Tuntutan perubahan terus bergulir di Mesir sekalipun Rezim Mubarak telah tumbang. Pihak status quo melanjutkan aksi pembantaian secara terbuka terhadap para pengunjuk rasa. Dilaporkan 22 orang telah dibunuh dalam bentrokan antara pengujuk rasa dengan polisi. Tidak ada solusi untuk kedamaian di Mesir selain menegakkan Khilafah untuk menghentikan aksi brutal penguasa tersebut.
Kementerian Kesehatan Mesir Senin mengatakan bahwa jumlah kematian pada bentrokan antara demonstran dan polisi di seluruh negeri itu selama lebih dari tiga hari terakhir telah mencapai 22 orang.
"Kematian di Lapangan Tahrir (Kairo) dan di beberapa provinsi telah mencapai 22 orang," sejak bentrokan itu pecah pada Sabtu, kata kementerian kesehatan dalam satu pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi MENA.
Ratusan orang lainnya juga cedera selama protes yang pecah di Kairo, Alexandria dan kota kanal Suez itu.
Polisi telah terkunci dalam konfrontasi kekerasan dengan para pengunjuk rasa yang menuntut berakhirnya pemerintahan militer, dengan jumlah yang makin membengkak mulai pagi di Tahrir - jantung simbolis demonstrasi yang menggulingkan mantan presiden Hosni Mubarak pada Februari lalu, demikian AFP.
Hari Jumat, ratusan ribu rakyat Mesir kembali memadati Tahrir Square menuntut berakhirnya pemerintahan militer. Seruan terhadap syariah termasuk bagian dari yang diserukan oleh rakyat.
Aksi terus berlanjut hingga hari-hari berikutnya. Namun, pihak kepolisian penguasa rezim baru memukuli para pengunjuk rasa. Sebuah tayangan video yang dipublikasikan al-Jazeera dengan jelas memperlihatkan pihak kepolisian memukuli para pemuda pengunjuk rasa. Mayat-mayat diantara korban pun bergelimpangan. Nyaris pembantaian pun terjadi lagi.
Demikianlah, rakyat akan terus bergerak hingga perubahan menuju sistem pemerintahan yang menyejahterakan terus terbangung. Sementara para penguasa status quo berupaya sekuat tenaga mempertahankan sistem yang telah nyata kerusakkannya, sekalipun mereka harus membunuh rakyatnya.
Umat tidak membutuhkan demokrasi, nasionalisme, atau ide-ide Barat lainnya. Umat hanya membutuhkan satu sistem yang benar-benar akan menyejahterakan mereka. Hal itu hanya dapat terwujud di bawah naungan sistem Khilafah yang akan menerapkan syariah. Dunia kini tengah menanti sistem yang telah terbukti berabad-abad menyejahterakan itu. Semakin dekat! [m/ant/prstv/syabab.com]
"Kematian di Lapangan Tahrir (Kairo) dan di beberapa provinsi telah mencapai 22 orang," sejak bentrokan itu pecah pada Sabtu, kata kementerian kesehatan dalam satu pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita resmi MENA.
Ratusan orang lainnya juga cedera selama protes yang pecah di Kairo, Alexandria dan kota kanal Suez itu.
Polisi telah terkunci dalam konfrontasi kekerasan dengan para pengunjuk rasa yang menuntut berakhirnya pemerintahan militer, dengan jumlah yang makin membengkak mulai pagi di Tahrir - jantung simbolis demonstrasi yang menggulingkan mantan presiden Hosni Mubarak pada Februari lalu, demikian AFP.
Hari Jumat, ratusan ribu rakyat Mesir kembali memadati Tahrir Square menuntut berakhirnya pemerintahan militer. Seruan terhadap syariah termasuk bagian dari yang diserukan oleh rakyat.
Aksi terus berlanjut hingga hari-hari berikutnya. Namun, pihak kepolisian penguasa rezim baru memukuli para pengunjuk rasa. Sebuah tayangan video yang dipublikasikan al-Jazeera dengan jelas memperlihatkan pihak kepolisian memukuli para pemuda pengunjuk rasa. Mayat-mayat diantara korban pun bergelimpangan. Nyaris pembantaian pun terjadi lagi.
Demikianlah, rakyat akan terus bergerak hingga perubahan menuju sistem pemerintahan yang menyejahterakan terus terbangung. Sementara para penguasa status quo berupaya sekuat tenaga mempertahankan sistem yang telah nyata kerusakkannya, sekalipun mereka harus membunuh rakyatnya.
Umat tidak membutuhkan demokrasi, nasionalisme, atau ide-ide Barat lainnya. Umat hanya membutuhkan satu sistem yang benar-benar akan menyejahterakan mereka. Hal itu hanya dapat terwujud di bawah naungan sistem Khilafah yang akan menerapkan syariah. Dunia kini tengah menanti sistem yang telah terbukti berabad-abad menyejahterakan itu. Semakin dekat! [m/ant/prstv/syabab.com]
Lihat Video:
Komentar (0)

Post a Comment