Obama Katakan Kematian Gaddafi Akhir Si Tangan Besi, Padahal Dirinya Sendiri Si Tangan Besi, Pasti Berakhir!





Presiden Amerika Serikat negara penjajah Barack Obama sesumbar atas kematian penguasa yang digulingkan di Libya, Muammar Gaddafi. Ia menyatakan bahwa kematian Gaddafi sebagai akhir dari era pemerintahan tangan besi, sementara ia berusaha menutupi keborokkan negeri sendiri sebagai negeri penjajah yang terus membunuhi kaum Muslim.
"Pemerintahan tangan besi tidak bisa dihindari akan datang dan menuju sebuah akhir," kata Obama dalam keterangan pers di halaman Gedung Putih, Washington, seperti dilansir Reuters, Jumat (21/10/2011).
Obama berusaha menutupi kejahatan tangan besinya yang telah membunuh kaum Muslim di Irak, Afghanistan, Pakistan, Libya, Somalia, dan negeri-negeri Muslim lainnya. Termasuk dukungan kuat Obama terhadap Israel yang telah mencaplok negeri kaum Muslim serta membantai ribuan kaum Muslim di negeri itu. Jadi Gaddafi dan Barack Obama, sama-sama si tangan besi, yang pasti akan berakhir. 

Bahkan Barack Obama menyatakan kebanggaannya dan mengatakan bahwa peristiwa tersebut menunjukkan betapa hebatnya serangan yang dilakukan NATO. Setelah memerintahkan serangan awal yang dilakukan oleh angkatan udara Libya, Obama menyerahkan peran utama dalam operasi Libya kepada Inggris dan Perancis. Gedung Putih berpendapat bekerja sama dengan orang Eropa terbukti berhasil.

"Saya pikir ini menunjukkan kita mampu memanfaatkan sumber daya yang lebih besar, lebih efektif, dengan biaya lebih murah ketika kita mampu bekerja sama," kata Obama.

Kepemimpinan Gaddafi tidak lepas dari dukungan Barat selama berkuasa. Muammar Gaddafi bertahun-tahun berkuasa di negeri itu, dan bertahun-tahun pula membuat sejarah kelam bagi rakyat Libya, di mana para syuhada banyak yang dibunuh di tangannya. Kini, Gaddafi dibereskan setelah tuannya mempersiapkan para penggantinya. Kematian Gaddafi setelah serangan NATO sangat jelas, Gaddafi dibunuh oleh tuannya sendiri.

Kematian Gaddafi menjadi kabar gembira bagi orang-orang beriman yang menginginkan syariah Islam tegak di kawasan itu di bawah naungan Khilafah. Namun, Barat berusaha membajak perlawanan rakyat Libya yang sudah bosan dengan sistem warisan Barat. 

Obama mengatakan, AS akan menjadi partner bagi Libya menyusul kematian Gaddafi. Dia juga menyebut misi NATO di negara Afrika Utara "akan segera berakhir."

"Ini menandakan akhir dari sebuah babak panjang dan menyakitkan bagi rakyat Libya yang sekarang mempunyai kesempatan untuk menentukan nasibnya sendiri dalam sebuah negara baru dan demokratis Libya," kata Obama dengan stelan jas hitamnya.

Benarkah demikian? Ketika rakyat menginginkan syariah Islam, Barat selalu berusaha agar kekuasaan berikutnya tidak jatuh kepada kalangan Islamis. 

"Libya sekarang di bawah kontrol penuh dari pasukan Dewan Transisi Nasional pasukan. Setelah 8 bulan pengorbanan yang luar biasa, rakyat Libya dapat mengatakan dengan bangga dan percaya diri bahwa mereka telah terbebas dari teror rezim yang yang menindas selama lebih dari 40 tahun," kata Catherine Ashton, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa.

Tewasnya Gaddafi hanya beberapa hari setelah Hillary Clinton berkunjung ke negeri itu dan bertemu dengan para pemimpin NTC. Bahkan Clinton mengimingin dolar untuk masa depan Libya. 

Bahwa AS akan menjadi partner bagi Libya menyusul kematian Gaddafi adalah pernyataan Obama yang sangat jelas, bawah AS tidak akan rela jika kepemipinan Libya beralih kepada Khilafah. Namun, sekuat tenaga AS akan berusaha bahwa perubahan ada di bawah kendalinya. Maka Barat mencoba menghadirkan para pemimpin baru yang dekat dengannya. 

Rakyat di Libya tidak membutuhkan pasukan asing, kecuali para penguasa pengkhianat yang telah menjadi teman setia Barat. Umat kini hanya membutuhkan satu kepemimpinan tulus yang akan menerapkan sistem dari Allah Swt, yakni sistem pemerintahan berdasarkan al-Quran, bukan demokrasi sekuler buatan Barat. 

Perjuangan rakyat yang telah mengalirkan darah di kawasan tersebut, hanya akan sia-sia belaka ketika rakyat tidak beralih kepada sistem yang sejatinya akan memberikan kesejahteraan, yakni sistem di bawah naungan Khilafah. Umat benar-benar hanya membutuhkan perubahan sejati, yakni hidup di bawah Khilafah Islamiyyah yang akan menyatukan seluruh kaum Muslim dan mengembalikan kemuliaan mereka. Insya Allah, semakin dekat. [m/dkt/syabab.com]