Kenalkah Anda seorang ilmuwan besar dalam kehidupan sehari-hari? Yang saya maksud adalah yang benar-benar ilmuwan kelas dunia di bidang sains atau teknologi, bukan hanya dosen atau peneliti yang bergelar profesor.
Pertanyaan kedua, apakah mereka cenderung serius dan dingin, atau bisa menjadi seorang sahabat yang rileks, hangat, romantis atau bahkan "gaul"?
Karena di negeri ini jangankan ilmuwan besar, "ilmuwan kecil" saja sangat sedikit, maka juga tidak banyak yang dapat menjawab pertanyaan itu. Walhasil sebagian besar orang memiliki prasangka, bahwa ilmuwan pastilah orang yang cenderung selalu serius, dingin, tidak romantis dan akibatnya "kurang gaul". Kalau ada ilmuwan gaul dapat dipastikan 95 persen ilmuwan ilmu-ilmu sosial, bukan sains.
Fakta juga mendukung, di negeri ini belum pernah ada ilmuwan yang sekaligus merangkap
menjadi pelawak atau setidaknya artis, penyanyi, penyair atau sejenisnya. Sebaliknya, sangat sedikit pelawak, artis, penyanyi atau penyair yang memiliki pendidikan tinggi.
Di zaman keemasan Islam, kita memiliki lebih banyak ilmuwan yang "seimbang". Mereka biasanya tak Cuma ilmuwan hebat tetapi juga mendalam pengetahuannya di bidang agama dan luas pergaulan sosialnya.
Salah satunya adalah Ghiyats Ad Dien Abul Fath Umar ibn Ibrahim An Naisyapuri Al Khayyami (Omar Khayyam). Al Khayyami adalah julukan ayahnya sebagai pembuat tenda. Ia lahir di Naisyapur Persia 18 Mei 1048 dan wafat 1131. Ia dikenal dunia sebagai astronom, filosof, geografer, matematikawan, mekanik, musisi dan penyair!
Setelah melewati masa mudanya di Samarkand di bawah asuhan beberapa ahli fiqih, ia pindah ke Bukhara dan menjadi matematikawan dan astronom yang terkenal. Dia salah satu penulis aljabar yang paling penting di abad pertengahan.
Karyanya menunjukkan solusi-solusi aljabar pada persamaan geometris dari irisan kerucut seperti lingkaran dan hiperbola, yang tak mungkin dibuat hanya dengan
menggunakan penggaris.
Dan yang paling mengagumkan adalah bukunya "Penjelasan dari kerumitan postulat-postulat dalam Elemente Euklidan" Di situ dia menjelaskan secara mendalam tentang paralelitas (buku-1), mendefinisikan bilangan rasional (buku-2) dan multiplikasi dari bilangan rasional (buku-3). Karya Khayyam itu mendasari apa yang dalam matematika modern disebut"non-euclidean-geometry”, yang menjelaskan bahwa "garis paralel" bisa bertemu di suatu titik yakni ketika ruang yang dipakai adalah ruang lengkung, seperti halnya di atas bola bumi. Tanpa geometri lengkung ini, mustahil Albert Einstein bisa merumuskan teori relativitas umumnya.
Di bidang astronomi, Khayyam telah diundang oleh Sultan Jalauddin Maliksyah Saljuqi (1072-1092) untuk membangun observatorium, membuat peta bintang untuk memandu pengamatan, serta mereformasi kalender Persia untuk menyesuaikan dengan hasil pengamatan astronomis atas panjang tahun yang lebih akurat. Kalender Persia ini adalah kalender matahari yang lebih akurat dari kalender Gregorian (kalender Masehi sekarang), namun digunakan 500 tahun lebih awal, dan sampai kini masih dipakai!
Imam Zamakhsyari lebih mengingat Khayyam sebagai "filosof kelas dunia; meski Khayyam sendiri sebenarnya menolak dijuluki filosof. Khayyam memang puluhan tahun mengajar "filsafat Ibnu Sina" di Naisyapur, namun buku favoritnya adalah Qanun fit Thib, yakni ensiklopedia kedokteran Ibnu Sina. Khayyam juga menulis beberapa buku yang menguji teori Aristoteles dengan matematika dan fisika yang dikenal di zamannya.
Namun popularitas Khayyam sebagai penyair menutupi seluruh popularitas matematika atau astronominya, terlebih di luar Persia. Sepanjang hidupnya, Khayyam dipercaya telah menulis lebih dari seribu bait syair. Pujangga Inggris Thomas Hyde (1636-1703) adalah orang Barat pertama yang mempelajarinya. Kemudian Edward Fitzgerlad (1809-1883) telah membuat Khayyam menjadi penyair paling terkenal dari Timur di Barat melalui penerjemahan beberapa syairnya dalam "Rubaiyat of Omar Khayyam". Berikut ini adalah contoh sepotong puisinya yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris;
Khayyam, who stitched the tents of science, Has fallen in grief's furnace and been suddenly burned, The shears of Fate have cut the tent ropes of his life, And the broker of Hope has sold him for nothing!
(Khayyam, yang telah menjahit tenda-tenda ilmu, Telah jatuh kedalam tungku kesedihan dan terbakar tiba-tiba, Gunting takdir telah memotong tali tenda hidupnya, Dan calo harapan telah menjualnya dengan percuma!)
Beberapa syairnya sangat sarat makna, sehingga di masa sesudahnya sering disalahpahami. Sebagian penganut Sufi menganggap Khayyam adalah seorang guru Sufi, sementara kalangan yang suka pesta-pora membenarkan perbuatan mereka dengan puisi-puisi Khayyam yang seolah-seolah mengajarkan kehidupan hedonis yang meragukan Tuhan.
Ilmu pengetahuan mengenang Khayyam dengan sebuah nama kawah di bulan pada 1970 dan sebuah planet minor yang ditemukan astronom Soviet Lyudmila Zhuravlyova pada 1980 dinamai "3095 Omarkhayyam".

Post a Comment