Pria yang juga warga negara Inggris ini membantah segala tudingan itu. ”Saya merasa mereka yakin saya akan menabrakkan pesawat ke sebuah gedung. Saya juga yakin dasar mereka melakukan itu adalah ras dan agama saya, karena tindakan orang lain yang juga berasal dari ras dan agama yang sama seperti saya,” kata pria yang enggan diungkap identitasnya itu sambil berurai air mata.
Akibat tudingan tak berdasar itu, si pilot sempat ditahan atas dasar hukum Pakta Terorisme. Tidak hanya sang pilot, saudaranya yang juga anggota aktif Hizbut Tahrir juga ikut ditangkap. Namun, belakangan tuduhan itu dibatalkan. Saat ini keduanya sedang menjalani proses peradilan. (republika.co.id, 30/1/2012)

Post a Comment