Pemukim penjajah Israel menyerang sekolah di Tepi Barat sebagai langkah kekerasan Israel terhadap warga Palestina di wilayah-wilayah pendudukannya. Insiden itu terjadi pada hari Kamis ketika sekolompok pemukim Israel menyerang anak perempuan sekolah Kotoba di selatan kota al-Khalil (Hebron).
Para penyerang melemparkan batu dan botol kosong kepada gadis-gadis kecil di sekolah, PressTV melaporkan.
Insiden itu, merupakan tindakan kekerasan terbaru oleh pemukim zionis Israel terhadap kaum Muslim Palestina, terjadi setelah Dewan Keamanan PBB memperdebatkan pada tawaran Otoritas Palestina untuk kenegaraan.
Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah-wilayah pendudukn telah melihat peningkatan kekerasan israel, dengan ratusan pohon Zaitun warga Palestina hancur, merusak tempat suci termasuk masjid-masjid dirusak dan pemakaman.
Seorang perwira intelijen tinggi Israel telah mengakui peningkatan dramatis dalam tindakan kekerasan dan perusakkan yang dilakukan oleh pemukim zionis Israel di Tepi Barat yang dijajah.
Demikianlah, lagi-lagi, tanpa Khilafah yang akan menjadi perisai umat, kaum zionis Israel penjajah dengan leluasa menyerang kaum Muslim. Mereka melakukan tindakan kekerasan, bahkan bukan hanya itu tapi mereka juga telah menjajah negeri Muslim Palestina.
Semestinya ini menjadi hal yang membuat malu bagi para penguasa dan tentara Muslim yang terus diam, tidak bersegera menolong saudara-saudara seiman mereka di bumi Palestina. Ini juga menjadi cambuk yang memalukan bagi para aktivis LSM bayaran asing yang gemar menyerukan toleransi dan anti kekerasan di kalangan Muslim, sementara di waktu yang sama diam seribu bahasa atas tindak kekerasan serta penjajahan Israel.
Kaum Muslim tak butuh PBB yang nota bene, PBB lah yang telah membantu pendirian negeri Israel. Umat ini hanya membutuhkan satu kesatuan politik di bawah naungan Khilafah Islamiyyah yang akan menyatukan kaum Muslim sedunia di bawah satu pemimpin yang akan membebaskan Palestina dan negeri-negeri Muslim lainnya dari cengkraman penjajah. Insya Allah, semakin dekat. [m/prstv/syabab.com]
Insiden itu, merupakan tindakan kekerasan terbaru oleh pemukim zionis Israel terhadap kaum Muslim Palestina, terjadi setelah Dewan Keamanan PBB memperdebatkan pada tawaran Otoritas Palestina untuk kenegaraan.
Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah-wilayah pendudukn telah melihat peningkatan kekerasan israel, dengan ratusan pohon Zaitun warga Palestina hancur, merusak tempat suci termasuk masjid-masjid dirusak dan pemakaman.
Seorang perwira intelijen tinggi Israel telah mengakui peningkatan dramatis dalam tindakan kekerasan dan perusakkan yang dilakukan oleh pemukim zionis Israel di Tepi Barat yang dijajah.
Demikianlah, lagi-lagi, tanpa Khilafah yang akan menjadi perisai umat, kaum zionis Israel penjajah dengan leluasa menyerang kaum Muslim. Mereka melakukan tindakan kekerasan, bahkan bukan hanya itu tapi mereka juga telah menjajah negeri Muslim Palestina.
Semestinya ini menjadi hal yang membuat malu bagi para penguasa dan tentara Muslim yang terus diam, tidak bersegera menolong saudara-saudara seiman mereka di bumi Palestina. Ini juga menjadi cambuk yang memalukan bagi para aktivis LSM bayaran asing yang gemar menyerukan toleransi dan anti kekerasan di kalangan Muslim, sementara di waktu yang sama diam seribu bahasa atas tindak kekerasan serta penjajahan Israel.
Kaum Muslim tak butuh PBB yang nota bene, PBB lah yang telah membantu pendirian negeri Israel. Umat ini hanya membutuhkan satu kesatuan politik di bawah naungan Khilafah Islamiyyah yang akan menyatukan kaum Muslim sedunia di bawah satu pemimpin yang akan membebaskan Palestina dan negeri-negeri Muslim lainnya dari cengkraman penjajah. Insya Allah, semakin dekat. [m/prstv/syabab.com]

Post a Comment