Pasukan Suriah membom lingkungan perumahan di pusat kota Homs Rabu ini (8/2) untuk hari kelima berturut-turut, menewaskan puluhan orang menurut apa yang aktivis katakan sebagai langkahn terakhir rezim untuk merebut kembali kawasan yang dikendalikan oleh para pemberontak.
Kekerasan terjadi di Homs pada saat rezim Presiden Bashar Assad menjadi semakin terisolasi selama tindakan keras berdarahnya terhadap perbedaan pendapat. Lima negara Eropa dan enam negara Arab Teluk telah menarik duta besar mereka dari Damaskus, dan Amerika Serikat telah menutup kedutaannya di Suriah.
Namun Assad Selasa kemarin mendapat dukungan dengan adanya kunjungan dari Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan kepala intelijen negara itu, Mikhail Fradkov. Dalam pembicaraan di Damaskus, Rusia mendorong solusi untuk krisis Suriah yang akan mencakup reformasi oleh rezim dan dialog dengan oposisi - tetapi tidak untuk Assad mundur.
Dalam pertemuan tersebut, Assad mengatakan Suriah bertekad untuk mengadakan dialog nasional dengan oposisi dan tokoh independen, mengatakan pemerintahnya "siap untuk bekerja sama dengan setiap upaya yang meningkatkan stabilitas di Suriah," menurut kantor berita negara Suriah SANA.
Oposisi Suriah menolak pembicaraan dengan rezim dan mengatakan mereka hanya mau Assad untuk segera mundur.(fq/ap)

Post a Comment