Ribuan demonstran berbaris ke gedung parlemen pada Selasa kemarin (31/1) menuntut segera penyerahan kekuasaan dari dewan militer ke pemerintahan sipil. Aksi ini juga memiliki sejumlah tuntutan lain yang berkaitan dengan transisi demokrasi Mesir dan kesejahteraan sosial.
Namun, alih-alih mencapai parlemen, para demonstran dilaporkan dicegat oleh ratusan loyalis Ikhwanul Muslimin yang mengaku bahwa kelompok demonstran berusaha menghancurkan markas parlemen.
Pada saat demonstran akan mencapai markas parlemen, ratusan anggota Ikhwanul Muslimin menghalangi jalan mereka, dalam bentuk perisai manusia. Nyanyian para demonstran dengan cepat beralih dari menyerang militer menjadi menyerang Ikhwan, dengan menuduh mereka telah "menjual revolusi".
"Menjual revolusi, Badie," teriak para demonstran, mengacu pada pimpinan Ikhwanul Muslimin Muhammad Badie.
"Demonstrasi menuju ke parlemen untuk mengajukan tuntutan, termasuk segera penyerahan kekuasaan, tetapi Ikhwanul Muslimin menghalangi jalan mereka karena mereka membuat kesepakatan dengan dewan militer," kata demonstran Abdallah Abd El-Rahman.
"Ikhwanul Muslimin mengambil parlemen dan mereka akan segera membentuk pemerintah, dan sebagai imbalannya mereka akan menjamin bahwa dewan militer akan mempertahankan hak-hak istimewanya. Singkatnya mereka [Ikhwan] mengambil apa yang mereka inginkan. Dan bagi mereka revolusi sekarang adalah berakhir."
Di sisi lain, anggota Ikhwanul Muslimin Ibrahim Muhammad, salah satu dari mereka yang menghalangi jalan demonstrasi mengatakan bahwa: "Beberapa orang di sini ingin menghancurkan parlemen karena justru mereka sendiri yang menentang revolusi. Sejak sore hari mereka telah melakukan kecaman dan aksi melempar batu. "
Muhammad juga mengklaim beberapa demonstran mungkin memiliki bom molotov dan bersikeras "sejak pasukan keamanan tidak melindungi semua jalan-jalan menuju parlemen, sangat normal bagi Ikhwanul Muslimin untuk mengambil peran keamanan tersebut, seperti yang terjadi sebelumnya di Tahrir dengan membentuk komite rakyat."(fq/alahram)

Post a Comment