Setidaknya satu warga sipil Afghanistan tewas dan enam orang lainnya diculik setelah pasukan teroris AS menyerang sebuah daerah perumahan di provinsi timur Nanganhar, Press TV melaporkan, Rabu, 19/10/2011.
Mirza Mohammad Nusrat, Gubernur distrik Shirzad, mengatakan, bahwa enam orang juga diciduk dari bangunan lain di daerah tersebut. Dia menekankan bahwa warga sispil yang tewas dan ditangkap dalam penyerbuan semalam semuanya penduduk setempat, dan tidak memiliki hubungan dengan Taliban.
Hilangnya nyawa kaum Muslim di tangan pasukan asing telah meningkat dramatis di tengah-tengah sentimen anti Amerika di Afghanistan.
Ketidakamanan terus meningkat di Afghanistan meskipun kehadiran 150.000 pasukan pimpinan penjajah Amerika. Karena memang kehadiran pasukan asing itu untuk membunuhi kaum Muslim.
Sekitar 130.000 orang terlantar akibat konflik dalam tujub bulan pertama tahun ini, naik hampir dua pertiga dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Bagaimanapun juga, kehadiran pasukan pimpinan AS di negeri Muslim Afghanistan adalah untuk membunuhi kaum Muslim serta menjajah negeri Muslim tersebut. Kehadiran pasukan asing tersebut tidak terlepas dari persekongkolang para penguasa boneka dengan tuannya, Amerika Serikat.
Para penguasa setempat hanya mengutuk, sementara di waktu yang sama duduk bergandengan tangan dengan para penguasa negeri penjajah. Inilah realitas yang sangat jelas, bagaimana para penguasa tersebut telah menjadi jongon Amerika, dan ada untuk menyelamatkan kepentingan tuannya.
Umat benar-benar membutuhkan satu kesatuan politik di bawah naungan Khilafah Islamiyyah yang akan menerapkan syariah dan menyatukan kaum Muslim seluruh dunia. Khilafah inilah yang akan membebaskan negeri kaum Muslim dari cengkraman penjajah dan kaki tangannya. Khilafah akan melayani umat bukan melayani kepentingan asing seperti yang terjadi di banyak negeri Muslim hari ini.
Kaum muslim di dunia sudah saatnya bersatu padu untuk mewujudkan institusi perisai umat tersebut dengan mengikuti cara Nabi Saw., yakni dakwah tanpa kekerasan. Insya Allah, semakin dekat. [m/prstv/syabab.com]

Post a Comment