Rakyat Suriah Dibantai Di Manakah Dunia? Warga Bakar Bendera Rusia dan Amerika


 Rakyat Suriah tidak menginginkan Rusia ataupun Amerika. Ribuan orang berkumpul di Baba Hud, Homs, Suriah dalam aksi lanjutan melawan rezim keji Bashar al-Assad di seluruh daerah di Suriah, Jumat, 27/01/2012.
Ribuan orang berkumpul di lapangan di depan sebuah Masjid, mereka meneriakkan yel-yel seruan revolusi serta mengibarkan panji-panji al-liwa, bendera putih bertuliskan "laa ilaaha illallah muhammad rasulullah".

Beberapa pengunjuk rasa membawa Putin, bendera Rusia dan bendera Amerika, lalu mereka membakar kedua bendera tersebut, di samping juga poster wajah Vladimir Putin sebagai bentuk kebencian mereka terhadap dua negara yang ikut serta membiarkan pembantaian terus terjadi.

Para pengunjuk rasa juga membawa poster bertuliskan "Rakyat Suriah Dibantai, Di manakah dunia?"

Pembantaian atas warga sipil terus terjadi, namun para tentara di negeri Muslim Arab masih juga diam membisu, sekalipun teriakan pertolongan dari Muslim Suriah terus bergema.

Liga Arab malah berkolaborasi dengan PBB, sebuah lembaga alat hegemoni Amerika atas negeri-negeri di dunia, dengan merancang draft resolusi.

Inggris, Prancis, dan Jerman merancang draft resolusi dengan negara-negara Arab, untuk mendukung permintaan Liga agar Presiden Bashar al-Assad mengalihkan kekuasaan kepada wakilnya. Rusia, yang merupakan sekutu Assad menyatakan tidak akan mendukung draft tersebut.

Perwakilan Rusia di PBB Vitaly Churkin dalam keterangan kepada media setelah pertemuan di New York mengatakan, bahwa draf resolusi itu tidak dapat diterima, tetapi Moscow siap untuk melakukan pembicaraan lanjutan.

Dia mengatakan Rusia telah menetapkan garis merah dan menyebutkan draf resolusi itu tidak seharusnya memuat ancaman apapun atau embargo senjata.

Draf tidak hanya mengabaikan garis merah tetapi juga menambahkan sejumlah elemen baru yang kami pikir tidak dapat diterima sebagai masalah prinsip," kata dia, seperti disampaikan oleh Kantor Berita AFP.

Apa pun yang dikerjakan oleh Liga Arab dan PBB, namun rakyat Suriah tetap tidak menginginkan mereka. Rakyat Suriah hanya yakin bahwa pertolongan dari Allah Swt.

Itulah sebabnya, sekalipun darah para syuhada terus mengalir, Jumat kemarin, warga di seluruh Suriah melanjutkan aksi dengan "Jumat Hak untuk Mempertahankan Diri".

Bahkan, sejak beberapa Jumat sebelumnya, rakyat di Suriah seperti dinyatakan oleh puluhan ribu orang di Homs telah berjanji untuk tidak membiarkan para syuhada, dan dengan penuh keyakinan menyatakan bahwa pertolongan datang dari Allah Swt., bukan dari Liga Arab, Obama atau Amerika.

Demikianlah, semoga Allah Swt., segera menurunkan pertolongan kepada kaum Muslim di seluruh dunia dengan menghancurkan ikatan semua yang telah memecahbelah umat, nasionalisme, dan beralih menuju persatuan umat di bawah nauangn Khilafah Islamiyyah. Insya Allah, semakin dekat. [m/bbc/tahrir.syria2011/syabab.com]