Anak-anak yang lahir dengan kanker dan cacat bawaan telah disorot dalam surat kabar Jerman Der Spiegel, di mana warga Irak yang diwawancarai tidak yakin dari penjelasan mengenai banyaknya bayi lahir yang mati dan cacat di kota Basra, Irak, demikian sebagaimana dilansir alarabiya.net, 19 Desember.
"Beberapa hanya memiliki satu mata di dahi. Atau dua kepala," kata Askar Bin, seorang pengurus kuburan di Irak, mengatakan kepada surat kabar itu, menggambarkan mengenai sejumlah bayi yang baru lahir dan mati yang dimakamkan di pemakaman yang dia urus.
Laporan tersebut mengutip sebuah penelitian yang diterbitkan pada bulan September dalam buletin yang berbasis di Jerman mengenai Pencemaran Lingkungan dan Toksikologi. Mengatakan bahwa "tujuh kali lipat peningkatan jumlah bayi lahir yang cacat di Basra antara tahun 1994 dan 2003. Dari 1.000 kelahiran, 23 memiliki cacat lahir," menambahkan bahwa angka tinggi juga dilaporkan di kota Fallujah.
"Polusi Perang - karena berbagai logam berat dari radiasi persenjataan yang meledak yang menyisakan uranium, digunakan dalam amunisi dan tank AS - terhirup oleh warga Fallujah, merembes ke air tanah, yang mengalir di Sungai Tigris dekatnya, terserap udara yang mereka hirup," isi laporan dari Global Research pada Selasa.
Penyakit tersebut ditemukan pada anak-anak termasuk kasus hidrosefalus, kelainan sumsum tulang belakang dan konsentrasi tinggi timbal dalam gigi susu yang ditemukan pada anak-anak yang sakit.
Laporan Der Spiegel menarik hubungan antara penggunaan amunisi uranium di negara itu selama bertahun-tahun perang, menambahkan bahwa ahli kanker Irak, Jawad al-Ali mengatakan lonjakan penderita kanker di Irak mencapao 2 hingga 3 kali lipat.
"Ada hubungan antara kanker dan radiasi. Kadang-kadang dibutuhkan 10 atau 20 tahun sebelum akibatnya menampakkan diri," katanya kepada surat kabar itu. [rah/www.globalmuslim.web.id]

Post a Comment