Sebelum terjadi aksi pelemparan tomat itu, Hillary telah memberikan pidato mengenai hak demokrasi dalam pembukaan konsulat AS di kota pelabuhan itu. Para pengunjuk rasa berteriak “Monica, Monica!” kepada Hillary. Hal itu merujuk kepada mantan selingkuhan suaminya, Bill Clinton, saat masih menjabat presiden AS.
Berdasarkan keterangan petugas, beberapa pengunjuk rasa menuntut Hillary tidak berada di Mesir. Pasalnya AS dianggap sedang menjalankan aksi transaksi politik ganda di ‘Negeri Piramida’.
“Saya ingin menjelaskan bahwa AS tidak sedang berbisnis di Mesir, dengan memilih siapa yang menang dan kalah, tentu saja tidak. Kami bersiap untuk bekerja sama dengan kalian (rakyat Mesir) untuk mengembangkan demokrasi,” ujar Hillary.
Hillary berada di Mesir sebagai bagian dari rangkaian kunjungan bilateral selama dua minggu yang sedang dilakoninya. Di Mesir, ia bertemu dengan Pemimpin Dewan Militer Hussein Tantawi dan Presiden Terpilih Muhammad Mursi.
[mediaindonesia.com,/www.globalmuslim.web.id]

Post a Comment