Amerika Serikat boleh digdagya di medan pertempuran dengan kekuatan tentaranya.Tapi kekuatan itu sebenarnya hanyalah semu. Ternyata semua kekuatannya ditopang oleh utang. Amerika menjadi negara nomor wahid pengutang terbesar di dunia.Wow!
Departemen Keuangan Amerika Serikat menyatakan utang pemerintah menyentuh US$ 13 trilyun atau sekitar Rp 119,6 ribu trilyun. Ini adalah utang terbesar pertama kalinya dalam sejarah Amerika, yang memantik kehebohan politik atas pengeluaran pemerintah. Per 1 Juni 2011, utang itu tercatat: US$ 13,050,826,460,886.97.
Utang tersebut lebih dari dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir dan sekarang hampir mencapai 90 persen dari produk domestik bruto tahunan Negeri Abang Sam. Rapor merah itu menjadi isu perdebatan di Washington, Partai Demokrat dan Republik saling melempar tanggung jawab dan mencari kambing hitam yang harus disalahkan.
Awal Juni lalu, Presiden Barrack Obama dari Partai Demokrat, menyerang kubu Republik karena dianggap mewariskan kepada pemerintahannya defisit anggaran utang bahan bakar dalam jangka panjang. Pemerintah Amerika mengalami defisit 19 bulan berturut-turut pada April lalu.
Obama mengatakan, ketika dia mengambil alih pemerintahan, Amerika mengalami defisit
lebih dari US$ 1 triliun per tahun, dan proyeksi defisit US$ 8 triliun selama dekade berikutnya. "Sebagian besar defisit karena belum dibayar dua pajak terbesar untuk orang kaya, dan program kesehatan yang layak tapi mahal,” kata Obama di Pittsburgh, Pennsylvania.
Partai Republik tak mau begitu saja diserang Obama. Republik balik mengecam Obama karena memperluas pengeluaran pemerintah sejak ia datang ke kantor Kepresidenan melalui reformasi besar-besaran di bidang kesehatan. Utang meningkat sekitar US$ 2,4 triliun sejak Obama menjabat pada Januari 2009. Utang juga naik US$ 4,9 triliun dalam delapan tahun kepemimpinan presiden sebelumnya, George W Bush.
Tarik menarik kepentingan di DPR AS tak terelakkan apalagi dua tahun lagi Amerika akan menggelar pemilihan presiden. Setelah perdebatan berkepanjangan, akhirnya awal Agustus, parlemen menyetujui kenaikan batas pagu utang Amerika hingga US$ 14,3 trilyun dengan pemangkasan defisit anggaran sebesar US$ 2,4 trilyun dalam 10 tahun ke depan.
Inilah pilihan berat Amerika. Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan Amerika harus me¬naikkan utangnya. Kalau tidak, perekonomian AS dan juga dunia akan merasakan akibatnya.
Richard Haas, Kepala Dewan Hubungan Luar Negeri AS me¬ngenai utang pemerintah federal mengatakan, "Beban utang yang ditanggung pemerintah sudah sampai ke angka sangat fantastis dan tertinggi sepanjang sejarah. AS tidak akan mampu melunasi seluruh utangnya ini".
Ekonom senior Pakistan, Zafar Moeen Nasir menilai situasi ekonomi di Amerika Serikat saat ini memburuk. Ia mengkhawatirkan krisis utang AS akan membawa negeri super power itu ke jurang kebangkrutan.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut Amerika sebagai 'parasit' "Negara ini mengumpulkan utang yang tidak sesuai dengan kemampuannya, kemudian menggeser beban tanggung jawab pada negara-negara lain dan berperilaku sebagai parasit;' kata Putin dengan tegas.
Lesu
Belum sempat kebijakan pengurangan defisit anggaran diterapkan, bidang pendidikan justru sudah terkena dampak lebih lulu. Di wilayah Providence, Rhode Island saja hampir 2.000 guru mendapat Surat pemberitahuan bahwa sewaktu-waktu mereka akan dipecat pada Februari lalu.
Ekonomi Amerika tampak lesu. Regulator Amerika dilapor¬kan telah menutup lima bank di Florida, Michigan dan Georgia, sehingga total jumlah bank yang sudah ditutup menjadi 39 bank, selama tahun 2011 ini, Ini karena terjadi kredit macet dan kredit yang terus melonjak, demikian laporan Reuters, Sabtu silam.
Dalam penyitaan bank di negara bagian Georgia, Federal Deposit Insurance Corp mengambil alih First Choice Community Bank of Dallas dengan aset $ 308,5 juta dan Park Avenue Bank, yang berbasis di Valdosta dengan aset $ 953,3 juta.
Badan ini juga memutuskan untuk mengumumkan penu¬tupan Community Central Bank in Mount Clemens, Michigan. Di Florida, Cortez Community Bank of Brooksville dan First National Bank of Central Florida, yang beraset besar juga ditutup.
Pada tahun 2010, 157 bank Amerika dilaporkan bangkrut. Sedangkan pada 2009, 140 bank Amerika juga ditutup. Florida dan Georgia adalah negara bagian yang paling parah karena bangkrutnya bank ini. Ada 29 bank ditutup di Florida tahun lalu dan 16 di Georgia.
Krisis Sosial
Lesunya ekonomi itu diikuti oleh peningkatan angka pengangguran. Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat melaporkan, angka pengangguran turun menuju level terendah sejak April 2009 lalu. Angka pengangguran pada Januari 2011 merosot menjadi 9 persen.
Sementara jumlah lowongan kerja tersedia pada bulan Januari lalu hanya 36.000. Ini merupakan angka terendah dalam empat bulan terakhir. Pada Desember lalu terdapat sebanyak 121.000 lapangan kerja baru.
Biro Sensus Amerika menyatakan tingkat kemiskinan di Amerika kini berada pada tingkat tertinggi dalam 15 tahun. Biro itu mengatakan persentase orang yang hidup dalam kemiskinan di Amerika meningkat dari 13,2 persen pada tahun 2008 menjadi 14,3 persen pada tahun 2009. Dikatakan 43,6 juta orang hidup dalam kemiskinan tahun lalu, meningkat hampir empat juta dari tahun 2008.
Situasi yang terus memburuk ini menyebabkan kehidupan sosial pun merosot. Tingkat kriminalitas terus meningkat. Setiap tahunnya tercatat 20 juta kasus kejahatan di Amerika Serikat. Juru bicara kantor penyataan di Kementerian Kehakiman AS mengatakan, berdasarkan data yang ada tercatat bahwa pada tahun 2009 angka kejahatan yang meliputi pencurian dan pembunuhan me¬ningkat tajam.
Dari keseluruhan angka tersebut 4,3 juta di antaranya adalah kasus terkait dengan aksi pemerkosaan, perampokan dan penganiayaan. Kasus pencurian dari rumah dan pencurian mobil tercatat sebanyak 15,6 juta kasus sementara kasus pencopetan terdata sebanyak 133 kasus.
Data tahun 2010 menyebut, setiap tiga menit terjadi satu pembunuhan di Amerika. Menurut catatan, secara total, sudah 130.000 orang tewas dalam aksi kekerasan, kata Organisasi Negara Amerika (OAS), April lalu.
Lembaga ini pun melansir bahwa, dua pertiga dari penculikan di dunia terjadi di Amerika. Ini dikemukakan Sekretaris Keamanan Multidimensional, Adam Blackwell dalam pertemuan Forum Masyarakat Sipil. "Korban pembunuhan di negara kita lebih banyak dari pada korban AIDS atau epidemi ataupun penyakit lainnya, dan menghancurkan perekonomian yang sedang kita rasakan sekarang"
Sekretaris OAS, Victor Rico, menekankan suatu bukti bahwa dalam survei nasional dan regional telah diidentifikasi bahwa isu ketidakamanan dan kejahatan telah menjadi masalah utama, bahkan lebih utama dari pada masalah pengangguran.
Di sejumlah kota khususnya Detroit di negara bagian Michigan, tingkat kejahatan sedemikian tinggi sehingga disamakan oleh sebagian kalangan dengan kawasan perang. Dinyatakan pula bahwa setiap tahunnya tercatat ratusan ribu kasus perkosaan. Sebanyak 90 persen pelaku perkosaan tidak pernah ditahan.
Pertengahan Agustus ini, ratusan wanita di Amerika Serikat turun ke jalan. Mengenakan hot-pants, mereka menyerukan agar kekerasan seksual yang selama ini banyak dialami oleh wanita di AS dapat diakhiri.
Demo yang diikuti oleh sebagian besar wanita seksi ini berlangsung di seberang Gedung Putih. Mereka membawa berbagai spanduk bertuliskan kecaman atas maraknya aksi pemerkosaan di AS. "Ini (hotpants) adalah yang saya pakai saat saya diperkosa” demikian bunyi salah satu poster yang mereka bawa, seperti dilansir AFP, Ahad (14/8).
"Tubuhku adalah milikku," tulis seorang wanita berusia 23 tahun dalam poster yang dia bawa. Bahkan, dalam aksi tersebut terdapat balita yang mengenakan kaos bertuliskan "Ibuku seorang pelacur".
Masa Kebangkitan Islam
Krisis ekonomi global yang terjadi saat ini adalah awal dari berakhirnya dominasi mata uang dolar Amerika Serikat sebagai "mata uang tunggal" dunia dan pertanda akan berakhirnya dominasi politik dan ekonomi negara AS. Tahun 2025, AS bukan lagi satu-satunya negara adidaya karena ada Cina dan India yang akan menjadi pesaingnya dan saling memperebutkan pengaruh antar bangsa-bangsa di dunia.
Itulah kesimpulan laporan National Intelligence Council (NIC) yang bertajuk "Global Trends 2025" yang dirilis akhir tahun lalu. Dalam laporan sebelumnya, NIC mengeluarkan dokumen "Mopping the Global Future", NIC menyebut kekuatan satu lagi yang akan muncul adalah kekhilafahan, selain Cina dan India.
Di mata Amerika, kekuatan Cina dan India mungkin tak terlalu berpengaruh karena negara tersebut masih memungkinkan menggunakan ideologi pasar ala Amerika. Ideologi komunisme tak akan bangkit lagi dari kuburannya, Sementara, kapitalisme sendiri tak bisa mempertahankan dirinya sendiri. Makanya yang paling mengkhawatirkan justru munculnya ideologi Islam dalam ranah politik yakni khilafah.
Tom Ridge mantan Sekre¬taris Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat menyatakan, Islamisme mengancam Amerika karena ideologi Islam berten¬tangan dengan nilai-nilai liberal Barat seperti pemerintahan demokrasi, liberalisme pemikiran dan berkeyakinan, serta kapitalisme. Islamisme yang dimak¬sudnya merupakan sebutan yang sering digunakan untuk Islam politik yang memperjuangkan ideologi Islam, yang ingin menerapkan syariah Islam secara total dalam seluruh aspek kehidupan.
Inilah mengapa Amerika dan Barat pada umumnya berusaha keras menghadang gerakan kebangkitan Islam ideologi, dengan segala cara. Amerika tahu betul bahwa musuh mereka bukan hanya gerakan jihadis yang mengangkat senjata tapi juga gerakan politik Islam yang ingin menerapkan Islam dalam bingkai khilafah. Mereka pun melihat potensi kebangkitan kembali khilafah sangat besar.
Peluang
Kebobrokan sistem kapitalisme kini tak perlu lagi dibuktikan dengan teori. Masyarakat awam pun sudah mulai merasakan bagaimana sistem yang melingkupinya membuatnya tersiksa. Secara otomatis, mereka akan mencari alternatif lain yang lebih baik. Ini adalah suatu yang alami.
Dalam kondisi ini, dunia Islam memiliki peluang yang cukup besar. Soalnya, bersatunya dunia Islam akan menjadi kekuatan baru yang menguasai simpul simpul kunci peradaban dunia. Secara ekopolitik dan kepentingan strategis, kunci peradaban dunia ada di: 1) Kawasan Mediteranea, Timur Tengah dan Teluk Persia; 2) Benua Afrika yang kaya sumber daya alam; 3) Asia Selatan dan Asia Tenggara yang terhubung dengan Selat Malaka; 4) Kawasan Laut Kaspia dan Laut Hitam.
Kawasan-kawasan tersebut adalah kawasan berpenduduk Muslim dan kunci perekonomian dan perdagangan paling vital di dunia. Secara demografis, bersatunya kawasan itu akan menjadi kekuatan besar dan menentukan. Dan satu lagi, satu ikatan yang bisa menyatukan kawasan ini dari sisi ideologinya yakni Islam. Ada kesamaan keyakinan, tradisi dan aspirasi masa depan.
Begitu Khilafah Islamiyah bangkit, dan mengontrol atas kawasan kunci dan rute vital itu, yang dikombinasikan dengan potensi demografi, ekonomi, militer dan ideologi, maka dalam sekejap Khilafah Islamiyah akan menjelma menjadi adidaya baru di dunia. Hal itu hanyalah masalah waktu.

Post a Comment