Aksi protes yang dipromosikan sebagai Hari Aksi Internasional direncanakan berlangsung di berbagai tempat di seluruh dunia, termasuk New York. Demonstran berencana berpawai menentang bank-bank pada siang harinya, dan berkumpul di Times Square pada malam hari.
Demonstran juga melancarkan aksi mereka melalui media sosial seperti Twitter, Facebook, dan versi-versi lokal dari situs-situs itu.
Di Eropa, kekerasan pecah di Roma hari Sabtu dalam serangan demonstran menentang kerakusan perusahaan di seluruh dunia yang diilhami gerakan “Occupy Wall Street.” Ratusan demonstran yang memenuhi jalan-jalan di Roma memisahkan diri dari kelompok utama dan mengamuk. Mereka lalu memecahkan jendela-jendela dan menyalakan api. Polisi muncul dalam jumlah besar di ibukota Italia itu.
Di London, baku hantam terjadi antara polisi dan demonstran di tengah ratusan orang yang berkumpul di dekat katedral St. Paul. Demonstrasi juga terjadi di Australia, Selandia Baru, Spanyol, Jerman, dan Prancis, di mana negara-negara anggota kelompok G-20 bertemu di Paris guna membahas krisis ekonomi Eropa.
Di Amerika, demonstrasi terjadi di Washington, D.C., New York City dan pusat-pusat keuangan lainnya. Polisi di Washington D.C., siang hari Sabtu ini melaporkan sekitar 500 demonstran tengah berpawai di ibukota Amerika itu.
Di Manhattan, demonstran diperkirakan berkumpul di Times Square Sabtu malam. Banyak demonstran memrotes ketidaksetaraan antara kaum kaya dan miskin, dengan menamakan diri mereka sebagai “kelompok 99 persen” yang sangat kontras dengan “satu persen” orang yang menurut mereka menguasai hampir seluruh kekayaan dunia. [seru]

Post a Comment