Fars News melaporkan (10/10), hal itu dikemukakan Sheikh Hamad pada acara pembukaan periode baru baru masa kerja parlemen negaranya setelah pelaksanaan pemilu sela. Ditambahkannya bahwa Bahrain akan memperluas dan mengokohkan kerjasama dengan negara-negara anggota PGCC seraya mengklaim bahwa kerjasama itu bersumber dari keyakinan para pemimpin dan tekad rakyat mereka. Menyinggung kehadiran tentara Arab Saudi di Bahrain yang termasuk dalam program "perisai jazirah" untuk menumpas protes rakyat, Sheikh Hamad menyatakan terima kasihnya dan mengatakan, "Pasukan perisai jazirah adalah pasukan perdamaian, keamanan, dan teladan kerjasama menyeluruh antarnegara anggota PGCC." Sejak dimulainya protes rakyat bahrain paa Februari lalu, pemerintah Manama meminta bantuan Saudi untuk menumpas protes. Riyadh memenuhi permintaan Manama dengan mengirim ratusan tentaranya ke Bahrain bersama dengan tank dan panser. Dalam aksi mereka, pasukan Bahrain dan militer Saudi selain membunuh dan melukai para demonstran, mereka juga merusak masjid-masjid dan membakar Al-Quran. Dalam hal ini, Sheikh Hamad menyatakan bangga atas dukungan politik dan pertahanan negara-negara anggota PGCC. []irib |

Post a Comment