Surat kabar Amerika “Los Angeles Times” menyebutkan bahwa puluhan orang berkumpul pada Sabtu sore kemarin (8/9) di depan kantor “Hertz” sambil mengangkat slogan-slogan: “Hertz hormati kami…. Hertz hormati akidah kami“.
Salah seorang perwakilan para sopir truk lokal, Tracy Thompson menilai bahwa ini merupakan serangan keji terhadap hak-hak pekerja, dan tampak jelas adanya diskriminasi atas dasar keyakinan agama mereka.” Sementara Marian Musa, seorang karyawati di perusahaan itu menilai bahwa “Manajer perusahaan senantiasa mengolok-olok dirinya dan rekan-rekannya sesama Muslim ketika sedang shalat.” (islamtoday.net, 9/10/2011).

Post a Comment