Busyro: Parpol Jadi Ruang Pembibitan Koruptor

Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas melihat adanya gejala regenerasi dan kaderisasi perbuatan korupsi di berbagai lembaga pemerintahan dan partai politik. “Banyak koruptor muda itu merupakan proses yang merupakan bagian dari regenerasi,” kata Busyro di kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kamis, 8 Maret 2012.
Partai politik dinilai menjadi ruang pembibitan sehat melahirkan generasi-generasi muda koruptor. Partai politik seharusnya mendorong bagaimana dapat melahirkan regenerasi yang peduli terhadap pemberantasan korupsi.
“Ya partai politik. Ada yang berperan di situ karena banyak koruptor yang muda muda muncul. Itu indikasi dari proses regenarasi,” ujar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqoddas kepada wartawan di kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta, Kamis (8/3).
Produksi koruptor ini, menurut Busyro, merupakan kejahatan struktural, sistemik dan bersinergis antar satu dengan yang lainnya. Karena bersinergi, lanjut Busyro, maka mereka melakukan program-program. Proses regenenasi koruptor itu dikatakan Busyro juga berlangsung di lembaga-lembaga negara lainnya. “Kaderisasi itu bisa dilihat di institusi-institusi negara saat ini. Proses-proses itu termasuk berjalan juga di partai politik,” tandasnya.
Dari partai politik, politikus muda yang sekarang terjerat korupsi adalah Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat dan Angelina Sondakh, Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat. Keduanya tersangkut kasus korupsi Wisma Atlet Jakabaring, Palembang, berbiaya Rp 191 miliar.
Busyro berujar, indikasi adanya proses kaderisasi perbuatan korupsi di internal parpol terlihat dengan jelas. “Tiap parpol ada orang yang berperan di situ,” kata Busyro. “Sudah cukup banyak buktinya, kan. Proses itu termasuk berjalan di parpol”. Seperti dikutip Tempo.co
Dia berujar, anggaran pendapatan belanja negara menjadi sasaran penjarahan oleh koruptor. “Beberapa hal terkait Banggar bahwa upaya untuk melakukan penjarahan negara terus berjalan,” katanya ketika menyampaikan sambutan dalam acara Fokus Grup Discussion Kementerian Hukum dan HAM.
Busyro mengaku tidak asal bicara. Ia memiliki banyak bukti tentang partai politik yang melakukan regenerasi koruptor tersebut. Hanya saja, mantan ketua Komisi Yudisial (KY) itu tidak menyebutkan partai mana yang melahirkan generasi muda koruptor tersebut. [KbrNet/Slm/Pelita]