AS Menekan Mesir Agar Perkuat Hubungan dengan Israel


Amerika Serikat pada hari Rabu kemarin (28/9) berusaha untuk menekan sekutu mereka yang ada di Dewan militer Mesir yang berkuasa untuk memperkuat hubungan dengan Israel, dan tetap berpegang pada pemilihan umum yang dijadwalkan akhir tahun ini.
Menjelang pertemuan antara Hillary Clinton dan Menteri Luar Negeri Mesir Muhammad Amr, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa tekanan tersebut didorong oleh cara dewan militer Mesir meredam ketegangan dengan negara tetangganya setelah pengunjuk rasa baru-baru ini menyerbu kedutaan besar Israel di Kairo.
Namun para pejabat Negara AS menyatakan keprihatinan mereka masih berlanjut selama belum adanya komitmen pemerintah sementara untuk mengakhiri undang-undang darurat yang menjadi andalan untuk menekan selama tiga dekade pemerintahan Hosni Mubarak.
"Ini jelas merupakan waktu yang sangat penting di Mesir," kata juru bicara Victoria Nuland kepada wartawan. "Kami memiliki hubungan yang luas dan mendalam untuk bekerja mendukung transisi demokrasi di Mesir yang berada di jalan yang benar."
Tuntutan Amerika terhadap Mesir ini mewakili beberapa cara atas harapan dan ketakutan untuk semua gerakan yang menuntut demokrasi yang lebih besar di dunia Arab.
Dengan Mesir, Amerika Serikat menghadapi tindakan penyeimbangan yang genting, dalam upaya untuk mencoba meletakkan landasan bagi hubungan baru dengan pemerintah masa depan Mesir yang diharapkan lebih demokratis jika kurang setuju untuk kepentingan AS, serta AS juga berusaha meyakinkan para pemimpin Mesir untuk menyelamatkan hubungan dengan Israel dan mempertahankan upaya-upaya kontraterorisme juga diplomatik yang mungkin dianggap penting bagi keamanan nasional Amerika, meskipun belum tentu didukung oleh rakyat Mesir.(fq/ynet)