dan ketundukan. Al-Hasan, sebagaimana dikutip al-Qurthubi, menyatakan bahwa wajah manusia pada saat itu mengadap ke langit, tidak memandang orang lain.
Kemudian ditegaskan lagi: Lâ yartaddu ilayhim tharfuhum (sedang mata mereka tidak berkedip-kedip). Katairtadda berarti raja’a (kembali). Sedangkan kata al-tharf pada asalnya berarti tahrîk al-ajfân (menggerakkan pelupuk mata). Menurut Fakhruddin al-Razi, ini menggambarkan bahwa terus menerusnya tatapan mata mereka yang terpejam. Ini menunjukkan kebingungan dan kegusaran dalam hati mereka
Diberitakan pula: Wa af’idatuhum hawâ` (dan hati mereka kosong). Secara bahasa, kata al-hawâ` berarti al-mujawwaf al-khâliyy (kosong, hampa). Demikian al-Qurthubi dalam tafsirnya. Itu artinya, hati mereka kosong dari akal dan pemahaman. Hal itu disebabkan karena mereka menyaksikan realitas yang menakutkan mereka. Inilah waktu terjadinya azab kepda pelaku kezaliman.
Demikianlah sunnatullah yang telah ditetapkan-Nya. Bahwa hukuman Allah SWT terhadap pelaku kezaliman tidak selalu langsung terjadi. Adakalanya diberikan tangguh. Bahkan tangguh itu terjadi pada hari kiamat kelak, yakni dimasukkan ke dalam neraka. Allah SWT berfirman: Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan pada diri mereka sendiri: "Mengapa Allah tiada menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?" Cukuplah bagi mereka neraka Jahanam yang akan mereka masuki (TQS al-Mujadilah [58]: 8).  Wal-Lâh a’lam bi al-shawâb.

Ikhtisar:

1. Allah SWT sama sekali tidak lalai terhadap perbuatan orang zalim
2. Hukuman kepada pelaku kezaliman pasti dijatuhkan
 



Mahmud Ahmad Salamah bocah kelas lima SD memulai kehidupannya bersama Al-Quran sejak usia empat tahun. Ia membuka mushaf Al-Quran dengan tepat tanpa bantuan siapapun.

Salamah yang kinii 11 tahun mulai menghafal Al-Quran dengan dorongan orang tuanya. Hanya dua hari setelah ia mulai ikut resmii menghafal Al-Quran di masjid Ar-Rahmah di kampung Al-Amal barat Khan Yunis, Allah memanggil nyawa orang tuanya. Tinggallah si yatim kehilangan orang tuanya dan berhenti menghafal Al-Quran. Namun tak lama, semangat dan cita-citanya menghafal Al-Quran menggelora dengan dorongan salah satu kawannya di kelas tiga saat itu.

Ahad lalu (12/9) Mahmud Salamah adalah di antara para hufadh yang paling menonjol dalam menerima penghargaan dalam acara wisuda 24 ribu penghafal Al-Quran selama tahun ini.

Mahmud kemudian ikut dalam halaqah hifdhul quran di masjid Abu Dzar Al-Ghifari di barat Khan Yunis. Ia menyelesaikan Al-Quran secara penuh selama 9 bulan antara 1 Desember 2007 hingga 31 Agustus 2008 dan masuk dalam daftar ensiklopedi hufadh di Gaza sebagai penghafal terkecil. Ia mendapatkan pernghargaan dari Dinas Wakaf dan Urusan Agama dan PM Palestina Ismail Haniya.

Kedua orang tuanya adalah guru yang mendorongnya menghafal Al-Quran. “Kakek saya mendorong saya menghafal Al-Quran, demikian juga ayah dan ibu saya mendorong hal yang sama.” Tegasnya.

“saya mulai menghafal Al-Quran dengan bertahap. Saya mulai dari surat-surat pendek dan mudah. Saya menemukan beberapa kesulitan ketika surat panjang. Tapi kemudian terbiasa dan menjadi mudah.”

Dunia Lain

Mahmud menceritakan pengalamannya, “saat memegang mushaf saya merasa berada di dunia lain, dunia Islam, dunia agama, kehidupan hakiki. Saya nasihati generasi sekarang agar peduli dengan menghafal Al-Quran karena ia sumber kekuatan dan akan mendatangkan kemenangan pasti.”

Mahmud menjadi terkenal di masjid tempatnya shalat. Ia dipanggil “maulana” dan dicintai oleh semua orang. Mereka mencium keningnya. Meski demikian, Mahmud terlahir dengan jantung berlubang.

[muslimdaily.net/IFP]


السلام عليكم- بِسْــــمِ ا ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم - لا إله إلاَّ الله
محمد رسو ل الله - الحمد لله رب العا لمين
...الصلاة و السلام على رسو ل الله - اما بعد

Sebelum menjadi Rasul, Nabi Muhammad SAW telah diberi gelar AL-AMIN, yang artinya terpercaya, tiada pernah berdusta / bohong. Dan yang memberi gelar ini adalah pemuka & bangsawan yaitu Abu Jahal, paman Rasulullah Muhammad SAW sendiri. Gelar Al-Amin ini pun di akui oleh seluruh masyarakat bahwa memang Muhammad (sebelum menjadi Rasulullah SAW) sedari kecil tidak pernah berdusta sedikit pun.

Rasulullah Muhammad SAW pun banyak mempunyai mukjizat nyata dengan izin ALLAH. Mukjizat ini terjadi baik selama Rasulullah Muhammad SAW masih dalam kandungan, saat kelahiran, semasa masih kecil, semasa belum jadi Rasulullah dan setelah menjadi Rasulullah SAW.

Adapun setelah menjadi Rasulullah SAW, beberapa mukjizat dari 300-an lebih kisah Mukjizat yaitu:

Mengerti bahasa binatang seperti Nabi Sulaiman
Memerintah bumi & pohon seperti Nabi Musa
Diberi mukjizat seperti Nabi Ibrahim
Anak yang meninggal bangkit hidup kembali

Menyembuhkan orang buta sejak lahir
Menyembuhkan orang lumpuh sejak lahir
Menyembuhkan orang cacat sejak lahir
Mengetahui isi hati disekitarnya

Memberi makan beribu orang dengan sedikit makanan
Memberi minum beribu orang dengan setetes air
Mengeluarkan air ditengah padang gurun
Mengeluarkan air dari sela jari untuk wudhu puluhan ribu orang
Menyembuhkan putri raja yang cacat tanpa tangan & kaki

Membelah bulan menjadi 2 bagian <Qs.54 Qamar:1>
Dan ini telah dibuktikan oleh para astronot yang menghabiskan dana ratusan juta dollar Amiriki

Dengan izin Allah ... Bi Idznillah ...
Mengetahui apa yang telah terjadi
Mengetahui apa yang sedang terjadi
Mengetahui apa yang akan terjadi
Tentu saja tidak semua kejadian ...
Melihat yang dibelakang punggungnya seperti dari depan

Musuh bergetar tak mampu membunuh
Bumi memakan orang yang hendak membunuh beliau
Musuh tak dapat melihat beliau
Menidurkan puluhan musuh
Musuh bergetar kaku tak dapat menebaskan pedang
Tidak dapat dibunuh musuh

Rombongan berkuda para sahabat dapat menyebrang laut dengan berkuda tanpa basah dan tanpa menyentuh air saat mengejar gerombolan musuh yang melarikan diri dengan kapal layar

Terkadang ada muslim yang tak percaya mukjizat ini karena ia belum pernah membaca hadist shahih bukhori & Shahih Muslim ataupun Shahih Achmad yang "LENGKAP" bukan ringkasan hadist.

Untuk sekedar reference, silahkan lihat klik disini:
http://id.wikipedia.org/wiki/Mukjizat_Muhammad

Ada orang berkata jika website tak dapat digunakan sebagai reference untuk sebuah karya tulis ilmiah, itu ialah benar, tapi bagaimana saya menunjukan kitab Hadits original setebal itu & sebanyak 7-9 jilid tebal sedangkan kita terpisah diseberang samudra & pulau-pulau?

Tentu cara yang mudah ialah saya tunjukkan website address sebagai reference, jika ingin yakin, maka harus lihat kitab hadist yang lengkap & bukan cuma ringkasan.

Abu Bakar RA bertanya: Ya Rasulullah, adakah zaman dimana muslim kemudian memiliki iman yang lebih dibanding kami?

Rasulullah Muhammad SAW bersabda: Wahai Abu Bakar, apa yang menghalangimu untuk percaya padaku sedangkan wahyu masih turun & aku masih berada ditengah-tengah kalian sementara kalian semua menyaksikan sendiri mukjizat-mukjizat yang diberikan kepadaku? Tetapi di akhir zaman, ada segolongan ummatku yang mereka sama sekali tidak pernah melihatku, mereka tak pernah hidup disampingku dan mereka hanya mendengar cerita tentangku tapi mereka percaya kepadaku, merindukanku, mencintai Allah, mencintaiku, beriman pada Allah dan beriman pada kerasulanku! Iman merekalah yang lebih utama dibanding kalian semua!"

Padahal mukjizat dalam website di atas cuma sedikit saja dari Hadist Shohih Bukhori & Shahih Muslim yang sebenarnya. Jumlahnya cukup banyak mencapai sekitar lebih dari 300 kisah mukjizat lainnya

Tapi...
Semua itu telah beralu...
Semua itu tinggal cerita saja...
Semua itu hanya dapat kita dengar saja..
Semua itu tidak dapat kita lihat sendiri...

Akan tetapi...Qur'an...
Sebuah buku yang banyak mengandung keajaiban ayat yang baru dapat dibuktikan secara nyata oleh ilmu pengetahuan dan bahkan alat modern tercanggih abad terakhir, telah dinyatakan Qur'an 1400 Tahun yang lalu...

Qur'an...
Ialah mukjizat sepanjang masa...
Di masa sastra,diakui Qur'an ialah sastra terindah..
Keindahan bahasa & hikmah didalamnya sangat tajam..

Di masa keajaiban, Qur'an ialah keajaiban dari keajaiban
Dari segi matematika, Qur'an ialah keajaiban matematika
Di segi Kimia, Qur'an telah mendahului
Di segi Astronomi, banyak ayat belum dibuktikan teknologi
Di masa perang dunia 2,Qur'an telah menulisrumus nuklir

Di masa Ilmu pengetahuan, tak satupun dari ayat Qur'an yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan, malah ayat Qur'an menyatakannya secara rinci

Bahasa Arab ialah bahasa paling sulit di dunia, karena 1 kata mempunyai banyak arti, bahkan dalam 1 kata gender dapat berarti pria pada salah satu suku arab, tapi dapat pula bermakna wanita pada suku lain.

Tak seperti kitab lain yang telah kehilangan bahasa aslinya, Naskah tertua dari Alkitab Kristen Perjanjian Baru ialah dalam bahasa Greece / Yunani, padahal Nabi Isa a.s. menggunakan bahasa Ibrani.

Bahasa tersulit ke 2 ialah bahasa China.

Telah terbukti, tak satupun dari ayat Qur'an yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan, bahkan ayat Qur'an menyatakannya secara rinci...

BAHKAN, MASIH BANYAK AYAT QUR'AN YANG BELUM DAPAT DI BUKTIKAN OLEH PENEMUAN TEKHNOLOGI MODERN.

Semua ini masih dapat kita lihat di hadapan kita sendiri...
Sebagai Mukjizat yang tetap hidup SELAMANYA...

Sebuah Kitab yang mengaku dari ALLAH, harus berani dihadapkan dengan segala macam permasalahan, segala zaman, segala segi, segala sisi, dari sudut manapun & harus sepanjang zaman.

Qs.41 Fushshilat:42. Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.

Tidak ada kebatilan dimasa lalu maupun masa kemudian, tidak dari sisi manapun!

Dari segi Sastra, matematika, astronomi, psikology, sains, tata negara, muamalat, ekonomi, Kode-kode angka, jumlah surah, jumlah ayat, jumlah kalimat, jumlah huruf, biologi, astronomi, fisika, kimia, geologi, geografi, segala ilmu, segala abad, sejak penciptaan alam semesta, masa lalu, masa kini, masa depan, sehingga masa kiamat & kehidupan setelah kiamat sekalipun.

Dan zaman ini ialah zaman ilmu pengetahuan, apakah Qur'an & Alkitab Kristen dapat mengikuti perkembangan zaman???

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (QS. 4 An-Nisaa':82)

Itulah sebabnya banyak muslim tak tahu mukjizat nyata menyembuhkan orang lumpuh dan lainnya dari Rasulullah Muhammad SAW karena banyak kita terlena dunia dan tidak membaca hadist secara lengkap.

Dan lagi, itulah mengapa Qur'an disebut sebagai mukjizat terbesar dari Rasulullah Muhammad SAW & Mukjizat sepanjang masa, karena banyak ayat Qur'an yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan modern abad terahir. Mulai dari Astronomi, Geology, Biology, Math, chemistry, Oceanography dan segala bidang.

Banyak orang kafir bertanya: Mengapa mukjizat hanya berupa buku dari orang buta huruf dari tengah padang gurun di zaman jahiliyyah?

Sebuah Mukjizat terbesar berupa sebuah buku yang diturunkan melalui seorang Al-Amin (tak pernah berbohong) yang tak dapat membaca dizaman kuno kepada ummat terakhir yang pintar dan selalu membaca buku di zaman modern dan baru dapat dibuktikan oleh peralatan akhir zaman. Siapa lagi yang mewahyukan jika bukan PENCIPTA ALAM SEMESTA?

Qs. 17 Israa':81. Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.

Sesungguhnya, masih banyak BUKTI ayat pembahasan ini, tapi BUKTI diatas cukuplah bagi orang berfikir. Dan dalam berfikir pun harus menggunakan AKAL. Banyak pendeta / paderi bilang jika iman itu percaya dahulu, tapi Nabi Isa a.s. pun menyuruh agar mengutamakan & mengedepankan AKAL dalam menyembah ALLAH.

Markus 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap HATIMU dan dengan segenap JIWAMU dan dengan segenap AKAL budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap HATIMU dan dengan segenap JIWAMU dan dengan segenap AKAL budimu.

Lukas 10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap HATIMU dan dengan segenap JIWAMU dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap AKAL budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Jadi,,, banyak bukti sudah... ISLAM TERBUKTI BENAR....

Qs.3 Ali Imran:85 Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka SEKALI-KALI TIDAK AKAN DITERIMA daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi

Qs.3 Ali Imran:19 Sesungguhnya agama disisi Allah HANYALAH Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya

Powered by Blogger.