Sekitar 1.800 ulama dan kiai Jawa Timur menghadiri forum Majelis Al-Buhuts Al- Islamiyah (MBI) yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jatim di Asrama Haji Surabaya, Ahad.
Pengurus DPD HTI Jatim, Khoiri Sulaiman, mengatakan salah satu kegiatan MBI kali ini adalah membahas rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) oleh pemerintah yang berlaku mulai 1 April 2012.
“Rencana kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM adalah khianat dan dzalim,” katanya, saat menjadi pembicara di acara MBI.
Oleh karena itu, lanjut dia, HTI Jatim bersama para ulama dan kiai se-Jawa Timur menyerukan penolakan bersama rencana pemerintah dalam menaikkan harga BBM.
Dalam uraiannya, Khoiri Sulaiman memaparkan analisa-analisa terkait rencana kebijakan pemerintah dalam menaikkan BBM, yang pertama adalah mematahkan argumen pemerintah bahwasanya subsidi BBM adalah memberatkan dan menjadi beban Anggaran Penerimaan Belanja Negara (APBN).
Padahal, ia menilai, bila ditinjau dari perbandingan jumlah penerimaan migas sebesar Rp84 triliun dan subsidi BBM Rp70 triliun, maka sebenarnya pemerintah masih surplus Rp14 Triliun.
“Justru pengeluaran yang boros adalah pengeluaran anggaran belanja pegawai,” katanya.
“Kenaikan BBM akan menyengsarakan masyarakat miskin dan ini menurut Islam adalah kezaliman yang harus ditolak,” kata Ketua HTI Surabaya, Fikri A. Zudiar, dalam seruan sikapnya.
Fikri mengatakan penolakan kenaikan BBM dilandasi sejumlah alasan. Di antaranya, secara empiris kenaikan akan menyengsarakan rakyat miskin. Selain itu, alasan pemerintah yang akan menaikkan harga BBM karena terus meningkatnya harga minyak dunia adalah bentuk kebohongan.
Indonesia sebagai negara penghasil minyak seharusnya bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan BBM, bukan malah menyengsarakan rakyatnya dengan mencabut subsidi BBM. “Selama ini pemerintah selalu tunduk pada keinginan asing. Pencabutan subisidi BBM adalah bentuk dari liberalisasi di sektor migas,” ujar Fikri.
Karena itulah HTI menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk ikut bersama-sama menolak rencana kenaikan harga BBM.
Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HTI, Muhammad Ihksan Abdul Jalil, menyampaikan paparan sikap terhadap kebijakan terkait rencana pemerintah menaikkan harga BBM.
“Kebohongan pemerintah dalam menaikkan BBM adalah tindakan haram. Begitu juga dengan tindakan pemerintah menyerahkan pengelolaan sumber energi kepada swasta dan asing (privatisasi) adalah haram,” ujarnya.
Sementara itu, Pengurus Pondok Pesantren Darunajjah Banyuwangi K.H. Asyrofi, dengan tegas menyatakan menolak menaikkan harga BBM.
“Kami mengajak para ulama untuk mencerahkan para umat terkait perkara ini,” katanya.
Hal sama juga diungkapkan Gus Mujib dari Ponpes Ad-Dakwah Lumajang, K.H. Abah Qoyum (Alumnus Ponpes Ats-Tsanaewiyah Roudlotul Ulum II, Gondanglegi, Malang).
Ketua Departemen Infokom HTI Jawa Timur, Epriyanta, mengatakan selain pernyataan sikap menolak kenaikan BBM, HTI Jawa Timur juga akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada 25 Maret 2012. Dalam unjuk rasa tersebut akan dilibatkan sebanyak delapan ribu simpatisan.
Sebelum aksi serentak 25 Maret akan didahului aksi pemanasan Selasa 20 Maret 2012 dengan mengerahkan sekitar seribuan ibu-ibu.
Kedua aksi unjuk rasa akan dilakukan di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. HTI selama seminggu menjelang kenaikan BBM juga akan melakukn aksi membagi-bagikan selebaran di 28 lokasi perempatan jalan di Surabaya.
Sebelum menyuarakan aksi penolakan terhadap rencana kenaikan BBM, para ulama melakukan beragam acara, seperti membacakan syair yaumun nashr, melihat tayangan multimedia, serta mendengarkan paparan darii para petinggi HTI. [globalmuslim]

Post a Comment